Musuh Kesayangan

Musuh Kesayangan
Bab 25


__ADS_3

Angga tersenyum melihat tingkah Ara, yang semakin hari, semakin menggemaskan menurutnya.


Dia mulai bangun, dan mulai menyiapkan sarapan untuk Ara dan dirinya.


Setelah sarapan siap Angga mandi di kamar mandi sebelah, bersiap lalu kembali ke Meja makan untuk menunggu Ara.


Tapi ternyata salah dugaannya, Ara sudah siap menunggunya untuk sarapan.


" Cerita dong selama di Kanada ?" Ucapnya antusias


" Nggak ada yang menarik !!" Mulai menyiapkan makanan


" Masak..?" Ucap Ara tak percaya


" Selama disana.. aku cuma kepikiran kamu dan pengen cepet-cepet pulang..!!" Menyuap kan makanan ke mulut Ara.


" Beneran ..!!" Sedikit senang, namun masih menunjukkan ekspresi biasa saja.


'' iya sayang.. ! Makan lah yang banyak biar gemuk.. karena saat itu aku akan menagih hak ku !!"


Ucapan nya seketika membuat Ara batuk, bulu kuduk nya pun ikut berdiri membayangkan nya.


Sedangkan Angga, dengan santainya masih menyuap kan nasi ke mulut nya sendiri.


" Aku berangkat sekarang ya.. udah telat .. hari ini bakal ada klien besar !'' pamitnya berbohong


Ara segera berdiri dan berlalu begitu saja, Angga tersenyum puas melihat wajah memerah karena malu dari Ara.


Sampai di dalam mobil Ara masih kepikiran ucapan Angga, kata-kata itu seakan tak ingin pergi dari pikirannya.


" Sungguh memalukan !!'' ucapnya sendiri, sambil terus memukul setir


" Katanya udah telat..!" Ucap Angga tiba-tiba dari pintu mobil, yang sepenuhnya belum tertutup.


Ara menoleh, dan betapa malunya dia melihat Angga berdiri disampingnya.


Ara segera menyalakan mobil dan berangkat.


Disana Angga kembali tersenyum puas.


.


Rumah kakek Ara


Nanda dan Lina sudah bersiap untuk sekolah, karena kakek masih di Magelang, jadi mereka tak perlu menunggu siapapun untuk sarapan.


Mereka berangkat sekolah di antar oleh supir.


Nanda sudah duduk di bangku SMA, jadi dia lebih suka mengalah kepada Lina.


Kadang dia harus berangkat naik taksi, karena supir mengantar kan Lina yang harus berangkat lebih pagi.


Hari ini Nanda berangkat bersama dengan Lina, setelah mengantar kan Lina baru supir akan mengantarkan Nanda ke sekolah nya.


Seperti biasa perjalanan Jakarta memang selalu macet, apalagi di jam kerja seperti ini, pasti sangat padat penduduk.

__ADS_1


" Non mungkin kita akan sedikit telat sampai di sekolah !!" Ucap pak sopir


" Nggak apa-apa pak, lagian ini kan hari Jum'at, jadwalnya cuma bersih-bersih lingkungan kok, jadi sedikit bebas.!" Ucapnya.


Di tengah perjalanan yang macet dan membosankan, dia berhenti bermain ponsel, mulai menatap sekeliling yang penuh dengan mobil dan motor.


Tak sengaja sepasang matanya, menatap bayangan yang sepertinya dia kenal.


" Mamah ..!" Ucapnya pelan, sehingga supir pun tak mendengar.


Baru saja dia akan turun, untuk memastikan, mobil kembali berjalan.


Di urungkan niatnya untuk mendekati orang itu, karena taksi yang wanita itu tumpangi, juga sudah berjalan tepat di depan mobil nya.


Jalanan kembali lega, dan Nanda masih memikirkan wanita yang mirip dengan mamahnya itu, tanpa sadar dirinya sudah sampai di depan gerbang sekolah.


" Nona kita sudah sampai..'' ucap pak supir yang membuat nya kaget.


'' ah.. iya pak " dia mulai merapikan tasnya


'' maaf non.. apa ada sesuatu yang sedang anda pikirkan ..?" Tanya pak supir,


Nanda hanya tersenyum lalu turu dari mobil.


.


'' mamah ..'' panggil Angga dan langsung duduk di sofa tamu.


" Kamu sudah pulang ?" Ucap ana memeluk


'' hmm .. itu oleh-oleh buat mamah, papah dan Stella. !! Yaudah Angga langsung berangkat. Assalamualaikum!!" Ucapnya tanpa menunggu jawaban dari ana.


