Musuh Kesayangan

Musuh Kesayangan
Bab 15


__ADS_3

" aga kenapa melamun ?"


Angga kaget dan refleks menoleh ternyata Ara sudah berdiri di belakang nya


" Sejak kapan disitu ?"


" Baru aja ! airnya udah siap ?"


" Udah !!"


" Yaudah keluar, aku mau mandi !"


" Mau aku mandiin gak ?" Godanya


" Aga aku belum mau mati, jadi nggak perlu repot-repot mandiin gue !" Alasan Ara menutupi rasa malu nya.


" Ada-ada aja sih " menguyel rambut Ara gemas


" Pusing ga !"


" Maaf.. maaf ! Yaudah aku tunggu di luar, kalau ada apa-apa panggil aja "


" Kalau ada temen ku suruh masuk aja ya ga !"


Angga kembali menoleh " cewek apa cowok?" Ucap nya mulai over protective


" Cewek !"


" Baru jam 06.01 kok udah berkunjung, ganggu aja " ucap nya pelan tapi masih terdengar jelas oleh ara


" ini bukan Indonesia aga.!"


Angga mengangguk paham, lalu dia keluar.


Dan benar saja saat Angga keluar dari kamar Ara, pintu sudah di ketuk yang berarti ada tamu.


" excuse me sir !! this is right his apartment ara isn't it ?" Tanya Alessia yang merasa bingung karena ini benar alamat apartemen Ara, tapi kenapa malah pria tampan yang keluar.


" yes.. please come in !" Ucapnya ramah


" okay thanks" Alessia pun masuk dan duduk di ruang tamu


" What do you want to drink ?"


" No, thank you!" Angga mengangguk paham


"Wait a minute, Ara is taking a bath!"


Sesuai arahan Alessia pun menunggu dengan memainkan ponselnya


Sedangkan Angga masuk ke dalam kamar Ara.


Selesai mandi Ara keluar dengan handuk kimono yang melekat di tubuhnya.


Dia terkejut karena melihat aga yang ada di dalam kamar, sedang duduk di sofa dengan setia mengamati nya.


" Lo ngapain di situ, keluar gih ..! Gue mau ganti baju ,!"


" La emang kenapa kalau gue disini ? Gue suami Lo !" Berjalan mendekati Ara


" Stop disitu aga, jangan macem-macem ya, gue bisa teriak !" Ancamnya


" Teriak aja Ra, lagian aku kan bawa surat nikah kita ..! Kita gak akan di bawa" tersenyum licik menatap Ara


" Ih keluar ga cepet, aku mau ganti baju ini.. dingin tau !" Bujuknya lagi


" Di luar ada teman kamu. ya kali trus aku keluar, duduk dimana coba,?"


" Iya juga sih !"


" Iya emang iya !"


" Yaudah puter..!


" Maksudnya ?" Bingung


" ngadep sana, jangan noleh ke belakang kalau aku gak minta! Cepet!"


" Kenapa nggak ngadep sini aja !" Kembali dengan senyum mesum


" Agaaa."


" Iya ..iya " Angga menurut dan menghadap ke arah yang sudah di tentukan oleh Ara.

__ADS_1


" Ribet banget " protesnya


" Nggak usah banyak protes " balas Ara yang mendengar protesan pelan Angga.


.


INDONESIA


Indonesia sekarang pukul 00.01 malam


Stella tidak bisa tidur, entah kenapa dia terus kepikiran Steven yang tadi bilang kalau dia di akui sebagai pacar.


" Apa ya.. maksud Steven tadi ?" Ucapnya sendiri


" Apa dia suka sama aku.. tapi nggak mungkin juga ! Orang yang di suka Ara !" Dia terus berdiskusi dengan dirinya sendiri.


Ahirnya dia membuka ponsel karena mungkin ini berguna, supaya bisa tidur.


Banyak sekali pesan masuk 📩


Dari teman kampus dan juga Bagas bahkan Steven juga mengirimkan pesan.


Stella lebih dulu membuka pesan masuk dari Steven, dia penasaran karena tidak biasanya Steven mengirimkan pesan untuknya.


📩 : Besok pagi aku jemput, bersiap lah ! " Isi pesan Steven


Bukanya senang Stella semakin di buat bingung.


Pesan pun di balas " tidak perlu stev, besok aku bawa mobil aja.!" Balasnya


📩 : Aku tidak menerima penolakan


" Cepet banget bales nya " ucap Stella sendiri


" Yaudah lah di iyain aja, lumayan kan tumpangan gratis " ucapnya nya lagi


" Iya udah kalau nggak ngrepotin nggak apa-apa !" Balas nya


📩 : Oke.. sampai jumpa besok pagi, dan selamat malam !!


