
"dianterin mas bojo ni !" Ucap Dika yang berjalan di belakang Ara
" Ntar kedengaran orang gimana ? Berabe ntar urusan nya !" Menutup mulut Dika
" Eh iyak maaf !! Lupa gue kita masih sekolah ! Ra mau nanya dong ?"
" Apa ?'' Ara menoleh
"Lu udah gini-gini!" Menggerakkan kedua telapak tangan nya menepuk
" Ngapain itu ?" Tanya Ara polos
" Lu beneran nggak paham ?" Tanya Dika lagi "nggak?" Ara menggeleng
"Hubungan suami istri ?" Ucap Dika
" Belum " jawab nya tenang "beneran ? Masih perawan dong lu ?" Tanya Dika tidak percaya. Ara hanya mengangguk
" Udah ayo masuk !!" Ara lebih dulu berjalan masuk kelas
Seperti biasa nya pelajaran dimulai pukul tujuh dan akan selesai pukul 16.00
"Selalu membosankan ya pelajaran pak Hamam ini" ucap intan
" Lu aja yang bodoh " tutur Steffi
" Emang kamu nggak ? " Ucap Stella
" Ya gue juga si hahahaha "ucap Steffi lalu mereka semua tertawa
" Gue udah di jemput ni, pulang duluan ya " pamit Ara semua nya menyoraki Ara dan berdada sampai Ara tidak terlihat. namun Steven hanya menatap ke arah mobil hitam yang di kendarai oleh Angga.
Sampai di dalam mobil Ara hanya diam, dia masih mengingat kejadian pagi tadi
'' sariawan lu diam mulu ? "
" Ha..? " Ara menoleh dan menjawab seadanya
" Kenapa diam mulu dari tadi ?" Ulang Angga
" Nggak apa-apa '' lalu bersandar di bangku mobil dan menatap jendela
"Besok libur kan ! Aku mau ajak kamu keluar !" Tutur Angga masih fokus menyetir
" Wah kencan ni cerita nya " Ara mulai antusias
Angga tak menjawab " mau kemana ? " Tanya Ara lagi
" Kamu maunya kemana ?" Tanya balik Angga
"aku pengen ketemu bunda, kita pulang ke Magelang ya ?" Angga menoleh menatap istrinya memohon seperti ini terlihat sangat manis "hmm" jawabnya
" Hore.. makasih ga" karena senang Ara refleks memeluk Angga
Angga merasa ada sesuatu pada dadanya. Jantungnya berdegup 2x lipat dari biasanya hingga dering ponsel mengagetkan dirinya
Angga langsung mengangkat panggilan itu dan Ara tidak ingin tau siapa yang menelpon suaminya.
"Hallo.."
"Jadi anterin aku kan yank ? Ini aku udah siap loh !" Ucap Ratna di balik panggilan
"Maaf aku tidak bisa hari ini, kita undur saja !" Langsung mematikan ponselnya sebelum Ratna mengomel
__ADS_1
Ara menoleh bingung dengan gelagat aneh Angga " kenapa ?" Tanya Ara
"Ngga papa ini perban di kakimu kapan akan dilepas ?" Tanya Angga yang seolah mengalihkan perhatian
" Hari ini si, anterin ke rumah dokter Maya ya !!"
" Iya '' jawab nya kali ini dengan senyuman tulus untuk Ara
Ara merasa meleleh melihat senyuman tulus dari suaminya, Karena tidak biasanya Angga seperti ini.
.
Sampai di rumah dokter maya, Angga lebih dulu turun dan membantu Ara untuk turun.
"Makasih" senyum menatap Angga
Saat mereka akan masuk berpapasan dengan mobil bagas yang juga baru datang.
Angga sudah tau jika itu adalah Bagas, sahabat yang paling menentang hubungan Angga dan Ratna. Namun hubungan persahabatan mereka kini retak karena Angga lebih percaya Ratna di bandingkan dengan sahabat nya sendiri.
Saat Bagas turun dia hanya menyapa Ara, sedangkan Angga hanya di lihatnya sekilas.
" Masuk Ar.. aku panggil kan mamah !"
" Makasih kak.." ucap Ara sopan dengan senyum tulus menatap Bagas.
Angga menyikut lengan ara, "nggak usah ganjen !" Ara menoleh lalu kembali menatap angga
" Mau minum apa ?" Tanya Bagas sopan
" Apa aja lah kak " kembali tersenyum
" Silahkan duduk dulu " ucap Bagas
" Iya kak !"
" Iya " jawab Ara yang sudah duduk tenang
" Kenapa Ar ? " Jawab Bagas
Karena namanya dipanggil Ara kembali menoleh ke arah Bagas " nggak papa kok kak !"
