
Millan
Angga pindah di apartemen Ara, sekarang mereka sudah baikan dan mau menerima satu sama lain.
Namun terkadang Ara masih menyinggung soal perselingkuhan Angga dan Ratna.
Sehingga membuat Angga terus merasa bersalah.
Namun sebenarnya itu sudah tidak di permasalahkan Ara lagi, Ara hanya ingin mengetes apakah Angga akan marah atau tidak.
Ternyata dugaan nya salah, Angga malah merasa bersalah Sehingga membuat Ara semakin yakin untuk menaruh cinta nya kembali di hati Angga.
Kini mereka sedang mengobrol bersama di ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Saling bercanda
Banyak sekali perubahan dari Angga, semakin romantis dan sayang pada Ara.
" Ada telpon tu ..! " Ucap Angga
Ara datang untuk mengangkat panggilan.
" Hallo sayang, lama sekali kita tak melakukan panggilan video. Aku rindu kamu tau ..!" Ucap Ara yang bernada keras
Angga yang mendengar nya ikut nimbrung karena penasaran siapa yang di panggil sayang oleh Ara.
" Wow ngagetin aja sih.. udah kaya jelangkung " ucap Stella yang kaget karena Angga tiba-tiba muncul
" Datang gak di panggil pulang nggak di antar " ucap Ara dan stella barengan, lalu mereka pun tertawa kecuali Angga
" Ngapain kamu telpon, ganggu orang aja " ucap Angga setengah sewot
" Emang kita lagi ngapain? Kok kamu bilang ganggu ?" Ucap Ara dengan tatapan tajam
" Hahahaha takut niyee.!!'' ejek Stella sambil tertawa puas melihat ekspresi kakaknya yang diam seperti ketakutan itu.
" Diem lu .. adek laknat !" Ucapnya pada Stella
" Kamu berani ngebentak adik ipar aku !" Ucap Ara sekali lagi
" Nggak sayang.. becanda !" Ucapnya memohon. Hal itu semakin membuat Stella senang dan tambah mengejek dengan puas
" Udah Ar kasian jangan di marahin terus ..!" Ucap Stella yang hanya mendapatkan deheman Ara
" Gue mau cerita ni Ar ..!" Ucap Stella lagi
" Apa .. seru ni kayanya ! Soal apa sih..?"
" Ntar aja deh..! Ada si rusuh ntar dia dengar lagi " ucap Stella yang langsung mendapatkan plototan tajam Angga
Ara menoleh dan Angga mengubah pandangan nya menjadi biasa.
Ara berjalan ke kamar dan mengunci kamar supaya Angga tak masuk.
" Udah aman !" Ucap Ara yang sudah menjauh dari Angga
" Kamu tau kan kak Bagas ?"
" Iya..!"
" Dia tuh kaya suka deh sama gue Ra!"
" Ya kalau Lo suka terima dong "
" Sayang nya dia belum nembak gue.. tapi udah main cemburu aja !!''
__ADS_1
" Maksud nya " jawab Ara yang bingung akan penjelasan setengah dari Stella
" Jadi gini.. gue itu kemarin 1 minggu itu dianter jemput Steven, sedang kan biasanya aku dianter jemput sama kak Bagas, dan pada saat gue sama Steven. kak Bagas sering nelpon tapi nggak gue angkat, terus tadi kita gak sengaja ketemu eh malah dia ngambek nggak jelas sama gue .. " Jelasnya
Ara senang karena Steven tidak mengingkari janji dia menjaga Stella dengan baik.
" Ara kok diem ..! " Panggil Stella
" Ya Lo suka nya sama yang mana .. atau Lo suka dua-duanya ?"
" Itu yang gue bingung Ra ! Gue selalu deg-degan saat bareng kak Bagas tapi gue nyaman nya sama Steven " jawab Stella jujur tanpa ada yang di tutupi
" Yaudah ambil aja semua hahaha ,'' ucap Ara yang di iringi tawa riang Ara
" Ara serius ih ..,! Ucap Stella setengah emosi dengan sahabat gilanya ini
'' jalani aja dulu stell pastikan hatimu memilih yang benar-benar buat kamu nyaman dan pastikan juga dia benar-benar sayang sama kamu, jangan sampai kaya aku yang di selingkuhi ." Saran Ara yang mendapat anggukan Stella
" Aku udah tenang kalau udah ngomong sama kamu, udah dulu ya aku mau tidur"
Ucap stella
" Iya.. semangat memilih " ucap Ara
Selesai menelpon Ara pun ikut tidur dan lupa membuka kunci pintu kamar, sedangkan Angga masih di luar menuggu mereka selesai telponan.
" Sayang masih lama ?" Menggedor pintu kamar
Ara sudah tertidur pulas jadi dengan terpaksa Angga tidur di kamar samping.
