
*Biarkan aku disini sampai batas waktu kita habis. Dan setelah itu, Aku akan pergi menghilang, meninggalkan kenangan yang pernah kita Rakit bersama.***
......(*****)......
Seteleh diguyur hujan beberapa hari, Akhirnya kini Langit nampak cerah memancarkan Sinar Ultraviolet nya. Beberapa hari pula Risha hanya menghabiskan waktu didalam rumah bersama Archie.
Rumah sakit, kini menjadi tujuan Risha untuk membawa Archie imunisasi. Seteleh mendaftar dibagian Resepsionis, Ibu dan anak itu pun langsung masuk Antri menunggu giliran.
Risha mendaratkan bokongnya disalah satu kursi penunggu, didepan Ruang KIA (Kesehatan ibu dan anak). Archie yang memang sedang demam pun hanya diam memeluk mamanya. Tak seperti biasanya yang aktif dengan tingkahnya.
Shean tidak datang karena sudah dua hari pria itu keluar kota. Ada kerjaan yang harus diselesaikan, dan harus dia sendiri yang turun tangan. Meski berat Meninggalkan Putranya yang kesehatannya kurang baik, 24 jam 10 kali telepon mungkin untuk memastikan Kondisi Putra kesayangannya.
Beberapa menit kemudian, Seorang suster pun keluar dari balik pintu putih. Menghampiri para ibu-ibu yang sedang antri menunggu giliran Imunisasi Putra/putri mereka.
"Nyonya Arisha.. Mari, silahkan masuk!" Titah Suster tersebut. Risha pun bergegas berdiri memperbaiki gendongan Archie dan masuk kedalam ruang KIA mengikuti Suster.
Hampir satu jam Akhirnya Imunisasi dan Pemeriksaan Archie selesai. Risha sempat menanyakan beberapa pertanyaan perihal kesehatan Putranya kepada Dokter Zee, Berjaga-jaga saja jika nanti Archie sakit lagi.
Anak kecil itu nampak masih lemas dan terus menyembunyikan Wajahnya didada Risha. Setelah selesai membayar Biaya Administrasi, Ia pun langsung keluar Rumah sakit.
Risha langsung berjalan menuju parkiran dimana Mobil dan Sopir utusan Shean sudah menunggu dengan Setia. Saat dipertengahan jalan menuju parkiran, Langkahnya langsung terhenti ketika ada yang menghampirinya.
Seorang Perempuan cantik berdiri didepannya. Risha menyipitkan matanya ketika samar-samar mengenal perempuan itu, tidak mengenal tapi pernah bertemu tak sengaja tepatnya.
"Anda bukannya yang, Waktu itu di Bandara...?" Tanya Risha memastikan.
Perempuan itu mengangguk. "Kamu masih ingat Rupanya..." Perempuan itu tersenyum menanggapi.
Kamu? Perempuan itu sepertinya ingin mengajak Arisha kenal tanpa bahasa yang terlalu Formal.
"Sepertinya memang kebetulan." Ujar Arisha. Tatapan teduh Wanita didepannya membuatnya Merasa nyaman, apalagi Risha merasakan kalau 'Dia wanita baik-baik'.
Tatapan Wanita didepan Risha beralih ke Anak yang digendong Risha. Seulas Senyum terukir dibibirnya, Matanya berkaca ketika pertama kali melihat Baby yang begitu tampan. Perlahan tangannya mulai terangkat pelan membelai pipi gembul tersebut. Raut wajahnya begitu memancarkan kerinduan yang teramat namun berusaha ditutupi dengan Sikap Biasa.
Perbuatannya tersebut tak lepas dari pandangan Risha yang terus memperhatikan interaksi Wanita didepannya. Risha mengerutkan keningnya hingga alisnya hampir menyatu, ketika mata coklatnya dapat melihat Air mata Rindu yang tumpah, namun perlahan dihapus.
"Ini, anak kamu?"
"Iya" Risha menjawab tanpa ada keraguan.
"Anakmu sangat tampan. Mirip pa--..." Wanita itu spontan menghentikan Ucapannya.
