Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}

Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}
Mengingatkan


__ADS_3

Ya, suara siapa lagi kalau bukan suara raja Zhou Yhan, seorang pria yang telah mengobrak-abrik perasaan putri Quan Ling. Sontak membuat semua orang terkejut dan secara bersamaan menoleh ke arah datangnya suara.


“Zhou Yhan, putraku!” Ibu ratu Yhan Yikhu tersenyum manis menatap putranya dengan penuh kebanggaan.


Bukan apa-apa karena dengan kedatangan putranya itu akan menjawab semua pertanyaan yang tentunya telah memenuhi kepala semua orang yang berada di sana terutama ratu Yun Lie.


“Salam, Ibu mertua,” ucap raja Zhou Yhan dengan memberikan penghormatan pada ratu Yun Lie.


Pria itu membungkukkan badannya lalu menyentuh kedua kaki ratu Yun Lie. Dengan lembut ratu Yun Lie mengusap kepala menantunya untuk memberikan restu dan keberkahan di dalam hidupnya.


“Salam, Nak.”


Setelah selesai memberikan penghormatan kepada Ibu mertuanya, raja Zhou Yhan berbalik arah menatap istrinya, putri Quan Ling. Sementara ratu Yun Lie terus memandangi keduanya.


“Kau pergi terlalu terburu-buru hingga kau melupakan sesuatu,” ucap raja Zhuo Yhan dengan suara lembut dan itu membuat putri Quan Ling keheranan.


Putri Quan Ling tidak habis pikir bagaimana mungkin pria itu masih bisa bersikap baik kepadanya setelah apa yang ia lakukan kepadanya. Bahkan raja Zhou Yhan tersenyum manis untuknya.


“Young Vei!” panggil raja Zhou Yhan dengan suara gagahnya tetapi terdengar begitu lembut.


Maka pada detik berikutnya tampaklah seorang bocah sedang berjalan memasuki ruangan itu dengan senyumnya yang sumringah. Bocah itu terlihat begitu bahagia berjalan ke arah ratu Yun Lie dan memberi salam, kemudian melanjutkan langkah nya ke arah putri Quan Ling.

__ADS_1


“Kakak, mengapa kakak meninggalkan aku sendirian, semalam Young menangis mencarimu, tapi kakak tidak aku temukan,” ucapnya sambil menatap putri Quan Ling seakan ingin mengintrogasi.


“Ah, ya… maafkan aku, tapi aku tidak bermaksud untuk meninggalkanmu, kakak hanya merindukan Ibuku saja, jadi… apa salah jika aku pergi meninggalkan dirimu sebentar?”


Young Vei menggelengkan kepalanya dan kemudian berkata, “Tidak! karena kau kakakku, maka aku menganggapmu tidak bersalah, tapi jika itu orang lain yang melakukannya, maka akan aku pastikan kau akan mendapatkan hukuman saat aku menjadi raja nanti!”


Tingkah bocah itu sukses membuat semua orang tertawa termasuk putri Quan Ling sendiri. Dan kehadirannya membuat putri Quan Ling tanpa sadar mengatakan bahwa dirinya akan kembali ke istana Shenshi. Hal itu membuat hati Ibu ratu Yan Yikhu merasa lega dan ia pun tersenyum senang karena tidak perlu membujuk menantunya itu untuk kembali ke istananya. Sebab putri Quan Ling adalah orang yang pantang mengingkari ucapannya sendiri.


Namun sebuah pertanyaan bersarang di kepala putri Quan Ling, apa sebenarnya yang membuat suaminya itu datang mengejarnya dengan membawa Young Vei? Tentunya ada alasan lain, bukan sekedar ingin mengantarkan bocah itu untuk menemuinya. karena putri Quan Ling tahu orang seperti apa, Zhou Yhan itu.


Tiba-tiba Young Vei melompat ke dalam pangkuan putri Quan Ling sambil tertawa kegirangan. Bocah itu kini mulai bermanja-manja di dalam pangkuannya sama seperti biasanya Young Vei sangat suka melakukan hal itu sedangkan putri Quan Ling sendiri tidak pernah merasa keberatan dengan hal itu.


“Aku setuju dengan saranmu, Nak,” sahut ratu Yun Lie seketika.


Raja Zhou Yhan tersenyum senang mendengar ucapan Ibu mertuanya. Walau bagaimanapun persetujuan itu membuktikan bahwa idenya sangatlah menarik.


“Bagaimana istriku? Apakah kau juga setuju dengan saranku?” tanya raja Zhou Yhan kepada putri Quan Ling dengan lembut.


“Ya, sebuah ide yang bagus, aku setuju.” Putri Quan Ling tersenyum menjawab pertanyaan suaminya.


Ya, suami. Suami yang tidak pernah memperlakukan istrinya dengan seharusnya. Suami yang terasa jauh dan asing bagi putri Quan Ling. Sedangkan jauh di dalam lubuk hatinya ia masih sangat mencintai sosok Kim Yung, meskipun ia tahu bahwa pria itu adalah raja Zhou Yhan, suaminya sendiri.

__ADS_1


Meskipun begitu di depan ratu Yun Lie dan seluruh keluarganya mereka berdua tetap berusaha agar terlihat seperti pasangan suami-istri yang sangat harmonis. Semua itu mereka lakukan agar tidak menimbulkan berbagai macam pertanyaan di dalam pikiran mereka.


“Paman, aku rasa memang lebih baik jika kau yang mengambil alih tanggung jawab kerajaan dan aku yakin kerajaan King Huan akan bertambah makmur dan disegani di bawah pimpinanmu.” Putri Quan Ling berusaha meyakinkan Paman Yan Bei.


“Sebenarnya aku juga setuju dengan ide itu, walau bagaimanapun menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah, begitu banyak rintangan yang harus dihadapi, bukannya aku meremehkan kakak ipar,” timpal Bibi Zhenzhi dengan memandang ke arah ratu Yun Lie.


“Di usia seperti kita, lebih baik kita mendoakan saja, jangan terlalu mencampuri urusan politik. lebih baik kita serahkan saja pada mereka yang masih muda.” Ratu Yan Yikhu juga ikut menyetujui.


“Bagaimana adikku?” tanya ratu Yun Lie meminta persetujuan Paman Yan Bei.


Pria itu menarik nafas dan menghembuskannya kembali lalu dengan suara rendah ia berkata, “Baiklah, jika memang itu yang kalian inginkan.”


“Kau tenang saja, Paman. Aku disini akan siap membantu jika paman membutuhkannya.” Raja Zhou Yhan menawarkan.


“Terima kasih, Nak Zhou Yhan. Suatu saat nanti kerajaan ini pasti akan membutuhkan bantuan darimu, oh iya sebenarnya ada satu hal yang bisa segera kau lakukan untuk membantu kami disini.”


“Apakah itu, Paman?” tanya raja Zhou Yhan merasa penasaran.


“Berikan keponakanku tanggung jawab untuk melahirkan keturunanmu, agar suatu saat bisa menjadi pemimpin di kerajaan ini,” ucap paman Yan Bei mengingatkan kembali perjanjian yang di sepakati oleh raja Shan Hua dan raja Fan Kris Wu.


Sontak hal itu membuat putri Quan Ling tersentak kaget serta seketika merubah perangainya.

__ADS_1


__ADS_2