MUA Buruk Rupa

MUA Buruk Rupa
Masa Lalu Julian


__ADS_3

"Sudah melihat berita terbaru?" tanya May pada sang suami.


Jonghyun hanya bisa menarik nafasnya


"Soal Irene yang membuat tindakan bodoh. Dengan muncul ke publik?" tanya pria berwajah dingin itu.


"Dia sedang menggali kuburannya. Sudah bagus-bagus dia bertapa dirumahnya. Eehh, malah keluar mencari masalah."


"Biarkan saja. Dia hanya berpikir kalau kemunculannya akan membuat publik bersimpati padanya. Padahal dia tidak tahu. Kalau perbuatannya akan menarik perhatian paparazi untuk kembali menguntitnya," sahut Jonghyun.


"Yaa biarkan para paparazi itu mengetahui bobroknya kelakuan si Irene itu. Iiihh gemes aku." Tutur May sambil membuat gerakan meremas dengan kedua tangannya.


"Jangan julid-julid amat sana si itu. Kasihan si baby, bisa-bisa ketularan sifatnya si Irene." Jonghyun memperingatkan sang istri.


"Astaga, aku lupa-lupa. Amit..amit...amit....amit jabang bayi." Ujar May membuat Jonghyun meledakkan tawanya sambil berjalan menuju May yang duduk di kursi kerjanya.


"Nongol deh kearifan lokalnya," ledek sang suami.


"Yang seperti itu belum nemu di kamus Cina." Cengir May sambil mengusap perutnya yang sudah terlihat membesar.


"Asal jangan nurun yang aneh-aneh ya, Nak." Sikap Jonghyun melembut ketika menyentuh perut sang istri.


"Yo nggak tahu. Tapi semoga nggak," May lantas mencium bibir sang suami, yang langsung disambut dengan antusias oleh Jonghyun.


Beberapa saat keduanya larut dalam ciuman hangat mereka.


"Semoga kemunculan Irene tidak berdampak pada perkembangan hubungan Julian dan Celli," doa May.


"Ya kita doakan saja. Semoga dia segera mentas biar kakak iparmu itu tidak ngerecokin kamu terus," gerutu Jonghyun.


"Oh my dia cemburu," tawa May menggelegar diruang kerja sang suami.


"Aku tidak cemburu ya, masak cemburu sama ahjussi," sangkal Jonghyun.


"Ahjussi gitu dia hebat lo. Dua anaknya digilai perempuan."


"Julian thok. Jared enggak."


"Siapa bilang? Jared dulu juga ngantri yang mau sama dia. Banyak drama dia sebelum dapat Caca. Termasuk rebutan sama Julian," bisik May.


"What? Jadi ada cinta segi telu di keluarga itu?" Jonghyun ketularan melokalnya sang istri. Padahal keduanya pendatang.


"Meski Julian silent lover. Tapi sempat buat geger waktu itu. Soalnya Jared sangat sayang sama Julian. Jadi waktu itu dia sempat mau mundur. Kalau Caca juga punya perasaan yang sama ke Julian. Tapi nyatanya cinta Julian juga bertepuk sebelah tangan. Karena Caca sama sekali tidak melirik Julian. Dia hanya mencintai Jared seorang."


"Apa Caca tahu kalau Julian dulu suka padanya?" tanya Jonghyun penasaran.

__ADS_1


"Enggak. Mereka pikir itu tidak penting. Lagipula Julian berjanji tidak akan mengganggu Caca dan rumah tangga kakaknya. Cuma ya itu waktu kakaknya resepsi. Kita yang sibuk jagain Julian dikamar. Dia mabuk. Manggil Caca terus. Bahaya nggak tuh," kenang May. Mengingat betapa rusuhnya nikahan Jared waktu itu.


"Wah berarti Julian itu kasihan ya. Cintanya nggak semulus jidatnya, karirnya, juga transferan ke rekeningnya," cengir Jonghyun.


"Iya, yang pertama jatuh cinta ke iparnya. Yang kedua lebih parah. Ditipu, diselingkuhin. Sekarang diporotin," May menghela nafasnya mengenang nasib percintaan sang keponakan.


"Semoga yang ini bisa mulus kayak jalan tol, terus bisa exit di pelaminan," Jonghyun mendoakan.


"Semoga saja. Tapi kalau dia nikah. Dia berhenti lo jadi model. Nanti pemasukan kamu berkurang," kata May cemas.


"Tenang saja. Model yang siap tenar dan bersinar sudah banyak yang mengantri di belakang Julian. Kamu tidak perlu khawatir kekurangan uang," jawab Jonghyun yakin.


Mendengar hal itu senyum langsung mengembang di bibir May.


***


Celli menatap judes pada Julian. Sedang pria itu malah senyum-senyum sendiri tidak jelas. Setelah mendapat asupan amunisi berkat morning kiss mereka yang cukup panas, mood Julian benar-benar sangat baik sepanjang pagi.


"Jangan senyum-senyum. Bikin illfeel aja," bisik Celli tajam ketika Julian break.


"Kenapa? Aku lagi bahagia." Jawab Julian sambil mencondongkan tubuhnya.


Dan semakin kalang kabutlah jantung Celli pagi itu. Konsep foto ada di kolam renang. Dan pria dihadapannya ini dalam keadaan topless. Kembali menampilkan pahatan sempurna tubuh Julian.


