Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}

Misteri Putri Quan Ling {Reinkarnasi Dewi Surgawi}
Terjebak didalam situasi


__ADS_3

Setelah cukup lama dan rasa rindu mereka pun telah terobati, raja Shan Hua dan ratu Yun Lie akhirnya pamit untuk kembali ke kerajaan mereka. Walaupun rindu didalam hati putri Quan Ling terhadap kedua orang tuanya belum sepenuhnya menghilang.


Namun, apalah daya raja Shan Hua dan ratu Yun Lie memang harus segera kembali ke istana mereka, selain khawatir akan kemalaman dalam perjalanan, raja Shan Hua juga tidak ingin berlama-lama berada di dalam istana raja Fan kris Wu, dikarenakan ia khawatir raja itu akan kembali menggoda ratu Yun Lie seperti sebelumnya.


Selepas berpisah dengan kedua orangtuanya, putri Quan Ling segera membuka sebuah peti yang diberikan oleh Ibunya.


"Terima kasih Ibu, tanpa pakaian ini aku tidak mungkin bisa berlatih," gumam putri Quan Ling dengan sebuah senyum yang merekah di bibir nya.


Putri Quan Ling segera mengganti pakaian nya dengan pakaian khusus berlatih ilmu bela dirinya, kemudian segera melangkah kahkan kakinya dengan tidak sabar ke arah aula istana.


Putri Quan Ling mulai berlatih seorang diri,


Dengan sangat cekatan putri Quan Ling mengarahkan pedangnya ke berbagai arah menembus udara dengan gerakan gesit dan lincah.


Disaat sedang konsen berlatih, tiba-tiba saja ada sebuah pedang yang menahan menghantam ujung pedang milik putri Quan Ling dan membuatnya cukup terkejut.


"Pangeran Zhuo Yhan," gumam putri Quan Ling ketika melihat siapa pemilik pedang itu.


"Cepat! Lawan aku! Kyaaaaa….!" Pangeran Zhuo Yhan segera mengambil ancang-ancang untuk menyerang putri Quan Ling.


"Kyaaaaa….!"


Suara dentingan pedang pun menghiasi depan aula istana, kedua insan itu saling menyerang dan menangkis. Keduanya sama-sama terlihat begitu hebat, setelah puas menggunakan pedang mereka pun mengeluarkan jurus-jurus andalan masing-masing.


"Jurus naga sakti … ! Wushhh….!" Pangeran Zhuo Yhan mengarahkan serangannya ke arah depan putri Quan Ling.


Gumpalan asap berbentuk naga terbang menghampiri putri Quan Ling dan siap untuk menghancurkannya.


"Jurus perlindungan batu permata kristal putih….!" Seketika tubuh putri Quan Ling dikelilingi kekuatan batu permata kristal putih yang membentuk sebuah lingkaran mengurung tubuh putri Quan Ling didalamnya.

__ADS_1


Jurus perlindungan batu permata kristal putih mampu memantulkan kekuatan jurus angin petir milik pangeran Zhuo Yhan. Seketika pangeran Zhuo Yhan dibuat terpana dengan kilatan cahaya indah yang berasal dari kekuatan jurus perlindungan batu permata kristal putih itu.


Namun, walaupun merasa terlindungi putri Quan Ling tidak tinggal diam, ia pun kembali mengumpulkan kekuatan dengan sebelah tangannya.


"Jurus angin petir…! Wushhh…! "


Suara petir menggelegar mengubah langit kelabu, dengan secepat kilat kekuatan itu menghantam tubuh pangeran Zhuo Yhan dan membuat nya terpelanting jauh ke belakang. Dengan kedua kaki bergesekan dengan tanah, pangeran Zhuo Yhan tetap berusaha menahan. Ia yang tidak menyangka sama sekali akan mendapatkan balasan serangan mendadak dari putri Quan Ling.


"Sial! Mengapa dia begitu hebat?" gerutu pangeran Zhuo Yhan seraya meringis ketika tubuhnya membentur dinding aula istana.


"Guhak!" Seteguk darah keluar dari mulut pangeran Zhuo Yhan, mendadak wajahnya menjadi pucat pasi.


"Pangeran Zhuo Yhan!" pekik putri Lin Mei yang menyaksikan semua pergulatan itu dari awal.


Putri Lin Mei terkejut melihat pangeran Zhuo Yhan yang berubah lemas seketika, sontak putri Lin Mei mengerahkan semua kekuatannya dan menyerang putri Quan Ling.


