Mom For ARCHIE

Mom For ARCHIE
Sisa Rasa Risha


__ADS_3

Risha pulang dengan tergesa-gesa, ketika ia mendapatkan kabar bahwa ternyata Shean sudah pulang. Keasikan mengobrol dengan Elma, ia sampai lupa sudah sore. Saat di lobby rumah sakit, tanpa sengaja ia menabrak seseorang hingga keduanya sama-sama kaget dan membuatnya hampir jatuh.


Bruk.


Risha memejamkan matanya tak ingin menyaksikan tubuhnya jatuh keatas Marmer. Namun beberapa detik, ia tak merasakan sakit sedikitpun. Perlahan ia membuka matanya mengecek apa yang terjadi. Seper sekian detik, Risha terdiam menatap sesosok Pria dengan Wajah Oppa-oppa Korea itu melingkarkan tangannya menahan tubuhnya yang hampir jatuh. Begitu pula Pria yang ia tabrak, menatapnya tanpa berkedip sedikit pun.


Pria itu mengerjapkan matanya berulangkali, lantas ia sadar bahwa perbuatannya ini salah. Pria itu pun langsung membantu Wanita yang hampir jatuh itu berdiri dengan benar.


"Kau tidak apa-apa?"


Risha mengangguk perlahan. Rasanya ia malu sekali, dirinya yang menabrak, tetapi pria itu yang bertanya.


"Kau sendiri?"


"Fine."


"Sorry. Aku tidak sengaja.." Ucap Risha dengan tulus, ia mengantupkan kedua tangannya.


Pria itu pun mengangguk. "Santai saja."


"Baiklah. Kalau begitu saya permisi duluan. Sekali lagi aku minta maaf.." Ucap Risha lagi sebelum pria itu menjawab ia langsung ngacir pergi.


Pria itu tersenyum sekilas kala pertama kali melihat langsung, wanita yang begitu membuatnya penasaran dengan Sosok Istri Shean Elza Winara.


"Kamu sangat beruntung, Shean.."


.


.


.


.


.


"Aku sedang diperjalanan pulang ma..." Ucap Risha sembari menempelkan ponselnya ketelinga kanan.

__ADS_1


"Malam ini Archie tidur disini tidak apa-apa ya. Deyna sedang Ada tugas dengan teman-temannya.. Mama kesepian dirumah." Ucap Nyonya Rose.


"Kalau Shean melarang gimana ma?"


"Mama tadi siang sudah izin. Dia bilang kalau kamu berkenan, boleh.."


"Aku mana berani nolak ma." Risha terkekeh pelan.


"Artinya boleh?" Suara Nyonya Rose nampak sangat antusias penuh harapan. "Besok mama janji bakal antar."


"Siap ma.."


"Okelah kalu begitu. Makasih ya sayang. Selamat berpacaran dengan Putra mama.."


Tut tut tut


Risha menggeleng-gelengkan kepalanya. Mama mertuanya itu memang kadang-kadang harus diberi hadiah.


15 menit, mobilnya sudah sampai dipelataran Kediaman Mansion Shean. Wanita yang berstatus Nyonya Muda itupun langsung mendapatkan perlakuan Sopan dari Pelayannya.


"Baru saja nyonya. Kalau begitu saya permisi."


"Terima kasih."


Asisten Elvio mengangguk, ia pun membungkuk sebentar seteleh itu langsung berjalan menuju mobilnya diparkiran Mansion Shean.


Risha langsung masuk kedalam rumah. Kamar Utama adalah tujuannya. Perlahan ia mendorong handle pintu kamar dan membukanya. Pandangan pertama yang dilihat adalah kegelapan. Wanita itu mengernyitkan keningnya. Dimana Shean?


"Shean. Kau didalam?" Tanya Risha sembari meraba kan tangannya mencari saklar lampu.


Tak ada jawaban, saklar lampu-pun belum tercium ditangannya. Dimanakah mereka? Risha semakin berjalan masuk, Niatnya ingin menggunakan senter ponsel, namun ternyata ponselnya sudah mati. Ditengah kegelapan ia berjalan semakin masuk sambil meraba kanan kiri.


"Kamu dimana Shean?" Tanya Risha sekali lagi. Ia sampai disamping Ranjang, tangannya meraba diatas meja nakas lalu menghidupkan lampu Tidur. Lampu menyala remang-remang, setidaknya sedikit menerangi kegelapan didalam kamarnya.


Risha bernafas lega lantas berbalik hendak mencari saklar lampu utama lagi. Namun Na as niatnya terurung kala tubuhnya langsung terlempar diatas Ranjang King size nya. Risha Syok ketika Shean sudah berada diatasnya. "Shean, apa yang kau lakukan?" Tanya Risha takut saat melihat wajah yang menatapnya dengan kelaparan. Ia menahan dada Shean menggunakan telapak tangannya. Risha menelan ludahnya sendiri.


