
Ara menerima panggilan Video dari Stella, bukan hanya Stella semua Ara cs berkumpul malam ini.
Bahkan Steven juga hadir, saat semua saling melepas rindu satu sama lain.
Steven hanya diam dan terus menatap Ara, dia sangat merindukan gadis ini, ingin rasanya dia mengungkapkan rasa rindu nya namun tak ada hak untuk itu.
" Stev diem mulu lo dari tadi ..!" Ucap Steffi
" Gimana kabar kalian ..? ''
" Stev kita udah bahas itu sejak tadi ya..!" Protes intan yang malas dengan pertanyaan Steven
" Udahlah guys.. jangan di gituin temen gue .. dia tu lagi mendem rasa rindunya. !" Ceplos Dika
Semua hening begitupun Steven yang kembali diam.
" Salah ngomong ni gue ..!" Ucap Dika
" Ar gimana kabar kak Angga ..? " Tanya intan
Seketika Ara bingung. Apa yang harus dijawab, dulu dia sering membuat alasan tapi kenapa sekarang susah sekali untuk berbohong.
" Kakak gue baik.. kamu kangen sama dia.! Aku saranin si jangan udah ada pawangnya " ucap Stella yang seolah paham dengan gerak-gerik Ara yang kebingungan mau menjawab apa.
Semua mengangguk percaya bahkan mereka tertawa dan menyoraki Ara.
Namun berbeda dengan Steven dia seolah paham dengan ekspresi wajah Ara yang seperti ada rasa sedih saat membahas Angga.
" Udah lah bahas yang lain .. gimana ni taun ini ada reuni nggak kita ?" Steven mencoba mengalihkan perhatian mereka.
" Tu tanya si Bu bos yang gak pernah pulang.. " intan melempar pertanyaan ke Ara karena memang pasalnya Ara tak pernah pulang ke Indonesia bahkan dia mengganti nomor tanpa memberi tau siapapun selain Stella dan keluarga nya.
" Iya ni Ara udah lupa ma kita, nomor ponsel ganti aja kita nggak di kasih !" Ucap Steffi yang seakan marah
" Bukan gitu guys.. gue kehilangan ponsel disini, jadi ganti semuanya !!"
" Kok bisa lo di jambret ..? " Intan mulai kepo
" Atau kemalingan ..? Tapi lo nggak papa kan ? " Panik nya Steffi
" Kalian ini udah kaya polisi aja .! Satu-satu nanyanya .! "
" Kaya Lo nggak tau mereka aja, mereka memang selalu berisik " ucap Dika
Semua merespon dengan ejekan dan Dika sudah pasti terkena semprotan emosi dari intan dan Steffi.
" Rasain " kata Ara tertawa melihat Dika yang terus di marahi oleh dua gadis ini
" Ar, gue boleh minta nomer kamu kan ..!" Ucap Steven yang langsung mendapat tatapan aneh dari para teman geng nya
__ADS_1
" Emm maksud gue kita boleh kan save nomor ponsel kamu !'' ulangnya
" Boleh ..!!☺️
" Sekarang disana jam berapa Ar .." tanya dika
" Jam 10 malam "
" Yaudah istirahat gih " ucap Steven
" Idih.. ingat bro istri orang " celoteh Dika
" Iya nih jangan coba-coba jadi pelakor " saut intan
Panggilan pun berakhir, suasana kembali hening.
Ara masih belum bisa tertidur dia masih memikirkan soal hubungan yang entah mau di bawa kemana.
" Sedang apa kamu ga.. aku rindu !" Tak sadar air mata lolos dengan sendiri nya
Ara tau jika Angga belum juga menandatangani surat gugatan yang di berikan nya dulu.
Dia juga tau perubahan yang terjadi pada Angga sejak dia pergi.
Semakin dia memikirkan Angga hatinya semakin sakit.
.
