
" Nanda tunggu kakak !'' Ara segera mengambil parkir, dan mengikuti langkah Nanda, meskipun sedikit terlambat mengejar.
Nanda terus berlari, sambil memanggil begitu pun Ara, ikut berlari mengejar Nanda.
" Kenapa berhenti ?" Tanyanya saat melihat Nanda berhenti tiba-tiba.
" Itu mamah kak !" Menunjuk ke arah Ratna, yang berdiri bersama pria yang tidak asing menurut nya.
" Kita pulang ya.. ! Nanti kita bicara di rumah" menggandeng Nanda untuk pergi dari sana.
.
" Makasih ga kamu mau menolong ku !" Ucap Ratna, terus memegangi tangan Angga.
" Berubah lah na !" Selesai mengobrol, Angga pun pergi untuk pulang.
Sampai di rumah Angga menyapa Nanda yang masih disana.
Mencari sang istri yang tidak terlihat sedari tadi.
" Kamu baru pulang?" Sapa Ara yang baru turun dari lantai dua.
" Iya.. " berdiri, berusaha meraih Ara
Namun Ara malah menghindar dan duduk di samping Nanda.
" Kenapa ?" Angga yang bingung dengan perubahan Ara.
" Aku sudah memanggil ahli gambar untuk sketsa wajah, kita tunggu saja dulu.!!" Ucap Ara tegas
Benar saja baru selesai mereka bicara, sang ahli lukis sudah datang.
Ara pun membuka pintu dan mempersilahkan orang itu untuk masuk.
Orang itu mulai melukis dan Nanda yang mengarah kan.
Beberapa menit berlalu, lukisan itu pun jadi.
Betapa kagetnya Angga saat mengetahui jika orang yang di cari selama ini adalah Ratna, mantan kekasih nya.
" Jadi dia adalah ibu mu ?" Seketika wajah Angga berubah.
Nanda mengangguk, sedangkan Ara terus menatap Angga
" Apa kamu masih ada hubungan dengan dia ?" Tanya Ara tanpa basa-basi lagi.
" Nggak sayang !! Hubungan itu sudah berakhir sejak dulu.!"
" Apa tidak ada yang ingin kamu jelas kan kepada ku .. !" Ucap Ara lagi
" Apa yang harus aku jelaskan yank ?" Angga sungguh tidak paham dengan apa yang di maksud Ara.
" Nanda kamu tidur lah.. besok kita akan temui ibu mu !" Setelah mengatakan itu Ara masuk ke kamar, meninggalkan Angga dan Nanda
Baru saja Angga akan berdiri, Nanda mengucap " jelaskan saat Kakak bertemu mamah tadi sore, ke kak Ara " Angga mengangguk paham, dan masuk mengejar Ara.
" Yank tadi aku bertemu Ratna, dia berterimakasih karena aku membantu nya lepas dari lelaki bajingan. " Ucap Angga berusaha menjelaskan
Ara masih diam di tempat nya, tanpa menjawab sepatah kata pun.
" Hanya itu. Aku benar sudah tak ada hubungan apapun !! Tolong percayalah Ara.!" Tutur nya kembali memohon
Ara berdiri dan tersenyum, " aku percaya kamu !"
Bagai angin segar. Sungguh kata itu yang membuat Angga senang.
" Maaf " satu kata kembali terucap dari mulut Angga
" Bantu Nanda untuk menemukan ibunya " Angga mengangguk
" Yank malam ini kan ?"
" Kenapa ?" Ara balik bertanya
__ADS_1
" Kamu kan udah janji yank !!"
" Tapi, aku baru datang bulan !"
Seketika wajah Angga berubah, yang tadinya tampan telah berubah masam.
Namun hal itu tak membuat Angga menyerah begitu saja.
" Tapi masih bisa yang lain kan yank !"
" Yank lain apa ? " Ara sungguh tak paham dengan maksud Angga
'' contoh nya begini " mencium bibir Ara tanpa persetujuan lebih dulu.
Ara yang merasa kaget, hanya bisa diam dan menikmati, lama kelamaan ciuman itu menjadi berasa.
Sungguh malam yang di nantikan Angga akan berlalu dengan sempurna, namun nyatanya gagal.
Namun tidak menjadi masalah, karena masih ada jalan lain yang bisa dia lewati.
Hari sudah semakin larut, sedang mereka baru saja selesai melakukan setengah olahraga malam.
Angga memeluk tubuh Ara, " gimana yank ?"
" Apanya ?"
