Mom For ARCHIE

Mom For ARCHIE
41. Pantaskah Risha bertanya?


__ADS_3

"Jax, aku tak menyangka. Rupanya kau dan dinara itu saling mengenal?" Tanya Arisha penasaran dengan hubungan antara Jaxton dan Elma. Bagaimana mereka bisa bertemu?


Shean, Elma, dan Jaxton nampak diam dengan fikirannya masing-masing. Shean nampak datar namun lain dengan Elma yang terlihat gelisah ketika harus satu meja dengan mantan suaminya.


"Elma dulu Juniorku diuniversity. Kami tidak sengaja bertemu beberapa hari yang lalu..." Jawab Jaxton jujur.


Risha awalnya kaget, namun setelah itu percaya. Ternyata dunia ini sempat ya?


"Kau sendiri? gimana bisa mengenalnya?" Jaxton membalik pertanyaan. Sedangkan Elma dan Shean hanya diam saja menyimak, sesekali kedua orang itu saling melirik.


"Kami tidak sengaja bertemu sih! Iya kan, dinara?" Risha meminta jawaban. Dinara tersenyum kikuk namun mengangguk.


"Oh...jadi kalian--"


Brak


Suara Jaxton langsung terhenti saat gebrakan meja terdengar. Siapa lagi kalau bukan Shean pelakunya. Pria itu berdiri dan menatap Tajam Pria yang sangat kepo mengenai Istrinya.


Risha dan Elma pun tak kalah kaget, bahkan Archie yang berada ditengah mereka pun langsung terbangun dan menangis.


"Cukup pertemuan ini! Ayo kita pulang!" Titah Shean, Suaranya tegas hingga membuat Risha menurut. Terlebih ini ditempat umum.


"Jax, aku duluan ya! Dinara, sampai jumpa lagi... ."


Sebelum pergi, Shean melirik mantan istrinya sebentar. Merasa diperhatikan, Elma menunduk. Tatapan Shean penuh selidik, Saat mengetahui ternyata Mantan Istrinya sedang makan berdua bersama pria lain. Apakah Jaxton adalah orang yang?


...Mom For ARCHIE...


Biarpun Shean dan Elma bersikap bagai orang asing. Risha tetap masih tak percaya.


Wanita itu berdiri didepan jendela kamarnya, menatap Lukisan malam yang indah diatas langit. Namun fikirannya entah kemana.


Saat Shean pergi dari meja direstauran, Risha hendak kekamar mandi juga. Namun Diurungkan ketika melihat Shean yang malah masuk kedalam toilet wanita. Untuk apa? Ia tidak bodoh, sangat jelas bahwa Shean malah masuk kedalam satu kamar mandi dengan Elma.


Pantaskah dia bertanya, ada hubungan apa antara Suaminya dan Elma Dinara? Sedangkan Statusnya dan Shean hanya kontrak?


"Sedang apa?"


Suara dingin yang tiba-tiba membuat Risha tersadar dari lamunannya. Wanita itu sontak menoleh kebelakang, Shean duduk ditepi ranjang memainkan layar ponselnya.


"Tidak apa-apa." Jawab Risha, ia pun menutup jendela yang masih terbuka sedikit dan menarik kesamping kain gordennya.


Risha langsung berjalan kearah ranjang dan merebahkan tubuhnya diatas kasur. Menarik selimut menutupi tubuhnya sebatas dada dan mengapitnya du Ketiak, sesaat matanya langsung terpejam ingin segera terbang kealam bawah sadar.


Shean pun ikut merebahkan tubuhnya disamping sang Istri, namun tidak menghadapnya, melainkan membelakanginya. Risha yang belum sepenuhnya tidur pun mengintip setelah itu berbalik membelakangi Suaminya.


15 menit. Kedua orang itu masih setia terjaga namun masih memejamkan matanya. Shean membuka matanya dan membalik tubuhnya menghadap Sang istri. Lain dengan Risha yang malas membuka matanya menatap Pria dibelakangnya.


Shean bergerak maju hingga jaraknya dengan sang istri hanya beberapa senti. Tangannya menyusup dibawah perut Risha dan satunya diatas, ditarik nya tubuh ramping itu kedalam rengkuhannya. Risha sempat ingin protes, namun ini kan Shean.

__ADS_1


Shean membelai Rambut Istrinya perlahan. "Tidurlah. Jangan fikirka hal yang aneh-aneh!"


Walaupun masih ada yang janggal, namun kata-kata Shean membuatnya tenang.


...(*****)...


...Memilikimu sepenuhnya...


...Hanya untuk diriku...


...Bagai keajaiban...


...Yang tak ternilai...


...*Selamanya...


...Kau tak akan pernah terganti*......


Sebuah mobil hitam sport baru saja berhenti didepan parkiran Rumah sakit.


"Apa kau yakin tidak mau kuantar kedalam?" Tanya Jaxton Ulang.


Melepas Wanita yang duduk disebelahnya dikursi penumpang depan itu membuatnya sedikit ragu. Entahlah, ada apa dengannya.


