Musuh Kesayangan

Musuh Kesayangan
Bab 35


__ADS_3

Malam telah berganti pagi, Ara sudah terbangun lebih dulu duduk sendiri di teras depan rumah.


Melihat para warga berjalan melewati jalan besar yang berada tepat disamping rumah Ara.


"Eh ndok Ara neng omah tah.. !!"


"Kapan balik mrene ??" Tanya ibu satunya yang membawa Dunak (wadah besar yang dibuat untuk menaruh nasi lauk dll saat akan ke sawah)


"Ndek Dalu bude"


"Karo bojomu ndok" ucap lelaki yang membawa cangkul


"Nggeh pakde kaleh ibu mertua juga hehehe" sambung Ara cengengesan


"Oalah iyo-iyo, wes tak mlaku yo ndok!"


"Inggeh Bude monggo, niki arep reng sawah tah ?"


"Iyo ndok mumpung iseh isok!!"


"Ouh nggeh"


Mereka pun berpamitan untuk pergi melanjutkan aktivitas nya kembali.


Sedangkan Ara masih duduk tapi kali ini di temani Nanda dan Steffi, yang sudah duduk dibangku panjang dan lebar depan rumah Ara.


Usai berpamitan dengan para ibu-ibu dan bapak-bapak, Ara menoleh ketempat semula ia duduk.


Dan "ngagetin aja si kalian ??"


Nanda hanya nyengir melihat Ara


Sedangkan Steffi masih dengan mode ngantuk, mengucek mata sebelah memaksanya untuk bangun.


"Ibu-ibu tadi kemana kak ? Dan yang mereka gendong tadi apa ya ?"


"Mereka mau kesawah..!!''


"Pagi-pagi begini ?" Intan ikut keluar menyusul mereka


"Iya.. disawah enak tau seru seger" ucap Ara kembali duduk


"Masak becek yang ada jijik ih" ucap intan lagi dengan logat kota


"Iya seru tau kak, dulu pas aku kecil suka main disawah. Iya kan mbak Nanda" Nanda mengangguk menanggapi ucapan Lina


"Berisik" Steffi berdiri mengikuti ibu-ibu yang baru berjalan di depan nya


" Mau kemana ?" Tanya semuanya bersamaan


" Sawah !!" Tanpa menoleh kebelakang lagi


Semua saling menatap aneh lalu kembali menatap Steffi yang sudah berjalan di samping ibu-ibu sambil sesekali berbincang.


" Kalian liatin apaan sih ?" Stella datang dengan wajah bingung nya karena melihat para temannya sedang diam mematung menatap jalanan.


Semua menoleh sekilas melihat Stella lalu mengarahkan telunjuknya ke arah Steffi yang masih asyik mengobrol dengan ibu-ibu.


" Yaudah kalian ngapain bengong ya ayo ikut !!" Stella berjalan lebih dulu menyusul Steffi yang sudah lumayan agak jauh.


Baru Ara dan yang lain ikut berlari mengejar mereka.

__ADS_1


"Eneng-neng ayu arep melu.. sawah Iki rusuh loh.." ucap salah satu ibu-ibu


"Artinya apa Ar ?" Tanya intan


"Artinya apa kalian beneran mau ikut ? Sawah itu kotor jijik kata Lo !!'' sewot Steffi


Ara diam karena yang di ucapkan Steffi memang benar kalau itu artinya


" Sejak kapan Lo bisa bahasa Jawa ?" Karena menurut intan tidak mungkin jika Steffi mahir mengucap bahasa Jawa karena sejam bergaul dengan ibu-ibu sini.


Steffi tidak menjawab dan malah melengos menghadap arah lain.


" Ndok Iki wes tutok mudune ati-ati yo lunyu !!" Ucap ibu yang agak tua pantas dipanggil Mbah


"Apa katanya ??" Semua menunggu jawaban Ara


"Hati-hati licin !!" Steffi kembali menjawab, semua mengangguk paham


Turun kesawah dengan dibantu ibu-ibu disana, satu persatu semua nya sudah turun ke tanah.


Steffi senang bisa kembali merasakan dinginnya tanah sawah yang di penuhi air.


"Kotor banget njir !!" Ucap intan yang masih berdiri di ambang jalanan sawah, yang sempit yang biasa di namakan galengan kalau bahasa Jawa.


"Kemayu !!" Ucap Steffi sewot, namun intan tak menghiraukan karena tak paham dengan apa yang Steffi ucapkan.


Hanya Ara, Nanda dan Lina yang tertawa.


"Mbak Ara Aku disini aja ya.. " ucap Linda di atas menyiapkan nasi untuk sarapan ibu-ibu yang berada di sawah


Ara menjawab dengan acungan jempol.


