Mom For ARCHIE

Mom For ARCHIE
Pelampiasan amarah


__ADS_3

Suasana kamar mewah itu nampak hening, tak ada yang bersuara sedikit pun. Baik Risha maupun Shean, mereka fokus pada fikirannya masing-masing. Shean duduk bersandar dikepala ranjang, menekuk satu kakinya dan menahan kepalanya dengan satu tangan yang bertumpu diatas lututnya.


Sedangkan Risha, Wanita itu tidur membelakanginya menghadapi jendela kamar. Matanya menatap luar jendela, menatap langit yang nampak mendung, Seperti suasana hatinya saat ini. Namun bukan langit yang di pandang, Fikirannya menerawang jauh tentang masalah yang tak kunjung ada jalan keluarnya.


Satu kedipan mata yang cukup lama, air matanya langsung tumpah membasahi kain putih dibantal yang menjadi alas kepalanya. Risha semakin mengeratkan cengkraman selimut yang menutupi tubuhnya sebatas dada, guna menahan isakannya lagi.


Shean membuka matanya yang terpejam karena memikirkan perdebatan yang terjadi beberapa menit lalu. Risha bersikukuh untuk memajukan perceraian yang tinggal beberapa bulan, sedangkan dirinya sangat dilema. Ternyata semua tak seindah yang diharapkan. Disatu sisi ada Elma, wanita yang amat ia cintai dan ibu kandungnya Archie. Namun disisi lain, ada Risha, Wanita yang ia nikahi karena Archie yang ketergantungan padanya. Dan sekarang, Bahkan saat ia mengatakan masih mencintai Elma, hati kecilnya menolak, justru Rasa cinta itu terasa hangat saat satu nama baru yang dia sebutkan. Wanita yang sekarang melengkapi hidupnya juga Archie.


Haruskah Perpisahan itu memang terjadi, sedangkan hatinya sekarang menolak mentah-mentah. Pesona Arisha, rupanya sudah masuk terlalu dalam tanpa ia sadari.


Shean melirik wanitanya yang membelakanginya. Dia tau, jika Istrinya tidak tidur. Dari pergerakan kecil yang Risha buat dan suara isak tangis yang sedikit-sedikit mulai terdengar digendang telingannya. Hatinya terasa tercabik-cabik, melihat Wanita itu menangis karenanya.


Perlahan, Shean pun mendekati Istrinya. Memeluk wanita itu dari belakang, Menyembunyikan wajahnya di tengkuk Risha. Risha yang teramat lelah pun tak menolak sedikit pun, apapun yang dilakukan Shean, Ia seakan sudah mati rasa. Justru air matanya semakin menetes deras.


"Jangan menangis, Sayang..." Lirih Shean dengan berbisik. Tangannya semakin menarik pinggang ramping itu mendekat kepelukannya.


Dalam detik berikutnya, Shean membalik tubuh wanitanya menghadap kearahnya. Dapat ia lihat, wajah sembab dan air mata yang masih menetes. Mata yang terpejam, seakan sudah tak mampu untuk terbuka sangking terlalu lamanya menangis.


Tangannya terulur mengusap lelehan air bening yang keluar disudut mata Wanita didepannya. "Sayang..." Panggil Shean pelan dengan segenap jiwa raganya.


Risha membuka matanya yang terasa berat. Pandangan pertama yang dilihat, adalah Wajah pria yang dicintainya.


Risha menarik nafasnya perlahan, menahan isakannya. "jangan, menyiksaku terlalu lama, Shean. Aku tidak kuat." Lirih Risha diiringi Isak tangisnya.


Shean Semakin menarik punggung Risha mendekat dan mengunci kakinya. "Ar.. Aku..."


"Apa kamu mencintaiku?"


Ucapan Shean terpotong, Pria itu langsung menunduk. Pertanyaan Risha membuatnya bingung, harus menjawab apa. Sedangkan perasaannya masih bimbang.


"Mengapa kamu diam?" Risha tersenyum sinis. Pertanyaan yang konyol menurutnya, tentu Shean tidak menjawab. Karena dirinya tau, pemilik hati Shean sesungguhnya siapa.

__ADS_1


"Lepaskan aku, Shean. Lalu kamu bisa kembali padanya." Lirih Risha. Bukan hanya hatinya yang terasa sakit, tapi tubuhnya pun sudah lemah lelah untuk menampung luka tak kasat mata yang ditorehkan Shean padanya.


Shean mengusap sisa air mata dipipi Risha. lalu mengecup keningnya, seraya berkata "kamu capek kan, istirahat sekarang. Tidurlah..." Ucapnya, lalu memperbaiki Selimutnya dan mendekap Risha kedalan pelukannya. Lagi, Risha harus menelan rasa kecewa.


.


.


.


Tak seperti pasangan pada umumnya, Risha dan Shean kini nampak diam tak bertegur sapa. Sejak perdebatan yang terjadi Beberapa hari yang lalu. Shean sekarang sangat irit bicara, tak seperti biasanya yang selalu ini dan itu. Sedangkan Risha, wanita itu mengurung diri dikamar. Hanya seperlunya saja untuk keluar dari kamar, dan mengurus sang Putra kecilnya. Semua aktivitas yang biasanya dia lalui dengan penuh semangat, kini seakan semangatnya sudah lenyap entah kemana. Risha yang sekarang bukan risha yang dulu lagi.


