
Bagas tak bertanya soal stella yang duduk di belakang, dia hanya memandang dari spion kaca yang berada di depan nya.
Mereka saling tatap dari kaca itu, stella paham akan maksud tatapan Bagas, dia hanya diam dan mengalihkan pandangannya.
Selama perjalanan tak ada sepatah kata yang terucap dari masing-masing mereka.
" Kak berhenti di sini aja ya..! Ini udah nyampe kok tinggal jalan aja !'' ucap Sri
Bagas pun menurunkan Sri di pinggir jalan " makasih ya kak, stella duluan ya !" Pamit Sri lagi
Mobil kembali berjalan, stella masih duduk di belakang kemudi, tak ada kata yang terucap.
" Terimakasih kak udah jemput stella !" Ucapnya saat turun dari mobil bagas
" Besok aku jemput !''
belum sempat menjawab, Bagas sudah pergi meninggalkan halaman rumah stella.
" Kenapa nggak di suruh mampir stel !" Ucap mamah ana yang sudah berdiri di belakang stella
" Mamah ngagetin aja deh..!"
" Kamu pacaran sama Bagas ?" Tanya ana tanpa basa-basi
" Belum mah !'' berjalan meninggalkan ana yang mulai mencerna kata-kata sang putri
" Akan dong berarti " ucap ana sendiri masih berdiri di halaman depan rumah
Sedangkan stella sudah berada di dalam rumah
" Baru pulang ?" sapa Angga yang baru kembali dari arah dapur.
" Kakak disini ?" Angga mengangguk
" Ara mana ?" Tanyanya lagi
" Jangan di ganggu dia baru tidur kasian !!" Stella mengangguk mengerti lalu berjalan masuk menuju kamarnya sendiri
Direbahkan tubuh lelah yang seharian beraktivitas. Mulai berfikir tentang kehidupan percintaan nya yang begitu rumit.
.
Hari sudah mulai malam dan Ara masih betah berada di mimpi indah nya.
Sejak tadi Ara yang susah sekali di bangunkan membuat Angga malas untuk membangunkan nya lagi.
Dia ikut merebahkan tubuh di samping sang istri sebelum jam makan malam tiba.
Sambil rebahan di amati wajah mulus tanpa jerawat.
" Cantik " ucapnya masih memandang wajah itu.
Mencium bibir yang masih terlelap, membuat sang empunya terbangun.
" Aga... Masih ngantuk " Ara masih menggeliat kan tubuhnya berpindah posisi.
" Sayang ini udah malam, kamu belum mandi, bangun mandi dulu gih !!" Tutur lembut nya mampu membuat Ara terbangun.
" Masasih ga udah malam..!" Melihat jam dan waktu menunjukkan pukul 8 malam
__ADS_1
" Kenapa nggak bangunin aku ga.. !!'' bergegas bangun berlari ke kamar mandi
" Orang udah di bangunin masih nggak bangun juga.. dasar!!" Ucap Angga
" Aku tunggu di luar " ucapnya lagi berjalan keluar
Selesai mandi Ara segera bersiap untuk keluar
.
Selesai makan semua berkumpul di ruang keluarga
Hanya Angga dan Kusuma yang tidak ada disana, mereka sedang membicarakan bisnis, di ruang kerja papah Kusuma.
" Kuliah kamu gimana Stella ?'' ucap Ara sambil mengupas buah apel
" Lancar Ar.. kemarin aku udah pengajuan judul skripsi !!"
'' trus gimana ?"
" Acc dong !!" Ara dan ana memberikan selamat
" Terus hubungan Lo sama kak Bagas gimana?" Ucapan Ara membuat ana jadi fokus ke Ara, begitupun dengan stella seketika menatap tajam.
" Oops" menatap stella dan melirik ana
" Kenapa diam ayo ceritakan, mamah pengen denger!" Ara dan Stella saling pandang
" Ara kamu nggak mau ngomong sama mamah atau kamu mau sesuatu dari mamah sayang !!" Kata ancaman mulai keluar dari mulut ana
Ara bingung antara ingin menjelaskan atau menerima permintaan mamah
'' maaf stella..!! " Ucapnya sebelum bercerita
" Jadi gini mah Stella di tembak dua orang sekaligus dalam waktu bersamaan dan lebih parahnya mereka kakak beradik mah !" Lemesnya
" Maksud kamu Bagas dan Steven ?" Ana merasa kaget juga senang karena dia tidak harus repot-repot menjodohkan anaknya dengan putra sahabat nya ini.
