
Setelah sampai, Angga menelpon Stella, dan menyuruh mereka untuk keluar.
Ara, sedikit tersinggung dengan ulah Angga kali ini, kenapa harus Stella yang di hubungi.
Meskipun begitu Ara tak mempermasalahkan itu, dia pun keluar bersama Stella.
" Masuk !" Ketus Angga,
meskipun hatinya sedang cemburu, karena Angga menghubungi Stella, dan bukan dirinya, namun Ara tetap memilih duduk di samping Angga, karena tak ingin jika suaminya ini semakin marah padanya.
Angga melajukan mobil dengan tenang, membelah jalanan Jakarta, yang sedang di landa hujan.
Setelah mengantar kan Stella pulang, sekarang mereka pulang ke rumah nya sendiri.
Angga masih mendiami Ara, Sampai di rumah pun, Angga masih diam, dia lebih dulu tidur tanpa mau berbicara.
Ara yang menyadari itu, berusaha membujuk sang suami untuk mau memaafkan dirinya.
" Aga makan dulu, baru tidur..! " Bujuk Ara yang sudah berdiri di samping Angga merebahkan tubuhnya.
Angga tak menjawab, dia hanya berdiri dan berjalan menuju meja makan.
Sedangkan Ara hanya bisa bersabar,
Menghela nafas panjang, lalu mengikuti Angga keluar dari kamar.
cumi balado, dan ikan gurame, adalah makanan favorit Angga.
Melihat makanan kesukaan nya tersaji rapi di atas meja, membuat nafsu makannya meningkat.
Melihat itu Ara tersenyum senang, dan ikut duduk di samping Angga, mulai mengambil piring dan beberapa makanan untuk Angga.
Melihat Angga yang menikmati makanan dengan lahap, Ara mulai berbicara " enak nggak ga..! ''
Angga menatap singkat wajah Ara, mengangguk, lalu kembali menikmati makanan nya.
" Aga maaf !" Ucapnya pelan, dan Angga kembali menatap sebentar.
" Hmm !!" Jawab Angga, masih mengunyah makanan di mulut nya.
Selesai makan, Angga kembali ke kamar, sedangkan Ara membereskan peralatan makan, yang habis mereka gunakan.
Setelah semua selesai, Ara masuk menyusul Angga ke kamar.
Duduk, di samping Angga yang sedang mengerjakan pekerjaan nya.
" Mau aku bantu ..?" mencoba menawarkan bantuan, meskipun sebenarnya dia tidak bisa.
" Emang bisa ?" Menoleh
" Nggak sih " tersenyum aneh, menatap Angga.
Angga menutup laptop, yang tadi di gunakan untuk bekerja.
Menaruh laptop di meja, dan mulai merebahkan tubuhnya. Dengan posisi tengkurap, Angga mulai memanfaatkan keadaan.
" Pijitin dong yank !!"
" Aku nggak pernah memijit aga.. ntar nggak enak gimana ?" Mencoba menolak.
__ADS_1
" Yaudah !" Kembali duduk, dengan ekspresi ngambek.
Melihat perubahan yang tiba-tiba dari Angga, membuat hati Ara bergerak, untuk mengalah.
Dia tak ingin Angga mendiamkan dirinya lagi.
" Iya-iya aku pijitin " menaiki ranjang dan mulai memijit
Angga mulai menikmati pijatan sang istri, dan tak sadar dirinya sudah tertidur.
Terus dipandang wajah itu, wajah orang yang pernah membuat nya kecewa, wajah seseorang yang sudah membuat nya mencapai impian.
Ara merasa bangga memiliki Angga, benih cintanya mulai kembali bersemi,
Perasaan takut kehilangan mulai hadir.
Dan malam pun semakin larut, puas memandangi wajah tampan sang suami, Ara bersiap untuk tidur.
Mencuci muka, tangan dan kaki, serta menggosok gigi, merupakan ritual rutin sebelum tidur.
.
'' kenapa dadakan gini, ? aku belum pamit ke Ara !!" Pagi-pagi sekali, Angga sudah mendapatkan telpon, menuntut dirinya, untuk segera pergi menemui klien di negara tetangga.
" Kenapa ?" Angga menoleh
" Nanti ku telpon lagi.!!" Ucapnya ketus,
Berbalik badan menghadap Ara.
" Andre telpon, klien meminta ku untuk menemui dirinya di negara tetangga.!!"