Seperti sekarang ini, ia tengah duduk diatas ranjang. Menyalakan tv dengan siaran kesukaan, namun sayangnya fokusnya bukan pada acara tv. Semua acara nampak tak menarik dimatanya.


"Huufftttt..." Suara hembusan nafas beratnya. Dengan kesal, Risha melempar Remot control kelantai dengan keras. Sehingga remote itu pecah berserakan. Itu sebagai bentuk pelampiasan Amarahnya yang tiba-tiba saja naik.


Lain tempat, bukan hanya risha yang kacau, Shean pun sama. Dikantor, pria itu selalu uring-uringan. Masalah kecil pun selalu dibesarkan, Hanya Kesalahan sedikit saja, maka pekerjaan mereka dipertaruhkan.


Seorang pria tampan memasuki sebuah ruang rawat sambil membawa sebuket bunga dan buah satu keranjang parsel.


Ceklek


Pintu ruangan dibuka dengan susah payah. Sang Pemilik ruangan pun langsung menoleh kearah sumber suara.


"Jaxton." Elma menyipitkan matanya, membenarkan penglihatannya saat melihat siapa yang berkunjung menjenguknya.


"Hai.." Sapa Jaxton tersenyum nyengir, sambil berjalan kearah ranjang pasien.


Andrew yang tadi duduk dikursi disamping ranjang pun langsung berdiri melihat siapa yang datang. Andrew pun menatap penasaran dengan sesosok pria yang datang.


"Maaf, baru bisa datang" Ucap Jaxton, lalu menyerahkan sebuket bunga dan keranjang buahnya.

__ADS_1


"Tak apa, Jax. Seharusnya kau tidak perlu repot-repot." Jawab Elma, Wanita itu merasa tidak enak karena Jaxton membawa buah tangan segala.


"Ah, tidak repot kok" Sahutnya, lalu beralih menatap pria yang berdiri didepannya. "Hai, bung... Jaxton, teman kenalnya Elma." Jaxton mengulurkan tangan kanannya, dengan senang hati Andrew pun menerimanya.


"Andrew, sahabatnya Elma. Senang bertemu denganmu." Sahut Andrew. Lalu jabatan tangan keduanya pun terlepas.


"Kapan kau sampai disini?" Tanya Elma.


"Baru tadi pagi, Aku langsung mampir kemari. Sebenarnya sudah dari dua hari yang lalu, tapi ternyata kerja'an tidak bisa ditunda." Jelas Jaxton.


Andrew hanya menyaksikan Wanita dan Pria didepannya yang nampak sudah akrab. Siapa pria itu sebenarnya, Mengapa Elma bisa mengenalnya bahkab sudah sedekat itu. Males mendengarkan Ucapan yang tidak ia pahami alurnya, Andrew pun akhirnya memilih keluar dari ruang perawatan Elma.


Pria itu keluar menuju kantin rumah sakit, memesan Seporsi Nasi goreng dan jus jeruk. Semenjak menjaga Elma dirumah sakit, makannya itu jadi tidak teratur. Padahal Elma selalu menyuruhnya untuk makan, namun ia yang sangat berat Meninggalkan Wanita itu.


Andrew berbalik hendak menuju meja kursi. Namun tiba-tiba tubuhnya hampir saja terhuyung kebelakang, karena dengan sigap dia mampu menguasai Keseimbangannya. Reflek, tangannya langsung menarik Pinggang Seorang gadis yang hampir saja terjatuh karena menabraknya.


Andrew menatap wajah gadis yang ia tahan beban tubuhnya. Secara bersamaan, kelopak mata gadis itu terbuka menampilkan bola mata hijau. Sepersekian detik, mata mereka saling bertemu. Membuat debaran aneh yang baru pertama kali, Mereka rasakan.


Andrew menarik ujung bibirnya, mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu memanjakan mata. "Cantik" Gumannya pelan.


Gadis itu tersadar dari apa yang mereka lakukan, lalu dengan cepat ia langsung berdiri melepaskan tangan yang melingkar di pinggangnya. "I'm sorry, sir. Saya tidak sengaja menabrak anda.." Ucapnya mengantupkan kedua tangan, Intonasinya sangat sopan dan ramah.


"No. Saya juga salah. Bagaimana kalau, sebagai bentuk pertemuan kita hari ini, Anda bersedia makan siang bersama saya.." Sahut Andrew tersenyum smirk. Kesempatan emas.


Gadis itu mengernyitkan keningnya. "kita?" Gumamnya dalam hati. Ia merasa jengah dengan pria yang sok akrab seperti itu. Namun demi menghormati pria itu, ia pun bersedia. Kebetulan juga dia tak sibuk.


Bersambung...


Niatnya mau update semalam, eh malah ketiduran 🤭😂😂


kembang lope untuk kalian...🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2