Musuh Kesayangan

Musuh Kesayangan
Bab 8


__ADS_3

Angga mengantarkan Ara ke kamar nya, dan lagi-lagi petir bersuara kali ini suara nya sangat kencang. Ara semakin takut, dia takut jika nanti akan terjadi mati lampu seperti saat itu.


" Temenin gue bang, lu tidur sini ya ! Gue beneran takut.! " Ucapnya memohon


Angga diam tak menjawab permintaan Ara, dia khawatir dengan gadis ini tapi dia takut jika tidak bisa mengontrol jiwa lelaki nya, apalagi jika dia mengingat kejadian yang hampir dilakukan nya.


" Bang !" Panggil Ara lagi


Dia tak tega melihat wajah Ara yang ketakutan jadi mau nggak mau dia mau tidur satu kamar dengan Ara.


Dia mengangguk dan mereka pun masuk.


" Gue tidur di kursi !" Ara mengangguk


Beberapa jam berlalu Ara mulai tertidur dengan lelapnya nya. Namun berbeda dengan Angga dia sama sekali tidak tidur sampai pukul 02:00 dini hari dia masih terjaga.


Sesekali dia memandang wajah cantik istrinya, dan setiap kali dia memandangi wajah Ara saat itulah dia tidak bisa memejamkan mata, karena bayangan Ara selalu membayangi matanya.


Tepat pukul 02:15 dia baru bisa tertidur


Di sofa panjang yang berada di kamar Ara.


Malam berjalan begitu saja, tak ada mati lampu, hujan telah reda petir pun tak lagi bersuara.


Dua pasang insan telah terbangun. Kali ini Ara lebih dulu bangun, dia melihat sekeliling nya ternyata Angga masih terlelap di sofa panjang itu.


Ara berniat untuk membuat kan sarapan untuk Angga sebagai ucapan terimakasih, karena telah mengantarkan nya ke tempat dokter Maya, juga untuk berterimakasih karena sudah menemaninya semalaman.


Selesai membersihkan diri dia langsung menuju dapur membuat kan sarapan seadanya untuk Angga.


Karena kemampuan memasak nya sangat minim, jadi dia hanya memasak seadanya.


.


Angga terbangun menatap sekeliling nya mencari keberadaan Ara.


Karena tidak menemukan dimana Ara dia keluar untuk mencari nya.


Dan ternyata gadis itu sedang berada di dapur memasak nasi goreng daging.


" Masak apa ?" Menyandarkan dirinya di almari dapur


" Nasi goreng daging!''


" Mau gue bantu nggak ?''


" Udah selesai, ayo makan !" Ajak Ara yang berjalan lebih dulu.


Mereka duduk berhadapan menikmati makanan yang ada didepan nya, semuanya saling diam sampai makanan habis.


" Kita berangkat jam berapa bang ? "


" Habis gue mandi ! " Ucap Angga cuek

__ADS_1


" Siap Abang " balas Ara cengengesan


" Jangan panggil gue Abang !! Gue risih dengernya " berjalan ke kamar nya sendiri.


" Siap sayang " ucap Ara sedikit berteriak


Dengan berjalan Angga tersenyum mendengar penuturan Ara. Entah mengapa dia merasa senang jika Ara memanggil nya dengan sebutan sayang.


Begitu pun dengan Ara dia juga senang karena hari ini akan pulang, dan bertemu dengan bunda dan ayahnya.


Dia menyiapkan keperluan untuk disana padahal cuma 2 hari tapi dia sudah terlihat heboh.


.


10 menit Angga turun menghampiri Ara yang sudah didepan, menunggunya sedari tadi.


" Lama banget si !" Tegur nya sambil memanyunkan bibirnya


" Nggak usah gitu ntar kalau gue khilaf gimana !" Ucap Angga yang spontan membuat Ara malu, pipinya memerah sudah seperti kepiting rebus saja.


Angga menyalakan klakson agar Ara segera masuk.


Sampai di dalam mobil Ara malah menggoda suaminya " khilaf juga gak apa-apa kok " sambil memanyunkan bibirnya menatap Angga


" Jangan ngarep !!" Angga tak sekalipun memandang Ara, dia melajukan mobilnya menuju jalan raya.


" Ke rumah kakek dulu ya, gue mau ajak Lina sama Nanda !"


