
*Terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk sekedar hadir walau sementara. Setidaknya aku bahagia mengenalmu dan kisah kita...*
Risha tersenyum ketika lagi ia membaca Novel Favoritnya yang berjudul Love Story. Ditemani secangkir Teh Jasmine dan beberapa cemilan, saat ini ia duduk diteras depan rumah menemani Archie yang bermain robot-robot an. Sekalian menunggu Sang suami yang sebentar lagi akan pulang.
Piiippp piiipppp
Suara klakson mobil yang memasuki kawasan Rumah Mewah tersebut. Archie langsung berdiri dan menyambut antusias papanya yang masih didalam mobil. Baby kecil yang usianya 1 tahun 5 bulan itu hendak melangkah berlari menyusul papanya. Namun dengan Sigap, Risha menahannya.
Sikecil itu langsung melompat kepelukan papanya saat Shean sudah berdiri didepan mereka.
Cup
cup
"kau merindukan papa, hem?" Tanya Shean seteleh mendaratkan 2 kecupan dipipi gembul itu.
Archie menggelengkan kepalanya, Membuat Shean dan Risha mengerutkan keningnya. Sikecil itu menunjukkan telunjuk jarinya dan menuding Wanita diantara mereka.
"Mama Indu, Papa..." Celetuk Archie membuat Shean dan Risha membulatkan matanya.
Shean mengulum senyumnya kala mendengar Kejujuran Putranya.
"Enak aja. Mama Nggak rindu sama papa!" Kilah Risha pura-pura menatap sebel Putranya.
"Kalau Rindu juga tidak apa-apa..."
Ucapan Shean diakhiri kedipan mata menggoda istrinya. Suka sekali melihat Wajah bersemu merah yang terpancar jelas di kedua pipi Istri cantiknya.
Risha mendengus kesal, lantas berbalik menunduk Mengambil nampan teh dan cemilan, juga Buku novel yang dibawa. Tanpa ba bi bu, Ia langsung berjalan masuk kedalam meninggalkan Suami dan putranya yang menatapnya tak biasa.
Shean dan Archie bertukar pandang. "Mamamu salah minum obat ya?"
Plak
Tamparan dipipi kiri langsung mendarat dari tangan kecil Archie membuat Shean meringis. Sikecil itu meronta Hingga Shean menurunkannya. Archie langsung ngacir masuk kedalam rumah menyusul Sang mama. Disusul Shean yang geleng-geleng menyaksikan Putranya lebih membela Mama tirinya ketimbang Papanya sendiri.
...*****...
"Archie, sini nak!" Panggil Risha kepada sang putra yang berdiri ditengah Jalan Lorong Rumah sakit. Sedangkan Ia duduk didepan Ruang Imunisasi. Karena ini jadwal Putranya imunisasi Booster.
Archie yang memang Selalu menurut apa kata mamanya pun melangkah mendekat. Namun langkahnya terhenti kala ada seseorang yang menghampirinya.
"Hai Archie..." Sapa Elma menyentuh pipi gembul itu.
Archie memperlihatkan Giginya tersenyum senang melihat Wanita yang berjongkok didepannya.
"Bibi..."
"Kau gemas sekali..." Elma mencium pipi gembul itu, tak ada penolakan dari Archie. Membuat Elma sangat senang, seteleh beberapa waktu lalu Archie nampak menjaga jarak darinya. Kini anak itu menerimanya.
"Bibi punya hadiah untukmu...Kau mau?"
__ADS_1
Archie sontak saja langsung mengangguk. Elma Menarik kedepan tangan kirinya yang tadi disembunyikan dibelakang tubuhnya.
"Tara..."
Sebuah paper bag diperlihatkan kepada Sikecil itu. Archie berbinar melihatnya, walau belum tahu apa isinya. Sikecil itu langsung merebut Paper bag dari tangan Wanita yang berstatus ibu kandungnya.
Arisha yang berdiri tak jauh dari mereka, yang menyaksikan Keakraban dua orang berbeda usia itupun menatap keheranan. Ia merasa ada yang aneh, Jujur saja hatinya cemburu tanpa alasan.
Ada apa sebenarnya antara Shean dan Elma? Mengapa Elma bisa sebegitu dekat dengan Archie? Ada hubungan apa?
Risha berjalan mendekat. "Elma..." Sapa Risha berusha menyunggingkan senyum ramahnya. Walau sebenarnya ia enggan, menyapa wanita yang beberapa bulan lalu ia temui.
Elma berdiri Membalas sapa'an Risha. "Hai, Risha...".
"Kau disini, lagi?" Tanya Risha, ia sudah beberapa kali bertemu Wanita itu saat menemani Archie Imunisasi. Kebetulan, atau...?
Risha mengenyahkan Asumsi buruknya mengenai Elma.
"Iya. Aku, baru saja menjenguk temanku.." Jawab Elma Gelagapan.
Risha menganggukkan kepalanya. "Sepertinya temanmu banyak yang sakit ya, makanya kamu selalu disini. Sampai-sampai setiap aku kesini, kita selalu bertemu..." Ucap Risha dengan nada menyindir.
Elma Jadi salah tingkah mendengarnya. Wanita itu Gelagapan mendengar Ucapan Istri mantan suaminya.
"Kenapa?"
Elma menggeleng pelan. Lantas tersenyum menanggapi. "Oh ya, kalau gitu aku duluan ya..."
