Musuh Kesayangan

Musuh Kesayangan
Bab 43


__ADS_3

Tempat terakhir yang mereka kunjungi sekarang adalah tempat kereta dorong untuk bayi


Stella berlari mendekati kereta dorong yang sedang di promosikan


"Wooow canggih ya mbak, dia bisa tau lokasi anak kita !!"


"Perlu ya seperti itu.. kita kan bisa menjaga 24 jam untuk apa alat seperti itu!!" Tidak tertarik


Ara berjalan menyingkir dari kerumunan orang, sampai dia berhenti " ini baru bagus !!" Membawa nya ke kasir untuk membayar kereta dorong itu.


" Ayo pulang stell .. udah dapat nih " mendorong kereta bayi


Setelah yang masih menonton promosi kaget melihat Ara sudah mendapatkan nya


" Wah rupanya sudah dapat .. oke deh ayo kita pulang !!" Menggandeng tangan Ara


Ara berjalan dengan santai mendorong kereta dorong bayi yang tadi di pesannya itu.


" Langsung pulang ya.. Abang Lo nungguin kasian !!" Ucap Ara masih berjalan santai


" Siap sayang!!"


Tak ada percakapan lain selain dering ponsel yang terus berbunyi sedari tadi..


" Mbak di angkat dulu aja kasian kan !!" Ara menoleh dan tersenyum lalu mengangkat panggilan menggunakan airpon


📞..


" Lama banget sih yank ngangkatnya, aku khawatir tau dari tadi kamu nggak ada telfon, kan aku juga kangen pengen dengar suara kamu, biar kerjanya juga jadi semangat "


Ara hanya diam terus mendengarkan Angga yang ngomong panjang lebar, bahkan hampir mirip dengan ibu-ibu arisan.


" Yank masih di sana kan !!" Ucapnya lagi saat baru sadar jika sedari tadi Ara tak mengucapkan sepatah kata pun


" Iya !!" Singkat nya


" Kok cuma iya !!" Protes nya tak terima


" Pulang lah aku tunggu kamu di rumah !!" Kembali singkat dan langsung mematikan panggilan


Sedangkan Angga yang masih di kantor merasa aneh dengan sikap sang istri.


Nggak seperti biasanya Ara seperti ini, biasanya Ara adalah orang yang suka ngomong, tapi akhir-akhir ini dia selalu diam.


Entah apa masalah nya dia tak pernah cerita sedikit pun pada Angga, maupun yang lain.


'' bos rapat akan segera dimulai !!" Tegur Andre, mengingat kan Angga yang terus melamun setelah menelpon istrinya.


Angga berdiri dan perkata '' cari tau masalah istriku !!" Lalu pergi meninggalkanku Andre yang mulai kebingungan.


" Kenapa lagi coba.. yang suaminya siapa yang cari tau siapa ? Nasib karyawan " berjalan menyusul Angga


.


Setelah mengantar kan Stella pulang, dan memastikan selamat sampai tujuan. Ara pulang menjatuhkan tubuhnya sebentar di sofa panjang ruang tamu.


Banyak sekali pikiran di kepala Ara, setelah puas melepas lelahnya seharian mengantarkan adik ipar sekaligus sahabat nya ini, Ara bergegas ke dapur menyiapkan berbagai macam jenis sayuran, daging yang akan di masaknya menjadi makanan terlezat menurut Angga.

__ADS_1


Mulai mencincang daging, lalu mencuci sayuran yang tadi di pilihnya, setelah semuanya siap dia segera memasaknya.


Hari mulai petang, Ara telah selesai berkutat dengan peralatan dapur, tubuhnya juga sudah segar selesai mandi, saat nya dia menunggu Angga pulang.


.


Di jalan Angga sudah tak sabar ingin pulang, dia merindukan sosok wanita yang paling dicintai nya itu.


Dia pulang mengendarai mobilnya sendiri, mulai masuk ke pintu gerbang kompleks, tak lupa menyapa para satpam yang berjaga disana.


Akhirnya sampai juga dia di depan rumah mewah besar yang pagarnya otomatis terbuka sendiri.


Segera memarkirkan mobilnya dan turun setelah mobil terparkir.


" Assalamualaikum!" Dia kaget begitu masuk keadaan rumah sangat gelap, dia mulai teringat Ara takut dengan kegelapan.


Segera mencari keberadaan sang istri memanggil namanya, namun tetap tak ada yang menyaut.


Sungguh Angga mulai frustasi sekarang dimana keberadaan istrinya.