Risha mengerutkan keningnya. "Mirip, siapa?" Tanya Risha penasaran.
Wanita itu menggeleng keras. "Tidak, maksudku.. dia, dia mirip denganmu...Ya, sangat mirip!" Jawabnya dengan nada suara yang terbata-bata.
Risha membentuk bibirnya dengan huruf O bersamaan mengangguk kan kepalanya. Namun Seteleh itu Bibirnya mengembang tersenyum masam ketika mengingat kembali, Archie bukan putranya! Mana mungkin Mirip?
"Kenalin, Namaku Risha.." Risha mengulurkan tangannya.
Dengan Baik, namun sedikit bergetar, Wanita itu pun menyambut hingga kulit telapak tangan kanan keduanya menempel. "D--Dinara... ." Jawabnya.
Risha tersenyum mendengar Nama yang menurutnya Bagus. "Namamu indah!" Puji Arisha. Dinara nampak tersenyum simpul dan kembali memandang mahluk kecil yang begitu dirindukan.
__ADS_1
"Kamu, sedang apa disini?" Tanya Risha.
Dinara nampak terdiam sesaat. "Aku, em...Sedang Cek Kesehatan!"
"Sendirian?"
Dinara lantas mengangguk pelan. Matanya tak pernah lepas dari mahkluk kecil yang berada didepannya, Anak kecil itu memejamkan matanya. Archie tertidur pulas setelah melakukan Imunisasi.
Risha merasa risih saat Dinara terus memperhatikan Putranya. Bahkan tatapannya sungguh tidak biasa. Tangannya mengusap rambut Archie pelan.
"Em, Sepertinya saya harus pergi.. Kalau begitu saya duluan ya!" Pamit Risha sembari menyunggingkan Senyum ramahnya.
"Hati-hati." Jawab Dinara.
Risha mengangguk seteleh itu langsung berjalan meninggalkan Wanita tersebut. Jujur Saja, Risha merasakan perasaan yang tidak enak ketika bertemu Dinara. Siapakah dia?
......~Mom For Archie~......
Shean yang sudah tiba Rumah pun langsung masuk kedalam melihat Sang Putra. Pria itu langsung menuju kamar utama dirumahnya.
Ceklek
Merasa Mendengar Daun pintu yang dibuka, Risha lantas menoleh kesumber suara. Wanita yang sedang menggendong Baby Archie itu pun Tersenyum menyambut kedatangannya.
"Lihat, papa sudah pulang.." Ujar Risha. Baby Archie nampak Sumringah melihat Papanya yang beberapa hari tak tercium aroma tubuhnya.
Shean langsung berjalan menghampiri Istri dan Putranya. Dengan cepat ia pun merebut sang Putra yang meronta minta digendong.
"Pa pa"
"Bagaimana Keadaan Archie beberapa hari ini?" Tanya Shean beralih menatap Istrinya.
"Baik" Jawab Risha singkat. Setelah itu ia pun mengambil jas dan beberapa berkas shean yang tadi dilemparkan Pria itu diatas ranjang dan membereskannya.
Risha nampak acuh dengan kepulangan Suaminya yang tiba-tiba, tidak memberi kabar pula dalam beberapa hari.
Malam harinya usai makan malam, Risha langsung Menidurkan baby Archie diranjang besarnya. Rasa ngantuk yang sudah menguasai membuatnya terlelap memeluk Sikecil.
Shean yang baru keluar kamar mandi Mendengus kesal melihat Istrinya yang ternyata sudah Lebih dulu terbang ke alam mimpi. Padahal dia kan, Em... Rindu.
Tak fikir panjang, Pria itu pun ikut menyusul naik keatas ranjang, menarik selimut dan merebahkan kepalanya dibantal mendekap Putranya.
...(*****)...
"Kak Risha!" Panggil Deyna disebrang jalan. Gadis itu berdiri menunggu kakak iparnya yang baru turun dari mobil Hitam sembari menggendong Archie.
