
"Aku ingin menghangatkanmu, sayang..." Lirih Shean tepat ditelinganya.
Tangan Risha beralih kedada bidang Shean, menempelkan telapak tangannya disana.
"Awwww" Ringis Shean memegang bibir bawahnya yang sedikit mengeluarkan darah.
Risha tersenyum senis dan mendorong Dada Shean kebelakang dengan sekuat tenaga. Ia pun lekas meraih handuk dan memakainya guna menutupi tubuhnya.
"Rasain, itu!" Ketusnya sebelum keluar kamar mandi, Meninggalkan Shean yang bersandar di dinding menatapnya dengan tajam.
Seteleh mengenakan Stelan Baby doll, Risha pun lekas Naik keatas ranjangnya mengecek Sikecil yang terlelap Nyaman.
"Mama akan selalu menjaga kamu nak, Sampai perpisahan kita nanti..." Lirihnya membelai Wajah tampan itu.
Risha pun ikut berbaring mendekap putranya, menarik selimut dan Terbang kealam Tak nyata.
...(*****)...
Tiga hari sudah, Risha dan Shean di Sydney. Baby Archie begitu Happy saat diajak berkeliling disekitar Perumahan Didekat Kediaman Ibu nita.
Seteleh menghabiskan beberapa hari bersama Sikecil, kini saatnya Shean dan Risha yang menikmati liburan berdua.
Risha begitu Bahagia saat keluar dari Gedung Opera Sydney. Bangunan yang menjadi ikon Australia, letaknya di di Bennelong Point di Sydney Harbour dekat Sydney Harbour Bridge. Walau bukan yang pertama mengunjungi, namun rasanya berbeda, karena jika biasanya ia bersama Teman-temannya kini bersama pria yang berstatus Suaminya.
Salah satu impiannya mengunjungi berbagai ikon Australia bersama Suaminya, kini terwujud juga. Sepanjang perjalanan melewati jembatan yang menjadi jalur utama Menyebrangi pelabuhan Sydney harbour, Senyum Risha tak pernah luntur. Risha menyenderkan kepalanya dibahu Shean, Mereka menggunakan Taxi untuk berkeliling di ibukota Sydney.
Malam Harinya, baru kedua sejoli itu tiba diRumah Risha. Sebenarnya Shean ingin Nginap semalam di Shangri-La Sydney, tetapi Fikirannya masih ingat ada Archie yang menanti mereka dirumah ibu nita.
"Dua hari lagi kita pulang!" Ujar Shean tiba-tiba. Pria itu duduk dibibir ranjang sembari menatap ponsel genggamnya.
Risha nampak Mengangguk patuh. Walau sebenarnya dia masih ingin di Sydney, tapi tidak masalah. Toh dia di Victoria hanya kurang lebih satu tahun. Setelah itu baru kembali Ke Sydney, Selamanya.
Hari yang dinanti akhirnya tiba. Risha sudah bersiap untuk kembali Ke Victoria. Semua barang bawaannya pun sudah dikemasi, pun dengan Shean dan Archie.
"Nanti sering-seringlah kesini jika ada waktu ya, kak.." Ujar Angga sebelum melepas kepergian kakak satu-satunya.
"Iya. Tenang saja! Kak Risha akan kesini nanti.." Jawab Risha.
Seteleh cukup melepas perpisahan dengan sedikit drama, Risha beserta Archie dan Shean pun berjalan masuk kedalam Bandara Internasional Kingsford Smith Sydney untuk melakukan Penerbangan menuju Bandar udara Melbourne. Sedangkan Ibu anita dan angga sudah pulang atas permintaan Risha.
Jet mendarat sempurna tepat Bandar udara Melbourne, tepat pukul 10.00 Am. Risha dan Shean pun langsung keluar dengan Archie yang berada digendongan Shean.
__ADS_1
Saat hendak keluar Bandara, Tiba-tiba Risha merasakan perut bawahnya tak bisa menahan Beban yang ingin segera dihempaskan.
"Shean" Panggil Risha menghentikan langkah pria itu. Shean pun berbalik dan menaikkan sebelah alisnya.
"Aku ingin kekemar mandi sebentar..." Pinta Risha, wajahnya sudah memerah berusaha menahan bebannya.
Shean yang sudah peka pun mengangguk, saat berinisiatif mengantar, Risha pun menolak dan menyuruhnya menunggu disana.
2 menit, gadis yang tidak pantas disebut gadis lagi itupun keluar kamar mandi. Risha Bernafas lega setelah mengeluarkan Beban lumayan berat. Tak mau membuat sang Suami menunggu lama, Wanita itupun langsung menuju dimana dia meninggalkan Putra dan suaminya.
Suara pesan masuk diponselnya membuat Risha langsung mengambil ponselnya dan mengecek sambil berjalan. Ternyata dari Shean, ada apa?
