
Sampai di rumah Angga langsung menyiapkan semuanya, dia sudah menelpon Stella untuk membantunya.
Tapi Stella tak kunjung datang, dia mencoba menelpon lagi dan Stella masih juga belum mengangkat panggilan nya.
" Kemana coba ni anak .." uring-uringan sendiri menunggu Stella
.
" Ponsel mu terus berbunyi sejak tadi " ucap Bagas
Stella hanya berdehem dan mengambil ponsel yang di letakkan nya di meja.
" Astaghfirullah " ucapnya
" Kenapa .? " Bagas Ikut panik melihat ekspresi Stella
" Aku ada janji sama kak Angga buat bantuin dia beres-beres buat besok pagi !" Menatap Bagas
" Memang dia mau kemana ? "
" Nanti aku ceritain..! Sekarang kita harus kerumah kak Angga sebelum dia semakin marah !" Mengambil tas dan menggandeng tangan bagas untuk meninggalkan tempat itu.
Bagas yang tiba-tiba di gandeng hanya mengekor saja.
Sampai di mobil Stella baru sadar jika sejak tadi dia sudah menggandeng tangan bagas tanpa ijin.
Hal itu menyebabkan keheningan sesaat diantara mereka.
" Jadi Angga mau kemana ? " Ucap Bagas mencoba memecah keheningan
" Milan.! dia mau memperjuangan cinta nya lagi "
" Bagus kalau dia sadar "
Stella langsung memandang ke arah Bagas, pandangan yang tak bisa di artikan dan Bagas pun menoleh lalu kembali fokus ke jalan.
" Maksud aku bagus kalau dia benar sadar kalau Ara lebih baik dari Ratna ''
Ulangnya lagi menjelaskan
Stella terus menatap ke arah Bagas, sekarang lebih ke tatapan menyelidik. Sampai-sampai tidak sadar kalau mereka sudah sampai.
" Kita udah sampai, kamu mau turun apa terus menatap ku seperti itu !" Ucap Angga mengagetkan
Stella seketika gelagapan
" Ah iya.. terimakasih kak ! Dan soal tadi maaf "
" Nggak masalah ! Aku langsung pulang ya " pamitnya
" Iya.. hati-hati " Stella melambaikan tangan lalu masuk ke dalam rumah besar berpagar hitam.
Baru masuk Angga sudah berada di ambang pintu." Dari mana ?" Tanya nya lebih menyelidik
Ternyata sedari tadi dia sudah melihat jika Stella pergi dengan Bagas, sampai tidak menjawab panggilan darinya.
" Mau aku bantu gak, atau aku balik pulang nih..!" Ancam nya
" Iya..iya masuk !" Ucapnya mulai menyingkir dari depan pintu
Stella lebih dulu masuk dan langsung menuju kamar Angga.
" Tadi dia angkat telpon gue.. tapi dia lagi sibuk katanya " curhat Angga
" Jam segini dia lagi sibuk..! Emang kakak udah tau alamat dia dimana ?" Tanya Stella memastikan
__ADS_1
" Apa si yang kakakmu ini nggak tau, hubungan mu dengan Bagas pun aku tau !" Ucapnya dengan wajah full mengejek
Mendengar itu, Stella langsung berhenti menata dan menoleh menatap angga.
" Apaan sih kak !" Jawabnya malu-malu
" Nggak papa si kalau kamu suka, Kakak kasih restu kok.! Tenang aja " sambil menoel pundak sang adik
" Kak.. aku pulang nih !" Ancamnya
" Hahaha iya deh iya..!" Angga terus diam setelah Stella mengucap kata azimat
Karena sudah terlalu malam Stella pun menginap dan tidur di kamar yang biasa Ara tempati.
Baru saja merebahkan tubuhnya di kasur Bagas sudah menelpon
📞 : Udah selesai beres-beres nya ? Tanya Bagas
'' baru aja selesai ! "
" Apa aku ganggu ?"
" Nggak juga si kak ! Ada apa tumben nelpon ! " Ucap Stella
" Nggak ada si cuma pengen denger suara kamu aja!''
Stella tak menjawab, dia terkejut dengan ucapan Bagas.
" Stella.. udah tidur ya " panggilnya lagi
" Belum.. !"
