
" Udah nyampai mana ?"
Stella mendongak " apanya..?" Menatap Bagas
Saling pandang membuat hati semakin tak karuan.
" Skripsi nya kamu.. sampai mana ?" Tersenyum menatap stella
" Ouh.. udah mau selesai !!" Stella kembali di buat gugup
Bagas memang selalu membuat Stella gugup, panik dan deg-degan, entah perasaan apa, sekarang stella mulai nyaman berdekatan dengan Bagas.
" Kenapa ?" Dengan senyuman aneh terus menatap Stella
" Kenapa apanya ??" Lagi-lagi, stella benar-benar tidak paham, dengan apa yang dimaksud oleh Bagas.
" Gapapa, udah di lanjut gih.. aku temenin disini !!'' ucapnya, lalu membuka benda pipih, yang di tarik dari saku celana nya.
Kembali di buat salah tingkah, stella hanya menghadap laptop, tanpa mau menghadap Bagas.
Setengah jam berlalu, tak ada percakapan di antara mereka, Bagas masih fokus dengan benda pipih di tangannya, sedangkan stella pun sama.
Dering ponsel kembali berbunyi..
Stella mengangkat dengan tangan gemetar, seperti ketahuan mencuri saja.
📞: Hallo " suara gemetar dari stella mampu membuat Bagas menaruh ponsel dan mengamati perubahan sikap dari stella
" Aku di depan keluar lah ..!!"
Dengan cepat, stella mematikan ponsel, dan berlari menghampiri sumber suara.
Bagas masih tenang duduk di sana, dan terus mengamati sang pujaan hati nya, dari kejauhan.
" Kamu ngapain di sini, hujan-hujan gini lagi !!"
'' Bagas disini ??" Belum sempat menjawab, Bagas sudah keluar
" Ya.. aku disini ! Ada apa ?" Ucap Bagas, dengan tetap memasang ekspresi cool di wajah tampan nya.
" Kau tidak menyuruhku untuk masuk Stella, aku disini sejak tadi, dan tubuhku dingin kehujanan.!" Menatap melas
Stella pun mempersilahkan Steven untuk masuk, karena memang tubuhnya telah basah kehujanan.
Stella juga mengambilkan baju ganti milik Angga, yang masih tertinggal disana untuk di pakai Steven, agar tidak masuk angin nantinya.
Selesai berganti pakaian, steven duduk di samping bagas.
Semua diam, Stella terus memandang kedua kakak beradik itu.
bagas sedari tadi terus menatap tajam steven, begitupun sebaliknya.
Suasana tampak hening diantara mereka, hanya terdengar suara air hujan, yang terus menerus turun membasahi bumi.
" Ada urusan apa kamu kesini ? "
Bagas mulai memecah keheningan diantara mereka.
Sedangkan Stella terus terdiam sedari tadi.
" Apa harus ku beri tahu apa urusan ku ?" Jawab Steven.
__ADS_1
" Bukankah kita sudah sepakat untuk bertarung secara terbuka ?" Ucapnya lagi
" Jadi jangan menatap ku seperti itu "
Bagas hanya diam, tanpa menanggapi ucapan Steven, dia membiarkan Steven tetap berkata semaunya, dia tidak ingin membuat Stella menjadi ilfil, dan menjauh dari nya.
" Stev ada apa kamu kemari ?" Giliran Stella yang bertanya, Steven pun sangat antusias untuk menjawab.
Saat akan menjawab, kedua orang tua Stella datang, hingga membatalkan jawaban yang akan di ucapkan oleh Steven.
" Assalamualaikum " ucap ana dan Kusuma yang masuk beriringan
" Waalaikumsalam " jawab semuanya bersamaan
" Wah ada tamu rupanya ya.. " ana tersenyum mengejek menatap Stella
" Selamat malam Tante " ucap Bagas, yang sudah berdiri dan menyalami tangan, kedua orang tua Stella.
Steven ikut berdiri dan menyalami Kusuma dan ana.
" Yaudah di lanjutkan !! Om sama Tante mau istirahat dulu "
" Kita juga mau pamit kok om, Tante.." sambung Bagas sopan
'' lah kenapa nggak ngobrol dulu!!" ana menyenggol lengan Stella, memberikan kode untuk stella tetap menahan Bagas dan Steven.
Sedangkan stella hanya menatap aneh mamah nya.