Stella kembali membalas pesan Steven, entah kenapa jadi mengantuk setelah membalas pesan Steven.


Flashback


Steven datang menghampiri " belum di jemput?" Ucapnya yang berhenti di depan Stella


" Belum nih !"


" Udah di telpon belum ?" Tanyanya


" Nggak di angkat !"


" Yaudah naik !"


Setelah diam menatap Steven


" Kenapa diam .. aku antar pulang !" Ucap nya mengulangi


Stella pun menurut dan naik keatas motor Steven, saat kita berhenti di lampu merah tiba-tiba banyak teman-teman dari Steven yang menyapa mereka.


" Wah cewek baru nih ..!" Ucap salah satu geng motor itu


" Jangan ganggu cewek gue !" Ucap Steven yang di dengar jelas oleh Stella


" Tenang aja pak bos, ibu bos mah kita ikut jaga ! Ya gak guys " ucap anak geng motor lagi.


" Bagus ..! Nanti gue ke markas " ucap Steven


Mereka hanya mengacungkan jempol, karena memang saat itu lampu merah sudah berubah warna hijau.


Sepanjang perjalanan Steven maupun Stella saling diam, tak ada kata yang terucap dari salah satu mereka.


Sampai di depan rumah Stella pun Steven masih terdiam.


" Makasih stev .. !"


" Iya .. aku langsung !" Pamitnya


Stella masih bengong di depan gerbang besar rumah, sampai Steven benar-benar tidak terlihat.


" Sayang kenapa bengong disini ?" Ucap ana yang baru keluar rumah


" Ini mau masuk mah..!" Langsung masuk meninggalkan ana yang bingung dengan tingkah putrinya.

__ADS_1


.


MILAN


Pukul 06.51


Selesai mengganti pakaian Ara memberikan aba-aba, untuk Angga membuka mata dan berbalik ke arahnya.


Angga pun berputar mengubah arah dan membuka mata.


" Cantik" ucap nya menatap kagum


" Jangan menatap ku begitu ! " Berjalan keluar


Angga masih di dalam kamar, Ara sudah duduk di samping Alessia.


" Sorry for the long wait!"Ucapnya


'' It is okay! How's your body feeling good?"


"Yeah, it's better now" jawab ara


"Who was that handsome man?" Tanyanya penasaran


''my husband!"


Alessia terkejut bukan main dengan penuturan Ara.


" Really ?" Kaget nya


" Yes !''


Alessia benar-benar terkejut. Dia berfikir bagaimana perasaan Dante, jika tau kalau Ara sudah memiliki suami dan sangat super tampan.


"Ale why are you staring?"Alessia kaget dan spontan menjawab


"Dante..."Ara menatap bingung


"I mean this Dante left food for you!"


"Ah thanks to you and pass it on to Dante, you guys always help me!" Lalu mereka berpelukan sebagai arti persahabatan.


"Then I'll be back... it'll be working hours soon!" Pamitnya


"Be careful, ok."


Angga yang sedari tadi menguping merasa senang, karena Ara sudah mengakui dirinya sebagai suami.


Tapi dia juga bingung siapa Dante, kenapa dia mengirimkan makanan untuk Ara.? Batinnya terus bertanya-tanya, ingin rasanya dia bertanya langsung tapi itu tidak mungkin.


Setelah memastikan Alessia sudah pulang, dia pun keluar menyusul Ara yang sibuk di dapur mengganti tempat makan yang tadi di bawakan Alessia.


" Lagi ngapain si yank ? "


Ara menoleh mendengar panggilan aneh yang baru di ucapkan Angga


" Kamu ngomong apa tadi " ucapnya yang menyuruh Angga untuk mengulangi


Angga menarik nafas panjang dan mengulangi kata-kata nya


" Kamu lagi ngapain sayangku !" Ulang nya


Ara berbalik badan menghadap Angga yang tadi tepat di belakang nya.


" Mundur-mundur" suruh nya yang membuat Angga bingung namun mengikuti dan mundur


" Kenapa?"


" Kamu gak salah panggil tadi ?" Bukan menjawab malah balik bertanya


" Nggak, memangnya kenapa si ?'' semakin bingung


" Aku Ara ga, bukan Ratna ?"


Angga paham sekarang dan wajahnya berubah menjadi sendu.


" Kan udah aku jelaskan kemaren yank, aku tidak ada hubungan lagi dengan wanita itu.?" Dengan suara sendu Angga menjawab


Ara tersenyum, mendekat dan mulai berani memegang wajah Angga, " aku bercanda?"


Angga mendongak kembali menatap Ara. " Ini artinya kamu menerima ku ? aku udah di maafin kan ?"ucapnya memastikan


Ara menggangguk mereka pun saling memeluk, melepas rindu yang sempat tertunda satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2