" Hi Ar good morning " sapa salah satu teman prianya
" good morning too Dante, you just arrived..? " Jawab ara
" Do you have an event tonight..? "
" Yes as usual I will work after this home ..! Do you need me...?" Ucap Ara
" I'd like to take you out to dinner... but if you have time!"
" Maybe next time Dante.. you're okay right?" Tolak Ara halus
Dante adalah teman pria yang dekat dengan Ara, mereka sering menghabiskan waktu bersama jika Ara sedang libur.
Dante juga yang telah membantu Ara untuk bekerja di cafe milik teman nya.
Di balik kebaikan Dante sebenarnya dia menyimpan rasa untuk Ara dan Ara paham soal itu, tapi tidak mungkin jika Ara menerima perasaan Dante karena bagaimanapun dia masih berstatus sebagai istri Angga.
Tapi tak mungkin jika Ara mengungkapkan status nya yang asli, itu akan mempengaruhi pekerjaan nya disini. Jadi dia hanya diam dan menolak halus perasaan Dante
Hari ini hanya ada satu mata kuliah jadi dia bisa berangkat ke cafe lebih awal, dan lagi-lagi Dante selalu menawarkan bantuan untuk mengantarkan dirinya ke tempat kerja.
__ADS_1
Dia ingin menolak namun jika menolak dia takut akan menyinggung hati Dante,
Jadi mau tak mau Ara harus terima lagi bantuan dari Dante.
Saat mereka sedang mengobrol di mobil tiba-tiba Ara mendapat telepon dari nomor yang tidak di kenal.
Nomor itu terus memanggil karena tidak di angkat oleh Ara.
"who called you Ar..? why don't you pick up..?" Ucap Dante yang sedikit terganggu dengan nada panggilan Ara
" I don't know, I don't know either!" Jawab Ara
" try to lift who knows it's important " suruh nya untuk segera mengangkat panggilan itu
Karena merasa risih ahirnya panggilan tak di kenal itupun di angkat, dan betapa terkejutnya Ara saat mendengar suara orang yang telah menelpon dirinya.
Ekspresi kaget sangat jelas di tunjukkan sehingga Dante pun penasaran dan merasa khawatir dengan Ara.
"Are you okay..? who called?" Tanyanya
Ara hanya mengangkat lima jarinya tanda untuk menyuruh diam.
Dante pun menurut dan kembali fokus menyetir. " Kamu apa kabar Ar ? " Tanya Angga dari balik panggilan
" Aku baik ! " Jawabnya
" Kamu sedang apa Ar, aku rindu ? " Ara hanya diam dan tak menjawab
" Ar.. kau baik-baik saja? " Ucapnya lagi mengulangi karena lama tak ada jawaban dari Ara
" Aku sedang di jalan ga, nanti ku telpon lagi ! " Ucapnya lalu memutus panggilan sepihak
.
" Tunggu aku Ar.." ucapnya sambil senyum-senyum sendiri
Dia senang karena Ara masih mau mengangkat panggilan dan berbicara dengan nya meski hanya sebentar.
Sekarang dia akan segera pulang untuk mempersiapkan beberapa keperluan selama di Itali.
Angga akan menyusul Ara Disana dan selama dia pergi kantor sudah di wakilkan dengan Andre sekertaris, asisten pribadi juga sahabat dekatnya.
" Senang nya yang mau ketemu bini '' ejek Andre
" Diam lo, selama gue nggak ada lo harus handel semua urusan kantor, awas aja sampai ada masalah ! " Ancam nya lalu pergi meninggalkan Andre yang masih duduk di sofa panjang ruangan Angga.
" Iya bos, asal di tambahin bonus gue " ucapnya sedikit berteriak karena Angga semakin menjauh. Namun masih bisa menjawab dengan melambaikan tangan
Angga pun pulang dengan wajah sumringah karena sebentar lagi akan bertemu dengan Ara
__ADS_1
Sekarang di Indonesia pukul 20.00 malam dan Angga akan berangkat pukul 08.00 pagi wib