
Ara duduk di kursi kebanggaan, sedangkan Dika masih berdiri di depan pintu '' ada apaan sih manggil gue ?''
'' duduk '' tunjuknya pada kursi di depan mejanya
dengan langkah malas dia berjalan, duduk di tempat dimana Ara memerintah kan.
'' gue mau nanya Lo beneran suka sama adik gue ?'' mode serius
'' iya kenapa ..? Lo mau ngelarang gue !!''
Ara diam dan memandang Angga masih dengan keseriusan nya
'' nggak gue cuma pengen lo jaga dia, jangan sampai buat dia sakit hati.. gue nggak mau di sakit hati !!''
Dika diam mendengar kan setiap kata yang keluar dari mulut Ara, mencoba mencerna setiap kata baru dia akan berkomentar '' iya gue tau lo sayang banget sama dia, gue juga tau Lo nggak mau dia kenapa-napa.. !! Lo bisa percaya gue.. gue nggak akan buat gadis Lo sakit hati, fisik maupun mental !!''
'' Lo tau kan gue kaya gimana orang nya ?''
berdiri berjalan di belakang Ara
'' Playboy !!'' jawab Ara datar sambil mulai membaca berkas-berkas yang ada di mejanya
'' dasar Lo temen laknat !!''
'' nggak akan gue kasih restu Lo !!'' ucapnya menanggapi makian Dika
'' iya deh iya maaf .. bantuin lah Ar, biar gue juga bisa sepenuh nya ngejaganya !!'' bujuk Dika memelas
Ara memutar kursi menghadap dika yang masih ada di samping '' alah modus lo.. udah sana keluar gue udah nggak butuh Lo !!"
'' beneran laknat .. untuk aja Lo temen gue " pergi keluar dari ruangan Ara
Ara tak perduli lanjut mengerjakan tugas nya.
Dika keluar kembali menghampirimu Nanda, tak berubah dia masih sama seperti 1 jam yang lalu, duduk sambil trus menatap gadis cantik di depannya itu.
'' nggak bosen menatap aku terus dari tadi ?'' melirik malas
'' aku tidak pernah bosan melihatmu !!'' ucapnya santai dan masih terus menatap
Nanda berdiri ingin mengambil pensil warna untuk mempercantik tampilan gambarnya.
'' kamu tau nggak ?'' ucap Dika
'' nggak !!'' jawabnya santai
'' Ara merestui hubungan kita.. jadi gimana dengan kamu ?''
Nanda menoleh menatap aneh '' hubungan kita ..!! emang kita ada hubungan apa ?''
__ADS_1
lelaki itu sungguh gemas, apalagi saat melihat ekspresi seperti itu, ingin rasanya dia mencubit pipi chubby itu.
dia berdiri menghampiri Nanda yang masih diam di tempat nya, '' aku menyukainya mu .. maukah kau menjadi pendamping hidupku ?''
ucapnya kali ini penuh dengan keseriusan tangan nya menggenggam tangan Nanda, matanya menatap serius.
Nanda di buat tidak baik-baik saja, jantungnya kali ini berdetak lebih kencang dari biasanya.
dia terus menatap manik mata coklat milik lelaki gagah di depannya ini.
dia masih tak percaya apakah ini mimpi atau nyata, '' kau tak perlu langsung menjawab nya.. masih banyak waktu, yang pasti aku akan selalu menunggu jawaban mu Nanda !!'' tersenyum
tangan yang tadi menggenggam, kini beralih menepuk pundak gadis didepannya. '' aku pergi dulu .. nanti ku jemput saat pulang !!''
Nanda masih diam, dia tidak bisa menjawab entah kenapa lidahnya terasa kaku sulit untuk menjawab.
setelah kepergian Dika baru dia berjalan ketempat duduk yang biasa dia gunakan untuk bekerja, pikiran mulai berjalan normal
'' apa dia sungguh menyukai ku ..? dan apa katanya kak Ara merestuinya ? lalu apa yang harus ku jawab ..!!''
dia terus melamun memikirkan kata-kata yang baru saja di ucapkan Dika, sampai Linda memanggil pun dia tak mendengar.
'' Nanda ..!! '' panggilnya sekali lagi, sambil menepuk pundak gadis yang masih bengong itu.
