
***Happy Reading~
...~~Mom For ARCHIE*** ~~...
Seorang wanita yang duduk menikmati segelas Hazelnut coffee didalam sebuah Restauran nampak bergerak gelisah, lantaran Perut bawahnya berteriak minta tolong ingin ke toilet.
"Ada apa, nar?" Tanya Seorang pria yang duduk didepannya, pria itu menyadari jika lawan ngobrolnya kini nampak gusar.
"Em. Aku, Sepertinya mau kebelakang sebentar... ." Jawab Dinara. Wanita itu pun berdiri dari duduknya. "Aku ketoilet sebentar ya, Jax..." Imbuh Dinara.
Pria yang bernama Jaxton itupun mengangguk, Dinara pun langsung melangkah cepat menuju Toilet wanita.
Langkahnya begitu cepat hingga tanpa sadar, ada sesosok yang mengikutinya dari belakang tak kalah gesit dari langkahnya.
Dinara masuk kedalam kamar mandi yang paling ujung, karena semua kamar mandi pintunya sudah tertutup. Tak berselang lama, Ia pun selesai dan hendak keluar. Namun baru membuka pintu hendak keluar, Tubuhnya langsung kembali terdorong kebelakang. Pintu toilet langsung tertutup oleh dorongan kaki pria yang sempat membekap mulutnya sebentar meredam teriakannya tadi.
Tak dipungkiri rasa yang amat syok dan kaget saat melihat Pria yang kini berdiri didepannya dengan Pandangan yang begitu sinis, namun sorot matanya terpancar kerinduan yang ditutupi oleh kebohongan.
"Akhirnya aku menemukanmu..." Shean menarik ujung sebelah bibirnya.
"K--kau..." Suara wanita itu tercekat dan menuding pria didepannya dengan tatapan tak percaya.
"Kau masih mengingatku, Nyonya Elma Dinara? Suami yang kau tinggalkan?..." Tanya Shean dengan Suara mengejek.
Wanita itu menggeleng pelan. Tidak membenarkan ucapan Shean. Berlaku tidak mengenal, walau sebenarnya yang diucapkan Shean adalah kenyataan. Dia yang 15 bulan lalu meninggalkan suami dan putranya. Dan hanya Sepucuk Surat yang ditinggalkan.
"Si--siapa kau? Berani sekali kau melakukan ini padaku! Ini sama saja bentuk pelecehan!" Ketus Dinara berusaha bersikap bak orang asing.
Shean tertawa diiringi tepukan tangan saat mendengar Akting mantan istrinya yang begitu Luar Biasa menurutnya. Lain dengan Dinara yang nampak tak bisa menyembunyikan wajah takut dan gugupnya.
"Kau sudah lelah rupanya, bersembunyi dariku..." Shean menyinggungkan senyum misteriusnya.
"Apa maksud anda. Saya tidak mengenal anda! Minggir..." Ketus Dinara, Wanita itu hendak melangkah namun tubuhnya langsung terdorong hingga terkunci disudut kamar mandi, Pergelangan tangannya tidak bisa bergerak karena Shean langsung menguncinya.
"Lepass..." Dinara meronta, namun tenaganya kalah dari Shean.
"Aku masih butuh banyak penjelasanmu, sayangku..."
"Kita sudah Bercerai, Shean! Tidak ada Urusan apa-apa lagi!" Ungkap Dinara tak tahan dengan tingkah mantan suaminya yang mulai kurang ajar.
Wanita itu berusaha melepaskan diri dari cengkraman mantan suaminya, namun sia-sia, Shean justru semakin kencang mencengkram pergelangan tangannya.
"Shean, lepas..." Lirih Elma.
Shean menyeringai.
"Aku akan melepaskanmu, seteleh kau menjelaskan semuanya!"
__ADS_1
"Tidakkah cukup surat yang ku titipkan kepada Adikmu? Tulisanku sudah sangat jelas!"
"Kau pembohong!" Netra elang hitam itu begitu tajam, seperti menghunus hingga menembus kejantung Elma yang semakin ketakutan.
"Aku tidak bohong! Kalau kau tidak percaya, aku bawa buktinya! Ikut aku keluar, aku akan memperkenalkan Kekasihku padamu!" Jawab Elma berusaha menghilangkan rasa takutnya dan bersikap setenang mungkin. Dia tak boleh lemah dihadapan Mantan Suaminya.
"Ciihh...Dasar Penghianat!" Ketus Shean tersenyum sinis.
Elma Memejamkan matanya sesaat, Hinaan Shean bak pedang yang menusuk hatinya terlalu dalam. Rasa pedih dan Sakit menjalar keseluruh tubuhnya.
"Terserah apa yang mau kamu katakan! Tapi itu kenyataan! Minggir, Kekasihku menunggu diluar!"
Elma menarik pergelangan tangannya, sesuai harapan, Shean melepasnya. Dengan cepat, ia pun segera meninggalkan toilet yang memang kebetulan masih sepi. Disusul Shean yang nampak Frustasi dan Kurang puas dengan jawaban Mantan Istrinya. Fikirannya kacau balau sekarang.
Sebelum keluar Elma menetralisir perasaannya terlebih dahulu, Meredam ketakutan dan jantungnya yang begitu cepat memompa. Dirasa sudah membaik, Wanita itu langsung berjalan meninggalkan Tempat yang membuatnya menyesal mendatanginya.
