
Sekarang Angga sudah semakin tenang dia tertidur, sedangkan Ara masih di buat bingung dengan trauma yang terjadi pada Angga.
Banyak sekali pertanyaan tapi tidak mungkin jika dia bertanya langsung ke suaminya itu.
Sekarang dia hanya bisa berargumen sendiri sambil terduduk santai di teras rumah.
Hari semakin sore Ara masih betah duduk di teras, masih dengan pikiran nya yang masih menebak.
Tiba-tiba bunda datang dan ikut duduk bersama dirinya di teras.
" Kamu lagi mikirin Angga..? " Tanya bunda yang tiba-tiba duduk
" Ih.. bunda ngagetin aja ! "
" Gimana suami kamu apa sudah membaik..? " Basa-basi nya
" Masih tidur Bun..! " Menatap sore yang cerah
" Dulu suamimu mempunyai kembaran namun dia tewas saat kecelakaan itu.!" Bunda mulai bercerita
" Kecelakaan apa Bun?"
" Saat usianya baru 5 tahun mereka berlibur disini, saat itu kami sedang bersepeda santai dan naas nya sepeda yang dinaiki oleh kembaran suamimu itu remnya blong dan dia meluncur di jalanan, pada saat di persimpangan ada sepeda motor dan dia tertabrak sampai meninggal! Pada saat itu posisi Angga tepat di belakang Anggi namun dia tidak bisa menolong karena saat itu usianya yang masih kecil hanya bisa berteriak.
Dan sejak kejadian itu Angga jadi takut setiap mau naik sepeda."
Mendengar cerita dari sang bunda Ara hanya diam, dia merasa bersalah telah mengingatkan kembali trauma Angga.
" Ini salah Ara bunda !" Ucapnya menatap bunda dengan penuh penyesalan
" Bunda sudah tau ini pasti ulah kamu !" Mengelus rambut Ara
" Ara yang sudah memotong rem sepeda Angga, Ara yang sudah menyebabkan trauma Angga kumat Bun !" Menatap penuh penyesalan
" Sekarang kamu tau kan kesalahan kamu dimana ? Jangan di ulangi lagi ya sayang. Kamu minta maaf ya sama Angga !!"
" Iya Bun, maafin Ara ya " ucapnya tulus
Bunda hanya mengangguk dan tersenyum tulus menatap Ara.
" Ayo masuk udah mau malam " ajak bunda
.
Ara terus menatap Angga yang masih tertidur pulas.
" Jangan terus menatap ku seperti itu, kalau kamu suka aku gak tanggung " ucap Angga masih memejamkan mata
Mendengar itu Ara gelagapan " maafin gue ga !" Ucapnya
Angga membuka mata dan menatap tajam, namun Ara tak berani menatap balik mata indah itu.
" Aku tau aku salah, karena aku trauma mu kambuh " ucap Ara tulus
" Apa kamu menyesal ? " Ucap Angga
Ara menggangguk mengangkat kepalanya menatap Angga.
" Sini ! " Ara masih diam di tempat
" Sini ! " Ulang Angga
__ADS_1
Ara pun naik ke atas bed dan duduk di samping Angga
" Ada hukuman yang harus kamu terima !"
" Kan aku udah minta maaf ga, kenapa harus di hukum ?" Protes Ara
" Ya kalau nggak mau ya gak papa, tapi aku nggak bisa maafin kamu, dan aku akan ngadu ke mamah soal ini !"
" Aga.." rengek nya
Angga kembali menarik selimut dan pura-pura tidur
" Oke-oke.. apa hukumannya ?"
" Ntar aku kasih tau sekarang beresin gih baju aku besok kan kita pulang,!"
" Masih pengen disini ga..?"
" Ya terserah kalau mau nilai sekolah kamu turun " ancam Angga
" Iya deh iya .. "
Kali ini Ara menurut dan membereskan semua pakaian Angga karena besok pagi mereka akan kembali ke Jakarta.
.
Hari ini Ara kembali ke sekolah setelah 2 hari ijin.
Seperti biasa dia selalu berkumpul dengan teman-teman nya
" Ntar malam dugem yok " ajak Dika
" Boleh.. sumpek banget gue di rumah " sambung Steffi
Ara berangkat sendiri dengan mobil merah kesayangan, dan langsung menuju club malam dimana mereka janjian.