" Ada urusan apa kesini ?'' ucapnya


'' hmm. Gue mau ketemu Stella "


Mereka saling tatap, saling diam.


'' gue nggak mau ngomong banyak, gue cuma mau bilang .. kalau Lo beneran sayang sama Stella, perjuangkan dia dan satu hal, jangan pernah berani membuat nya terluka..!" Menepuk punggung samping Bagas dan pergi.


Seakan angin segar, Bagas sudah mengantongi restu dari Angga, dan bakal mudah untuk mendapatkan hati Stella.


Ternyata Stella mendengar semua ucapan Angga, dia berdiri di ambang pintu menyaksikan semuanya.


" Berangkat sekarang!" Ucap Bagas yang ingin mengajak Stella jalan-jalan


Stella mengangguk


Bagas mencoba mencairkan suasana dengan memutar kan lagu romantis, karena dia tak pandai jika sekedar mengobrol.


" Kak .. apa kakak serius dengan ucapan kakak saat itu..!!" Ucap Stella tiba-tiba


" Ucapan yang mana !" Masih fokus menyetir


'' yang itu..!!'' Ucap Stella mencoba mengingat kan tapi sepertinya percuma, Bagas tak mengingatnya

__ADS_1


'' yang mana ? "


" Udah lah lupain aja '' kata Stella sedikit kecewa


" Sebenarnya dia itu beneran suka nggak sih sama aku ??" Katanya dalam hati, sambil terus memandang pemandangan luar.


" Aku serius stella, aku mencintaimu kamu, aku ingin menjadi pendamping hidup mu untuk saat ini dan seterusnya ..!" Ucap Bagas mengulangi kata-kata nya saat itu.


Stella menoleh menatap lekat wajah serius Bagas.


Bagas pun menghentikan mobilnya di tepi jalan yang tidak terlalu ramai.


" Kenapa berhenti kak ?" Tanya nya mulai panik, karena jalanan yang sepi.


'' aku cuma mau memastikan jawaban kamu Stella !!'' ucapnya mulai serius


Stella kembali melihat wajah serius Bagas " aku menerima mu kak !!"


Jawaban Stella seketika membuat Bagas tersenyum lebar, menampakkan deretan gigi putih.


" terimakasih !!" Ucapnya memeluk tubuh Stella senang


Stella yang baru pertama kali merasakan pelukan pria lain, merasakan ada aliran listrik yang menjalar di tubuhnya.


Biasanya dia hanya di peluk oleh sang papah, atau pun Angga kakak nya.


Dia merasakan aneh dalam tubuhnya, sekaligus senang, deg-deg an campur menjadi satu rasanya.


'' aku tidak ingin menawarkan janji kepada mu Stella, tapi aku akan berusaha untuk membuat mu selalu bahagia dan merasa beruntung memiliki aku..!!" Mencium kening Stella


Lagi-lagi sengatan listrik semakin menjalar kencang di tubuhnya.


" Kenapa kamu hanya diam.. apa kamu terpaksa menerima ku ?" Ucap Bagas yang bingung, dengan sikap aneh Stella.


" Bukan begitu kak, aku hanya merasa ada aliran listrik di sini !" Memegangi dada, yang semakin berdetak lebih kencang.


Bagas tertawa, melihat tingkah lucu sang kekasih barunya.


Mengelus puncak kepala, lalu kembali menyala kan mobil dan berangkat.


Hari ini mereka berjalan-jalan di pusat berbelanja an.


Sepanjang perjalanan Bagas terus memegangi tangan Stella, tanpa mau melepaskan sedetik pun, seakan dirinya takut untuk kehilangan gadis itu.


" Kak emang mau pegangan sampai kapan.. ? Malu tau di lihat banyak orang !" Berbisik di telinga Bagas


" Kenapa harus malu sayang .. ? Ini wajar, kita kekasih !" Mencoba mengingat kan status baru mereka.


Wajah Stella memerah, mendengar penuturan dadakan dari Bagas.


" Ih.. sejak kapan es kutup jadi mencair gini ?" Ucapnya pelan, tapi masih di dengar oleh Bagas.


" Sejak ada api yang sering berlalu lalang disini !!''


Menggerakkan tangan Stella berpindah di dadanya.

__ADS_1


Dan Ara merasakan detak jantung, yang sama cepat dengan miliknya.


Mereka saling pandang, dan Stella lagi-lagi memerah pipinya.


__ADS_2