"tidak jax, terima kasih! Kau sungguh baik sekali padamu. Aku tidak bisa bayangkan, jika kamu tidak disini seperti apa aku ini!"


"Uhh ngambek ni yah..." Wanita itu terkekeh pelan.


"Sudah sana masuk!"


"Siap, Mr Tamvan..."


Wanita itu pun lantas membuka sabuk pengaman dan pintu mobil, bergegas keluar.


Sebelum keluar, iapun menoleh lagi kearah Jaxton. "Sekali lagi terima kasih ya, jax!"


"Iya-iya" Jawab Jaxton. Pria itu berdehem saat melirik Wanita yang diantar masih mengintipnya. Namun langsung pergi seteleh melihat raut yang tak mengenakkan dari jaxton.


Lain tempat lagi, Shean yang sedang sibuk berkutat dengan pekerjaannya pun tak mau diganggu. 2 jam telah berlalu, hingga ia pun memutuskan makan siang dicafe dekat gedung kantornya.


"Ada perkembangan apa, El?"


"Tuan, Hotel milik kita yang ada di Rusia mengalami kenaikan Pengunjung drastis." Jawab Asisten Elvio.


Shean Tersenyum samar namun hanya sekikas. "Kamu urus semuanya!"


"Baik tuan"


Kedua orang itu pun melanjutkan makan sambil sesekali Bicara mengobrol santai

__ADS_1


Risha memastikan kembali Putranya yang tidur siang diatas ranjangnya. Tangan kanannya membelai Sikecil yang tertidur mendekap Guling kecilnya.


Setelah dirasa Archie benar-benar sudah tidur. Risha langsung berdiri, melangkah keluar kamar menuju tempat yang akan menjawab semua Pertanyaan yang mengganggu fikirannya.


Risha berdiri didepan pintu ruang kerja Shean. Ini kali pertama dia akan masuk kedalamnya selama menjadi Nyonya Shean. Risha nampak ragu saat hendak membuka handle pintu bewarna putih tersebut.


Namun rasa penasarannya menghalangi Fikirannya untuk tidak lancang masuk kedalam ruangan kerja sehan dirumah.


Ceklek


Perlahan pintu terdorong kedalam. Tangan Risha meraba dinding dan menghidupkan saklar lampu yang langsung menerangi ruang kerja Shean.


Risha masuk kedalam dan mengendarakan pandangannya. Banyak piala terususun rapi didalam lemari kaca, apakah itu milik suaminya?


Tak ada waktu untuk bertanya, Ia pun segera menuju Meja kerja Shean, dan duduk diatas kursi kesayangan Shean. Diatas meja tidak ada yang mencurigakan untuk dilihat. Namun baru diatas meja.


Risha menarik laci nomer 1 dan 2 dan sisi lainnya , hasilnya nihil. Ia perlu tahu saja, ada hubungan apa antara Suaminya dan elma yang seperti sudah lama kenal.


Laci ketiga kini saatnya. Namun saat hendak menarik laci, ternyata dikunci. Risha mendengus kesal. Percuma saja kalau begitu. Ia pun memperbaiki dudukannya dan memikirkan apa yang harus dilakukannya!


1 jam Risha mencari kunci laci ditambah Mencari sesuatu didalam Ruang Kerja Shean, namun hasilnya tak ada apapun yang patut dicurigai.


"Apa aku salah sangka, mengira Shean dan Dinara pernah ada hubungan?" Tanya Risha sendiri. Ia pun akhirnya menyerah dan kembali kekamarnya setelah membereskan semua barang-barang Shean seperti semula.


Ditempat lain, seorang dokter yang baru saja menangani pasiennya kini Nampak diam duduk dikursi kebanggaannya. Didepannya seorang perempuan cantik yang 1 tahun lebih menghilang dari pandangannya.


"Bagaimana hasilnya dok?" Tanya Perempuan itu, nada suaranya pelan.


"Kamu rajin minum Antiplatelet?"


"Dulu. Tapi 5 bulan ini, tidak. Saya sudah Nyerah dok... Toh tidak ada apapun yang saya harapkan lagi!" Jawab wanita itu pelan, Matanya tersirat luka yang begitu dalam saat mengatakannya.


"Harapan kamu adalah sembuh! Jadi tetaplah bertahan meski Tubuh kamu tidak baik-baik saja..." Dokter tersebut memberi semangat.


"Iya dok..."


Seteleh keluar dari dalam ruangan Dokter Zayn, wanita itu pun duduk sebentar dikursi penunggu.


Dilihat lagi kertas putih yang dipegang, Hasil pemeriksaan kesehatannya. Sehat? Bisakan ia sehat kembali tanpa rasa sakit yang semakin hari semakin Menggerogoti tubuhnya? Setetes air mata jatuh dipelupuk matanya.


"Maafkan aku, Shean..."


^^^(Utopia; Selamanya)^^^


*****


Bersambung....


Jangan lupa like komen Vote Subscribe and Bintang guyss...Mohon dukungannya pliss, supaya othor Semangat up + ngasah otaknya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2