Sampai disana Ara langsung menuju tempat dimana teman-teman nya berkumpul.
Suara lagu diputar dengan keras, semua menari menikmati malam panjang yang mengasyikkan.
Ara duduk sendiri di bar melihat teman nya asyik berjoget, tiba-tiba ada seorang lelaki yang datang menyapa.
" Hay Ara kan ? " Sapa lelaki itu. Ara mencoba mengingat siapa lelaki itu, karena sepertinya dia pernah melihat nya tapi dimana.
" Ah iya kak Bagas kan !"
" Ahirnya kau mengingatku.! sendiri disini..? " Ucapnya sedikit berteriak
" Sama temen-temen kak, mereka lagi asyik tu disana " tunjuk nya kearah keramaian
" Sering kesini ?"
" Iya..!!" Mereka saling mengobrol
Sekilas Ara melihat bayangan Angga bersama wanita, dia terus menatap arah dimana dia melihat Angga.
Ara mencoba melihat lebih dekat dan ternyata memang benar itu adalah Ratna model terkenal masa ini.
" Ternyata seperti ini kelakuan kamu di luar ga !''ucapnya dalam hati
Malam semakin larut, Ara pun pulang tanpa berpamitan dengan sahabat-sahabat nya, dia pulang bersama dengan Bagas.
__ADS_1
.
Semakin hari Ara semakin akrab dengan Bagas, mereka sering keluar bersama.
Begitupun dengan Angga dia juga sering keluar dengan kekasihnya dan tidak memperdulikan Ara.
Pernikahan mereka semakin kacau Ara semakin tak mempedulikan Angga begitupun juga Angga, mereka hanya terlihat baik-baik saja di depan keluarga masing-masing.
Sejak malam itu, Ara jarang bertegur sapa dengan Angga, bahkan bertemu pun jarang dia sengaja menjauh untuk menghindari perdebatan.
Angga sibuk mengurus pekerjaan nya, sedangkan Ara sibuk mengurus keberangkatan nya ke Milan.
Karena hari ini adalah hari kelulusan dan dia sudah mendaftar kan dirinya di salah satu universitas di Milan, dia akan melanjutkan studinya disana.
Tanpa sepengetahuan Angga dia sudah mempersiapkan semuanya hanya tinggal berangkat.
.
" Nggak terasa ya udah tiga tahun kita menempuh pendidikan " ucap Stella
" Ahirnya nya kita wisuda " balas intan
Mereka berfoto bersama, Steven berada di samping Ara.
Wisuda kali ini Ara di dampingi oleh Angga.
Angga pun berfoto dengan Ara mereka terlihat begitu romantis
Semuanya masih menganggap jika hubungan mereka baik-baik saja.
Sampai semua serangkaian acara, mereka kini telah kembali kerumah pribadi mereka.
" Kamu mau lanjut kuliah dimana ?" Ucap Angga yang mencoba memecah keheningan.
" Milan " singkat nya
" Jauh banget..! Mau ambil jurusan apa memangnya ?"
" Fesyen desainer "
" Nggak bisa.! Kamu harus kuliah disini " Angga mulai tegas
" Apa hak mu melarang ku ?" Bantah nya
'' aku masih suamimu Ara !''
" Hari ini tidak lagi. Ini surat gugatan silahkan tanda tangan !'' ucap nya sambil menyerahkan surat gugatan
Angga kaget bukan main, selama ini dia tidak merasa bersalah lalu apa alasan Ara menggugat dirinya.
'' apa aku ada salah dengan mu ?"
Ara tak menjawab dia melempar amplop coklat ke atas meja.
Angga mengambil dan membuka amplop itu, dia semakin kaget dengan bukti-bukti perselingkuhan nya dengan ratna.
" Dari mana kamu mendapatkan foto ini Ar ?"
" Kenapa kaget gitu ? harus nya seneng dong kamu nggak perlu repot-repot untuk menceraikan aku." Ucapnya masih mencoba tenang
" Aku bisa jelasin ke kamu Ar, aku sudah tidak ada hubungan apapun dengan wanita ini ''
__ADS_1
" Besok aku berangkat, aku berharap saat aku kembali kita sudah tidak ada hubungan lagi !" Pergi meninggalkan Angga yang masih berusaha menjelaskan.