Shean diam tak menjawab. Justru semakin menatap Istrinya bak mangsa yang siap ia terkam sekarang juga. Tubuhnya yang sudah tak terkendali membuatnya tak kuasa untuk tidak menuntaskan gejolak hasrat yang sudah di ubun-ubun. Ia menahan tubuhnya dengan bertumpu tangan disisi kepala Wanita dibawahnya, Kepalanya menunduk lalu miring sedikit. Perlahan tapi pasti bi bir itu mulai menyentuh Bi bir pink milik Istrinya, Risha memejamkan matanya ketika nafas hangat begitu terasa diwajahnya.

__ADS_1


Shean semakin mencecap bi bir manis bak madu yang membuatnya candu. Beberapa detik, Risha yang ikut terhanyut didalam permainan pun menyadari sesuatu, aroma yang begitu kentara menusuk keindra penciumannya, ia baru sadar sesuatu. Risha buru-buru mendorong dada Pria yang menindihnya, hingga ciumman mereka terlepas.


"Shean kau mabuk?" Tanyanya Memastikan. Hampir dua tahun menikah, baru pertama kali ia melihat Pria yang berstatus suaminya itu Mabuk berat seperti ini.


"Aku butuh kamu, sayang.." Lirih Shean kembali menempelkan Bibi r nya. Me*u*at nya perlahan lidahnya berusaha menerobos masuk, namun Sang empu menolak keras.


"Tidak Shean, aku tidak mau. Minggirlah..." Ucap Risha dengan tegas, ia lantas mendorong Tubuh didepannya, ia tak ingin Bercinta jika Shean sedang tidak sadar. Namun Shean menolak, justru tangannya berpindah menarik paksa Kemeja yang digunakan Istrinya hingga kemeja itu robek, dengan cepat ia langsung menyingkirkannya membuang kesembarang tempat. Tangannya semakin gencar Menggoda tubuh yang hampir bug gil dibawahnya.


Risha semakin memberontak, sumpah demi apapun. Ia tak ingin Disetubuhi dengan paksa seperti ini.


"Shean, lepaskan aku. Aku tidak mau Shean.." Risha terisak. Ia berusaha mendorong Tubuh kekar yang sudah tak tertutup apapun.


"Diam sayang. Aku sangat merindukanmu, sangat...


Kita nikmati malam yang lama tidak kita Lakukan." Bisik Shean dengan Suara seraknya. Pria itu semakin menggila dan terus meracau tanpa sadar.


Hingga Risha merasa tenaganya sia-sia kala Shean sudah melepaskan seluruh pakaiannya dan bersiap menyatukan diri dengannya. tangannya mencengkram bahu Shean seiring hentakan dari daging tak bertulang yang semakin memporak porandakan Tubuhnya. Risha merasakan sesuatu akan meledak, ia memeluk suaminya begitu pula Shean yang semakin menenggelamkan Pusat tubuhnya ketika ia pun merasakan gelombang dahsyat yang sama.


"Shean..." Risha memejamkan matanya dan memanggil pria itu dengan suara berat kala badai menerjang.


"Elmaa..." Tubuh Pria itu langsung lunglai jatuh kesamping dan matanya langsung terpejam tanpa dosa.


Duarr


Mata Risha memenas, Hatinya bak tertusuk ribuan duri yang tajam, menghunus kerelung hati terdalamnya. Baru saja Pria itu mereguk kenikmatan darinya, namun yang dipuja bukan dirinya, melainkan Nama wanita lain. Hancur, itu yang Risha rasakan. Perih, Risha tak bisa memperkirakan seperti apa sisa rasanya saat ini. Ia bangun lantas langsung masuk kedalam kamar mandi tanpa melirik sedikit pun pria yang telah menghancurkan Hatinya.


Seteleh menghidupkan air shower, ia langsung berdiri dibawah guyuran air untuk membersihkan Bekas Menjijikkan yang menempel pada tubuhnya. Tubuhnya digosok-gosok dengan kasar, sebisa mungkin menghapus bekas yang tercecer hampir di seluruh tubuh polosnya.


"Aku benci kamu Shean!"


Air matanya mengalir deras seiring derasnya air shower diatasnya. Risha tak mampu lagi menahan tubuhnya hingga perlahan tubuhnya merosot kebawah bersandar pada dinding keramik. Wajahnya diusap berkali-kali, namun tak mampu mengurangi air diatasnya yang mengalir deras. Apa yang ditakutkan akhirnya terungkap juga. Shean.. Elma.. mereka?


Risha sangat menyesal telah menganggap Elma saudaranya, baru beberapa jam lalu ia bercanda dengan wanita itu. Rupanya Elma, Pendusta besar. Risha merasakan sakit yang luar biasa. Bukan hanya dibohongi, namun Shean sudah Kelewatan padanya. Risha benar-benar salah menaruh hati di pernikahan kontrak ini.


"Aku, benci kamu Shean.."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2