" Dasar gadis aneh..,! Untung aja gue sayang sama Lo, kalau nggak udah gue jadiin dendeng balado !" Ucap Angga sendiri
π»π»π»
Angga lebih dulu terbangun dan langsung menyiapkan sarapan untuk Ara, agar penuh tenaga nya saat belajar.
Semenjak ada Angga, Ara sudah tidak lagi bekerja di cafe milik teman Dante.
Angga melarang Karena jika Ara masih bekerja, dia akan terus bertemu dengan Dante dan itu akan membuat Angga selalu uring-uringan.
Ara bangun dan sudah rapi dengan pakaian cantik yang menghiasi tubuhnya, siap untuk menuntut ilmu dan mengejar cita-cita nya menjadi seorang desainer terkenal.
" Selamat pagi sayang .." ucap Angga saat pintu kamar terbuka
" Selamat pagi ..! " Jawabnya santai dan langsung duduk di depan meja makan.
'' tadi malam kemana..? Kok nggak ada di kamar ?" Tanyanya curiga
" Gimana mau masuk, orang pintu kamu kunci " ucapnya mode dingin.
Ara kaget dan baru ingat jika semalam dia lupa membuka pintu kamar.
" Maaf ga..!''
" Hmm " jawab aga masih dingin
" Jangan ngambek dong ga..!"
" Udah cepetan makan terus berangkat.. ntar telat kamu ..! " Ucap Angga sudah seperti ibu-ibu kompleks galaknya
" Iya sayang ..'' jawab Ara sedikit merayu
Sebenarnya Angga senang di panggil seperti itu oleh Ara.
__ADS_1
Karena Ara memang jarang manggilnya seperti itu.. bahkan malah tidak pernah, kadang Angga meragukan perasaan Ara terhadap nya, tapi dia tidak perduli lagi dengan rasa ragu itu yang penting dia nyaman dan Ara pun sama.
" Bahan makanan habis nanti aku jemput kamu, sekalian kita belanja !"ucap Angga
''oke bos !"
Ara berangkat ke kampus di antar Angga Sampai di halaman kampus.
.
πΏπΏπΏ
Tak terasa 4 tahun sudah, Ara menempuh pendidikan di negara orang.
2 tahun juga Angga bolak-balik dari Indonesia sampai Itali
5 tahun perjalanan pernikahan mereka namun hubungan mereka masih tetap sama, bukan seperti suami istri pada umumnya namun lebih mendekati persahabatan.
Dua hari lagi Ara akan pulang ke Indonesia bersama dengan Angga.
Dia masih punya waktu satu hari untuk perpisahan dengan temannya selama di Itali.
Ara menemui Alessia teman kerja yang selalu membantu nya, tak lupa juga dia menemui Dante.
Hubungan Dante dan Ara masih baik-baik saja meski pernah di tentang oleh sang suami, namun Ara tak perduli dan Dante pun sudah mulai menerima jika Ara adalah seorang istri dan dia tidak mungkin untuk mencintai milik orang.
Selesai berpamitan Ara segera pulang untuk merapikan barang-barang nya selama tinggal di Itali
Ara senang karena sebentar lagi umurnya akan menginjak usia dewasa dia sudah tidak lagi remaja.
Namun bukan hanya itu dia lebih senang karena Angga telah berjanji jika, di ulang tahun nya kali ini dia akan di berikan hadiah seperti yang di inginkan olehnya.
" Ngapain senyum-senyum gitu " tanya Angga yang bingung melihat istri nya senyum-senyum sendiri
" Emang nggak boleh senyum !" Tanggapan Ara
" Ya gak boleh lah kalau senyum sendiri ya lu gila !!" Angga berjalan mengambil kaos untuk di pakai karena dia baru saja selesai mandi
" Lo nyumpahin gue gila ?"
" Ya gak nyumpahin cuma ngasih tau aja !" Merebut cemilan yang di pangku Ara.
" Ga ..!" Duduk sila menghadap Angga
" Hmm!" Angga masih tenang bermain ponsel sambil memakan cemilan
" Lo beneran mau bikinin gue butik ?" Tanya Ara memastikan
" Iya.. "
" Yes ..yes .. terimakasih suamiku sayang " Ara tidak sadar sangking senang nya dia memeluk dan mencium Angga.
Angga diam dirinya kaget tapi senang
" Kalau gini kan aku gak rugi !" Ucapnya menatap mesum ke Ara
" Ih untung banyak dong Lo !!" Jawab Ara yang baru sadar dengan tindakan nya
" Ya gapapa lah, mau lebih juga gapapa !!''
" Modus nya Lo itu mah" berdiri menuju tempat tidur
Angga tertawa puas karena berhasil mengerjai Ara.
__ADS_1