Musuh Kesayangan

Musuh Kesayangan
Bab 6


__ADS_3

Selesai mandi Ara langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa di depan televisi, sambil bermain ponsel Ara terlihat sangat senang.



" Udah tidur ya? " pesan yang masuk dari Steven" Baru aja selesai mandi !" Jawabnya


" Yaudah istirahat gih !! Tadi katanya capek kan !!" Balas Steven lagi


" Belum bisa tidur stev, belum ngantuk"


Tiba-tiba Steven melakukan panggilan video dan di angkat oleh Ara.


" Mau aku nyanyiin gak, biar cepet tidur " ucap Steven lewat panggilan video


" Emang bisa ?" Tantang Ara


" Mau aku nyanyiin apa ?"


" Apa aja. aku dengerin!! " ucap Ara sambil menyembunyikan senyum nya.


Dari balik panggilan video Steven langsung mengambil gitar dan bernyanyi untuk Ara. Dia menyanyikan lagu yang berjudul tak akan ada cinta yang lain, yang dipopulerkan oleh dewa 19.


Ara mendengarkan sambil senyam-senyum sendiri. Ahirnya satu buah lagu telah usai " gimana suara aku bagus gak ? " tanya stev


" Bagus.. bagus banget !!" Jawab nya spontan tersenyum menatap Steven


" Lagu itu aku nyanyiin khusus buat kamu Ar !!" Ungkap nya


Ara diam dalam hati dia berkata " mungkinkah Steven juga menyukai ku? Jika benar berarti cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi bagaimana dengan Angga ?"


Melihat Ara yang bengong setelah pengakuan nya lewat lagu. Steven jadi ragu untuk mengungkapkan perasaan nya. " Ara ?" Panggil nya


" Iya stev !" Menatap Steven


" Udah tidur gih !! " Ucap Steven memecah suasana canggung "iya, aku tutup telpon nya ya " Ara lalu menutup panggilan video nya dengan Steven


Dia duduk dan menatap lurus ke depan, " seandainya aku masih sendiri stev, aku pasti akan terima kamu. !"


.


Sedangkan di tempat lain Angga sedang asyik mengobrol dengan Ratna. Memakan hidangan yang sudah mereka pesan, sesekali saling menyuapi mereka terlihat sangat romantis.


" Ih belepotan banget si yank. " Mengusap bibir Angga dengan tisu.


" Makasih sayang ! " Lanjut makan

__ADS_1


" Hari ini gimana di kantor ? Gak ada masalah kan ? " Tanya Ratna


Angga menggeleng dan menyentuh punggung tangan Ratna lalu mencium nya disana.


Ratna pun tersenyum di perlakukan manis oleh Angga " Besok sibuk nggak yank ? " Tanyanya.


" Kenapa ?"


" Anterin aku shopping ya " menyentuh tangan Angga


Lagi-lagi Angga hanya mengangguk dan tersenyum manis ke Ratna


Angga menikmati setiap harinya bersama Ratna, baginya Ratna adalah segalanya namun berbeda dengan Ratna dia menganggap Angga hanyalah sebuah ATM berjalan.


Diluar sana Ratna memiliki pria lain yang juga kekasih nya. Namun Angga tak pernah percaya dengan semua kabar tentang Ratna.


.


Selesai makan Angga langsung mengantarkan Ratna pulang ke rumah nya.


Dan ternyata Ratna sudah di tunggu oleh pacar kedua nya, namun Angga tidak sadar jika mobil yang terparkir di halaman rumah Ratna adalah rivalnya.


Angga langsung menancap gas mobilnya untuk pulang kerumahnya bersama Ara.


.


Angga menghampiri istri nya niat ingin membangunkan tapi sepertinya dia tidak tega.


" Kenapa ada orang tidur modelan kaya gini ?" Menggeleng kepala bingung


Dia jongkok membereskan sisa makanan yang berserakan di sana. Selesai itu karena tak tega untuk membangun kan Ara, jadi dia menggendong tubuh mungil istrinya dan memindahkan nya di kamar.


Di letakkan tubuh Ara di atas bad mewah ternyaman lalu di selimuti tubuh itu.