Bagas mengangguk lalu pergi meninggalkan Ara dan Angga di ruang tamu.
Tak lama menunggu dokter Maya datang menghampiri mereka berdua.
Angga yang lebih dulu di sapa karena beliau memang sudah lama tak melihat Angga main ketempat nya lagi.
Dokter Maya pun tidak tau jika yang di maksud Abang oleh Ara itu adalah Angga sahabat dekat nya Bagas putra pertama nya.
"Dunia memang sempit ya ra, saya nggak tau kalau Angga itu kakak kamu. ! Angga itu sahabat nya bagas dulu Angga sering main kesini, begitu pun sebaliknya. Iya kan aga ? " Ucap dokter Maya sambil melepas perban di kaki Ara
" Iya Tan " jawab Angga seadanya
" Kapan-kapan Tante undang makan malam mau ya.." ucapnya lagi
Ara menatap Angga meminta persetujuan sedangkan Angga hanya tersenyum menatap dokter Maya.
Ahirnya pemeriksaan sudah selesai dan kaki Ara sudah sembuh jadi Ara boleh beraktivitas seperti biasa
" Kenapa nggak pernah cerita soal kak Bagas bang !" Angga menoleh kaget
" barusan lu panggil gue apa ? " Ucapnya meminta pengulangan
__ADS_1
" Abang " ulang nya
" Gue nggak mau di panggil Abang "
" Trus gue panggil lu apa ? Mas, kakak, atau sayang ?" Ucapan Ara tak sengaja membuat jantung Angga kembali berdetak 2x lebih cepat
"terserah" ucap Angga langsung pergi karena dia nggak mau Ara melihat pipinya yang mulai memerah karena malu itu.
" Ih aneh " omel Ara sendiri
Ara menyusul Angga yang sudah lebih dulu masuk rumah " sayang kok di tinggal si, kaki aku kan masih sakit ! " Teriaknya memanggil Angga
" Udah bisa jalan kan " kembali mode dingin
" Udah si !!"
" Yaudah !!"
" Ih kok gitu si, sayang ntar kalau kenapa-napa lagi gimana ?" Ucapnya mulai manja membuat Angga semakin malu mendengar nya
" Gue anterin kerumah dokter Maya ntar kalau kenapa-napa !" Balas nya sambil berteriak.
" Nggak usah. ntar aku suruh jemput Steven aja lah kalau gitu" ucapan Ara kali ini berhasil membuat Angga berhenti dan berbalik badan. " Jangan macem-macem !" Ucap nya memperingati
Bukan nya takut dengan ancaman Angga Ara malah tertawa puas melihat Angga " nggak usah cemburu gitu dong sayang hahaha "
" Dasar buaya betina !!" Ucap Angga kembali berjalan
Ara kembali tertawa puas melihat tingkah Angga.
Selesai membersihkan diri, mereka berkumpul di meja makan untuk makan malam.
Selesai makan seperti biasa ara selalu menonton Drakor kesayangan.
" Nggak bosen apa nonton gituan Mulu?" Ucap Angga yang tiba-tiba duduk di samping Ara dan membawa cemilan di tangan nya
Ara menoleh " bagus tau, bagi cemilan dong ga !"
" Panggil apa ? "
" Apa ? Gue salah ?" Tanya Ara dengan wajah bingung
" Gue suami lu hargain kek !!" Menimpuk kepala Ara pelan
" iya suami sayang !"
" Jijik dengernya " ucap Angga lagi
" Benar-benar ni orang, jadi lu mau di panggil apa ? " Ucap Ara sambil menarik salah satu kerah baju Angga.
Angga tidak menjawab dia terus menatap wajah Ara " cantik juga ini anak kalau dari dekat kaya gini !" Batinnya
Angga semakin mendekat kan wajah nya mulai menatap bibir ranum milik Ara yang sama sekali tidak ada polesan lipstik disana. " Terlihat sangat manis " batinnya lagi
Ara yang di tatap aneh oleh Angga hanya bisa diam, entah kenapa nyalinya mulai menciut, jantung nya sekarang berdetak lebih cepat dari biasanya.
Sama seperti Angga dia sesekali mulai menatap bibir sensual milik suami nya.
Saat ini cuaca di luar sedang hujan petir sehingga aktivitas baru yang akan dimulai jadi terhenti karena suara petir yang menggelegar.
Ara kaget dan langsung memeluk tubuh Angga. Angga pun refleks dan mengelus puncak kepala istrinya.
" Gue takut bang !"
__ADS_1
" Ada gue disini, tenang aja !" Mencoba menenangkan Ara yang memang ketakutan karena suara petir yang tiba-tiba datang.
Ahirnya mereka pun menonton adegan demi adegan dengan saling memeluk sampai film habis.