
"Kau..."
Dua pria itu saling menuding dan menatap Tak percaya.
Shean mendecak kesal.
"Tuan Shean yang terhormat..." Ucap Jaxton dengan nada remeh. Ia tak menyangka bisa bertemu dengan Suami dari gadis pujaannya. "Apa kabar...?" Imbuhnya.
Shean muak melihat pria itu. "Tidak usah basa-basi! Apa tujuan Anda menabrak mobil saya? Anda tau, berapa harga mobil ini?"
Jaxton tertawa. "Anda Fikir saya miskin, hingga tidak punya mobil seperti ini?" Tanya Balik Jaxton.
"Jangankan mobil. Asal anda tau, saya juga akan menjadikan Istri tercintamu menjadi milikku!"
Shean mengepalkan tangannya kuat. Pria itu sudah menabuh genderang perang padanya.
"Kauu..." Shean menuding Jaxton. Ia pun menghela nafas perlahan dan menurunkan tangannya. "Ambil saja jika kau mampu!" Ketus Shean akhirnya. Setelah itu ia berbalik melangkahkan kakinya pergi menuju mobil.
"Tentu saja aku akan mengambilnya dan membawanya pergi darimu! Selamanya... Arisha tak pantas mempunyai seorang suami Licik sepertimu!"
Shean menghentikan langkahnya. Pria itu berbalik menatap Jaxton yang memandangnya dengan Tatapan mengejek namun wajahnya terlihat ada kilatan Amarah yang memancar.
Shean menyeringai. "Tanpa ku duga, Ternyata Kau lebih cerdas Tuan Jaxton Ellard yang terhormat! Asal kau tahu, Kalau aku tidak Licik, Maka Gadis yang kau cintai tak akan bertekuk lutut padaku!" Jawab Shean tersenyum sinis. Pria itu lantas berbalik dan masuk kemobilnya, Begitu pula dua pengawalnya.
Jaxton Mengepalkan tangannya kuat kala mendengar Ungkapan Shean. Ia tak kan membiarkan Gadis yang dicintainya Terluka. Tak akan pernah.
.
.
.
.
.
"Bawa mobil ini untuk diperbaiki. Uangnya akan saya Transfer..." Ucap Shean.
"Baik Tuan!" Jawab Asisten Elvio.
"Pergilah!"
Setelah melihat mobil kesayangannya mulai menjauhi Rumahnya, Shean pun berbalik. Tanpa disangka, Risha ternyata sudah berdiri dibelakangnya dengan alis menaut.
"Mobilmu kenapa, Shean?" Tanya Risha penasaran, ia sempat melihat Mobil hitam itu pecah dibagian lampu LED nya.
Shean mendengus kesal. "Tanya saja pada Kakak kesayanganmu itu!" Ketusnya, setelah itu Shean melangkah masuk meninggalkan Risha yang bertanya-tanya dalam hati. Kakaknya? Siapa? Seingatnya ia dua bersaudara.
Risha teringat sesuatu. Jaxton? Apa Jaxton yang dimaksud? Gadis yang tak pantas disebut gadis itupun langsung ngacir menyusul Suaminya.
Shean masuk kedalam kamarnya. Jasnya yang sudah dilepaskan dari tubuhnya kini dilempar dikeranjang pakaian kotor. Seteleh membuka Arloji, dasi, dan Sepatu, Shean langsung masuk kedalam kamar mandi sambil menggulung Lengan kemejanya sebatas siku.
Seteleh Mengambil Archie yang tadi dititipkan ke Anja, pelayan rumahnya. Risha langsung menggandeng tangan kecil itu menaiki anak tangga menuju lantai atas.
__ADS_1
"Hati-hati, sayang..." Ucap Risha yang melihat Putranya begitu antusias Menginjak Anak tangga satu ke yang lainnya.
Archie mengangguk patuh dan menyunggingkan senyum menawannya. Bibirnya melengkung dengan indah dan memperlihatkan Gigi-gigi susu yang mulai tumbuh banyak. Astaga, Risha terpesona oleh Putra tirinya sendiri.
"Mulai Genit kamu, ya..." Ucapnya mencubit pelan dagu halus itu seteleh ia mengangkat Archie dan mendudukkannya diatas ranjangnya.
Archie mencondongkan tubuhnya kedepan kearah mamanya yang berjongkok didepannya.
Kedua tangan kecilnya menangkup pipi kanan kiri mamanya. Sikecil itu mendekatkan wajahnya. "Mama... Ay, Love, Ma ma..." Ucap Archie diakhiri ciuman dipipi kanan kiri Risha yang mana membuat wanita itu diam ditempat dengan perasaan Haru.
Archie menyayanginya? Risha menyunggingkan senyumnya. "Love You Too, Archiello..." Jawab Risha gantian mendaratkan 3 kecupan diwajah putranya.
Tanpa Risha dan Archie sadari, Aksi mereka tak lepas dari pandangan Shean yang berdiri ditengah pintu kamar mandi. Haruskah Shean bahagia? Sementara sebentar lagi Kontraknya dengan Arisha akan berakhir?
Shean maju melangkah menghampiri Istri dan Putranya yang asik bercanda tertawa.
"Papanya dilupain ini?" Tanya Shean pura-pura Kesal.
Pria dewasa itu duduk disamping Archie dengan diam, hanya melirik putranya lalu langsung mlengos. Ia memasang Wajah cemberutnya.
