Musuh Kesayangan

Musuh Kesayangan
Bab 40


__ADS_3

Singkat cerita...


Akhirnya hari bahagia yang sudah ditunggu-tunggu sudah tiba, Stella sungguh cantik mengenakan gaun pengantin berwarna putih bagaikan putri di negeri dongeng.


Mempelai wanita mulai berjalan pelan, di dampingi Ana dan Ara melewati ribuan para tamu yang menatap kagum akan kecantikan Stella.


Stella duduk di kursi yang sudah disiapkan oleh beberapa orang profesional disamping Bagas.


Tak henti-hentinya memandang ciptaan tuhan didepannya ini benar-benar sempurna "kamu cantik sekali" berbisik pelan sebelum penghulu mengikat mereka dengan ikatan pernikahan.


Stella hanya tersenyum menanggapi dia merasa malu ditatap seperti itu, pipinya mulai memerah namun tak terlalu nampak karena tertutup rapi dengan riasan diwajahnya.


"Bisa kita mulai !!" Ucap pak penghulu Bagas mulai menjabat tangan Kusuma


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Bagas Adiguna dengan putri kandung saya sendiri Stella Putri Kusuma, Dengan mas kawin seperangkat alat solat dan emas batangan 5 gram di bayar tunai.


Bagas menjawab sangat lantang dan tanpa salah sekalipun, sungguh terharu hati para pendengar dan saksi yang mendengar nya.


Ana menangis hatinya senang karena putri satu-satunya telah menikah, resmi menjadi seorang istri.


Setelah acara ijab selesai pesta berlangsung meriah, semua tamu undangan hadir dan menikmati acara sampai selesai.


"Hay Ara !!" Sapa Dante mendekat kearah Ara yang berdiri di samping Angga dan kolega yang lain.


Mereka menoleh mencari sumber suara, Angga mulai menatap tidak suka, dari sorot matanya sungguh menandakan, jika dia tidak menyukai lelaki yang sok akrab itu.


"Kau mengundang nya !!" Ucapnya masih menatap tak bersahabat,


Ara mengangguk dan berjalan menghampiri Dante "Hay how are you?"


"Aku baik Ara.. !!"


"Waooo kau sudah bisa bahasa Indonesia?" Ara sungguh senang.


Dante mengangguk dan ingin memeluk ara, tiba-tiba Angga datang dari belakang Ara dan berdiri tepat di depan wanita tersayang nya ini, sehingga kejadian tak terduga terjadi, Dante memeluk tubuh Angga.


Dante mulai merasa aneh "Ara apa kau bangun tembok di depan mu ??" Pertanyaan gila yang membuat Angga semakin emosi.


Angga melepas pelukan, menguatkan otot rahang dan menatap tajam Dante seolah ingin menelan hidup-hidup.

__ADS_1


Ara hanya tertawa kecil melihat sang pangeran yang mulai cemburu kepada sahabat nya.


"Hay tenang brother aku tidak akan merebut istrimu, aku hanya ingin memeluknya karena rindu !!'' ucap santai Dante


Angga maju mulai mengepalkan tangan, Ara mulai khawatir sepertinya Angga benar-benar marah.


"Sayang !!" Menarik lengan kokoh yang mulai mengeras kan seluruh otot tangan nya.


"Tenang brother aku hanya bercanda aku tak akan merebut wanita mu !!" Tutur Dante "mungkin lebih baik aku pergi saja, terimakasih Ara karena telah memanggil ku !!" Dante pun pamit


Setelah Dante pergi Ara pun ikut menghantarkan Dante keluar, dia ingin meminta maaf kesalahpahaman ini terjadi karena nya.


"Aku tak masalah Ara jangan memarahi nya ya cantik" memegang pundak Ara dan pergi


"Siapa lelaki itu Ara sangat tampan" ucap intan yang tadi sempat mengejar Ara keluar,


Ara tak menggubris ucapan intan dia berjalan menghampiri Angga di tempat semula, menggandeng Angga untuk menjauh dari keramaian sorot matanya kali ini sungguh tidak bersahabat.


"Kenapa ? kau ingin memarahiku !" Ucap Angga santai


"Kamu itu yaa.. cemburu nya nggak jelas tau nggak sih malu malu in !!" Melipat tangan didada, Angga tak mau kalah "kamu bilang gak jelas ? Bukankah sangat jelas !! Untuk apa kamu mengundang dia.. sengaja mau manas manasi aku !!" Menatap Ara tajam


"Untuk apa ??" Membentak


Ara diam dia tak berani membantah lagi, sepertinya keputusan memanggil Dante adalah masalah "nggak guna tau nggak !!" Pergi meninggalkan Ara yang mulai mengeluarkan air mata dari pelupuk mata indahnya.


