Musuh Kesayangan

Musuh Kesayangan
Bab 19


__ADS_3

" sok bijak banget Lo " Sindir Bagas


Steven pun menanggapi dengan senyuman mengejek


Stella yang canggung, coba mencari alasan untuk keluar dari terkaman dua serigala.


Dia melihat dua temannya sedang menikmati hidangan " bagus " ucapnya dalam hati


" Emm kak, stev aku kesana sebentar ya" menunjuk arah intan dan Steffi


" Aku ikut ..!" Ucap Steven yang sudah berdiri


" Nggak usah kamu disini aja.. !kita mau ngobrol soal wanita " alasannya


" Oke "


Stella pun pergi dengan hati lega karena sudah terbebas dari sarang buaya besar.


" Hmm.. sok asik Lo" sindir Bagas lagi


" Emang gue asik, emang Lo ..kulkas !"


Bagas tak menjawab lagi dia lebih memilih pergi


.


" Lo kenapa ? muka nya gitu banget !" Tegur Steffi


" Gue baru aja lolos dari buaya ?" Jawab nya ngasal


Mereka berdua saling menatap lalu tertawa


" Orang di kelilingi dua cowok tampan di sebut buaya !!" Ucap intan


" Mereka berdua nembak aku "


Mereka kaget mendengar tutur stella


" Sumpah lo " ucap Steffi


" Demi apa " tambah intan


Stella hanya mengangguk lalu menceritakan semuanya


" Mau.." ucap intan yang langsung mendapat tinjuan pelan dari Steffi


"Trus Lo pilih siapa ?" Ucap Ara tiba-tiba muncul


" Bingung "


" Jalanin aja dulu!" Saran Steffi


" Dua-duanya? " Ujar intan


" Ya iya lah.. tpi jangan di terima dulu ! Ngerti kan maksud gue " ulang stefi


" Sependapat si, " tutur Ara


" Kue coba " ucap stella


Mereka saling mengobrol melepas rindu kepada Ara.


Sampai acara selesai, semua tamu undangan pulang tinggal Angga dan Ara.


" Capek ga .."


" Sini gue pijitin "


Ara mendekat duduk di samping Angga.


Dan Angga dengan telaten memijat Ara

__ADS_1


" Gantian ya.." ucap Angga


" Udah berhenti !"


" Kenapa ?" Tanya Angga


" Gue ngantuk !" Berjalan ke kamar yang dulu di tempati nya


" Bilang aja gak mau gantian "


Mengekor di belakang ara


" Ko Lo ikut masuk ?" Tanya Ara


" Ya emang kenapa ?" Langsung tidur di kasur milik Ara


Ara pasrah, malam ini mereka kembali tidur berdua di kasur yang sama saat dulu pertama kali mereka memulai cinta.


.


Pagi harinya setelah sarapan Angga mengantarkan Ara ke tempat mamah nya karena besok adalah pembukaan butik Ara yang di berikan oleh Angga sebagai hadiah untuk Ara.


" Setelah ini aku kekantor, nanti pulang nya aku jemput!!''


Ara turun setelah sampai di rumah sang mertua


Angga langsung melajukan mobilnya menuju kantor, sudah lama dirinya tidak mengunjungi kantor.


Selama ini dia hanya mempercayakan urusan kantor dengan sahabat Andre.


Para karyawan menyambut nya dengan ramah.


" Selamat pagi pak Angga " ucap karyawan yang berpapasan dengan Angga.


" Selamat pagi " Angga berjalan menuju ruangan nya, tampak sangat bahagia dan penuh wibawa.


Sampai di ruangan dia langsung mendudukkan tubuhnya di kursi kebesaran nya selama ini.


.. tok tok .. (suara pintu di ketuk)


" Masuk " ucapnya dingin


" Selamat datang kembali pak Angga, saya hanya ingin mengatakan jika hari ini akan diadakan rapat siang nanti..!!" Ucap sekertaris Angga


Angga mengangguk paham, sekertaris itu pun keluar.


Belum sempat pintu tertutup dengan benar, pintu sudah kembali terbuka.


" Hay bro ahirnya balik juga lo, gue kangen sama Lo hahaha..! " Ucap Andre yang tiba-tiba masuk dan tanpa permisi langsung memeluk tubuh Angga yang masih duduk di kursi kebesaran nya.


