
"Tumben ada acara apa" Linda tak menjawab hanya meringis menampakkan deretan gigi putih nya.
"Boleh.. ayoh kita makan" antusias Ara
Ara memang bos disini tapi dia selalu welcome terhadap para karyawan dan bawahan.
"jadi ada apa.. kalau mau minta naik gaji belum bisa" cuek Ara.
"Bukan.. bukan.. bukan mbak !! Ini hanya sedikit perayaan karena tadi malam saya habis dilamar sama doi mbak!'' ucapnya jujur
"Waooo selamat ya.. kenapa nggak bilang.. kalau aku tau kan aku bisa buatkan baju lamaran buat kamu Lin"
" Cuma sederhana aja kok mbak.. nanti aja deh pas nikah " tersenyum malu
" Oke kabarin aja nanti aku yang bakal desain khusus buat kamu!!''
"Selamat ya" ucap Ara lagi
Mereka pun memakan pizza itu sambil tertawa Ara memang lebih tua 3 tahun dari Linda, tapi dia tau apa yang dirasakan gadis seusianya ini..
"Hari Minggu ada acara nggak Lin ?"
"Kenapa mbak ?"
"Aku mau ngadain syukuran dikota kelahiran ku..!! Kalau nggak ada acara kan aku mau ngajak kamu"
"Pasti bisa mbak!!"
Hari ini butik begitu ramai pengunjung, membuat semua karyawan kewalahan melayani.
Ara tidak bisa membantu, karena dia harus menyelesaikan beberapa desain untuk klien nya.
"Mbak Ara masih belum selesai? Mau saya bantu ?" Tawar Linda, dia kasian melihat Ara setiap hari lembur untuk menyelesaikan urusan klien.
"Udah beres kok, giliran tugas kamu ya!!" Menyerahkan desain untuk di jadikan gaun cantik.
.
Ara lebih dulu sampai rumah di banding kan Angga, dia menyiapkan makan malam sendiri karena mereka memang tak menggunakan pembantu untuk membantunya.
Selesai menyiapkan makanan Ara segera membersihkan diri, badannya terasa sangat lengket bau menyengat sudah mulai tak nyaman.
Seperti biasa selesai mandi, selalu merias wajah tipis, menambah kan kencantikan nya yang sederhana.
Suara mobil memasuki garasi rumah
Ara segera berlari menemui sang suami di luar, membukakan pintu untuknya masuk "selamat malam sayang" ucapnya dengan penuh wajah riang
"Cantik banget mau kemana?" Sungguh pertanyaan yang membuat kaum wanita menjadi kehilangan mood, kalau biasanya dirumah hanya mengenakan daster sekarang berubah modis pasti itu yang akan terucap dari mulut mereka
"Sayang hari ini aku nggak mau marah-marah oke.. jadi stop memancing keributan!!" Tegasnya namun dengan wajah penuh senyuman.
"Oke..oke kenapa ??" Pasrahnya
"Makan dulu yuk laperkan ??"
Angga mengangguk sambil menatap intens sang istri
Mereka pun duduk berdua diruang makan, dengan telaten Ara mengambilkan nasi dan berbagai lauk yang sudah dimasaknya.
"Makanlah sayang !!" Memberikan
Angga pun mulai mencicipi masakan sang istri yang ternyata enak..
"Ternyata kamu bisa masak juga ya.. biasanya kan aku yang masak buat kamu hahaha" ucap Angga sambil terus mengunyah
__ADS_1
"Sayang apa kau lupa.. kenapa kau terus memancing emosiku..!!"
'' oke maaf aku khilaf " menaikkan kedua jarinya membentuk huruf v
"Kamu tau nggak tadi aku kan menghadiri acara lombanya Nanda" sambil mengunyah makanan
"Terus ??" Potong Angga
"Dengerin dulu dong ngomong Mulu dari tadi" omel Ara
Angga mengangguk menyetujui
"Aku ngerasa bangga tau gak sih yank dia menang dapet juara satu, rasanya aku merasa aku sudah menjadi seorang ibu.. sungguh aku merasa senang" Angga mulai antusias mendengar kan
"Apa lagi saat dia membacakan pesan dan kesannya aku merasa tersanjung karena di menyebutkan namaku sebagai ibunya.." air mata Ara menetes
Angga berjalan berpindah posisi duduk di samping Ara, memeluk dan menenangkan sang istri.
"Andai aku mempunyai anak dari rahimku apa dia juga akan sepintar dan secerdas Nanda yank ?''
