
Di dalam keheningan, angin berhembus perlahan mengiringi nyanyian malam. Menggerakkan serpihan daun yang jatuh dan tergeletak di tanah, seakan mereka tidak pernah hinggap pada tangkai yang indah.
Begitu pula yang terjadi pada putri Quan Ling, seorang wanita cantik yang diabaikan. Kebencian demi kebencian kian mendera didalam hatinya, menyisakan sebuah luka yang tidak pernah tersembuhkan.
Di Dalam penjara dinding besi, putri Quan Ling mulai kehabisan nafas. Akan tetapi ia terus saja mencoba mencari celah di antara dinding-dinding itu agar bisa menghirup udara yang masuk.
Namun, rupanya dinding yang berlapis besi itu tidak memiliki celah sedikitpun. Satupun celah udara tidak dapat ditemukan oleh putri Quan Ling. Membuatnya kehabisan nafas dan mulai tidak sadarkan diri.
Tiba-tiba dari arah bawah, tanah tempat ia berpijak. Seseorang menyelinap masuk kedalam penjara dinding besi itu, kemudian membawa putri Quan Ling keluar dari tempat yang menyengsarakan itu.
Tubuh putri Quan Ling tidak berdaya dalam dekapan hangatnya, dalam setengah sadar putri Quan Ling masih mengenali dari aroma tubuh pria itu. Berbau keringat yang familiar baginya.
"Kim Yung," desah putri Quan Ling dengan kedua mata terpejam.
"Tenanglah! Kau aman bersamaku," sahut pria itu seraya terus menyusuri lorong bawah tanah.
Dengan kesaktiannya, Kim Yung tidak mengalami kesulitan untuk melakukannya. Lagi pula lorong itu adalah jalan rahasianya menuju daerah tertentu yang hanyalah dia yang tahu.
Lorong itu merupakan jalan rahasia yang ditunjukkan oleh mendiang kakeknya, sewaktu ia masih kecil. Raja Whuq Shu sengaja merahasiakan tempat itu dari menantunya yaitu, raja Fan Kris Wu.
Selain karena tabiat raja Fan Kris Wu yang sombong dan tidak memiliki peri kemanusian, raja Whuq Shu juga tidak ingin jika seluruh hartanya jatuh pada orang yang salah.
Sebenarnya pangeran Zhou Yhan tidak sejahat raja Fan Kris Wu, tetapi demi mendapatkan tahta kerajaan ia terpaksa menurut dan menyetujui apapun yang dilakukan oleh Ayahnya. Tidak seperti pangeran Shin Haein yang selalu menolak dan mendebat raja Fan Kris Wu sehingga ia dikeluarkan dari garis putra mahkota.
__ADS_1
Pangeran Zhou Yhan selalu teringat akan nasehat mendiang kakeknya yang mengatakan bahwa kepemimpinan kerajaan harus jatuh pada dirinya, mengingat pangeran Zhou Yhan adalah orang yang tegas dan kritik.
Setelah memakan waktu yang cukup lama, akhirnya mereka sampai pada suatu daerah yang tidak begitu jauh dari Kerajaan. Akan tetapi cukup aman untuk menyembunyikan putri Quan Ling dari jangkauan para prajurit raja Fan Kris Wu.
Di dalam sebuah gubuk kecil yang berdebu, putri Quan Ling di baringkan di atas dipan. Pangeran Zhou Yhan yang telah merubah penampilannya menjadi Kim Yung menghela nafas memandangi wajah pucat putri Quan Ling.
"Maafkan aku, seharusnya aku tidak diam saja saat itu, tapi apa yang bisa aku lakukan? Sebelum tahta kerajaan jatuh ke tangan ku, sedikit pun aku tidak bisa melawan Ayah," gumam Kim Yung dengan setengah berbisik seraya membelakangi putri Quan Ling.
Kemudian ia beranjak dari tempatnya dan mencari sesuatu untuk dijadikan penerangan dalam ruangan itu. Setelah agak lama mencari di sudut ruangan Kim Yung menemukan sebuah obor yang telah berisi minyak tanah. Tanpa berpikir panjang Kim Yung segera menyalakan obor itu dan membawanya lebih dekat ke arah putri Quan Ling yang masih tidak sadarkan diri.