" Udah malam tidur gih ! " Ucap Bagas lagi-lagi mampu membuat Stella deg-deg ser
" Iya.. selamat malam kak !"
Panggilan berakhir dan Stella masih memegang ponsel yang membuatnya deg-deg ser.
Dia membayangkan ucapan Bagas '' apa kak Bagas menyukai ku ?" Ucapnya sendiri. Tak sadar dia sudah mejadi gila karena senyum-senyum tak jelas sejak tadi.
.
Milan
"Why are you Ar.. not focused earlier?" Ucap teman kerjanya
"There's nothing, I'm just really tired, so I can't focus"
Alessia hanya mengangguk paham meski sebenarnya hatinya sangat khawatir dengan keadaan Ara.
" Do you want permission only.. you are so pale Ar..! " ucap nya lagi
"Really..? It's a little dizzy" jawab Ara
"Let me call our manager okay..! Tawarnya
"No need Alessia will be home soon! Don't worry, I'm fine!" Ara mencoba meyakinkan teman nya ini karena dia tak ingi teman nya ini khawatir berlebih padanya.
Namun sepertinya Alessia tidak mempercayai ucapan Ara yang mengatakan dirinya baik-baik saja.
Dengan inisiatif nya sendiri Ale menghubungi Dante untuk menjemput Ara pulang, karena memang khawatir dan tak ingin Ara kenapa-napa.
Jam pulang telah tiba dan Dante sudah menunggu di depan mobil nya.
Saat melihat Ara dia langsung melambaikan tangan dan menghampiri ku " let me take you home !"
__ADS_1
Ara naik ke mobil dante lumayan kan tumpangan gratis
Dia tidak tau jika saat ini Angga sedang menyusul nya ke Milan
.
Indonesia
" Hati-hati kak, semangat berjuang " ucap Stella
Stella yang mengantarkan Angga ke bandara degan di antar Bagas.
" Lo jagain adek gue, awas aja kalau Lo apa-apa in dia." Ucapnya pada Bagas
Membuat Stella diam tak berkutik dirinya sangat malu dengan Bagas
" Apaan si kak Stella bisa jaga diri sendiri "
Bagas dan Angga menoleh
" Tenang aja gue jagain adik Lo, tapi ada syaratnya lo harus berhasil dan jangan jadi laki-laki cemen. " Tuturnya halus tapi menyakitkan
" Hmm"
Angga pun mulai berjalan meninggalkan Stella dan Bagas yang masih berdiri di lobi bandara.
" Masih mau disini " ucap Bagas
Stella menoleh " pulang dong " ucap nya
" Ayo " berjalan menggandeng tangan Stella
Stella hanya mengikuti langkah Bagas, tangannya di gandeng seperti ini membuatnya deg-deg kan.
" Cari sarapan dulu ya..! Laper nih " ucapnya saat di dalam mobil
" Iya kak " Stella hanya menjawab seadanya karena hatinya masih deg-deg ser
Ahirnya mereka berhenti di pedagang bubur ayam Pinggi jalan.
" Disini kak ? " Tanya ku heran seorang Bagas yang semuanya harus serba bersih, malah makan di pinggir jalan seperti ini
Stella hanya diam memandang warung yang berdiri di pinggir jalan itu.
" Kamu nggak turun ?" Tanya Bagas yang sudah lebih dulu turun
Ahirnya Stella pun turun menuju warung tersebut.
" Eh den Bagas, baru keliatan aja..!" Sapa pak penjual bubur ayam
" Iya pak ..!"
" Ini pacarnya ya..? Cantik " ucap pak pedagang lagi
Bagas hanya tersenyum menanggapi bapak penjual.
" Pak saya buburnya gak pake ayam ya !" Ucap Stella yang malah membuat Bagas dan bapak penjual tertawa.
" Si Eneng ini gimana, orang bubur ayam kok gak pake ayam ?"
Stella hanya celingukan menatap bapak penjual lalu berganti an menatap Bagas
" Salah ya .?" Tanyanya pada bagas
" Nggak si " jawab Bagas
__ADS_1
" Terus kenapa ketawa, orang aku gak suka ayam !" Ucap Stella
" Iya neng ini udah siap kok buburnya " ucap pak penjual ramah sambil menghidangkan bubur di meja.