
stefi dan intan pun bergantian saling memeluk,
hanya Steven saja yang berdiam, dan tampak kaget melihat kedatangan Stella dengan Bagas.
Mereka duduk saling berhadapan, berbeda dengan Angga dan Bagas yang selalu berada di samping pasangan nya masing-masing.
" kalian udah jadian ya ?" Tanya intan yang penasaran.
Semua menatap stella kecuali Ara yang terlihat biasa saja.
Belum sempat stella menjawab, Steven lebih dulu bertanya " sejak kapan?" Terus menatap manik mata yang terlihat sungkan untuk menjelaskan.
" Dua hari yang lalu !!" Ucap Bagas membantu menjawab pertanyaan dari Steven.
" Kenapa kamu nggak ada cerita ke kakak stella?" Ujar Angga
Ara menyikut lengan Angga pelan
" sudahlah nggak usah ikut-ikutan, nanti aku ceritain dirumah " bisik nya
" Jadi kamu tau soal ini.. kenapa kamu tidak memberi tahu ku sayang !! " Ikut berbisik
" Sudah lah itu hak stella, lagian dia juga udah besar!!"
" Ya aku si nggak masalah, asal dia benar-benar menjaga adikku !" Ucap Angga pelan, namun masih terdengar oleh Bagas dan yang lain.
" Tenang saja, aku akan menjaganya seperti diriku sendiri !" Menatap lembut stella
Semua orang menyoraki Ucapan Bagas kecuali Steven, yang terus diam sedari tadi.
" Lihatnya wajah kekasih mu itu.. matanya memerah memendam amarah !!" Ucap Angga berbisik di telinga sang istri
Ara ikut melirik ke arah steven " biarkan saja seperti itu.!!"
Makan siang berjalan lancar, dengan sesekali di iringi canda gurau dari mereka.
Bagas dan Stella terus memamerkan kemesraan sebagai pasangan baru, begitupun dengan Angga dia tak mau kalah dengan calon adik ipar nya ini.
Berbeda dengan mereka yang senang bersama pasangan masing-masing, Steven justru diam sendiri tanpa menikmati pertemuan ini.
.
Setelah satu bulan pertemuan itu, kini tiba dimana hari yang paling di tunggu Stella telah lulus dari masa pendidikan nya.
Dan pada hari ini juga, Bagas resmi meminang gadis cantik dari keluarga Kusuma.
" Selamat ya sayang !!" Ara memberikan pelukan selamat untuk sang adik ipar, begitupun dengan Angga.
Dirinya sungguh tak menyangka, jika waktu cepat berlalu dan Stella kini sudah akan di pinang oleh lelaki yang merupakan sahabat nya.
Setelah memberikan selamat Ara dan Angga menemui teman-teman Bagas sekaligus teman dekat Angga juga.
Ara mulai memperkenalkan dirinya dengan teman-teman Angga.
" Cantik bro istri Lo " ucap Andi
" Ya jelas lah " jawab Angga
" Udah berapa lama nih .. kok kita nggak di undang si " ucap yang lain
" Kita hampir berjalan 3 tahun " jawab Ara
" Udah punya momongan ??" Tanya dini salah satu pasangan dari teman Angga.
" Belum..!!" Jawab Ara
" Kok belum sih, apa kamu mandul ?" Tanya nya lagi.
Mendengar itu Ara diam, Angga pun mulai memanas mendengar nya
" Jangan bicara sembarangan, kami hanya menunda momongan !" Ucap nya
__ADS_1
" Menunda apa menunda nih..!" Ucap istri yang lain
" Seperti nya bukan urusan anda untuk mengetahui lebih rinci masalah kehidupan saya ..!! Permisi " Setelah menjawab ucapan dari salah satu teman Angga, Ara pergi meninggalkan Angga dan segerombolan teman-teman nya.
" Sombong banget ya..!!" Ucap dini berbisik dengan salah satu wanita di sana.
" Saya peringatkan untuk menjaga ucapan kalian, jika masih mau hidup tenang !!'' Angga ikut pergi menyusul langkah kaki Ara
" Ih dasar laki bini sama aja, sombong !!" Teriak wanita lain
" Diam !! kamu tau tidak Angga itu bukan cuma teman ku, tapi dia juga bos kita !" Ucap Ciko menasehati istrinya yang mengucapkan kata tidak pantas.
Semua wanita bermulut nyinyir kaget mendengar ucapan Ciko.
Mereka menyesal telah mengatai istri CEO yang berpengaruh besar pada perusahaan masing-masing suaminya.
" Kita pulang saja, bisa nya hanya bikin malu !!" Ucap Andi menggandeng tangan sang istri keluar.
.
Ara diam sendiri, duduk ditepi kolam renang rumah keluarga Kusuma.
Melihat istrinya diam dan sendirian, Angga menyusul, dia tau jika Ara pasti sedang memikirkan ucapan wanita admin lambe turah tadi.
" Sayang.. kenapa disini " memeluk dari belakang
Ara menoleh lalu tersenyum.
