
INDONESIA
" Stella bangunlah sekarang sudah pukul 07.30 kamu bisa telat nanti, katanya ada matkul jam 08.00 " ucap ana dari balik pintu
'' mampus telat nih gue !!" Segera bangun turun dari ranjang
" Stella!" Panggil ana lagi
" Iya mah, Stella udah bangun!" Teriaknya sambil berlari menuju kamar mandi
Ana turun kembali menyiapkan makanan untuk sarapan pagi ini.
" Masih belum bangun?" Tanya kusuma yang baru keluar dari kamar
" Udah "
" Yaudah kita tunggu sebentar!" Ucap Kusuma
Tepat lima menit Ara turun dan ikut bergabung dengan kedua orang tua nya.
Mereka pun sarapan bersama, Stella hanya memakan roti dan meminum susu putih yang sudah di siapkan oleh Mamah tersayang.
" Stella langsung berangkat ya mah.. pah ! Assalamualaikum "
Sampai di luar ternyata Steven sudah menunggu
'' udah dari tadi ..? Kenapa gak ngasih kabar ?" Tanya Stella
" Baru aja sampai, " menyerah kan helm dan langsung di pakai oleh Stella
Mereka segera melaju karena Stella sudah telat.
Bagas melihat Stella bersama Steven saat dia akan berbelok ke arah rumah Stella.
Karena tujuan pertama nya gagal, dia memutar arah dan pergi meninggalkan kawasan kompleks itu.
.
Sedangkan Stella sudah sampai di kampus dengan aman dan selamat.
Mereka berjalan bersama dari arah parkiran menuju kelas masing-masing
Canda tawa juga menemani obrolan mereka, di halaman kampus.
" Gimana kabar Ara ?" Tanya Steven tiba-tiba
" Entah lah sudah 1 minggu ini aku tidak menelpon nya!"
" Ouh.. aku masuk dulu ya..!" Pamitnya
" Oke " Stella pun melanjutkan perjalanan ke kelas yang sudah di jadwal kan.
Stella masuk beriringan dengan dosen matkul hari ini. Dia langsung mengambil tempat duduk yang mudah di gapai.
" Telat ya ?" Sapa Sri si teman culun yang sering di bully
" Iya nih telat bangun !'' Stella menjawab dengan masih sibuk mengeluarkan buku dari tasnya.
Sri mengangguk, Sri ini seorang mahasiswa yang mendapat kan beasiswa untuk melanjutkan studinya di kampus ini.
Dia siswa pintar dengan berpenampilan sederhana.
Jika menurut nya sederhana namun berbeda dengan menurut mahasiswa lain, penampilan nya yang sederhana mereka anggap kuno dan aneh.
Sri jarang berbicara kecuali dengan Stella, Karena menurut nya hanya Stella yang menganggap kehadiran dirinya.
" Sri boleh aku meminta tolong ?" Tanya Stella
__ADS_1
Sri menoleh dan mengangguk
" Tolong pinjam kan aku bolpoin mu, aku lupa membawa milikku !" Pintanya pada Sri
Sri pun mengambil kan nya untuk Stella
" Terimakasih Sri " Lagi-lagi Sri hanya mengangguk dan tersenyum.
1jam telah berlalu, hari ini Stella hanya memiliki satu jadwal kuliah, jadi masih banyak waktu kosong yang membosankan.
Stella keluar lebih dulu dan disusul oleh Sri " Stella" panggil Sri
Stella pun berbalik badan '' ada apa Sri?"
" Boleh aku meminta tolong?" Katanya
" Silahkan!!"
Sri diam dia bingung harus bicara dari mana.
" Sri.. ?" Panggil nya menyadarkan Sri yang malah ngelamun
" Jadi begini stell, nanti malam aku akan datang ke pesta ulang tahun teman ku, dan aku ingin terlihat cantik nanti malam. Tapi aku bingung aku tidak memiliki gaun untuk ke pesta, apa kamu bisa membantu ku memilih beberapa gaun yang cocok untuk ku ?"
" Oke, kita berangkat sekarang ?'' ucap stella
" Maaf aku sudah merepotkan mu stel!" Ucap nya sungkan
" Selagi aku bisa bantu, kenapa tidak ? Ayo!! Jawaban stella
Mereka menghentikan taksi menuju butik langganan Ara dan stella.
Setelah puas memilih gaun dan perlengkapan lainnya, kini mereka telah berada di salon.
Sri mempercayakan dirinya pada Stella dan benar saja hasil Ahir yang memuaskan.
Sri terlihat sangat cantik mengenakan gaun merah tanpa lengan dengan rambut di urai panjang.
