
Judul : Penjara Cinta Tuan Ezric
Sebagian part 3
"Bukan Aku yang membunuh Zevanya, percayalah..." Shireen Paramita sekali lagi berucap dengan nada lemah. Tubuhnya lemas ketika ia menanyai semua orang, namun tak ada yang mempercayainya.
"Bawa pembunuh itu menjauh segera! Aku muak melihat wajahnya!!!" Hardik Ezric Velcor. Amarahnya memuncak wajah tampannya merah padam.
"Percayalah padaku, aku tidak membunuh Zeva. Aku tidak bisa melakukan itu..." Lirih Shireen lagi. "Aku memang lebih dulu mengenalmu, tapi aku tidak mencintai laki-laki yang dicintai Zeva.." Shireen menepis tangan Sammy yang hendak menariknya keluar dari mansion.
"Aku akan menelpon polisi dan mengatakan kalau dalang dibalik kecelakaan kak Zeva sudah tertangkap kak.." Satara Velcor adik dari Ezric membuka suara. Ia meraih ponselnya lalu menghubungi polisi untuk segera datang kemansion utama Velcor.
"Aku baik padamu karena kau saudarinya Zeva. Tapi ternyata kamu malah tak lebih dari seorang penjahat!" Ujar Nyonya Saras dengan tatapan jijik terhadap Shireen. "Dasar Gadis tidak tau malu!! Keluarga Zevanya sudah menampungmu, tapi ternyata kau tidak tau caranya bertema kasih!" Cacian dan hinaan kembali terlontar dari mulut pedas Nyonya Saras.
Shireen memejamkan matanya erat-erat. Air matanya luruh kembali. Entah mengapa ia merasakan sakit, yang teramat dalam menusuk hatinya.
Laki-laki bertato yang menuduhnya pun sudah dibawa pergi oleh anak buah Ezric. Sedangkan Tuan dan Nyonya Callista sudah pergi setelah meninggalkan kata-kata yang menghancurkan hatinya.
"Aku sangat menyesal telah menampung penjahat sepertimu! Dasar anak tidak tau diri!!" Itulah yang terakhir diucapkan Nyonya Erin dan Tuan Callista.
Shireen butuh orang untuk membelanya, namun tak satupun yang percaya padanya. Dia harus apa, melawan dan mencoba membela dirinya seorang diri dia kalah. Shireen menghapus air matanya, lalu memberanikan diri menatap wajah tampan Ezric. Sayang sekali dia dulu pernah mengagumi sosok itu, dulu, sebelum Zevanya mengaku mencintai Ezric.
__ADS_1
"Aku yang membunuh Zeva. Kau ingin mendengar pengakuanku bukan?" Lirih Shireen putus asa. Ia benar-benar kehabisan tenaga. Baru kali ini, dia merasa jatuh dilubang yang dalam, merobohkan dirinya. Hingga tak mampu bangkit kembali. Buat apa? orang picik dan licik sudah memutar balikkan fakta dan kebenaran.
Shireen menarik sedikit nafasnya, bahkan menarik nafasnya dihadapan pria itu rasanya terasa sesak. "Aku yang menyuruhnya. Aku yang mengirim pesan keponsel Zeva. Aku dalang dibalik kecelakaan Zevanya. Aku..." Shireen menepuk-nepuk dadanya sendiri.
Ezric mengepalkan tangannya kuat. Rahangnya mengeras giginya menggertak, bola matanya seperti ingin keluar menusuk gadis didepannya.
Plak
Satu tamparan keras mendarat dipipi Shireen lagi. Nyonya Saras tak segan-segan untuk tidak menampar Gadis yang kurang ajar itu. Satara memegangi pipinya, Shireen yang ditampar namun dia meringis membayangkan betapa sakitnya tamparan itu.
"Dosa apa yang telah dilakukan ibumu sampai dia punya anak seorang penjahat sepertimu? Pantas saja orang tuamu membuangmu!" Hardik Nyonya saras menambah luka dihati Shireen.
"Anda bisa menyakiti saya, tapi anda tidak berhak memaki saya. Anda tidak tau---..."
"Ahhkkk..." Shireen memekik saat tubuhnya jatuh didepan mansion Velcor karena Ezric mendorongnya kasar.
"Aku sudah berjanji akan memberikan pembalasan yang setimpal dengan apa yang dialami Zevanya!! Seumur hidupmu, kau akan menderita dibalik jeruji besi!!" Hardik Ezric.
Shireen memejamkan matanya, dunianya hancur. Dia tak bersalah, namun dia yang membayar kesalahan orang lain. Apakah ini hukuman untuknya, namun apa kesalahannya sampai dia dihukum seberat ini?
"Mengapa kamu pergi, namun aku yang harus membayarnya Zeva?" ia menatap langit-langit yang mendung dan mulai menitikkan tetesan air langit. Bumi seolah ikut bersedih dengan nasibnya, ataukah menertawakan nasibnya yang malang.
__ADS_1
Shireen menatap tangannya yang diborgol bak penjahat. Ya memang penjahat, dia pembunuh. Semua orang taunya dia pembunuh. Gadis yang tidak tau berterima kasih, wanita jahat yang kejam, anak yang tidak tau diri, dan apa lagi? ia sampai lupa menghafalkan semua cacian keluarga Ezric maupaun Callista.
"Pastikan pembunuh itu diberikan hukuman paling berat!!" Ujar Ezric terhadap komandan polisi yang bertugas. Shireen hanya mampu menajamkan matanya mendengarkan, untuk melawan atau membela diri rasanya percuma. Dia bersalah!
"Kami akan memproses hukum dengan adil tuan. Anda tenang saja." Keduanya berjabat tangan sebelum polisi pergi.
Shireen digiring oleh dua Polisi wanita, ia takut, sungguh. Seumur hidupnya tak pernah sekalipun Shireen menyangka akan menjadi tahanan narapidana. "Tunggu sebentar..." Ujarnya memohon.
Shireen mengalihkan pandangannya kepada Ezric. ia mengumpulkan keberaniannya. "Aku terima ini karena aku bersalah. Tapi jika aku tidak terbukti bersalah, maka suatu saat nanti jika kebenarannya terungkap, Kamu adalah orang pertama yang akan menyesal, Tuan Ezric Velcor!" Setelah mengatakan itu, Shireen ditarik oleh dua polisi Wanita masuk kedalam mobil polisi.
Ezric meremas tangannya kesal. Ia dikutuk atau diancam?
"Ahhkkk..."
Braakkk Pyaarrr
sebelah kakinya sengaja menendang Vas bunga untuk melampiaskan amarahnya. Nyonya Saras dan Satara sedikit takut.
"Tenangkan dirimu, Ric." Ucap Nyonya Saras.
Ezric mengangguk pelan tanpa berucap lagi dia masuk kedalam mansion diikuti Sammy dibelakangnya.
__ADS_1
*****
Jangan lupa mampir dan berikan dukungannya ya guyss 🙏🙏🙏