Musuh Kesayangan

Musuh Kesayangan
Bab 32


__ADS_3

" Udah makan belum ?" Tanya Ara


" Udah kak, tadi aku ke kantor kakek, trus kita makan siang bareng !!" Jujur Nanda


" Lina belum pulang ?" Tanya nya lagi


" Ada jadwal les kayanya kak.. mungkin agak telat pulang nya "


" Nanti kamu pulangnya bareng kakak aja, ini udah mau selesai kok !"


" Oke kak " Nanda duduk di sofa besar samping meja kerja Ara.


Dia tidak membantu Ara, Karena memang tidak ada kerjaan yang bisa dia kerjakan.


Sambil bekerja sesekali Ara mengobrol dengan Nanda, menceritakan segala pengalaman nya di sekolah.


Dari yang kecil sampai yang besar menurutnya, Nanda memang begitu akrab dengan Ara kadang dia juga menceritakan kedekatan nya dengan seorang cowok lebih tepatnya kakak kelas Nanda.


Ara selalu mendukung keputusan Nanda dan sesekali menasehati anak itu, agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.


" Kekamar mandi bentar ya kak ?" Ucap Nanda meminta izin


Ara mengangguk.


Karena kebelet Nanda lupa mematikan ponselnya dia takut jika bara menelpon pasti Ara akan mengangkat.


Segera di gas perjuangan nya mengeluarkan feses nya yang hampir menyumbat memenuhi perutnya.


Sungguh gawat jika Ara yang mengangkat panggilan bara, bisa-bisa Ara tau kalau bara sudah resmi menjadi pacarnya.


Sedangkan Ara taunya selama ini mereka hanya dekat dan belum pacaran. Nanda juga takut jika Ara akan bilang ke kakek, bisa jadi kakek akan marah padanya nanti.


Nanda keluar membuka pintu kamar mandi sampai terpleset dan jatuh.


" Ngapain ?" Ara melonggo menatap bingung


Sedangkan Nanda hanya meringis malu akan ulahnya


" Pulang yuk.. kakak udah selesai !!"


'' ok kak.. "


Mereka berjalan beriringan sudah seperti anak kembar dilihat nya.


" Linda saya pulang dulu ya.. jangan lupa pintu ditutup " ucap Ara mengingat kan


" Mari mb Linda ..! " Sapa Nanda


" Iya dek hati-hati ya ..!!"


Ara pulang ke rumah kakek, dia tiba-tiba merasa merindukan sosok seorang kakek yang selalu menyayanginya dengan penuh ketulusan.


" Kakek .. " berlari mendekati untuk memeluk


" Kebiasaan kalau masuk nggak ngucap salam malah teriak-teriak.. ! Udah kaya orang hutan kamu itu.. !!''

__ADS_1


Ucap nya menegur si cucu kesayangan.


Kakek Besari memang sudah tua tapi dia bukan sosok yang lemah, dia masih mengurus perusahaan dan masih kuat bermain golf dan berkuda.


" Cucunya pulang bukan dimanis-manisin malah digituin !! " Protes Ara


" Angga mana ?" Tak memperdulikan ocehan Ara


" Belum pulang !!" Sewotnya


.


Waktu sudah menunjukkan pukul 22:22 malam, tapi Ara belum juga pulang dia masih betah di rumah kakek, bercerita pancang lebar tentang semuanya dengan kakek.


Sedangkan Angga yang sudah sampai rumah kelimpungan mencari keberadaan Ara.


tak ada kabar sebelumnya, sedangkan


Ponsel nya tak bisa di hubungi.


Dia terus berusaha mencari keberadaan sang istri, menghubungi Stella juga teman-teman yang lain, namun jawaban mereka sama saja, tak ada yang tau dimana Amara berada.


Sampai merasa frustasi dia duduk di sofa ruang tamu meletakkan ponselnya karena bingung harus menghubungi siapa lagi, sambil duduk dan menyandarkan kepalanya disalah-satu sandaran sofa yang didudukinya.


Sambil memejamkan mata Angga teringat dengan sang mamah


" Bukanya tadi mamah mau mengajak Ara ya !!" Ucapnya sendiri


Mengambil ponsel yang tadi diletakkan


" Ada apa malam-malam begini mengganggu saja !!" Ucap ana yang terbangun dari tidur karena panggilan Angga.


" Mamah Ara dimana ? kenapa sampai sekarang belum pulang ?"