" Lo mau bunuh gue " tutur nya dengan tatapan elang yang mengancam


" Santai-santai.. gimana berhasil kan ?'' melepas pelukan dan beralih duduk di sofa tamu ruangan Angga


" Ya pasti lah.. mana ada gadis yang berani menolak ketampanan seorang Angga Kusuma !" Dengan bangga Angga mengucap


" Sombong Lo..!" Mereka saling mengobrol sampai jam rapat tiba dan Angga segera menuju ke ruang rapat.


.


Stella berada di kantin sendiri menikmati makan siang, melihat ada Stella Sri berpindah duduk di samping Stella.


" Boleh aku duduk kan ?'' ucapnya malu-malu


" Silahkan " menggeser tempat


" Stella makasih ya karena kamu kemarin aku jadi pusat perhatian dan aku berhasil ngobrol sama orang yang aku suka !!" Ucap nya jujur menceritakan pengalaman nya


" Sama-sama Sri ..! Kalau butuh bantuan jangan sungkan ya !!" Ucap stella tulus.


Mereka mengobrol saling tertawa, hingga tidak sadar jika sedang ada sepasang mata yang sedang mengawasi nya.

__ADS_1


" Aku masuk duluan ya " stella pergi setelah berpamitan dengan Sri


Sampai di koridor kampus tangan nya di tarik ke arah kamar mandi.


" Steven, ada apa ?"


Steven hanya tersenyum dan terus memandang Stella, mereka saling berhadapan, saling pandang.


Stella pun mendengar bunyi Jantung yang berdetak tidak sewajarnya.


Lama mereka menatap, akhir nya Steven pun mengucap.


" Stella, aku mohon pikirkan baik-baik tawaran ku tadi malam.!'' stella kembali terdiam memandangi wajah yang dulu di kagumi


" Aku tidak bisa menjawab mu sekarang stev !"


" Tak masalah, aku akan menunggu. Aku hanya ingin bilang! Maaf karena baru menyadari perasaan ini !" Ucapnya tersenyum kembali dan pergi meninggalkan Stella yang masih terdiam bersandar di tembok kamar mandi


" Andai sejak dulu kamu sadar dengan perasaan ku stev.. mungkin hari ini aku sudah menjadi milikmu !" Batinnya


.


Selesai rapat angga segera menjemput Ara di rumah kediaman Kusuma.


Angga mengendap-endap mendekati Ara lalu mencium pipi sang istri.


Ara kaget dan spontan langsung menampar pipi Angga.


" Aduh.. kenapa dipukul yank sakit!" Mengelus pipinya sendiri


" Ya salah siapa ngagetin " Bersikap seperti tak ada masalah


Ana yang tadi nya diam jadi tertawa melihat kelakuan anak dan menantunya ini


" Mamah kok nggak belain Angga malah ketawa!" Protesnya


" kamu juga si ga !! " kembali tertawa


Angga duduk di samping Ara menyandarkan kepalanya di bahu Ara.


" Yank laper ambilkan makan dong " ucap nya melas menatap Ara


" Mau makan apa ?" Berdiri


" Mau makan kamu !!" Seketika mendapat tendangan dari kaki Ara


" Yank kenapa kaki ku di tendang sih..!!" Rengek nya dan Ara tidak perduli, melanjutkan jalannya untuk mengambilkan makanan untuk Angga.


Ana kembali tertawa dan langsung mendapat kan tatapan ngambek dari Angga.


.


Bagas sudah berada di luar kampus, berdiri di samping mobil menunggu Stella.


Stella keluar kelas bersama Sri.


" Udah di tunggu tuh !" Stella menoleh mengikuti arahan Sri


" Kak Bagas, ngapain si jemput segala !!" Batinnya memandang Bagas dari kejauhan


" Yaudah aku pulang duluan ya stella!" Pamit Sri


" Kamu bareng aku aja Sri, ayo aku antar pulang '' menggandeng tangan Sri dan berjalan mendekati Bagas.


" Kak Bagas! " Sapa nya setelah mendekat.


Bagas tersenyum lalu bergantian memandang stella dan Sri


" Aku mau pulang bareng Sri kak !" Ucapnya yang mulai paham dengan tatapan Bagas


" Oke.. masuk !!" Ucapnya membuka kan pintu untuk Stella, lalu berjalan memutari mobil

__ADS_1


Bukannya duduk di depan tapi malah menutup pintu mobil dan beralih duduk bersama Sri di belakang.


__ADS_2