Baru saja akan pergi Ara memegang tangannya dan mengigau " stev maaf aku tidak bisa menerima mu karena aku mulai menerima Angga sebagai suamiku.. maaf kan aku stev !!"


Angga menoleh kembali berjongkok dihadapan Ara, memandang lama wajah gadis itu. " Maaf karena adanya aku kamu jadi tidak bebas merasakan masa muda mu " mengelus kepala Ara


" Aku janji akan membuat bahagia!!" Mencium kening Ara lalu pergi dari kamar itu.


Sampai di luar Angga tidak langsung pergi, dia bersandar di balik pintu yang sudah tertutup, sambil menyentuh kembali bibirnya dia berkata " apa yang aku lakukan, kenapa aku menciumnya?" Menggeleng kan kepala lalu berjalan menuju kamar nya sendiri.


.


Pagi hari Angga sudah menyiapkan dua piring nasi goreng untuknya dan juga Ara.

__ADS_1


Ara keluar sudah memakai pakaian rapi siap untuk berangkat sekolah.


" Selamat pagi " sapa Angga menaruh dua gelas susu putih dan coklat


Ara menatap bingung ke arah Angga "gak biasa nya, ada apa ?" Tanyanya menyelidik


"Duduk dong" menarik kursi untuk Ara duduki. Ara pun menurut dan duduk, dia mulai memakan sarapan nya "pagi ini gue yang bakal anterin lu ke sekolah, ntar pulang nya gue jemput." Ucapnya cuek masih memakan sarapan nya.


" Nggak usah repot-repot gitu, gue udah ada yang jemput!!" Menikmati sarapan


" Siapa ? Kutu kupret yang jemput ? "


Ara memandang bingung ke arah Angga "siapa kutu kuprett?" Tanya Ara


"Pacar lu lah siapa lagi ?" Jawabnya mode dingin "emang siapa pacar gue ?" Tanya Ara sebenarnya dia sudah tau jika yang dimaksud adalah Steven, tapi bukan Ara namanya kalau nggak jail "perlu gue sebut namanya?" Tutur Angga


"Iyalah kalau nggak mana gue tau !!" Menyuap makanan ke mulut nya


" Steven.. puas lu sekarang !!" Mode ngambek


Bukanya menjawab Ara malah tertawa sampai terbahak-bahak. "Nggak lucu !!'' ucap Angga lagi " lu cemburu sama stev hahaha? Tenang aja gue nggak ada apa-apa kok sama dia !! Tutur Ara menekan kan


" Udah tau !" Jawaban singkat Angga dan Ara hanya mengangguk


Lima menit sudah tidak ada ucapan lagi Angga selesai sarapan memainkan ponselnya lalu meminum susu putih kesukaan nya. " Oiya ga.. tadi malem gue mimpi di cium sama elu !" Menatap Angga.


Angga langsung batuk karena kaget dia jadi tersedak minuman nya. "Kenapa ?" Berjalan menghampiri dan menepuk pundak Angga.


"Nggak apa-apa kan ?" Ara panik karena Angga masih terus batuk


"Nggak papa udah ayo berangkat" ucap Angga gugup


Suasana sangat hening sekarang, didalam mobil Angga hanya fokus menyetir sedang kan Ara bermain ponsel.


" Sampai sini aja ga, makasih ya " ucap Ara yang bersiap akan turun " tunggu " ucap Angga. Ara menoleh Angga langsung mencium kembali kening Ara, Ara kaget di merasa speechless "mulai sekarang aku yang antar jemput kamu" Ara mengangguk mengerti "yaudah sana keluar ngapain masih disini ?" Kembali ke mode dingin. "Iya.. nyebelin banget!!" Ucap Ara langsung keluar dari mobil.


dianterin mas bojo ni !" Ucap Dika yang berjalan di belakang Ara


" Ntar kedengaran orang gimana ? Berabe ntar urusan nya !" Menutup mulut Dika


" Eh iyak maaf !! Lupa gue kita masih sekolah ! Ra mau nanya dong ?"


" Apa ?'' Ara menoleh


"Lu udah gini-gini!" Menggerakkan kedua telapak tangan nya menepuk

__ADS_1


__ADS_2