"Hadeeuuhhh lama-lama gue bisa kena serangan jantung ini." Gerutu Celli sambil mentouch up make up Julian.


"Cell...."


"Apa sih?"


"Iisshh jangan galak-galak napa. Sudah kalah juga masih judes-judes amat."


"Aku gak kalah. Kamu yang curang," elak Celli.


"Curang apanya? Jelas-jelas kamu sangat menikmati ciuman kita tadi pagi," bisik Julian sambil berlalu dari hadapan Celli. Berjalan begitu santai menuju tempat pemotretan mereka. Meninggalkan Celli dengan tangan terkepal. Menahan malu sebab apa yang dikatakan Julian benar adanya.


Bagaimana dia yang begitu menikmati setiap ******* yang Julian berikan. Bagaimana dia yang pada akhirnya menyerah dan membalas setiap pagutan yang Julian berikan untuknya. Menikmati setiap sesapan bahkan belitan lidah yang pria itu ajarkan padanya.


"Sial! Dia benar-benar bisa membuatku gila." Batin Celli merutuki kebodohannya hingga akhirnya jatuh pada pesona Julian.


Pria yang bahkan terlintas di kepalanya pun tidak. Namun kenyataannya, pada Julianlah, ciuman pertama dia berikan. Diambil paksa sih lebih tepatnya.


Jantung Celli kembali hampir melompat dari tempatnya ketika dia tanpà sengaja menatap ke arah set photoshoot sang bos naga berada. Beeuuhhh hotnya si bos ketika sedang berada didepan kamera.


__ADS_1


Kredit Instagram @ xuzhibinbin1


Ditambah beberapa teriakan dari staf wanita yang berada di sana.


"Mbak...mbak Celli nggak ngiler apa lihat bosnya. Beeuhh hot banget." Cerocos seorang staf wanita di sampingnya.


"Ya kadang ngiler juga. Saya kan masih normal." Jawab Celli apa adanya. Dia tidak ingin orang memandang dirinya bermuka dua. Depan belakang berbeda.


"Mbak Celli itu bikin iri seantero negeri lo " sambung staf itu lagi.


"Iyalah. Mbak Celli kan orang paling dekat Julian. Mbak Celli bebas ngapa-ngapain tu muka tampan idaman sejuta umat wanita. Bebas pegang-pegang...uupss..."


"Saya bekerja sesuai kapasitas saya. Tidak lebih, ingat itu." Celli memperjelas batasannya. Membuat staf didepannya langsung menepis anggapan kalau Celli juga akan menggoda Julian.


"Nggak menggoda. Tapi sudah ciuman. Tiga kali lagi." Batin Celli mengusap lengannya sendiri.


"Mbak..mbak Celli emang bener dia kalau diapartemennya suka cuma pake bokser doang."


"Ohh yang itu tidak tahu." Jawab Celli ambigu.


"Tidak tahu tapi sering lihat." Batin Celli perlahan menarik sudut bibirnya.


Mengingat kembali bagaimana tubuh Julian terlihat begitu seksi ketika memakai bokser saja. Pikiran liar Celli langsung membayangkan bagaimana isinya. Apalagi ciuman mereka tadi pagi, Celli tahu sempat membangunkan naga yang sesungguhnya.


Celli reflek menggigit bibir bawahnya. Mengingat lututnya yang merasakan sesuatu di balik bokser itu menggeliat bangun. Hiiiii, Celli bergidik ngeri membayangkan naga milik Julian.


Pasti mengerikan. Mengingat tubuh Julian.Tinggi dan besar. 188 cm dengan berat 70 kg. Bisa engap dia kalau sampai ditindih pria itu. Astaga...kenapa pikiran Celli jadi sekotor ini, sepagi ini. Rutuk gadis itu pada pikirannya sendiri.


Celli segera berlalu dari sana. Lama-lama disana otak Celli hanya akan berisi pikiran mesum soal bosnya itu. Namun tidak lama dia berbalik lagi. Tidak jadi pergi.


Kembali melihat ke set dimana Julian dan model lainnya, malah sudah nyemplung ke kolam. Keempatnya memakai kaos putih polos. Dan kaos itu langsung menempel pada tubuh masing-masing model. Menampilkan dada bidang juga deretan abs yang menggoda.


"Sialan! Konsep kali ini benar-benar buat otak langsung berpikiran mesum. Termasuk aku!" Celli menepuk pelan jidatnya bersamaan dengan teriakan dari para staf wanita yang disuguhi pemandangan begitu indah didepan mereka.




All kredit Instagram @ xuzhibinbin1


Engap dah engaplah elu Cell, sama kaya author 🤣🤣🤣


Iyalah model itu kan kayak jual wajah sama tubuh ya. Tapi kalau kayak gini modelnya. Lama-lama dia yang nggak tahan buat nerkam bosnya duluan.


Celli benar-benar frustrasi menghadapi Julian sebagai bosnya. Padahal yang dulu. Dia tidak terpengaruh tu kalau bosnya topless atau bahkan hampir naked untuk keperluan pemotretan. Hingga satu pemikiran hadir di kepalanya.

__ADS_1


"Apa dia tertarik pada seorang Julian Argantara? Apa dia jatuh cinta pada bos naganya?"


***


__ADS_2