
Saat dirasa ada yang cocok dipandangan matanya, Tiba-tiba gadis itu menyipitkan mata, memperbesar layar ponselnya. Matanya mengerjap beberapa kali, seteleh itu matanya beralih melihat lurus kedepan. Dimana Seorang Wanita berdiri diujung Taman, memakai kaca mata hitam, Coat Winter Merah panjang dengan Rambut tergerai.
"Kak, Elma...?" Lirihnya dengan Suara Tercekat.
Ponsel deyna hampir saja jatuh karena tangannya yang tiba-tiba lemas. Deyna kembali memperjelas penglihatannya, siapa tahu dia salah lihat. Namun tidak, wanita itu justru berbalik dan melangkah seteleh sepertinya Obyek yang diperhatikan mengetahuinya.
Deyna bergegas Berjalan mengejarnya. Namun langkahnya kalah cepat, Karena Orang itu sudah hilang dari pandangan matanya.
"Apa aku salah lihat? Tapi kenapa mirip sekali dengan kak elma?"
Deyna masih menatap kanan kiri mencoba mencarinya. Namun hasilnya Nihil, Tidak ada sosok wanita yang dicarinya.
"Jika kak elma, kenapa lari? mungkin aku salah lihat, disini banyak orang. Tentunya mungkin ada yang sedikit mirip.." Ucap Deyna sendiri, membuang rasa Penasarannya mengenai sesosok yang tadi hinggap dinetra matanya.
Deyna membalikkan badannya hendak kembali menyusul Sang kakak ipar dan ponakannya. Namun saat berbalik Gadis itu langsung terkejut.
Risha sudah berdiri dibelakangnya menatapnya tak kalah penasaran.
"Kak Risha? Bikin Aku kaget aja..."
Risha tersenyum nyengir. "Ya kamu sih, tiba-tiba lari gitu aja! Ada apa?"
"Tadi, aku seperti lihat ka--..." Deyna menghentikan Ucapannya, refleks telapak tangannya langsung dibungkam sendiri.
Risha Mengernyitkan keningnya. "Lihat siapa?"
"Em, tadi aku seperti lihat temanku kak. Makanya aku kejar, tapi mungkin salah orang! Karena aku ingat temanku sedang Tidak di Victoria.." Elak Deyna.
"Oh...Yasudah, ayo kita pulang! Archie sudah mulai ngantuk..." Ujar Risha melihat Putranya yang menguap beberapa kali digendongannya.
"Yah, katanya mau naik Gondala ditengah danau?" Deyna nampak mengerucutkan bibirnya. Dia kan sudah membayangkan berada ditengah danau diatas Gondala bersama Sitampan kecil itu dan Kakak Iparnya. Pasti seru sekali.
"Besok-besok aja ya. Kasihan Archie.. " Pinta Risha mencoba membuat Adik iparnya mengerti.
Deyna akhirnya pasrah dan menyetujui untuk pulang. Tak tega juga melihat Sang ponakan yang nampak sudah tinggal 25% kesadarannya.
"hari minggu janji ya kak..."
Risha membalas Anggukkan, kedua Perempuan itu pun melangkah bersama meninggalkan Kebun Raya.
...(*****)...
__ADS_1
Lain tempat, Shean yang baru selesai Rapat dengan beberapa Kariawannya menjelang Awal bulan pun kini langsung masuk kembali ke Ruang kerjanya.
Pria itu langsung mendaratkan Bokongnya dikursi kebanggaannya, sedangkan Asisten Elvio menepati kursi didepannya yang terbatas meja kerja Shean.
Shean mengambil Secangkir kopi yang baru diantar Seorang Office Girl. Menyesap rasa manis dan pahit, seperti kehidupan ini.
"Tuan" Panggil Asisten Elvio.
Shean nampak memberikan lirikan tanpa menjawab. Sebagai Asisten yang sudah lama bekerja untuk sang Presiden, Asisten Elvio pun paham maksudnya.
"Beberapa hari yang lalu, saya tidak sengaja melihat Seseorang yang mirip Nyonya Elma!"
Uhuk Uhuk
Shean langsung tersedak mendengar ucapan Asistennya. Dengan Sigap Asisten Elvio berdiri hendak menolong Atasannya, namun tangan Shean menghentikannya.
Shean Mengambil Sehelai Tissue menyeka Noda kopi yang menodai Bawah bibirnya.
"Dimana?"
"Victoria."
Braakk.
"Rupanya dia sudah Capek bersembunyi, hingga keluar dengan sendirinya. Sia-sia saja membayar mahal detektif untuk melacak dan mencarinya.." Shean menarik sebeleh ujung bibirnya.
"Tapi kurasa Nyonya elma masih belum berani menampakkan diri tuan. karena dia memakai kaca mata dan Syal penutup kepala. Tapi dari postur tubuhnya, saya bisa memastikan 98% jika itu Nyonya elma." Jelas Asisten Elvio. Pria itu memberikan beberapa lembar foto yang disimpan didalam saku jasnya menyerahkan ke sang Atasan.
