
" bodoh banget si kamu Stella ..! Kalau gini caranya bisa aja kamu ngasih harapan ke Bagas " ucapnya sendiri
📩 ...
" Jangan tidur terlalu malam.. ! Besok pagi aku jemput!'' Bagas kembali mengirimkan nya pesan
Dan segera di baca oleh Stella
" Balas gak ya.. kalau gak di balas ya nggak mungkin .. tapi mau ku balas apa ?" Ucapnya sendiri
" Biarin aja deh.. untung aja notifikasi baca aku matiin..!" Kata Stella lagi
.
Angga sedang mengunci pergerakan Ara sekarang.
" Aga aku belum siap !!" Ucapnya, Ara takut jika malam ini dia akan benar-benar menjadi istri dari Angga Kusuma
" Memang nya kamu mau nunggu siapa lagi, sampai belum siap gini !!" Mulai jengkel dengan ucapan Ara yang terus menolak dirinya
" Aku belum siap punya anak aga ! Usia ku masih muda, nanti kalau kenapa-napa pas lahiran gimana!!"
'' nggak usah ngomong ngelantur gitu.. kalau bikin alasan.. ! Aku tau kamu nggak pengen kan punya anak dari aku !!" Angga mulai ketus dan berdiri dari tubuh Ara
Dia berjalan keluar menuju balkon kamar nya, Ara terus melihat tingkah Angga dia tau Angga kecewa terhadap nya, tapi dia benar-benar belum siap melakukan itu bersama Angga, dia juga belum siap memiliki anak.
'' maaf ga ..!" Ucap nya sendiri
Ara tidur meninggalkan Angga yang masih berdiri di luar kamar.
Pukul 12 malam Ara terbangun untuk membuang urin yang tertampung di dalam kandung kemih nya.
Dia melihat di samping nya ternyata Angga tidak ada disana.
" Dimana Angga ?" Batinnya dan masih mencari keberadaan suaminya
Lelah mata mencari, ternyata yang di cari sedang tertidur lelap di sofa kamar, sedang tertidur memeluk dirinya sendiri dalam dingin tanpa selimut.
Ara berdiri mengambil selimut, menutup tubuh Angga dengan selimut tebal yang tadi di bawanya.
Baru berjalan ke kamar mandi untuk membuang semua urin yang di tampung.
Kembali dari kamar mandi dia melihat sebentar ke arah sofa, dan dilihatnya Angga masih tertidur lelap disana.
Ara pun kembali ke ranjang untuk tidur
.
Stella bangun lebih pagi, bersiap untuk ke kampus karena pagi ini dia ada janji akan bertemu dosen pembimbing nya.
Jadi dia tidak ingin sampai telat, karena bisa berabe masalah jika telat.
Dia sarapan terlebih dulu, tanpa menunggu yang lain dan langsung berangkat.
Sampai di luar pintu gerbang rumah nya, betapa terkejutnya stella, melihat Bagas dan Steven sudah berada disana.
Mereka menatap Stella tanpa ucapan
__ADS_1
" Kenapa kalian disini ??" Bingung nya
" Bukannya saya sudah bilang, akan menjemput kamu pagi ini !! "
Steven masih diam mengamati gerak-gerik stella yang merasa bingung
" Nggak usah panik gitu.. kalau kamu mau sama dia juga gapapa !!'' ucap Steven.
Stella memandang Steven sambil berfikir. " Kalau aku naik mobil, pasti akan kena macet..! Ini sudah masuk jam macet kota Jakarta, jadi nggak akan keburu.
" Aku sama Steven aja ya kak, soal nya takut macet kalau naik mobil, dan aku harus segera sampai di kampus, ada janji sama dosen pembimbing !!" Ucap stella yang di jawab anggukan dari Bagas.
Stella pun naik ke motor Steven, mesin motor sudah menyala, Steven pun melajukan motornya, meninggalkan Bagas yang masih disana menatap kepergian stella
" Sial !! " Ucapnya lalu masuk dan pergi dari kediaman Kusuma
.
Pagi hari setelah sarapan, Angga segera berpamitan ke kantor tanpa menunggu Ara yang masih membereskan peralatan dapur.