"Aku harus mencari daun mint untuk segera menyadarkannya, ini bahaya jika dibiarkan berlarut-larut."
Kemudian Kim Yung keluar dari gubuk itu dan masuk kedalam hutan untuk mencari daun mint. Cahaya sang rembulan sangat terang menyinari kawasan hutan sehingga sangat membantu bagi Kim Yung.
"Selain daun, aku juga membutuhkan akarnya untuk mengobati luka dalam putri Quan Ling. Minuman itu pasti telah melukai bagian organ dalamnya dan itu hanya bisa disembuhkan dengan air rebusan dari akar daun mint."
Kim Yung segera mencabutnya dan kemudian bergegas kembali ke gubuk. Ia khawatir karena putri Quan Ling di tinggal sendirian. Bukan tidak mungkin jika hewan buas tiba-tiba saja masuk dan menyerang putri Quan Ling.
Cahaya sang rembulan terus menerangi perjalanan Kim Yung hingga ia tiba kembali sampai di gubuk itu, dimana seorang wanita cantik sedang terbaring tidak berdaya di dalamnya.
Kim Yung alias pangeran Zhou Yhan memiliki keterampilan dalam mengolah obat-obatan, selain belajar ilmu bela diri ia juga menguasai cara meracik obat-obatan dengan benar.
Kim Yung segera mencuci daun mint beserta akarnya hingga benar-benar bersih. Kemudian merebus akarnya dan menumbuk daunnya hingga halus.
__ADS_1
Tak berapa lama aroma daun mint yang segar mulai tercium pertanda daun mint telah siap untuk diperas dan diambil airnya saja. Dengan sangat hati-hati Kim Yung memindahkan air perasan daun mint ke dalam wadah kecil.
Kemudian ia juga mengaduk rebusan akar daun mint, air yang mendidih menimbulkan riak air yang berwarna kekuning-kuningan, dan aromanya pun tidak kalah menyegarkan.
"Ini pun sudah matang dan siap untuk diminum putri Quan Ling," ucap Kim Yung kemudian menaruh ke dalam mangkuk berbentuk bulat terbuat dari tanah liat yang telah dibakar terlebih dahulu. Kim Yung membiarkan ramuan rebusan akar daun mint itu mendingin dengan sendirinya.
"Hm-hm-hm." Putri Quan Ling mendengus ketika mencium aroma wangi daun mint yang sangat menyegarkan.
Putri Quan Ling menggerak-gerakkan kepalanya kekiri dan kekanan mengikuti arah aroma daun mint yang dipegang oleh Kim Yung. Rupanya aroma daun mint itu sangat ampuh untuk mengembalikan kesadaran. Perlahan putri Quan Ling mulai membuka kedua matanya dan pertama kali yang ia lihat adalah sosok seorang pria bertopeng sedang duduk di sampingnya.
"K-kau, Kim Yung?" bisik putri Quan Ling dengan lemas.
Pandangannya yang tertuju ke arah pria bertopeng itu, kemudian mengalihkan nya memindai keseluruh ruangan.
"Dimana aku? Bukankah tadi aku ada di–," Putri Quan Ling kembali menatap Kim Yung dengan mengernyitkan dahi.
"Apakah kau yang telah membawaku kemari? Tempat apa ini?" lanjut putri Quan Ling dengan dipenuhi rasa heran.
"Ya, aku yang membawamu kemari, sekarang kau aman," jawab Kim Yung dengan mengubah suaranya agar tidak membuat putri Quan Ling curiga kalau ia adalah pangeran Zhou Yhan.
"Terimakasih, Kim Yung. Kau baik sekali, tapi dari mana kau tahu aku dikurung dalam dinding tembok besi itu?" tanya putri Quan Ling dengan menahan rasa sakit di area perutnya.
"Uhuk… uhuk… uhuk…!" Putri Quan Ling terbatuk-batuk.
__ADS_1
"Apakah harus aku ceritakan semuanya? Apakah kau lupa bagaimana aku pernah menyelamatkan dirimu dari cengkraman raksasa Gough Raks?" Kim Yung balas bertanya.