Tanpa menunggu lama lagi, Elma langsung berbalik pergi. Ia takut Risha terus saja mencurigainya, apalagi dari sikapnya, Risha sepertinya Cemburu. Sebagai wanita dan Seorang ibu, Ia pun merasakan bagaimana sakitnya menyaksikan orang yang kita sayangi lebih dekat dengan orang lain. Namun lain itu, Elma merasa bahagia. Karena Archienya berada ditangan seorang ibu yang sangat mencintainya.
"Bibi?"
"Nanti kita bertemu lagi sama bibi! Ayo, Saatnya Archie periksa sama dokter cantik..."
Archie nampak Antusias, Sikecil itu langsung Ngacir mengikuti langkah mama nya menuju Ruang Imunisasi.
Tap tap tap
Suara langkah sepatu milik seorang pria terbalut Jas dan kemeja lengkap warna Navy. Siapa lagi kalau bukan Shean, pria tampan mapan bukan duda lagi, ya.
Pria itu berjalan dilorong Hotel, tentu tidak sendiri. Ada Asisten Elvio dan Sekertarisnya yang selalu disampingnya. Mereka berhenti didepan kamar nomer 38 dilantai 15.
1 kali Asisten Elvio menekan bel. Pintu langsung terbuka dari dalam. Seorang Pria yang lumayan tampan, berdarah Inggris, memakai jas warna hitam. Ia adalah Mr. Ex. Pengusaha Sukses dibidang Pertambangan emas.
Sudah sangat lama Shean berharap bisa bekerja sama dengan Pria itu untuk membesarkan namanya agar terkenal bukan hanya di Victoria, namun Seluruh Penjuru ibu kota dibagian Australia, kalau perlu seluruh Dunia ia taklukkan.
Sangat Susah berhubungan dengan Mr. Ex kalau pria itu tidak sedang berlapang Dada datang sendiri padanya. Namun kini nyata didepan mata Shean, Pengusaha tambang emas itu duduk didepannya.
Shean bahagia seteleh keluar dari kamar hotel. Ia berhasil mengantongi Tanda tangan pengusaha tambang emas tersebut untuk melakukan Kerja sama Antar Perusahaan. Jika semuanya lancar, maka Keuntungannya akan sangat besar. Dan impiannya akan terwujud untuk menjadi Pengusaha muda yang sukses Se Australia.
"Saya tidak mau tahu. Kita harus menjalankan Misi inu sebaik mungkin!" Titah Shean dengan tegas kepada dua orang kepercayaannya.
__ADS_1
"Baik Presedir!" Jawab Asisten dan sekertarisnya bersamaan.
Mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju Kantor pusat Elza Group.
...*****...
Braaakkk
Suara hantaman dua mobil dari lawanan arah yang berbeda cukup nyaring ditelinga. Dua mobil hitam berbeda Type Merk.
Mobil hitam dengan Type Bugatti La Voiture Noire mengangkut 3 orang. Shean dan kedua Orangnya.
Asisten elvio hampir tersungkur kedepan kalau saja Safety belt tidak menahan tubuhnya. begitu pula wanita disampingnya. Namun lain dengan Shean yang kepalanya membentur Kursi yang diduduki Sekertarisnya.
Shean memegang kepalanya yang terasa nyut-nyutan dan mengeram kesal.
"Tuan baik-baik saja?" Tanya Asisten dan Sekertarisnya bersamaan menoleh kebelakang.
"Apa kau sudah gila? Kau sengaja mau membunuh saya dimobil saya sendiri?" Ujar Shean kesal menatap tajam Asistennya.
"Maaf tuan. Mobil didepan tiba-tiba salah jalur!" Jawab Asisten Elvio. Pria itu sangat takut menghadapi sang bos yang pasti murka.
Dengan Cepat, Shean turun dari mobil mengecek Kondisi mobil mahalnya. Sekalian memberi perhitungan pada mobil yang sudah berani menabrak mobilnya.
Shean Kaget ketika melihat mobilnya bagian depan bukan hanya Lecet, namun Penyok bahkan lampu LED nya dibagian kiri pecah.
"Sialan!!!" Umpat Shean, jelas wajahnya sangat Murka melihat mobil kesayangannya Rusak.
Shean menghampiri pria yang baru akan turun dari dalam mobil. Saat Pintu mobil bagian kemudi terbuka, ia langsung menarik pria itu keluar.
Bugh
Bugh
Dua pukulan melayang Diwajah Pria itu. Shean benar-benar melampiaskan amarahnya. Pria yang dia belum lihat wajahnya itu berusaha menghindar.
Saat Shean hendak melayangkan bogem ketiga, Asisten Elvio langsung menghalangi dan menariknya. Dan Pria itu menyilangkan tangannya diwajah. Saat merasa tidak ada pukulan. Ia pun menurunkan tangannya berinisiatif meminta maaf dan menyelesaikan masalahnya dengan kepala dingin.
"Lepas!!!" Shean berusaha melepaskan Asistennya yang berusaha menahannya.
Pria didepan Shean yang terkena pukulannya pun merasa tidak asing mendengar Suara menggelegarnya. Ia lantas menatap Wajah Shean Bersamaan dengan Shean yang menatapnya tajam.
"Kau..."
Dua pria itu saling menuding dan menatap Tak percaya.
...***Mom For Archie...
Bersambung...
Jangan lupa like komen Vote and Share pliss...
__ADS_1
Dukungan Kalian, Semangat Othor banget 🙏
Kembang Lopenya untuk kalian... Bayyyy***...