Risha dan Shean berjalan menghampiri Deyna yang terlihat kesal dengan kedatangan Kakaknya. Padahal kan ia hanya ingin jalan berdua tanpa Kakaknya.
"Kenapa wajahmu masam?" Ketus Shean.
Deyna Memutar bola matanya malas. "Kak Shean kenapa ikut sih?" Ujar Deyna dengan nada suara malas.
"Memangnya kenapa?" Sentak Shean menatap adiknya tajam. Raut wajah Deyna seketika berubah.
__ADS_1
"Kakakmu hanya mengantar, Dey. Tenang saja.. ." Risha melerai.
"Shean, kamu balik saja kekantor!"
Shean mengangguk kemudian mencium kening Putranya yang asik minum Susu formula dibotol minuman bergambar Karakter Doraemon.
Cup
Kecupan terakhir mendarat dikening Risha yang membuat wanita itu sontak menutup bola matanya. Dan secara bersamaan pun tangan Shean langsung menutupi Kedua mata Deyna yang membuat gadis itu Meronta mendorong tangan kiri kakaknya.
Shean menarik tangannya kembali dan tersenyum nyengir. Seteleh itu berbalik melangkahkan kakinya meninggalkan Istri dan adiknya.
"Mau kemana?" Tanya Risha.
"Kemana ya? Jalan-jalan aja yuk..."
Kedua Gadis itu pun melangkah bersama munuju mobil Deyna yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri. Karena Deyna yang masih takut nyetir terlalu jauh akhirnya menyerahkan kemudi ke Kakak Iparnya.
Kebun Raya Kerajaan Melbourne, Menjadi tujuan Risha dan Deyna sekarang. Risha sempat kesana sekali bersama adik dan ibunya, namun tak sampai menjelajahi seluruh Kawasan Kebun Raya.
Bunga-bunga sudah pada mekar, membuat Archie nampak berbinar melihatnya. Risha melepas Putranya untuk berkenalan dengan alam Sekitar, Tentu dibawah pengawasannya. Sedangkan Deyna asik Selfi dengan beberapa bunga dan tanaman yang mengelilingi kebun. Gadis itu bahkan tak hanya memotret dirinya, namun diam-diam mengambil gambar kakak iparnya dan Archie yang Asik sendiri, seteleh itu mengirimkannya pada Shean.
"Kak, ayo foto bertiga.." Pinta Deyna antusias.
"Boleh, Ayo Archie." Risha menghampiri Putranya, kedua Perempuan itu berjongkok disamping Sikecil yang memegang setangkai Bunga Warna Putih.
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Beberapa Gambar telah diambil dengan berbagai Pose yang berbeda.
"Aku Post di Instagram ya kak..." Ujar Deyna Nyengir. Risha nampak mengangguk saja.
Selesai memilih 1 foto yang menurutnya cantik, Gadis itu pun langsung mengunggahnya di Akun Instagram miliknya dengan Caption:
Dua Kesayangan SiArogant🤪🥰
@CameliaArishaa02 @SheanElza_
Hanya beberapa menit, Like dan Coment pun langsung beruntun meramaikan. Banyak yang memuji Istri Tuan Shean dan Anaknya. Ada juga yang beberapa bertanya-tanya siapakah mereka? Mungkin yang belum mengetahui Status Tuan Shean yang sudah menikah.
Deyna mengendarkan pandangannya kesana kemari mencari tempat yang cocok untuknya mengambil Foto kembali. Sambil tangannya memegang hp dan mengarahkan kamera belakangnya kesembarang arah.
Saat dirasa ada yang cocok dipandangan matanya, Tiba-tiba gadis itu menyipitkan mata, memperbesar layar ponselnya. Matanya mengerjap beberapa kali, seteleh itu matanya beralih melihat lurus kedepan. Dimana Seorang Wanita berdiri diujung Taman, memakai kaca mata hitam, Coat Winter Merah panjang dengan Rambut tergerai.
"Kak, Elma...?" Lirihnya dengan Suara Tercekat.
*****
Bersambung...
__ADS_1