Ara sadar jika Angga masih marah padanya, dia tidak terlalu memikirkan itu karena nanti juga akan membaik lagi.
Hari ini, adalah hari pertama Ara bekerja di butik pemberian sang suami.
" Sayang.. kalian lagi ada masalah?" Tanya ana yang dari tadi membatin gelagat aneh dari anak dan menantunya.
" Nggak kok mah !!" Jawabnya bohong dia tak mau berkata jujur, karena takut jika mamah mertua nya ini akan kecewa kalau mendengar alasan Angga marah.
" Lalu kenapa Angga tidak seperti biasanya?" Masih menyelidik
" Mungkin ada masalah di kantor mah !!''
Setelah sampai butik Ara langsung turun menuju ruangan dan mulai bekerja.
Memang butik ini masih belum terlalu ramai karena juga baru buka, pelayan pun masih beberapa.
Tapi Ara bersyukur impian nya terkabul
.
Stella sudah selesai bertemu dosen pembimbing nya, dia duduk di bangku taman dekat parkiran.
Melihat stella duduk sendiri disana Steven pun datang, mencari tau kenapa ekspresi stella berubah pagi ini.
" Kenapa ?" Tanya nya dan duduk di samping stella
" Revisi ..!"
" Hmm gapapa tinggal benerin aja kan, nanti aku bantu ..!" Ucapnya
Stella mengangguk dan tersenyum menatap Steven.
" Kamu mau langsung pulang atau gimana?"
" Aku mau ke butik Ara dulu baru pulang !"
" Aku nggak bisa nganterin kamu, nggak apa-apa kan ?"
__ADS_1
" Tenang aja.. !" Ucap stella kembali tersenyum menatap Steven
" Aku pamit dulu ya..!" Ucap stella lagi
.
" Ra.. ini semua koleksi kamu yang desain ? " ucap Steffi yang langsung di jawab anggukan oleh ara
" Bangus-bagus banget.. suka deh kalau gini, besok gue ajak temen-temen ku kesini deh !!" Ucap intan
" Ih makasih banget deh kalau gitu.. !!"
Ucap Ara tulus
Mereka sengaja datang untuk mengunjungi butik Ara, Karena kemarin pas pembukaan mereka tidak bisa datang.
" Sayang kalian ngobrol, Tante tinggal dulu ya.. "
" Mamah pergi dulu ya.. nanti kalau pulang biar Angga yang jemput ya Ar..! "
Pamit ana
" Iya mah.. mamah hati-hati ya .!!"
Setelah kepergian ana, Stella datang
" Wah ini ni calon ratu adijaya " tutur intan
" Apaan sih kamu Tan " Stella malu karena penuturan intan, sehingga Ara dan Steffi pun tertawa melihatnya dirinya.
" Lo pilih yang mana.? " Intan kembali bertanya
Stella hanya menggeleng dan mengangkat kedua bahu tanda tak paham.
" Kalau gue si pilih kakak nya..! Udah jelas-jelas mapan gitu .."
" Jangan dengarkan Steffi, dia memang suka yang tua-tua " tutur Intan tak setuju dengan pendapat Steffi
" Yang paling penting jangan bikin mereka menaruh harapan lebih ke kamu Stella !" Stella mengangguk menyetujui perkataan ara
Stella duduk mendengarkan nasehat dari teman-teman nya, menarik nafas panjang mulai berbicara. " aku bingung, mereka sama-sama baik, perhatian juga sama aku !" Ucapnya
Satu persatu tamu mulai berdatangan, tak semua tamu membeli koleksi butik Ara, tapi mereka mengatakan hal yang positif terhadap butik Ara.
Para teman-teman Ara pun membantu melayani pengunjung yang mulai berdatangan.
Sampai sore mereka masih disana, Sampai waktu menunjukkan pukul 6 sore baru mereka pulang.
.
" Ngopi yuk bro..! " Ajak Andre yang bertemu Angga di parkiran
" Gue mau jemput bini !! " Jawabnya
" Yaudah lah duluan kalau gitu ya .." melajukan mobilnya meninggalkan Angga.
Ara sudah menunggu Angga di butik, dengan di temani Stella.
__ADS_1
Saat itu Jakarta sedang turun hujan jadi Angga sedikit lama untuk sampai