'' ah iya kak !!'' mendongak kaget
entah dirinya kenapa dia sendiri juga tidak tau '' bantu kakak bawain desain yang baru ku gambar ke penjahitan.. sekalian punyamu tadi ya !!'' ucap Linda lalu pergi
Nanda pun berdiri dan menyiapkan semua desain yang sudah di gambar nya.
sepuluh menit berlalu pekerjaan mereka selesai, '' nan tolong sampaikan mbak Ara ya.. semua desain sudah di bawa ke penjahitan, aku mau menyiapkan berkas yang lain !!" ucap Linda.
Nanda pun bergegas melaksanakan tugas dari Linda, masuk ke ruangan Ara untuk menyampaikan pesan yang baru diamanatkan kepadanya.
'' mbak udah beres semua, semua desain sudah ku bawa.. dan ini laporan nya mbak !! '' ucapnya menyerah kan berkas
'' ok makasih ya '' menerima berkas
Baru saja akan keluar, Ara memanggil '' nan duduk, mbak mau ngomong !!''
Gadis itu pun nurut dan duduk di kursi depan Ara '' kenapa mbak ?''
'' bagaimana perasaan kamu ke Andhika !!''
Nanda diam, bukan tak ingin menjawab tapi dia bingung apa yang harus di katakan kepada Ara
'' Nanda kamu sudah tumbuh dewasa sekarang, jika kamu menyukai dia atau tidak lebih baik kamu ucapkan sesuai apa kata hatimu.. mbak cuma nggak mau kamu jadi wanita yang suka menggantungkannya laki-laki.. dan mbak juga nggak ingin kamu terluka .. berlakulah bijak terhadap apapun !!''
'' Nanda masih bingung mbak.. Nanda suka tapi Nanda belum siap untuk pacaran apalagi untuk serius Nanda belum siap !!'' ucapnya dengan wajah menunduk gadis itu mengungkapkan isi hati yang selama ini membuatnya dilema
__ADS_1
'' mbak ngerti kok .. cuma kamu harus bersikap tegas sayang .. !!'' ucap Ara lembut
Nanda mengangguk dan berjalan mendekati Ara, sambil memeluk dia menangis '' makasih ya mbak .. mbak udah seperti ibu, kakak, juga sahabat buat aku juga Lina '' dalam pelukan nanda menangis
Ara membalas pelukan gadis yang sebenarnya rapuh itu.
momen mengharukan berubah saat Ara mendapatkan telpon jika Stella akan segera melahirkan.
'' aku kesana sekarang mah '' ucapnya buru-buru
'' kamu jaga butik ya.. Stella akan melahirkan aku akan nyusul kesana ''
'' iya mbak hati-hati !!'' teriaknya melihat Ara berlari keluar dengan terburu-buru
tak sampai 1 jam Ara sudah sampai di rumah sakit tempat Stella melahirkan.
'' sayang Stella sudah di dalam !!'' ucap ana menghampiri mantu kesayangan nya
'' iya mah '' mengajak mertuanya untuk duduk menunggu
'' dimana Bagas kenapa tidak ada mah ?''
'' dia masih di jalan .. maaf ya mamah ganggu kamu buat nemenin mamah ''
'' jangan bilang gitu mah .. kita ini keluarga
ana memeluk ara dengan erat, orang tua yang masih terlihat awet muda ini sungguh menyayangi menantunya.
karena selain Ara adalah menantunya pilihan nya, hati Ara juga baik, sabar dan sangat penyayang.
Bagas datang dengan jalan tergopoh menghampiri ana '' gimana keadaan Stella mah ?''
'' dia masih di dalam dokter belum keluar sejak tadi gas ''
'' tenang aja Stella pasti baik-baik saja '' ucap Ara menenangkan mereka berdua, dengan terus memeluk tubuh ibu mertuanya.
akhirnya waktu yang di tunggu telah tiba, suara tangisan bayi memenuhi ruangan Operasi bahkan sampai terdengar keluar.
semua keluarga mengucap Alhamdulillah, senang mendengar suara tangisan itu.
'' pah aku punya cucu '' ucap ana antusias
'' iya akhirnya kita bisa gendong cucu '' ucap Kusuma menimbali
mendengar ucapan dari kedua mertua nya, hati Ara terasa sakit, dia kembali mengingat kejadian itu '' andai saja dulu aku tidak keguguran pasti saat ini anakku sudah besar ''
'' sayang '' Angga datang merangkul tubuh sang istri saat Ara sedang melamun
'' jangan sedih gitu .. kita pasti akan punya keturunan '' memeluk tubuh lemas sang istri
__ADS_1