
Sinar matahari mulai tinggi masuk ke celah-celah jendela rumah Ara, membangunkan calon ibu yang sedang tertidur pulas.
Ara bangun mengucek mata lalu berdiri mencari keberadaan Angga, berjalan ke setiap sudut rumah mereka "ternyata Angga masih belum pulang" ucapnya sendiri
Mencoba menghubungi nomor Angga, tapi masih sama nomor tidak aktif "dimana kamu ga .. aku menyesal aku minta maaf !!" Ucapnya mulai menangis menyesali perbuatannya.
Mencoba mengecek WhatsApp "nomor siapa ini ??" Ada nomor tak di kenal mengiriminya foto.
Segera membuka foto yang dikirimkan darrr, sungguh terkejut melihat itu ''Ratna !! dan ini adalah Angga ??" Lutut yang tadinya kuat kini melemah tak lagi mampu menopang berat tubuh nya sendiri.
Ara terjatuh dan menangis ''ternyata ini yang kamu lakukan"
"Aku menghawatirkan mu semalaman tapi kamu enak-enak an"
"Aku membencimu Angga .. aku membencimu huhuhu" Ara terus menangis
Sedangkan di tempat lain..
Tomi masih terlelap memeluk tubuh langsing wanita yang ia cintai, Ratna bangun lebih dulu.
Masih belum sadar jika orang yang memeluk nya adalah Tomi dan bukan Angga.
Membuka mata dan betapa kagetnya saat tau jika itu Tomi "aaaa.. " teriakan nya mengagetkan Tomi.
"Bajingan kamu apakan aku .. dasar bangun bajingan!!" Ucapnya memukul Tomi
Tomi bangun mengucek pelan matanya, menatap Ratna dan tersenyum "kenapa kau memanggilku bajingan bukanya ini rencana mu sayang ?" Ucap Tomi sok polos
Ratna gelagapan untuk menjawab "apa maksud mu ?" Lagi-lagi Tomi tersenyum "sudahlah jangan beralasan lagi pagi ini juga kita berangkat !" Ucap Tomi tegas
Tomi berdiri memakai bajunya kembali, lalu menghubungi asisten nya untuk menyiapkan jet pribadi, dia harus segera pergi meninggalkan Indonesia.
"Cepat kenakan pakaian mu !!"suara datar nya menyuruh Ratna untuk bergegas.
Ratna tak membantah dia menuruti perkataan Tomi, dia takut jika menolak dia akan di putuskan dan itu tidak boleh terjadi Tomi adalah sumber keuangan untuk nya.
"Toh aku sudah mengirimkan foto itu !! Aku percaya kalau wanita ****** itu pasti mengira jika itu suaminya" batinnya, tersenyum senang membayangkan hancurnya hubungan Ara dan Angga.
Sebelum pergi Tomi sudah menelpon orang kepercayaan nya untuk membuka kamar mandi, dan memberikan video rekaman cctv-nya pada Angga.
Angga sadar dirinya terkunci di kamar mandi, dia mengingat kejadian semalaman dirinya mabuk dan ingin tidur "tapi kenapa malah disini ? Dimana Tomi ?" Ucapnya bingung
Menggedor pintu meminta tolong dan sangat tepat waktu, orang suruhan Tomi sudah datang dan membawa hasil rekaman cctv-nya pada Angga.
"Apa ini ?" Menerima flashdisk yang sudah diisi video
"Tuan Tomi yang meminta memberikan ini pada anda sebelum dia pergi, dia juga berpesan untuk menggunakan video ini sebagai bukti nantinya!!"
__ADS_1
Angga masih bingung "saya permisi tuan !!"
Dia pun ikut pergi meninggalkan tempat itu, dia mulai khawatir dengan Ara "pasti Ara sangat khawatir" Ucapnya
.
Sampai di rumah Angga segera masuk mencari keberadaan Ara tapi tidak di temukan.
Baru saja dia akan menelpon nomor Ara, Kusuma datang tanpa basa-basi langsung melayangkan tinjunya, Angga terjatuh bibir nya mengeluarkan darah segar.
"Pah ada apa..?" Bingungnya
"Dasar bajingan" memukul
"Karena kamu Ara di rumah sakit dan mengalami pendarahan !!" Masih memukul
Angga diam mulai panik lalu pergi meninggalkan Kusuma yang masih emosi padanya.
Tidak sampai satu jam Angga sudah berada di rumah sakit tempat Ara di rawat.
Tampak ana, Nanda dan Dika disana
Angga berjalan mendekati mereka ana menatap dingin pada anak lelaki nya ini.