Shean Mengambil 3 lembar foto tersebut dan memperhatikannya sedetail mungkin.
Shean menyeringai. Tatapannya begitu sinis, Antara benci namun rindu. Walaupun Sesosok difoto tersebut memakai kaca mata hitam dan Tudung kepala, namun postur tubuhnya tidak bisa dibohongi. Pria itu sangat hafal bentuk tubuh Wanita yang sampai sekarang masih membekas dan terjebak didalam hatinya.
"Saya sudah menyuruh beberapa orang untuk mengikutinya, tuan." Ujar Asisten Elvio.
"Tidak perlu. Tarik semua Orang-orangmu.. Saya yakin, dia akan datang sendiri, cepat atau lambat!" Titah Shean begitu yakin, matanya tak lepas dari wanita yang begitu menutup diri didalam foto yang dipegang.
"Baik tuan. Apa ada yang perlu saya kerjakan lagi tuan?"
"Tidak. Lanjutkan saja tugasmu yang lain!"
Asisten elvio pun lantas berpamitan, berdiri membungkuk sebentar setelah itu melangkah meninggalkan ruangan Sang Presiden Direktur.
__ADS_1
...Mom For ARCHIE...
*Berikan aku waktu untuk melukiskan kisah kita menjadi sebuah kenangan yang akan aku ingat dalam sejarah cintaku***
Risha mengulang kembali kata-kata dalam tulisan novel favoritnya. Sungguh indah, hingga ia pun terhanyut dalam kisah percintaan yang hanya terjadi sebelah pihak, dimana hanya pihak perempuan yang mencintai dalam diam. Risha merasakan hal yang sama. Apakah endingnya pun sama?
Risha menertawakan dirinya sendiri. Wanita itu seperti menghayati Kata-kata Kiasan namun begitu memberikan banyak arti untuknya. Cinta dalam diam.
Wanita berusia 25 tahun itu melirik putranya yang tertidur pulas disampingnya. Wajah tampan itu begitu damai dalam tidurnya, begitu polos, hingga Risha tak kuasa untuk tidak mencium kening dan pipinya pelan supaya tak mengganggu.
Sepertinya rasa kantuk pun juga menyerangnya. Wanita itu pun langsung ikut merebahkan tubuhnya disamping sang putra dan mendekap Putranya memberikan kehangatan.
Beberapa hari telah berlalu, Cuaca pun sudah mulai berganti musim. Kini bunga dan tanaman mulai tumbuh mekar kembali seteleh diguyur hujan siang malam.
Saat ini, Risha dan Shean baru saja sampai di Saveur Restaurant. Beberapa menit, 1 porsi Pasta dan Lasagna sudah tersaji diatas meja Shean. Ditemani Segelas air Soda dan Lemonade Juice. Juga beberapa makanan pendamping untuk cuci mulut.
Sepasang Suami istri itupun mulai lahap dalam sajian hidangan yang sudah dipesan. Sesekali Risha menyuapi Putranya Pancake kesukaan Sigembul itu.
Selesai melahap hidangannya, Shean menyandarkan kepalanya disandaran kursi sofa yang diduduki. Risha Asik memangku Putranya dan mengajak Archie Bercanda Ria.
"Mau pulang sekarang, Shean?" Tanya Risha yang menyadari Gerakan suaminya nampak gusar. Entah kenapa.
Shean menggeleng dan duduk kembali dengan tenang. Menoleh melirik istrinya, namun seteleh itu matanya tak lepas dari arah yang menuju kekamar mandi.
"Kamu disini sebentar ya, Aku mau ketoilet.." Titah Shean, tanpa menunggu jawaban Risha, pria itu langsung berdiri dan melangkah dengan cepat.
Risha hanya menggeleng-gelengkan kepalanya menanggapi, Ia fikir Suaminya kebelet makanya gusar dan cepat-cepatan.
Shean mempercepat langkahnya menuju kamar kecil. Bukan Toilet Pria yang dituju, melainkan Toilet wanita. Shean berdiri didepan Salah satu pintu yang letaknya dibagian paling ujung. Kebetulan kamar mandi sedang sepi, jadi tak akan ada yang menegurnya.
Ceklek
Beberapa saat, Suara Daun pintu ditarik dari dalam. Pintu perlahan terbuka menampilkan Sesosok Wanita yang berdiri menunduk memperbaiki kancing lengan bajunya. Dengan gerakan secepat kilat, Shean langsung mendorong kembali wanita tersebut dan mendorong pintu agar tertutup lagi.
Wanita itu sangat terkejut, saat hendak memaki Orang yang mendorongnya, Raut wajahnya langsung berubah Syok dan tak percaya.
"Akhirnya aku menemukanmu..."
*****
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa Like, komen, Vote dan Share ya guysss...
Ba baayyyy...