Risha justru geli melihatnya, ia menahan tawanya saat melihat suaminya yang begitu menggemaskan.
Archie bangun dan berdiri lantas memeluk papanya. "Papa, Iys de best..." Ucap Archie dengan Suara cadelnya. Mana mungkin Shean tidak gemas dengan sikap putranya itu.
Cup
Cup
"Siapa yang mengajarkan, hem?" Tanya Shean.
Archie menunjukkan telunjuk tangan kanannya menuding Risha. "Mama..." Ucap Archie yang langsung membuat Mata Risha membulat.
"Enak Aja!" Risha tidak terima. Wanita itu lantas berdiri dan menyamai tinggi putranya yang berdiri dipangkuan Sang papa. "Mama tidak pernah mengajarkan seperti itu! Yang genit itu kan papamu, bukan mama..." Lanjutnya. Ia melirik kewajah Shean yang menatapnya Menautkan alis.
"Begitu ya?..." Shean menarik ujung bibir sebelahnya keatas.
"Yupss...Betul sekali. Kalau tidak genit, tidak mungkin Archie Begitu dekat dengan orang lain? Bukan begitu Archie??" Risha mencium gemas pipi Putranya.
Orang lain? Shean menautkan kedua alisnya.
"Orang lain, siapa?" Tanyanya tidak mengerti. Siapa yang Risha maksud? Elma?
"Aku tidak perlu menjelaskannya! Udah sana mandi!" Ketus Risha lantas merebut putranya dan menggendongnya menjauhi Shean.
Ia hendak membawa Archie duduk disofa. Namun saat berbalik, langkahnya langsung terhenti ketika mendengar Shean yang mengatakan. "Wanita yang kau maksud itu bukan orang lain!" Ucap Shean yang membuat Jantung risha langsung berdetak sangat cepat.
"Dia bukan orang lain! Elma bukan orang lain!" Ucap Shean lagi.
Risha membalik badannya. "Aku tahu itu..." Bibirnya berusaha menyunggingkan senyum. "Aku tahu dia bukan orang lain! Dan aku memang tidak tahu apa hubungan kalian. Tapi satu hal yang harus kau ingat Shean, Tidak boleh menjalin hubungan terlarang dengan Orang lain selama pernikahan berlangsung!"
"Itu juga berlaku untukmu!"
"Aku tidak lupa!"
__ADS_1
Shean menyeringai. "Tidak lupa? Kau bahkan diam-diam bertemu dengan Pria itu."
Risha memejamkan matanya erat-erat. Berapa kali ia harus mengatakan kepada pria itu, Pertemuannya dengan jaxton itu tidak disengaja. Namun Shean selalu saja mencari-cari kesalahannya, membuat Perdebatan yang harusnya tidak terjadi malah semakin menjadi.
"Terserah kau mau bilang apa!" Ketus Risha, ia pun langsung berbalik dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar kamar.
Shean mendengus kesal, pria itu langsung masuk kedalam kamar mandi.
.
.
.
.
.
Beberapa hari kemudian. Usia makan Malam, Risha yang tidak punya tugas karena Sikecil kesayangannya sudah tidur cepat ia pun ikut membantu membereskan piring-piring kotor. Beberapa pelayan dirumah Shean pun disuruh mengerjakan tugas yang lain, namun mereka menolak.
"Nyonya, biar kami saja..." Ucap Anja tak enak hati. Harusnya itu tugasnya dan pelayan lainnya, namun malah majikan mereka yang mengerjakan.
"Tidak usah Anja. Aku sudah biasa dulu.. Kalian sebaiknya istirahat saja!" Jawab Risha sambil menuang Sabun Cuci Piring kewadah.
3 pelayan yang melihatnya pun tak berani berkutik melawan. Mereka hanya berdiri dibelakang Nyonya Arisha bak pengawal.
Shean yang sudah masuk kamar pun terheran mengapa istrinya tak kunjung masuk kamar. Pria itu berinisiatif turun kebawah mengecek apa yang dilakukan Wanita itu. Ia mengernyitkan keningnya ketika melihat Pelayan rumahnya berjejer rapi didekat Tempat cuci piring.
"Ekheemm..."
Suara dehemannya langsung terdengar keindra pendengaran Para pelayannya. Mereka semua sontak menoleh kebelakang dan terkejut saat melihat Tuannya berdiri dibelakang mereka.
Anja dan beserta pelayan lain menundukkan kepalanya takut.
"Ada apa?" Ucap Shean pelan ketika kornea matanya melihat Wanita kesayangannya berdiri membelakanginya didepan bak cuci piring.
"Em, Itu tuan...Nyo Nyonya memaksa..."
Shean menarik ujung bibirnya. Istrinya itu kadang-kadang memang Membuatnya geleng-geleng dengan tingkahnya.
Shean mengibaskan tangan kanannya memberi kode pelayannya untuk pergi meninggalkan Dapur. Sepertinya seru bersenang-senang dengan Istrinya sebentar.
Sepelan mungkin, Langkah kakinya dibuat. Ia tak ingin membuat Suara yang mengganggu Aktivitas Wanita cantik itu. Saat sampai tepat dibelakangny ia langsung melingkarkan tangannya diperut Rata itu yang membuat Risha terlonjak kaget.
"Aaaaaaa..." Teriak Risha yang langsung dibekap oleh tangan pria itu.
"Huusstttt...Ini aku" Bisik Shean.
*****
***Bersambung...
Jangan lupa dukungannya guysss***...
__ADS_1