" Udah malam Tante, kasian stella.. dia harus istirahat!" Tersenyum manis menatap stella, yang berdiri di samping Kusuma dan di belakang ana.
" Aduh manis sekali .. sering-sering kesini ya.. kalian hati-hati pulang nya. Di luar hujan deras banget. !!"
" Iya Tante.. kami permisi assalamualaikum" ucap Bagas lagi, kembali menyalami tangan Kusuma dan ana.
" Modus banget sih Lo bang !!" Ucap Steven tak terima. Sedangkan Bagas hanya tertawa sinis lalu masuk kedalam mobil nya.
📩 Pesan dari Bagas
" Selamat malam, beristirahat lah 🌻''
Pesan terkirim masuk ke nomor ponsel stella.
Stella belum membuka isi pesan itu, dia hanya membaca sekilas, dari notifikasi yang masuk ke ponsel nya.
Setelah di sidang oleh kedua orang tuanya, sekarang Stella sedang memanjakan diri dengan memakai masker di wajah nya.
Semua kejadian malam ini, di ceritakan kepada Ara tanpa ada yang terlewat kan, saat ini dia sedang melakukan panggilan video dengan Ara.
" Mamah itu cuma pengen yang terbaik buat kamu Stella.!!" Ucap Ara dari balik panggilan
" Iya.. tapi kan mamah nggak harus mententukan pilihan nya sendiri kak .."
Ara mengangguk.
" Terus kamu sendiri gimana udah punya pilihan ?"
" Entahlah.. hal ini membuat ku pusing !" Ucap pasrah dari stella
'' seandainya aku yang berada di posisi kamu aku akan memilih Bagas, karena dia sudah mapan, tidak egois. "
" Tapi aku hanya menganggap nya sebagai kakak ku, sama seperti kak Angga !!"
__ADS_1
" Semua bisa berubah stella.."
" Hmmm!!"
" Udah dulu ya.. kakak mu telpon, dia sedang di luar !!" Ucap Ara lalu mematikan panggilan secara sepihak.
Stella semakin di buat bingung dengan Ucapan Ara.
.
" Tadi telpon siapa ?" Ketus Angga, karena Ara telat mengangkat panggilan
" Menurut kamu !?" Ara tidak takut, dia malah lebih membuat singa mengamuk
" Sayang...!!"
Ara semakin tertawa melihat ekspresi wajah cemburu dari angga.
" kenapa ketawa gitu sih yank..😔 " Wajah yang tadi garang sekarang melunak, tampak manja di depan sang pawang.
" Ya tebak dong siapa coba..?" Ara masih terus menggoda sang suami
" Pasti Steven, iya kan..!" Kembali mode ngambek
" Aku pulang sekarang !!" Ucapnya
" Coba aja berani pulang, sebelum selesai.. aku kunci di luar !!" Ancamnya
" Ya habis kamu nggak mau jujur !!" Rengek nya, seperti bayi yang kehilangan mainannya
" Kok aku, kamu aja yang cemburu gak jelas..!!"
" Ya kan karena aku sayang sama kamu !!" Jawab Angga tak mau kalah
" Aku ngantuk mau tidur..!" Seperti tadi, Ara kembali mematikan panggilan secara sepihak.
.
" Dasar gadis aneh, gila tapi ngangenin.. ucap Angga, terus memandang foto profil yang terpasang di akun istrinya.
" Angga ..!" Panggil Andre
" Kenapa ?"
" Ada Ratna di bawah, dia memaksa masuk mau ketemu sama Lo !!"
" Bilang aja gue sibuk !!"
" Mending Lo temuin sendiri aja lah, gue udah bilang gitu dari tadi tapi dia tetep aja maksa mau masuk..!" Baru saja Andre selesai berbicara, Ratna sudah nyelonong masuk ke kamar Angga.
" Sayang aku rindu .!! " Katanya, sambil berjalan berlenggak-lenggok menuju Angga duduk saat ini.
" Stop ******.. " ucap Angga lantang.
Mengambil ponsel, dan menelpon security.
" Angga maaf .. saat itu aku khilaf ga !! " Ucapnya mencoba kembali berjalan mendekat.
" Stop aku bilang ...!" Tak lama, security pun datang untuk mengusir Ratna.
Ratna memberontak, namun tetap saja kekuatan nya tak sebanding, dengan kekuatan dua security, yang sedang menggandeng kedua tangan nya.
__ADS_1
"Sampai kapan aku disini?'' ucap Angga merengek ingin pulang