Ucap nya masih menunggu pendapat Ara.
" tenang aja, ntar biar aku ajak Lina dan Nanda untuk menginap, selama kamu pergi. !" Dengan senyuman manis Ara berkata seperti nasehat ibu ke anaknya menenangkan
Angga mengangguk dan langsung memeluk tubuh ramping sang istri.
Sekarang Ara sudah tidak lagi merasa canggung, setiap Angga memeluk, dirinya selalu merespon seperti apa yang terjadi saat ini.
" Aku mencintaimu istriku..!" Satu kata yang berhasil membuat Ara deg-degan tak karuan
" Sok romantis.. nggak cocok tau ,!!" Ucap Ara, mencoba menyembunyikan rasa malunya.
Angga melepaskan pelukan, dan mengajak rambut Ara, gemas.
.
Pulang dari bandara, Ara menjemput Nanda dan Lina, untuk menginap di rumah nya, karena kakek juga sudah berada di Magelang beberapa bulan yang lalu.
Jadi rumah kakek, hanya di huni Nanda dan Lina.
" Kak kita nginep nya sampai kak Angga pulang ??'' mereka sudah berada di mobil dengan Ara yang menyetir
" Iya sayang !! Gapapa kan ?"
" Gapapa dong !!" Jawab mereka kompak
" Makasih ya.. maaf juga kakak suka ngerepotin kalian !!" Ucap Ara tulus
__ADS_1
" Gapapa kak, malah kita yang bersyukur bertemu kak Ara.. !!" Jawab Lina
" Iya kak.. kita juga berterimakasih, karena kakak udah mau memungut kita dari jalanan. Seandainya kita tidak bertemu kak Ara dan kakek, pasti sampai sekarang aku dan Lina masih di jalanan. "
" Kalian nggak boleh ngomong gitu lagi.. kak Ara dan kakek adalah keluarga kalian, jangan lagi mengingat masa lalu ..oke !!"
Ara menoleh, tersenyum menatap mereka.
.
" Sayang mamah pergi ya..!! "
Pamit ana
" Iya mah " Stella keluar dari kamar menuju ruang tamu.
Seperti biasa, Stella memang sendiri, karena papah dan mamah nya, selalu pergi ke acara bisnis mereka.
Dia mulai mengerjakan tugas skripsi, yang tadi pagi sudah mendapatkan arahan baru, dari dosen pembimbing akademik.
Baru saja mengetik beberapa materi, Sri menelpon.
" tumben " ucapnya sebelum mengangkat panggilan
📞: Iya Sri ??
: Stella bisakah kamu membantuku ??
" Katakan !"
" Besok pagi aku ingin mengajak mu ke butik baru yang terkenal itu, bisa nggak stell !!''
" Oke Sri.. dengan senang hati !" Stella begitu antusias, mendengar Sri ingin mengajak dirinya, karena dia bisa menghindari dua kakak beradik yang selalu membuat nya pusing itu.
" Besok aku kabari lagi ya stell !" Panggilan pun berakhir.
Stella kembali fokus mengerjakan tugasnya.
Mendengar suara ketukan pintu, Stella berdiri untuk membuka dan melihat siapa tamu yang datang, dan menggangu malam tenang nya.
Hanya beberapa detik saja keadaan tenang, sekarang Bagas yang lah mengganggu nya.
" Kak Bagas..!! Ada apa ?" Tanya nya panik
Bagas diam, dia bingung Jawaban apa yang akan di berikan untuk Stella.
Tidak mungkin dia berkata jujur, jika dia sengaja ingin melihat Stella.
" Kak !!" Kembali memanggil
" Aku hanya kebetulan lewat, dan ku bawakan ini untuk mu.. " sambil menyerahkan bungkusan makanan yang tadi di belinya di jalan.
dengan terpaksa Bagas berbohong, untuk menutup rasa malu nya.
Stella menatap heran.
" Nggak di suruh masuk ?" Ucap Bagas yang tiba-tiba membuat Stella gugup sendiri.
dengan gerak cepat, Stella bergeser ke samping pintu, secara tidak sengaja menyuruh Bagas untuk masuk.
__ADS_1
'' sepi banget ''
'' iya.. papah, mamah lagi pergi.. duduk kak !!" dia sendiri pun duduk di sofa tempat nya mengerjakan tugas.