" Mana mamah tau, kamu itu suami kenapa nanya ke mamah !! Emang ada apa, apa kalian berantem sampai Ara nggak pulang, pasti kamu yang salah kan. Kamu itu memang kebiasaan tau nggak !!" Ana terus mengomel memarahi Angga tanpa henti dan tanpa jeda


" Iya mah makasih !!" Mematikan ponsel


Kembali merenung sekarang pukul 22:45 wib


" Selalu saja membuat khawatir, dimana coba kamu ra..,!" Ucapnya sendiri mengacak kasar rambut yang tadinya rapi sekarang berubah amburadul, namun tetap saja enak untuk dipandang.


.


"Hubungi suamimu kalau kamu disini, kasian dia pasti nyari kamu !!" Ucap kakek


"Ponsel aku mati'' alasannya memang sebenarnya Ara tak ingin menghubungi Angga, dia memang sengaja membuat Angga khawatir


Sudah hobi Ara memang membuat Angga khawatir dan frustasi.


Tanpa bicara lagi kakek menghubungi Angga, dan mengatakan jika Ara dirumahnya "Jemput istrimu dirumah kakek.. sekarang" ucapan terakhir kakek setelah mematikan panggilan.


"Tapi Ara pengen tidur di sini !!" Rengek Ara yang tak ingin pulang


Kakek sudah tak perduli dan pergi meninggalkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Kakek memang memiliki sifat keras namun sebenarnya dia sangat menyayangi Ara "udah dibilangi berkali-kali juga, masih saja bandel!!''


.


Angga yang sudah frustrasi sama sekali tak dapat berfikir dengan jelas, kini yang ada diotak nya hanyalah keselamatan Ara, dia takut jika Ara kenapa-napa dijalan.


Menghela nafas panjang mulai merebahkan tubuhnya, mencoba kembali berfikir.


Baru saja tubuh yang lelah direbahkan nya di sofa panjang, ada panggilan yang ternyata dari kakek.


" Kenapa kakek menghubungi ku ?tidak biasanya! " Ucapnya sendiri, namun tetap mengangkat panggilan.


"Hallo kek"


"Jemput istrimu dirumah kakek.. sekarang" belum sempat Angga menjawab panggilan pun berakhir


Tak perlu persiapan apapun dia segera mengambil kunci mobil yang diletakkan nya dinakas kamarnya dan segera menancap gas dengan cepat.


Setengah jam berlalu, Angga sudah berada dirumah kakek membujuk Ara untuk pulang.


Karena Ara yang terus membantah, Angga menyerah dan masuk ke kamar yang biasa Ara tempati dulu saat tinggal bersama kakek. "Angga kok ditinggal sih'' rengek Ara yang minta di gandeng, sambil mengulurkan tangan dan menghentakkan kakinya pelan.


Angga tak menjawab dia hanya mengangkat tangan dan berdada di udara. "Awas ya ga nggak ada jatah malam ini !!'' teriaknya lagi, namun sudah berjalan di belakang Angga


" Terserah " Angga berjalan dengan gaya cool memasukkan kedua tangan nya di saku celana kanan dan kiri. Sungguh tampan mahluk ciptaan Tuhan yang ini.


Ara terus mengekori Angga tak lupa dengan omelan kecil namun masih terdengar oleh sang suami.


Malam ini mereka tidur tanpa hal romantis seperti biasanya. Ara tidur membelakangi Angga begitupun dengan Angga.


🌻🌻🌻


Malam telah berganti pagi, sinar sang Surya telah muncul menyinari alam bumi yang indah disini.


Sungguh suasana pagi yang menyenangkan, rumah kakek terdapat taman luas dihalaman depan dan disamping-samping rumah.


Jadi setiap penghuni bangun dan keluar dibalkon akan disajikan pemandangan hijau dari taman kakek.


Hari ini Ara bangun lebih dulu, berlari-lari kecil di halaman kompleks.


Sedangkan Angga baru saja bangun, mencari keberadaan sang istri dia sudah mencari disetiap penjuru ruangan ataupun bertanya dengan semua asisten disana namun tetap saja Ara tidak ditemukan.


" Kak Angga nyari kak Ara ya ?" ucap Lina


" Iya.. apa kamu tau ??"


" Tadi kak Ara joging bareng Lina tapi Lina balik duluan !!".


" Terus kak aranya sekarang dimana ?"


" Sama kak Viko lagi makan dirumah makan gang sana !!"


Kembali menghela nafas panjang


" Makasih ya ..!!" Ucapnya pada Lina lalu pergi mencari keberadaan sang istri yang tak bisa diam ditempat nya.

__ADS_1


__ADS_2