Setelah merenung cukup lama Ara keluar kembali menemui teman-teman nya, dia melihat sekeliling tak nampak Angga disana.


"Nyari siapa sih Lo ar !!" Ucap intan


Ara menatap dan menjawab "tidak ada kok !!"


Semua orang tak mengetahui perselisihan antara Angga dan Ara,


Angga pergi dari hotel tempat diadakannya acara.


.


Di lain tempat Angga sedang marah bahkan sangat marah "kenapa harus mengundang Dante, dia bilang apa aku gak jelas, dia yang gak jelas !!" Angga mabuk sedari tadi terus mengoceh tak jelas.

__ADS_1


Setelah perselisihan itu dia pergi bersama Tomi ke club malam, mereka ingin meluap kan emosi masing-masing karena Tomi pun sedang ada masalah dengan Ratna mantan kekasih Angga.


Mereka sama-sama mabok hingga tak sadar jika Ratna mengikuti dan merencanakan sesuatu pada Angga.


''berikan minuman ini pada lelaki yang duduk disana" ucap Ratna pada salah satu pelayan di club malam itu


Minuman pun di berikan namun saat Angga akan meminum, Tomi merebut dan meminumnya lebih dulu, sehingga Angga di ganti dengan minuman yang lain.


''pesankan satu kamar untuk ku tom.. aku ingin tidur !!" Ucap Angga, dengan kesadaran yang masih tersisa Tomi pun memesan satu kamar untuk Angga.


Angga berjalan gontai menuju kamar yang sudah di pesan


Ratna yang sudah mengikuti ikut masuk, sampai di dalam keadaan kamar sangat gelap, dia melihat Angga sudah berbaring di kasur menggeliat kepanasan.


"Bagus kamu masuk dalam jebakan ku Angga" tersenyum senang, ikut berbaring di samping lelaki yang sedang menggeliat karena ulahnya ini


Terjadi malam panas..


Flashback On


Tomi melihat Ratna mengikuti Angga dari bar menuju kamar yang sudah di pesan nya itu.


"Dia pasti merencanakan sesuatu, aku harus lebih dulu masuk, sebelum wanita ular itu !!" Dengan langkah gontai Tomi mencoba menaiki anak tangga satu persatu, karena kamar yang di pesannya untuk Angga ada di lantai tiga dari bar itu.


Ternyata Tuhan masih berpihak pada mereka, Tomi lebih dulu sampai, dia segera masuk sorot matanya mencari keberadaan Angga, ternya lelaki bertubuh kekar itu sedang berada di kamar mandi "bagus !!" Ucapnya


Tomi mengunci pintu kamar mandi, mematikan lampu, kemudian berbaring di atas kasur lembut kamar hotel itu.


"Kenapa ini ? kenapa terasa panas seperti ini !!'' ucapnya, dia mulai berfikir jika ini pasti salah satu rencana dari Ratna, badannya terasa semakin panas padahal AC di ruangan itu menyala, dia membuka jas dan kaos yang masih melekat di tubuhnya.


Mendengar suara pintu terbuka Tomi segera berbaring membelakangi arah pintu, dan benar saja ini adalah jebakan dari ratna


Sedangkan di tempat lain Ara begitu khawatir, mulai mencari keberadaan Angga tapi satupun tak ada yang melihat.


Akhirnya dia memutuskan untuk pulang, meminta izin kepada kedua mertuanya melalu panggilan telepon, karena tidak mungkin jika dia harus berpamitan secara langsung, yang ada masalah akan semakin rumit dan akan membuat acara Stella kacau.


Menunggu dirumah adalah keputusan yang paling benar, waktu semakin berjalan, malam semakin larut namun masih belum ada tanda-tanda Angga untuk pulang.


Ara semakin cemas, masih mencoba menghubungi nomor Angga tapi tak ada jawaban, dia terus menunggu sampai akhirnya dia lelah dan tertidur.

__ADS_1


Sinar matahari mulai tinggi masuk ke celah-celah jendela rumah Ara, membangunkan calon ibu yang sedang tertidur pulas.


__ADS_2