Tak sadar kakinya menginjak 1 tangkai bunga mawar yang sudah berserakan di lantai, dia mengikuti arah bunga itu sampai di ujung taman dan " surprise"


Kejutan romantis dari sang istri, semua keluarga sudah berkumpul di taman belakang, Andre pun juga sudah berada disana.


Angga memeluk ara, menyalurkan rasa senang juga khawatir nya. Dia senang dengan surprise yang dibuat untuknya tapi dia khawatir dengan cara ini karena Ara sungguh takut gelap.


Ara yang tau kekhawatiran Angga menepuk pundak sang lelaki gagah ini menyalurkan ketenangan.


" Aku baik-baik saja .. selamat ulang tahun ya sayang, semoga kamu menjadi pribadi yang semakin baik " ucapnya tulus mencium pipi Angga


" Bos ternyata istrimu hebat, tugas yang kau berikan tadi siang terhitung bonus ya bos !!" Bisik Andre namun masih terdengar oleh semuanya


" Potong gaji ..!" Singkat Angga


" Kenapa bos ?" Tanyanya panik


" Karena kamu ikut membohongi saya !!" Tegasnya sekali lagi


Semua orang tertawa melihat ekspresi lucu Andre.


Pesta kecil berjalan dengan sangat lancar, Angga mulai memotong kue nya namun sebelum itu dia berdoa untuk dirinya juga kehidupan nya nanti.


Tak lupa dia berdoa untuk sang istri agar segera mendapatkan momongan.


Hari semakin malam pesta sudah berakhir menyisakan pemilik rumah yang masih duduk tenang di taman.


" Apa kau tidak mengantuk!" Angga terus membelai rambut panjang milik Ara


" Tidak !"


" Kau ingin meminta sesuatu dariku ?" Ucapnya lagi


Ara menengadah menatap lekat manik sang pria " maaf " hanya satu kata itu yang terucap.


Angga seolah paham, membawa sang istri di dalam pelukan nya menyalurkan semangat " kita pasti akan memiliki keturunan !!" Ucap nya tulus


Ara mulai meneteskan air mata, hatinya sakit jika mengingat kejadian itu, sehingga menewaskan calon bayinya.

__ADS_1


" Jangan pernah tinggalkan aku !!" Ucapnya terisak


" Tak akan !" Terus mengelus punggung sang istri


" Aku akan selalu ada di sisimu dan tak perduli apapun masalah kamu !!" Ucap angga tulus


Melepas pelukan dan menatap lekat wajah Ara " sekarang kita tidur " berjalan menggandeng Ara


.


Keesokan harinya Nanda berkunjung ke tempat Ara, dia rindu sosok Ara yang sudah seperti ibu kandung untuk nya.


Hari ini Ara tak berangkat ke butik, dia ingin istirahat sejenak melepas beban pikirannya.


Nanda datang membawakan makanan kesukaan Ara, martabak manis toping kacang juga coklat buatannya sendiri.


" Kakak " panggil nya langsung masuk ke pelukan Ara


" Nanda kangen kak " ucap Gadis itu lagi


" Apa yang kamu bawa itu ?" Ucap Ara


Ara tau Nanda merasa bersalah karena ulah yang di buat oleh ibunya, namun Ara tak pernah menyalahkan Nanda karena ini memang bukan salah dari gadis itu.


" Martabak kesukaan kakak.. aku buat sendiri loh kak, cobain deh !!" Menyiapkan martabak di dalam piring


Ara pun mencoba mengambil satu dan memakannya, menikmati setiap gigitan nya " hmmm enak ..! Kamu pinter buatnya "


Nanda senang mengetahui Ara sangat menyukai masakan nya itu.


" Syukurlah kalau kakak suka.. !!"


" Gimana kabar kakek ?"


" Kakek sehat kak. Semuanya sehat "


" Maaf ya kakak tak pernah datang menjenguk kalian !!"


" Tak masalah kak "


Mereka saling mengobrol sampai lupa kalau waktu sudah semakin siang, Nanda membantu Ara menyiapkan makan siang untuk mereka sendiri.


Memasak kesukaan Ara capcay dan oseng kangkung.


" Kak " ucap Nanda di sela-sela makan


Ara menoleh menaikkan satu alis nya tanda bertanya.


" Menurut Kakak.. kak Dika itu orang nya gimana ?" Menunduk malu


Ara tersenyum melihat tingkah lucu Nanda " orangnya baik, setia kawan, penyayang juga !!"


Keadaan menjadi hening


" Ada apa ..? cerita sama kakak !!"


Nanda mulai menatap Ara, menceritakan semuanya dari awal sampai akhir

__ADS_1


__ADS_2