" Tak masalah Sri, kapanpun kamu butuh bantuan ku, jika aku bisa pasti akan ku bantu jangan sungkan ya " Stella memang tulus membantu Sri
Karena Sri begitu mengingat kan dirinya ketika SMA dulu culun dan kuno, langganan bullying sebelum ada Ara cs datang dia tidak akan menjadi sekuat ini.
Sri pamit lebih dulu meninggalkan Stella. Sedangkan dirinya masih menunggu taksi.
" Ngapain disini ?" Tanya Bagas yang tiba-tiba muncul di samping nya berdiri
" Kak Bagas, sejak kapan disini ?''
Bagas tersenyum aneh " kamu itu kalau di tanya selalu balik bertanya !" Ucap Bagas di balik senyum aneh nya
" Lagi nunggu taksi kak " ucapnya
" Naik..! Aku antar kamu pulang "
Menoleh menatap Bagas
" Kenapa ?" Bagas yang bingung mendapatkan tatapan aneh Stella
Stella tak menjawab langsung berjalan menuju mobil bagas, dan naik.
" Kenapa seminggu ini aku telpon gak di angkat. " pertanyaan Bagas sedikit cuek namun penuh selidik
" Gimana aku mau ngangkat.. setiap mau di angkat telpon nya udah keburu mati ?'' jawab nya polos
" Harusnya kamu telfon balik dong "
" Aku sibuk kak .." jawab Stella sambil bermain ponsel
__ADS_1
" Sibuk boncengan sama Steven ?" Tanyanya yang seketika membuat Stella berhenti memainkan ponsel canggihnya.
" Kenapa diam ?"
" Kakak kenal Steven ?"
" Jawab Stella !"
" Kita cuma kebetulan ketemu, trus dia anterin aku pulang !" Ucap Stella mencoba menjelaskan, kembali bermain ponsel
" Kebetulan jemput juga ?"
" Kakak cemburu .. " ucap Stella masih fokus bermain ponsel
Bagas menoleh " asyik banget nonton film nya "
" Iya mau nonton juga..! "
Tak ada lagi jawaban Bagas terdiam
Sampai film yang di tonton Stella selesai, Stella kembali berbicara
" Kakak tadi cemburu sama Steven ?"
Mengulang pertanyaan yang belum sempat di jawab Bagas
" Iya " jawabnya
Stella menyimpan ponsel dan terus menatap Bagas, jantungnya kembali berdetak lebih dari 2x lipat.
" Mau turun apa mau terus menatap ku ?" Ucap Bagas mengagetkan dirinya
Stella menoleh ke samping ternyata mereka beneran sudah sampai.
" Besok nggak usah jemput Stella kak, aku mau bawa mobil aja " ucapnya mewanti Bagas
" Nggak ada yang mau jemput kamu, bilang aja sama pacar brandal kamu itu.!" Menutup kaca mobil dan langsung pergi
" Ih orang aneh.. kalau suka itu di nyatakan.. ! Bukan malah cemburu nggak jelas gitu.! Omelnya sendiri lalu masuk kerumah
Sampai di dalam kamar dia kepikiran dengan Angga, dia berniat untuk menghubungi kakaknya tapi malas rasanya.
Stella pun memutuskan tidur dan akan menghubungi Ara saja nantinya, dia ingin menceritakan suasana hatinya.
Sebelum tidur sudah menjadi kebiasaan untuk bermain ponsel, membuka aplikasi WhatsApp ternya banyak sekali pesan masuk.
📩 : Udah nyampe rumah, aku cari kamu tidak ada di kampus..!" Dari Steven dan langsung di balas oleh Stella
" Baru aja sampai " balasnya
Dengan cepat Steven kembali menjawab " besok aku jemput.. berangkat jam berapa kamu ? "
" Aku besok ada jadwal siang.. aku pake mobil sendiri aja stev.. makasih buat tumpangannya " balas nya lagi
" Oke .. malam ini ada acara ?" Balas Steven lagi
" Kenapa ?"
" Aku mau mengajakmu pergi ke pesta ulang tahun teman ku ..!! Apa kau bisa.?"
Stella bingung ingin menjawab apa, jika dia mau, dia tidak ingin rasa cintanya kembali tumbuh untuk Steven. Tapi kalau dia mau mungkin orang akan menganggap dia wanita gampangan.
Karena tak ada jawaban Steven menelpon, namun Stella tak mengangkat, dia masih bingung akan jawaban yang di berikan untuk Steven.
" Kalau kamu nggak bisa nggak apa-apa.. !" Pesan dari Steven yang sudah di buka dan di baca stella
" Maaf ya stev aku ada acara malam ini " bohongnya
__ADS_1
" Oke tak masalah..! Mungkin lain kali " jawab Steven lagi
Pesan pun berakhir, Stella benar-benar bingung dengan dua pria yang sedang dekat dengan nya ini.