Angga semakin mempererat pelukannya
"Tentu saja dia akan cerdas sayang, kalau cewek dia pasti cantik kaya kamu.. kalau cowok ya.. tampan kaya papahnya dong" mencoba menghibur
"Apa kita akan punya anak ?"
"Tentu dong !!"
"Apa aku bisa mengandung ?" Menatap perut yang masih datar
"Suuttt.. nggak bilang gitu ah !! Kamu pasti bisa mengandung !"
"Tapi kalau tidak aku ikhlas kamu menikah lagi"
"Iya.. kan janji ini hari baik nggak boleh marah-marah" Ara tersenyum menatap Angga
"Kamu yang mancing duluan" protes Angga
"Iya deh.. maaf"
Selesai makan Ara menyiapkan pakaian untuk suami, sedangkan Angga sudah merendam dirinya dengan khas aroma terapi yang menenangkan.
Selesai menyiapkan pakaian Ara merebahkan tubuhnya bermain ponsel, membalas satu-persatu pesan yang masuk.
📩
Grup gila
"Gimana Ar acaranya tadi ?''
tanya Steffi
"Juara satu dong"
"Yang bener Ar !!" Dika membalas dengan cepat
"Wah pinter emang !!"
"Salam deh ya Ar dari kakak ganteng gitu 😁"
"Dika berisik dehh sadar diri Lo, mana mau bocah sama Lo.. aki-aki" sewot intan
"Besok hari Minggu gue mau ngadain syukuran kalian hadir ya !!"
"Siap Ar "Dika membalas dengan cepat
__ADS_1
"Dimana ?"
"Magelang !!"
"Siap !!" Jawab Dika lagi dan yang lain hanya mengirimkan emoticon tada jembol
👍
👌
👍
"Apaan sih tu Steven.. keluar-keluar cuma ngasih jempol
------
"Asyik banget lagi liat apa" Angga tiba-tiba sudah ada disampingnya
"Ngagetin aja si ga..!!"
"Salah siapa asyik sendiri!!"
"Hari Minggu kita kerumah bunda yuk ga ..aku pengen ngadain syukuran disana buat ngerayain keberhasilan Nanda" mendongak penuh harap
Angga mengangguk dan seketika membuat Ara senang, dia segera menghubungi keluarga yang lain untuk menghadiri syukuran di kota tempat dirinya dilahirkan.
Padahal besok baru hari Jum'at tapi Ara sudah menyiapkan segalanya, catering dan lain.. dia sudah berencana untuk membuat kejutan untuk Nanda.
Dan kali ini Lina yang akan membantu nya.
Hari Sabtu pagi Ara berangkat dari Jakarta ke Magelang, begitupun dengan yang lain namun mereka berangkat dari rumah masing-masing.
"Bunda" segera berlari dan memeluk sang bunda
Sudah beberapa tahun dia tak pulang kekota asalnya, jika dia rindu dengan kedua orangtuanya, dia hanya melakukan panggilan video untuk melihat kedua orang tua yang paling dia sayangi.
Tak lama dia duduk, rombongan mertua dan para teman-teman nya datang, tinggal menunggu kakek dan Nanda.
Linda juga datang bersama calon suami,
Malam ini semua menginap di tempat Bu esih ibunda dari Ara.
Ana langsung menghampiri esih memberikan pelukan rindu, Stella pun hadir bersama Bagas.
"Wes dalu Ayo tidur dulu !!"
Keluarga Ara di Magelang memang keluarga berpunya mereka mempunyai penginapan yang di siapkan khusus untuk acara seperti ini.
"Nanda ne iseh neng dalan ndok ??" Tanya esih
"Nggeh Bu!!"
"Mari-mari tak antar ke penginapan belakang pasti kalian capek setelah perjalan jauh !!" Ucap ayah ara
"Orang Jawa memang ramah-ramah ya" bisik Dika pada Steffi
"Jelas banget itu.."
Sampai di penginapan mereka segera merebahkan tubuhnya karena lelah, mereka rencana berlibur dikota Magelang selama lima hari, dan mereka menyempatkan diri hanya untuk memenuhi keinginan Ara yang menyusahkan.
Ara pun juga sengaja menutup butik untuk acara ini, tapi bukan cuma itu karena dia juga sangat merindukan kota halaman
Malam hari nya rombongan kakek Besari datang membawa Nanda dan Linda.
Malam ini tak ada kegiatan lain, semua nya beristirahat Dengan tenang sampai datang pagi.
__ADS_1