" Lemes banget si kamu Ar..!" Mencubit lengan Ara pelan..
" Maaf " nyengir kuda
" Terus kamu mau pilih yang mana ?" Tanya ana lagi
'' lah itu masalah nya mah..! Stella bingung antara Bagas dan Steven sama- sama menarik !" Ucap Ara yang mulai mengejek
" Kalau mamah si sarankan Bagas aja Ar .. udah mapan kan " ana mengedipkan matanya ke ara lalu mereka saling tersenyum
" Kalau papah si terserah kamu sayang, mau Bagas, atau steven yang penting kamu bahagia " Kusuma memeluk Stella dari samping
" Tapi Stella belum siap kalau harus segera nikah pah !!" Ucapnya memelas
" Itu nggak masalah buat papah sayang..! Yang jadi masalah papah sekarang ini, kapan kakak mu akan memberi papah seorang cucu !'' melirik Ara dan Angga
Mendengar ucapan papah mertua, Ara jadi kaget dan batuk-batuk karena tersedak buah apel yang sedang di makannya
Dengan cekatan Angga langsung mengambil kan minum an untuk istrinya.
" Gapapa kan sayang ? " ucap ana khawatir
__ADS_1
" Gapapa kok mah ..!''
Melihat batuk nya Ara mulai mereda, giliran ana yang meminta cucu dari Ara dan Angga.
" Kalau Angga sih udah siap dari kapan tahun mb, tapi kalau dia nih, Angga sentuh aja banyak alasan !"
Seketika wajah Ara memerah malu karena Angga yang terus mengoceh
" Auw.. sakit yank ! Kenapa di cubit si orang bener yang aku bilang " cubitan sekali lagi bertengger di lengan gagah milik Angga.
Semua orang tertawa menyaksikan tingkah lucu mereka
" Malu Ar.. merah gitu hahaha !" Ejek Stella
" Mamah sih maunya cucu perempuan !" " cowok aja mah pasti lucu " jawab Kusuma
" Kalau bisa dua-duanya kenapa kalian para orang tua harus ribut !" Tutur Stella
" Setuju ..!" Jawab Angga antusias
Yang lagi-lagi mendapatkan pukulan dari Ara.
" Sayang kenapa alih profesi dadakan gini sih ?" Protes Angga
" Maksud kamu ?" Tanya Ara yang tidak paham dengan maksud pak suami
" Lihat sekarang kamu sudah menjadi petinju nasional " semua orang tertawa kecuali Ara, Ara semakin malu karena ucapan Angga
" Yaudah pah.. mah !! Kita mau proses cucu dulu ya " mengangkat tubuh Ara ala bridal style
Ara yang mendapat gerakan mendadak hanya bisa pasrah tubuhnya di angkat oleh Angga.
Sesekali memberontak meminta untuk di turunkan tapi percuma tubuh Angga terlalu kuat.
.
Stella juga pergi mengangkat telpon dari ponsel nya.
📞 "Hallo " ucapnya
" Hay, kamu lagi ngapain ?" Ucap orang yang tidak di kenal dari sebrang sana
" Bagas..!!" Stella diam
" Kenapa diam .. ini nomor baru ku, ponsel ku hilang karena di minta preman tadi.!! "
" Kakak ke jambretan ? Kok bisa ? Tapi kakak gapapa kan ? Atau ada yang luka ?" Stella panik
Dari balik panggilan Bagas tersenyum, dia senang Stella menghawatirkan dirinya.
" Aku baik-baik aja !!" Masih tersenyum
" Syukur lah .. lain kali berhati-hati lah kak! Memang sekarang lagi marak penjambretan dimana-mana!" Ucapnya menasehati
" Kamu khawatir ?" Stella kembali diam dia baru sadar jika sedari tadi dia panik tidak jelas mendengar kabar Bagas di jambret.
" Stella ..!!" Panggil Bagas lagi
" Kak nanti aku telpon lagi ya.. mamah manggil kayanya !" Ucap nya beralasan karena jika di teruskan dia akan semakin malu.
__ADS_1
Telpon dimatikan dan Stella bersandar di sandaran kasur kamarnya, masih memikirkan tingkah yang memalukan baru saja dia buat.