Baru saja lepas dari cengkraman Mantan Suaminya, Kini Elma malam dihadapkan dengan Istri Sah Mantan Suaminya. Sangking terburunya, hingga tak sengaja menabrak seseorang. Ternyata yang ditabraknya adalah Risha.
"Dinara?" Risha menatap tak percaya.
"Ri--risha...Kamu, disini?" Dinara pura-pura bertanya. Padahal dia tahu, ada Shean disini dihari minggu tentunya bersama sang Istri. Tapi kenapa harus bertemu mereka sih.
Risha menyunggingkan senyum ramahnya. "Iya, Makan Siang sama Suami" Jawab Arisha.
"Dan suamimu adalah mantan suamiku!" Ucap Elma, dalam hati.
"Kebetulan sekali ya..."
"Ma ma" Suara lembut nan pelan yang begitu merdu mengalun ketelinga dua wanita yang berdiri. Archie yang berdiri dibawah menarik tangan Mama Asuhnya.
"Iya, sayang..." Jawab Risha tersenyum.
Lain dengan Elma yang begitu haru mendengar Suara Kecil yang membuatnya Rindu. "Putraku" Elma berusaha menahan agar air matanya tak tumpah.
Risha yang hendak berjongkok menyamai tinggi sikecil itu, kalah cepat dengan gerakan Elma yang lebih dulu berjongkok mengalihkan pandangannya Archie.
Bila Archie yang biasanya takut dengan Orang baru, Kini nampak Tersenyum bahkan tak ada raut takut melihat wajah yang baru dijumpainya.
"Hai, tampan..." Sapa Elma.
"Hai..." Jawab Archie pelan. Namun Sikecil itu nampak berbinar, walau ada sedikit tentunya rasa takut yang hinggap. Tapi entahlah, rasanya ia nyaman.
"Siapa nama kamu?"
"Al ci..." Jawab Archie dengan suara Cadelnya. Tapi terdengar sangat menggemaskan. Elma terharu melihat Putranya yang nampak bahagia, walau tanpanya.
Jujur saja, Risha merasakan perasaan yang tidak enak saat bertemu Elma, terlebih mengapa Archie langsung akrab dengannya?
__ADS_1
"Sayang..." Suara seorang pria yang datang menghampiri mereka sontak membuat Risha dan elma menoleh. Elma langsung berdiri ketika melihat siapa yang menghampirinya, lagi.
"Sayang, kau dari mana?" Tanya Risha seteleh pria itu berdiri disampingnya, memeluk pinggangnya hingga ia merasa risih, karena bukan hanya ada mereka disana, namun Elma.
"Toiletnya ada yang rusak, jadi antri dulu... Maaf ya, nunggu lama!" Jawab Shean, bersikap sok manis. Pria itu bahkan mendaratkan kecupan dikening Istrinya hingga membuat Elma memalingkan wajahnya kearah lain.
Sheano melirik Mantan Istrinya dan tersenyum sinis. Itu kan tujuannya, membuat mantan istrinya cemburu.
"Siapa dia?" Tanya Shean pura-pura bodoh.
"Oh ya, kenalin. Ini Dinara, teman kenalku..Dinara, kenalin. Ini Shean, Suamiku."
Dinara hanya mengangguk dan tersenyum simpul menanggapi. Ayolah, dia ingin segera keluar dari Zona yang mengerikan ini.
"Shean, kenalan dong!" Titah Risha berucap pelan.
Shean menurut dengan ekspresi datar dan angkuh ketika tangan kanannya mengulur kedepan. Dinara nampak ragu, menjabat tangan pria yang beberapa menit yang lalu menguncinya ditoilet. Namun tangannya tetap menyambut menjabat dengan rasa bergetar didada hingga menjalar ketangannya.
Shean menatap penuh misterius saat Wanita yang berstatus mantan istrinya itu menatapnya dengan gugup nan takut.
Dan Tatapan mata juga sikap dua orang dewasa disamping dan depan Risha, tak lepas dari pandangan Mata Risha yang diam-diam memperhatikan keduanya.
"Ada apa dengan mereka? Kenapa Shean dan Dinara seperti sudah saling mengenal?" Tanya Risha dalam hatinya.
Kedua tangan berbeda pemilik itu pun melepas setelah Shean menariknya terlebih dahulu. Dia kan, Pria dingin dan angkuh. Arogant pula.
Archie yang merengek minta digendong, Shean dengan sigap langsung Mengangkat Putranya. Pria itu melirik mantan Istrinya, yang notabe nya adalah Ibu kandung Archiello.
"Ayo pulang!" Ajak Shean menatap sang Istri. Risha pun menyetujui.
"Kami pulang duluan, ya..." Pamit Arisha kepada Dinara yang terus menatap Putranya, hingga Wanita yang lebih tua dari Risha itu pun sontak menoleh padanya dan mengangguk.
"Next to meet you, Arisha..."
Risha menanggapi dengan senyum ramahnya. Tak dipungkiri, dia masih penasaran dengan Elma dinara dan Shean.
"Melia..." Suara panggilan dari arah belakang mereka yang membuat Ketiga orang dewasa itu langsung menatapnya.
"Sialan!" Umpat Shean Kesal saat melihat siapa yang memanggil Istri kesayangannya.
...Mom For ARCHIE...
Bersambung...
***Mulai part selanjutnya, panggil mantan istrinya Shean Elma aja yaa...
Baayyy, see you next Chapter...
__ADS_1
vote, komen, Share, Bintang 5, dan Subscribe ya guyss...Karena itu sangat mendukung Othor supaya tambah semangat up nya***.