"Anak asuh gue, cerita nya panjang !"


Angga mengangguk dan langsung belok ke arah jalan rumah kakek.


.


Sampai di rumah kakek Ara langsung masuk tanpa mengetuk pintu.


" Kebiasaan masuk nggak ngucap salam " ucap kakek


" Assalamualaikum. Selamat pagi kakek ku sayang!" Cipika-cipiki pada kakek. Angga ikut menyalami kakek dan duduk di samping kakek


" Lina sama Nanda mana kek ? " Ucap Ara lagi


" Di kamar !"


" Ok " ucap Ara berlalu meninggalkan kakek dan Angga


Angga dan kakek pun saling mengobrol membicarakan seputar bisnis mereka, kakek terlihat sangat senang karena selalu nyambung jika mengobrol dengan Angga.


" Asik banget ngobrol nya. Ngomongin apaan si ?" Ucap Ara yang tiba-tiba muncul


" Kamu mah gak akan paham obrolan kita !! tapi kakek berharap kamu tertarik nantinya." Ucap kakek tulus menatap Ara


" Kalau gitu kita berangkat dulu ya kek, jaga kesehatan ya kek !!" Ucap Angga menyalami kakek

__ADS_1


" Kita jalan dulu kek " Ara memeluk tubuh kakek dan di ikuti Lina dan Nanda


" Hati-hati kalian ya..!!"


.


Di dalam mobil Ara dan dua anak asuhnya saling mengobrol, sedang Angga hanya fokus menyetir.


Sebenarnya Angga sangatlah penasaran dengan kedua anak ini, tak tau kenapa sejak pertemuan nya tadi dia merasa tidak asing dengan dua wajah bocah ini.


" Kak. apa benar nggak papa jika kita ikut ?" Ucap Lina, dia takut jika kehadiran nya akan di tolak di keluarga besar Ara


" Tenang aja sayang, bunda sama ayah itu orangnya baik ! Pasti mereka seneng kalau ada kalian disana. !" Tutur Ara menenangkan mereka


'' tapi Nanda takut kak "


" Kenapa takut ? Kita akan bersenang-senang disana jadi nggak perlu takut. Iya kan kak Angga "


Angga hanya mengangguk dan tersenyum menatap Ara


Perjalanan yang cukup lama yang hampir memakan waktu 6 jam akhir nya telah dilewati Angga dengan selamat.


Mereka sudah sampai di kota Magelang


Ara langsung turun menyalami kedua tangan orang tuanya lalu memeluk rindu kepada ayah dan sang bunda.


"Sayang kesini kok nggak ngasih kabar dulu" ucap bunda dengan masih memeluk ara


"Anakmu Iki memang kebiasaan. Nek muleh ora ono kabar" ucap ayah mengelus kepala Ara.


" Ndi mantu ku " celingukan mencari Angga.


Angga baru keluar dari dalam mobil dan membawa barang bawaan Ara.


Lina dan Nanda hanya mengekor di belakang Angga karena mereka tidak berani melihat wajah ayah yang terlihat galak itu.


"Iku seng nang buri anake sopo ga ?" Ayah terus menatap kedua bocah yang sudah ketakutan itu.


" Ah iya Ara lupa.. ini anak asuh Ara Bun, yah. Namanya Lina sama Nanda!" Ayah dan bunda saling menatap heran


"Ah nama nya ayu cocok kanggo bocah ayu " ucap bunda mendekat kan diri ke arah nanda dan Lina


"Bun kita gak di suruh masuk ini !!" Rajuk Ara


"Ah Iyo lali, Lina Nanda ayo masok!" Ajak bunda menggandeng kedua tangan Lina dan Nanda.


Mereka langsung istirahat di tempat nya masing-masing, karena kedatangan mereka malam hari


Ara telah kembali ke kamar yang selalu di rindukan. kamar penuh kenangan dimana dulu dia sering tidur di temani oleh sang bunda.


di kamar ini juga, saksi dimana Ara mulai mengenal yang namanya cinta pertama yang pernah hadir di masa SMP.


tapi sayangnya cinta itu bertepuk sebelah tangan Karena hanya Ara yang merasakannya sendiri, tapi itu tak menjadi masalah.

__ADS_1


__ADS_2