
Halo guysss...Jumpa lagi sama Othor Senja yaa☺️☺️Terima kasih yang sudah mendukung karya recehan ini. Pokoknya kembang lope lope untuk kalian.
Aku datang bukan Membawa Cerita Shean dan Arisha ya, Apalagi Baby Archie. Tapi membawa Kisah baru Antara Arkana dan Alina, Aku janji ceritanya tidak terlalu membangongkan, hehehe...
Nggak usah terlalu panjang-panjang puisinya ya, karena bukan up wkwk.. Nanti aku malah ditagih up lagi😂
Jangan lupa mampir ya, dan mohon dukungannya. Ini sebagian part 1 nya.
Judul : Rahim Yang Ke Tiga.
"Lahirkan satu anak untukku dan suamiku. Dan aku akan memberikan 1 Miliar seperti yang kamu inginkan!" Ucap wanita berusia 32 tahun itu tanpa keraguan.
Dia adalah Aninda Fahira, Istri Tuan Arkana Winata. Seorang Pengusaha dibidang industri yang saat ini berada dipuncak kejayaan. Namun siapa sangka, 10 tahun menikah, mereka tak kunjung punya anak. Terlebih seteleh Aninda divonis Penyakit mematikan, hingga rahimnya harus diangkat.
Wanita mana sih, yang tidak ingin mempunyai keturunan dari rahimnya sendiri? Semua wanita pun ingin, termasuk Aninda. Namun takdir tak berpihak padanya.
Tuntutan keluarga Arka yang ingin mempunyai pewaris keluarga, dan dirinya yang ingin menimang Anakpun membutakan matanya. Aninda membeli rahim Sahabatnya sebesar 1 miliar, hanya untuk memberikan 1 nyawa kepada Suaminya, Darah daging Arka yang akan dianggap dan diakui Anak kandungnya kelak.
Ayle Zivara tersentak mendengar Ucapan Sahabatnya yang diluar batas. Tak ada wanita yang ingin berbagi dengan kondisi apapun, namun kenapa Sahabatnya bisa sebodoh itu. Bukankah Pernikahan itu memang harus melewati suka dan duka bersama, lantas apakah itu yang dinamakan suka duka bersama?
Ayle tersenyum miris membayangkan kisah hidup sahabatnya yang disangka Harmonis ternyata menyimpan begitu banyak dramatis.
"Setelah aku mengatakan iya, kamu tidak akan bisa menarik kata-katamu lagi, Nin... Lebih baik fikirkan sekali lagi!" Kilah Ayle berusha memberi penerangan untuk sahabatnya yang mungkin saat ini sedang tersesat jalan.
"Tidak. Aku serius. Arka pun sudah setuju! Plis, hanya kamu yang aku percaya untuk menampung benih Arkana." Ucap Aninda lirih penuh permohonan.
__ADS_1
Harapannya kini adalah Ayle. Ia sangat berharap, Ayle mau menyewakan rahimnya untuk mengandung Calon anaknya. Walau bukan ia yang melahirkan, namun Anin berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Anaknya kelak.
"Kamu tenang saja, Kamu dan Arka tidak akan berhubungan secara langsung. Aku sudah menyiapkan dokter kandungan terbaik untuk melakukan Inseminasi Buatan... ." Imbuhnya.
Jelas sangat tidak rela, bila Laki-laki yang dicintai menyentuh wanita lain. Aninda ingin main bersih tanpa kontak fisik.
Ayle nampak termenung menerawan jauh menatap luar pintu kaca dari dalam Cafe yang dijadikan tempat pertemuan menegangkan keduanya.
Rahim Yang ke 3
.
.
"Bagaimana hasilnya? kuharap yang ke 24 kali ini berhasil" Ucap arkana dengan raut wajah menegangkan.
2 tahun sudah ia menunggu istri mudanya mendapatkan kabar baik dari hasil inseminasi buatan yang dilakukan dari 2 tahun yang lalu.
"Ay, Ayo katakan! Positif kan? Aku yakin positif. Aku tidak sabar lagi menimang Putranya Arka, iya kan sayang..." Celetuk Aninda semangat.
Arka mengangguk menanggapi Istri tercintanya. Kebahagiaan Aninda adalah semangatnya. Ia akan berusaha melakukan apapun untuk membuat Sang Istri Bahagia. Seperti janji suci pernikahan yang telah ia Ucapkan 12 tahun yang lalu.
"Maaf. Aku belum positif!"
Arka dan Aninda tersentak mendengar jawaban Ayle. 2 tahun sudah, tapi mengapa Ayle belum hamil juga. Siapa sebenarnya yang bermasalah? Ayle atau Arka?
__ADS_1
"Kok bisa sih? Seharusnya kamu sudah hamil, Ay. Apa test pack nya salah? Coba kamu ulangi lagi dengan test pack yang baru!" Kilah Ayle tidak terima dengan Jawaban Sahabatnya.
"Aku sudah mengulangnya tiga kali, Nin. Hasilnya memang sama! Aku belum hamil--..."
"Belum atau tidak bisa?" Tanya Arka dengan nada mengejek. Ia sudah lelah dengan Istri Sirinya yang selalu saja mengatakan belum, padahal jika ayle tidak bisa memberinya Anak ia tak masalah.
Arka tidak pernah mempermasalahkan Anak kepada Istri pertamanya, Namun Aninda yang selalu menuntut Anak darinya. Seorang anak memang menjadi tali yang semakin mengikat kuat Antara Orang tuanya. Tapi jika yang diatas belum mengizinkan, lantas manusia bisa apa?
Pernikahan tidak harus sempurna karena hadirnya Buah hati yang melengkapi.
"Sudahlah sayang...Kita jangan terlalu berharap sama dia." Imbuhnya kepada sang istri.
"Ar, aku minta maaf.. ini diluar kuasaku!" Sahut Ayle.
"Cukup Ayle. Saya sudah sangat sabar menunggu 2 tahun! Kamu sudah memberi harapan palsu kepada kami!"
Aninda merasa kecewa, bukan pada Ayle ataupun Arka. Melainkan pada dirinya sendiri. Ia merasa dititik paling rendah. Sebegitu Susahkah Ia memiliki Anak? Hingga bahkan menyewa rahim lain untuk mengandung calon anaknya pun tuhan tidak mengizinkan.
Aninda berbalik berlari keluar dari kamar Ayle. Kepergiannya membuat Arka dan Ayle Terkejut. Ayle yang hendak mengejar diurungkan, karena Arka lebih dulu Mengejar Aninda.
***Kelanjutannya langsung di Novelnya yaa...
Rahim Yang Ke Tiga.
Aku tunggu kalian... Baayyyy***
__ADS_1