Putri Quan Ling yang juga terkejut karena tidak menyangka serangannya akan benar-benar mengenai pangeran Zhuo Yhan, membuatnya tidak menyadari kalau dirinya sedang di serang.


Tubuh putri Quan Ling terhempas dan membentur tanah, membuatnya sedikit terluka di beberapa bagian tubuhnya.


"Akh!" desah putri Quan Ling seraya mengusap darah segar yang mengucur di bibir nya.


"Pangeran Zhuo Yhan, kau tidak apa-apa? Maaf, aku tidak bermaksud untuk melukaimu," ucap putri Quan Ling tanpa menghiraukan dirinya yang juga terluka akibat serangan putri Lin Mei.


"Diam! Tutup mulut! Aku yakin kau pasti sengaja ingin membunuh pangeran Zhuo Yhan, mengingat kau memiliki dendam karena kematian tunanganmu!" Putri Lin Mei menghalangi tangan putri Quan Ling yang hendak menyentuh tubuh pangeran Zhuo Yhan.


"Putri Lin Mei, sungguh aku tidak bermaksud seperti itu. Pangeran Zhuo, percayalah…!"


Mendengar ucapan sahabat nya, pangeran Zhuo Yhan lebih memilih untuk berpihak kepada putri Lin Mei.

__ADS_1


"Rupanya kau masih ingin membunuh ku putri Quan Ling, uhuk… uhuk…." Pangeran Zhuo Yhan terbatuk seraya menatap tajam ke arah putri Quan Ling.


"Pangeran, seorang perencana pembunuhan harus dihukum dengan hukuman setimpal, apalagi dia berani menyerang calon raja." Putri Lin Mei semakin memanas-manasi pangeran Zhuo Yhan.


"Bantu aku, bawa aku ke kamar," pinta pangeran Zhuo Yhan kepada putri Lin Mei yang dengan senang hati merangkul tubuh pria itu.


Inilah sebuah insiden yang memang sedang dinanti-nantikan oleh putri Lin Mei selama ini, dimana ia menjadi orang yang selalu ada untuk pangeran Zhuo Yhan. Selain itu ia juga berniat untuk membuat pangeran Zhuo Yhan dan putri Quan Ling saling membenci satu sama lain.


Melihat pangeran Zhuo Yhan berjalan tertatih-tatih dalam pelukan putri Lin Mei membuat putri Quan Ling sedikit merasa kecewa.


"Aku memang membenci dirimu, pangeran Zhuo Yhan. Tapi walau bagaimanapun aku adalah istrimu, aku yang seharusnya berada disisimu saat ini bukan wanita lain." Bulir bening mulai berjatuhan dari kelopak mata putri Quan Ling.


Rasa kecewa didalam hati putri Quan Ling melebihi rasa dendamnya selama ini. Tiba-tiba terlintas di dalam benak nya bayangan sosok Kim Yung.


Putri Quan Ling menelungkupkan tubuhnya duduk meringkuk dengan membenamkan wajahnya di antara kedua lengannya.


"Kim Yung, kau dimana sekarang? Aku merindukanmu, kapan kita bisa bertemu lagi?" ucap putri Quan Ling bertanya-tanya dengan suara yang cukup lirih membuat air mata kembali berjatuhan.


Indera pendengar pangeran Zhuo Yhan yang tajam mampu menangkap kata-kata yang diucapkan oleh putri Quan Ling walaupun hanya dengan suara lirih. Seketika hatinya bergetar, memandang putri Quan Ling sekilas lalu berjalan lagi dengan dipapah oleh Putri Lin Mei.


Beberapa menit kemudian, dua pelayannya yaitu Moty dan Sanchi datang menemuinya dengan panik. Mereka membawa berita buruk, kalau raja Fan Kris Wu sangat murka kepadanya.


"Rupanya putri Lin Mei telah mengadu kepada Yang Mulia raja Fan Kris Wu," bisik putri Quan Ling kepada dirinya sendiri.


"Tuan putri, cepatlah pergi! Kami khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk kepada mu." Sanchi terlihat begitu ketakutan.


"Ya, tuan putri apa yang dikatakannya benar, tuan putri pergilah," sambung Moty tak kalah khawatirnya.


Putri Quan Ling menghela nafas kemudian berkata, "Biarlah, akan aku hadapi apapun yang terjadi."

__ADS_1


"Tapi tuan putri…!


Belum sempat pelayan Moty melanjutkan ucapannya, raja fan Kris Wu tampak berjalan dari kejauhan dengan raut wajah penuh amarah.


__ADS_2