Intan yang melihat itu, Ikut kembali naik menyusul Linda dan ibu-ibu.


" Seru juga ya Ar " ucap Stella


" Ya memang begini kalau orang desa mbak !!" Ucap yaro anak muda dari salah satu ibu disana yang ikut membantu bercocok di sawah


" Kamu bisa bahasa Indonesia ??" Tanya Stella kaget karena sedari tadi gadis itu diam


Gadis itu kembali diam dan tersenyum menatap Stella


Steffi sudah asyik bercocok tanam sebagian tubuhnya sudah kotor terkena lumpur sawah.


Intan mulai asyik dengan kegiatan membantu nya.


Semua wanita senang menikmati kegiatan pagi nya, sedangkan yang di rumah lagi bingung mencari keberadaan para perempuan.


"Bun liat Ara nggak ?"


"Nggak tu ga !" Esih sedang memasak makanan untuk jamuan nanti malam


Bersama dengan ana besannya


"Kamu itu suaminya bagaimana mungkin tidak tau istrinya kemana ??" "Ya aku bangun dia udah nggak ada mah !!" Ucap Angga masih berdiri di samping mamah dan ibu mertua


Tiba-tiba Bagas muncul di belakang aga dengan tergopoh-gopoh.


" Mamah .. Stella kok nggak ada kemana ya ?" Ucapnya bertanya kepada ana, calon ibu mertua


" Ini lagi, kalian itu gimana si jaga satu wanita aja gak pecus.. mana mamah tau mereka dimana mamah juga baru bangun iya kan sih ..! "

__ADS_1


Esih mengangguk dan tersenyum menatap dua lelaki gagah tapi rapuh saat sang wanita tidak ada


" Bunda jangan senyum aja .. Ara kemana ??"


" Bunda nggak tau Angga " kembali memotong bawang


Giliran Dika dan Andi yang datang pertanyaan mereka pun sama, masih seputar kaum wanita.


Andi adalah tunangan Linda asisten pribadi Ara.


Dika bukan menanyakan keberadaan Steffi maupun intan dia malah menanyakan dimana Nanda berada, sungguh Dika memang tidak bisa tenang kalau melihat gadis cantik berkeliaran bebas di depan matanya.


Hanya Steven yang berdiri tenang di ambang pintu, menyaksikan para teman nya mencari wanita nya masing-masing.


"Sudah sana pergi ah ngapain disini Mulu, ganggu tau nggak !!" Bentak ana


Angga dan yang lain pun keluar tapi dika masih disana "kenapa ?" Ucap ana


"Mau ini Tante !!'' mencomot satu gorengan yang sudah selesai di goreng.


Semua yang di dapur menggeleng lucu menyaksikan tingkah Dika.


"Ngapain kalian berdiri disana ayo sini bantuin !!" Ucap Budi dan Kusuma yang sedang membuat bangku panjang untuk acara nanti malam


"Ini buat apa yah..!!" Ucap Angga yang penasaran


" Iki bangku kanggo mengko bengi !!"


" Kenapa nggak di dalam aja sih yah kan luas ruang tamu kita " ucap Angga lagi


" Bantah Mulu dari tadi ya..!" Kusuma ikut berkomentar


" Itu saran papah ..! "


" Emang suka berisik pah, tapi nggak bisa kerja " Bagas menimpali omongan calon mertua


" bacot Lo " saut Angga


" Dasar badan aja yang gagah masalah gini aja pake di rumpiin udah kaya ibu-ibu aja !!" Sindir Steven


Angga dan Bagas saling pandang lalu berjalan mendekati Steven.


" Lo kalah saing bos !!" Ucap Angga


" Slebew !!" Sambung Bagas


" Apaan sih kalian norak tau gak sih !" Sewot Steven


" Kamu nanya kamu bertanya-tanya?" Sambung Dika


Dan yang lain pun tertawa selain Steven


Waktu menunjukkan pukul 09:00 pagi


Andi melihat segerombolan ibu-ibu, dan para wanita yang sedang mereka cari berjalan berdampingan.


Andi segera memanggil yang lain, untuk melihat apa yang sedang dilihatnya.


Angga, Bagas, Dika terkecuali Steven berjalan mendekati Andi untuk melihat ada apa sehingga mereka dipanggil.


"Ouh ternyata mereka asyik bermain sedangkan kita kelimpungan mencari keberadaan nya !" Ucap Angga tak terima

__ADS_1


Dengan berdiri tegak tangan menyilang di dada menambah kesan gagah pada diri Angga saat ini.


"Seperti nya begitu ga mereka melupakan kita.. karena lumpur kotor yang menempel di badannya itu !!" Sambung Bagas yang mendaratkan satu tangan nya dilengan Angga dan satu tangan nya lagi berkacak pinggang


__ADS_2