Risha menundukkan sedikit pandangannya guna melihat Chatnya. "Aku menunggu dimobil!" Isi pesan Shean.
Saat menoleh kedepan lagi tiba-tiba..
" Bruuukkkk..."
Tanpa sengaja Risha telah menabrak seseorang hingga membuat keduanya hampir jatuh.
^^^"I'm Sorry, Nona..." Ucap Risha membantu Perempuan yang ditabraknya mengambil kertas yang berserakan dibawah dan memberikannya ketangan seseorang didepannya.^^^
"Tidak apa-apa. Saya juga tidak fokus tadi!" Jawab Perempuan itu sembari mengulas Senyumnya.
Tatapan wajahnya begitu teduh, dan matanya, Risha jadi teringat Archie. Hampir mirip Sekilas jika terus diperhatikan. Cantik, Tubuhnya ramping, matanya hitam pekat didukung kulitnya putih bersih dengan balutan Long Coat wanita panjang warna pink dan syal rajut yang mengalun mengitari lehernya beserta Topi rajut dikepalanya. Risha akui, wajahnya sangat cantik.
Namun sejenak ingatannya pun kembali ke Sikecil itu yang takutnya rewek
"Kalau begitu saya permisi! Anda benar tidak apa-apa kan?"
Perempuan itu mengangguk. "Saya baik-baik saja." Jawabnya.
Risha pun lekas berjalan meninggalkan gadis itu. Gayanya sangat anggun namun tetap menjaga image nya. Sebagai Istri seorang Presiden tampan.
"Arisha camelia..." Suara yang terucap, lirih dan hanya dia yang mendengar. Perempuan itu menatap Kepergian Risha dengan Senyuman yang mengembang.
30 menit perjalanan menuju kediaman Shean, akhirnya sampai juga. Beberapa Pelayan keluar rumah keluar dan menyambut sang Majikannya pulang dari negeri orang.
"Huffttt capeknya..."
Suara ranjang yang sedikit berderit akibat Ulah Risha yang langsung melompat keatas tempat tidurnya. Shean hanya menggeleng-geleng kan kepalanya meratapi sifat istrinya yang kadang-kadang, kadang.
__ADS_1
.
...(*****)...
Paginya, Risha sudah bersiap akan kerumah kediaman Winara beserta Shean dan Archie. Semua keluarga nampak menyambut dengan hangat kepulangan Sikecil gembul beserta mama papanya. Kecuali Vena, Gadis itu sudah kembali ke Sydney sebelum Shean dan Risha pulang ke Victoria.
beberapa jam bercipaka-cipiki dengan Keluarga dan menyalurkan rindu yang tersimpan Akhirnya Shean pun mengajak pulang, katanya ingin jalan-jalan sebentar.
"Mau kemana?" Tanya Shean asik fokus tanpa menoleh Keistrinya.
"Terserah kamu..." Jawab Risha.
Beach menjadi tujuan Shean membawa Risha dan Archie menikmati hari yang semakin menjelang Sore. Archie nampak ceria karena ini kali kedua dia datang kepantai.
Risha duduk dibibir pantai menikmati ombak yang berlomba-lomba untuk sampai kepermukaan. Sedangkan Archie dan Shean asik bermain pasir disampingnya.
"Mama" Panggil Archie membuat Risha menoleh.
"Iya, sayang?"
Sikecil yang semakin bertambah usia itu rupanya semakin pintar bicara.
"Sini..." Perintah Archie tegas. Shean yang mengkode.
Karena permintaan dari sang Putra, Risha pun menurut saja. Sikecil itu menunjukkan Pasir yang sudah dibentuk menjadi, apalah tak tahu bentuknya Risha, Namun tetap saja Risha bahagia melihat putranya bahagia.
"Kamu buat Apa, Shean?" Tanya Risha saat memperhatikan bangunan pasir yang hanya bentuknya beberapa kotak ketas, Risha tersenyum mengejek.
"Kau tidak tahu? Ini namanya Gedung Perusahaan. Aku ingin membuat banyak Kantor, supaya orang yang pengangguran bisa mendapatkan pekerjaan.
Risha mendengus. Otak Shean sepertinya memang hanya pekerjaan.
Ditempat yang sama, namun dari kejauhan. Seseorang telah mengawasi Risha dan Shean. Dia duduk dikursi dibawah payung, Mengawasi Setiap Pergerakan yang dilakukan keluarga kecil yang nampak bahagia tersebut.
Air matanya lepas turun tak terkendali dibalik kaca mata hitamnya, ketika melihat Senyuman yang nampak begitu dirindukannya.
Tidak ada yang bisa merasakan apa yang dirasakannya, Melihat Orang yang dicintai Bahagia bersama orang lain. Namun Semuanya sudah diikhlaskan.
******
Bersambung...
__ADS_1