" Boleh aku duduk ?" Ucap Angga lagi.
Dan Ara hanya mengangguk
" Jangan terlalu dipikirkan, aku yakin kita pasti akan memiliki keturunan!!" Tutur nya lembut
Lagi-lagi Ara tak mengeluarkan suara, dia hanya melihat Angga dengan penuh harap dan rasa khawatir.
Angga memeluk tubuh " sudah lah jangan dengarkan kata mereka, yang terpenting aku ..!!"
" Sampai kapan pun, aku akan selalu ada di samping mu, menjagamu di setiap apapun !! jadi jangan pernah berfikir kalau aku akan meninggalkan mu hanya karena masalah ini.!!" Dengan penuh kelembutan Angga menasehati istri nya
" Tapi ga, seandainya kamu mau nikah lagi juga gapapa !! Aku tidak mau menjadi penghalang untuk mu !!" Ucap Ara disela-sela tangisan nya
.
Flash back 2 tahun kebelakang
Hari-hari selalu Ara lewati dengan bekerja tak ada waktu selain bekerja.
Pernikahannya sudah berjalan 2 tahun, tapi dia tak kunjung di berikan momongan.
Setiap kali konsultasi dengan dokter kandungan hasilnya selalu sama, kandungan Ara lemah.
Namun hal itu tidak pernah sekali mengganggu konsentrasi nya dalam mengurus butik.
Karena Angga maupun keluarga mereka, selalu mendukung Ara memberikan hal positif, agar Ara tidak terlalu kebawa suasana dalam masalah yang sedang menimpanya.
Flash back off
" Kita temui mamah ya, beliau mencari kita !!" Ucap Angga
Mereka berjalan mencari keberadaan sang mamah
"Ternyata mamah disini !!" Angga memeluk sang mamah dan di ikuti Ara
" Kenapa matamu sembab begini sayang ..!!" Tanya ana
" Ara baik-baik saja kok mah !!" Ucapnya menutup masalah
" Apa ada orang yang mengganggu mu !" Melirik Angga
" Bukan aku mah !!" Ucap Angga membela diri
__ADS_1
" Lalu ada apa sayang ? Cerita ke mamah Ara !!"
" Ara baik-baik aja kok mah..! Oiya mah ayah sama bunda nggak bisa datang maaf ya mah.. !!"
" Nggak masalah sayang .. sampai kan salam mamah untuk mereka ya " ana memeluk ara dengan penuh kasih sayang.
Setelah menemui kedua mertua nya, Ara mencari keberadaan sang adik ipar sekaligus pemilik acara.
Ara pun menghampiri setelah melihat dimana stella.
" Selamat ya ... " Ucap Angga dan Ara bergantian mengucapkan selamat.
" Kenapa sembab ?" Ucap stella yang merasa khawatir
" Nggak apa-apa, kena debu tadi. "
Angga mengedipkan mata memberikan kode untuk tidak membahas hal itu lagi, namun sepertinya Stella tidak paham dan malah menanyakan perihal mata Angga.
Beralih mengkode Bagas dan sepertinya tidak sia-sia Bagas sudah paham dengan apa yang dimaksud Angga.
" Yank kesana yuk, ada temen aku !!'' ucapnya memisah pertanyaan yang terus keluar.
" Tapi mas..!"
" Ayo yank !!" Menarik tangan stella pelan
" Ikut aku !" Menarik tangan Ara
Angga dan Ara menuju kamar yang dulu sering Angga tempati.
Sampai didalam Angga mengunci pintu, dan mendudukkan Ara di bed besar miliknya.
" Acara belum selesai ga.. apa-apa an sih !!" Mencoba berdiri namun dihalangi oleh Angga.
" Aku ingin berdua dengan mu " menindih tubuh Ara.
" Mainnya di rumah aja ga..!" Angga menatap aneh
" Main apa yank ?" Pura-pura
" Terus ngapain posisi kamu gini ?"
'' dasar gadis mesum " bangun dan tidur disamping Ara.
Ara menoleh menatap aneh.
" Ihh !!" Ucap Ara jijik.
Mendengar umpatan Ara, Angga malah mendesah di telinga Ara " Ahhh "
Sungguh suara itu membuat bulu kuduk Ara berdiri dengan sendirinya.
Lalu mendorong tubuh tegap angga
" Aku mau keluar!" Berdiri dan mulai mendekat ke arah pintu
Tiba-tiba Angga memeluk dari belakang
" Aku lebih suka kita berdua seperti ini !" Ara terdiam mematung di pelukan Angga
" Tapi aku ingin memiliki momongan ga.. !!" Ucap nya datar
" Untuk apa seorang anak ?" Mencium Tengkuk leher ara
" kamu memang bodoh.. ya untuk menambah kebahagiaan dalam hidup kita lah !!"
" Aku sudah bahagia !!" Tangannya mulai merayap kemana-mana
Dengan sengaja Ara mukul tangan yang celamitan itu.
" Aduh.. sakit yank "
__ADS_1
'' salah sendiri !" Membuka pintu dan keluar