"Ara gimana mah ??" Tanyanya panik
Ana masih diam dan terkesan dingin, Angga tak mengerti dengan ekspresi mamah nya ini
"Anak ibu selamat tapi maaf cucu ibu tidak bisa bertahan !!"
"Lalu bagaimana keadaan istri saya dok ?" Menggoyangkan pundak sang dokter
"Istri bapak baik-baik saja dan sudah bisa di jenguk !!" Angga segera berlari melihat keadaan sang istri
"Kalau begitu saya permisi"
"Terimakasih dok..!" Ucap Dika dan Nanda duduk menenangkan ana yang masih menangis.
.
"Untuk apa kamu disini .. !" Tutur Ara begitu dingin membuat Angga merasa semakin bersalah.
Dia tak menyangka jika kepergian nya tadi malam bisa membuat ana menjadi seperti ini.
Dia masih belum tau, jika sebenarnya ini adalah ulah Ratna, karena dia masih belum sempat membuka flashdisk yang di berikan oleh orang kepercayaan Tomi.
"Maaf kan aku sayang aku salah !!'' ucapnya menyesal
__ADS_1
"Pergi.. aku tak ingin melihat mu lagi dan aku akan segera mengurus perceraian kita !"
Bagai tersambar petir di siang bolong Angga begitu kaget "apa maksud mu Ara ? Aku memang bersalah tapi kita masih bisa bicara baik-baik!!"
"Tidak perlu bicara Angga .. aku sudah paham memang kita bukan untuk dipersatukan.. !!"
"Apa maksud kamu ??" Angga masih belum juga paham
Tanpa pikir panjang lagi ana membuka ponsel, dan memperlihatkan foto yang telah di kirim nomor asing tadi malam.
"Ini bukan aku sayang.. aku tak melakukan ini !!" Ara tersenyum dan menekan tombol di samping nya yang terhubung ke ruang perawat.
"Ada yang bisa saya bantu buk ..?" Kata perawat lelaki itu
"Usir dia mas .. jangan biarkan dia masuk lagi !!" Ucapnya dingin
"Tunggu .. sayang aku bisa jelaskan ke kamu itu bukan aku !!" Tangan nya ditarik perawat lelaki itu
Ana yang melihat putranya terusir dari ruangan menantunya hanya diam, dia seperti tak mengenali Angga, dia membiarkan Angga di luar dan sekarang giliran dia yang masuk mencoba menenangkan Ara.
Angga terduduk di lantai mencoba mengingat kejadian tadi malam, tapi ingatannya tak bisa mengingat apapun, semakin dia mengingat rasanya kepalanya semakin pusing.
Dika yang melihat nya merasa tak tega, dia pun memutuskan untuk menghampiri angga.
"Aku percaya kamu .. aku akan bantu kamu untuk mencari bukti !!" Ucapnya tulus menepuk pundak frustasi Angga
Angga mengangguk "ikut aku kita cari tau dari cctv hotel !!" Ucap Dika lagi
Angga mulai ingat "tunggu cctv !! Aku ingat " ucapnya
"Apa ada laptop di mobil mu ?" Ucap Angga yang sudah berdiri "ikut aku!!" Mereka berjalan menuju mobil Dika
Angga membuka laptop dan menyambungkan flashdisk yang tadi di berikan Tomi "apa ini video mesum yang kau lihat kan ??" Ucap Dika tak percaya
"Kau lihat wajah lelaki itu !" Dika mengikuti arah pandang Angga "itu bukan Lo bang.. dan itu wanita yang aku lihat di foto milik Nanda !!" Jujur Dika masih terus memandang layar laptop
"Ini dia ini bukti kalau aku tak melakukan itu ??" Dika beralih menatap Angga dan mengangguk
"Kita tunjukkan pada Ara sekarang !!" "Jangan sekarang Ara masih syok"
"Lalu kapan Lo nggak mau kan Ara terus-terusan salah paham ke elu !!" Angga diam mencoba mencerna perkataan dika
"Ah kelamaan mikir Lo !!" Merebut laptop dan keluar dari mobil, berjalan santai menuju ruangan Ara
Mengetuk pintu "boleh aku masuk ?" Ucap nya meminta izin
"Masuklah" Nanda membuka kan pintu, Dika tersenyum lalu berjalan mendekati Ara yang sedang berbaring di ruang rawat.
__ADS_1
Waktu yang sangat tepat, semuanya telah berkumpul di ruangan Ara karena dia sudah dipindahkan di ruang rawat inap VVIP.
"Ada apa dik ?"