" Tadi rasanya gimana. Enak nggak ? "
Sungguh pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Angga.
Dan bukan menjawab, Ara malah mencubit perut Angga.
" Aaa sakit yank ?"
" Salah siapa, bisa-bisa nya nanya gitu.. ya jelas enak lah " jawab Ara, jiwa bar-bar nya telah kembali.
" Hahaha... Mau lagi nggak ?" Tawar Angga yang langsung mendapat cubitan kecil dari Ara.
Malam ini berlalu dengan sempurna.
.
Ara tersenyum
" Hari ini aku mau ketemu anak-anak.! Boleh ya.?" Menatap Angga yang duduk dan mulai mengolesi selai kacang.
" Ada Steven ?"
" Ya ada lah ga !"
" Manggil apa tadi ?" Menghentikan aktivitas oles selai dan menatap ara
" Angga !" Ara mengulangi
" Panggil sayang !!" Ucapnya
" Iya sayang.. jadi gimana ? Boleh nggak ?" Tanya Ara kembali
" Ya.. jangan ganjen tapi !!"
" Nggak janji ya..!!" Jawabnya santai sambil memakan roti kacangnya
Jawaban Ara sungguh membuat hati Angga khawatir, Angga takut jika Ara akan kembali mencintai Steven setelah pertemuan mereka nanti nya.
" Yaudah di rumah aja..!!" Ucapnya tak kalah santai
" Okehh.. tapi nggak ada jatah malam ini !!'' lagi-lagi Ara mengeluarkan ancaman maut
" Sayang.. !" Merengek sedih menatap Ara, sungguh memelas wajah tampan itu berubah menjadi sendu.
" Makannya !!" Dengan wajah mengejek Ara merasa menang
" Yaudah iya.. tapi aku ikut..!!'' jawaban Angga tak kalah membuat hati Ara bergerak.
__ADS_1
" Ngapain ..?"
" Jadi gimana ? Mau aku ikut atau tetap di rumah !!" Kali ini Angga yang memimpin
" Yaudah iya ..!!''
Pagi ini, mereka habiskan dengan berdebat, namun tak lupa dengan menghabiskan sarapan pagi nya.
.
Tepat pukul 13.00 wib, Angga kembali menghubungi Ara.
" Mau pergi sekarang.. ?"
" Iya !!"
" Oke.. lima belas menit aku sampai !!" Mematikan panggilan dan keluar
" Pak hari ini ada rapat !'' ucap sekertaris Angga
" Suruh Andre menggantikan ku, aku harus pergi.'' jawab Angga dengan wajah cool nya
Tepat lima belas menit Angga sampai di butik Ara.
Ara sudah siap menunggu di depan butik.
Membuka jendela mobil dan melambaikan tangan, tanpa menunggu lagi. Ara segera masuk
" Mau langsung jalan ?" Ucap Angga
" Enaknya gimana ? " Ucapnya berbalik menatap angga
" Becanda yank " menampakan barisan gigi putih nya
Angga langsung menyalakan mesin mobil, dan berangkat menyusuri jalanan kota, menuju tempat pertemuan mereka.
.
" Kamu kenapa ?"
Stella menatap Bagas.
Bagas tau jika sebenarnya Stella saat ini, sedang bingung menjelaskan kepada Steven mengenai hubungan baru mereka.
" Nggak usah khawatir, kamu bisa kok !!" Ucapnya memegang erat tangan stella
Stella menggangguk dan tersenyum
.
Angga dan Bagas sampai disana dengan beriringan.
" Bisa pas gini ya " ucap Ara tersenyum.
Stella membalas senyum, lalu menghampiri Ara.
" Kok ada kak Angga si Ar ?" Berbisik di telinga Ara
" Biasa lah kakak Lo, takut kue ganjen sama Steven !! " Ungkap nya jujur
Stella menarik nafas panjang " sama ..!!" Sambil melirik Bagas, yang kini saling menatap dengan Angga.
" Mereka ngapain si ?" Tanya Ara yang bingung melihat tingkah kedua lelaki gagah itu.
" Kapan-kapan aku ceritain ke kamu..! ayo masuk dulu !!"
Mereka pun masuk berpasangan.
.
'' Hay... nih besti-besti gue nih '' sapa Dika menyalami Ara dan Stella bergantian
stefi dan intan pun bergantian saling memeluk,
__ADS_1
hanya Steven saja yang berdiam, dan tampak kaget melihat kedatangan Stella dengan Bagas.