Musuh Kesayangan

Musuh Kesayangan
Bab 26


__ADS_3

" kak Ara !!" Panggil Nanda yang tiba-tiba sudah berada di ruangan Ara.


" Nanda.. tumben kesini ada apa ?"


" Tadi nanda lihat mamah, tapi sayangnya nggak ke kejar. Tapi aku yakin kalau itu mamah kak !!"


" Apa kamu ada foto mamah kamu ? "


Nanda menggeleng, bagaimana mu punya fotonya, nama mamah nya saja dia lupa.


" Yaudah kamu tenang dulu ya.. nanti kakak bantu cari mamah kamu ya !"


" Nanda nggak minta apapun, Nanda cuma pengen tau aja kenapa mamah ninggalin kita di jalanan saat itu kak !!"


Anak gadis itu mulai bersedih, air mata yang tadi di tahan kini sudah mulai terjatuh.


Ara menghampiri, dan memeluk Nanda seperti adiknya sendiri.


" Kamu masih ada kakak disini, jangan menangis !!"


Mbok Yo seng full senyum sayang


Ben aku semangat berjuang...


Dering ponsel menganggu momen sedih mereka..


📞 : Aku mau kesana, kamu mau di bawain sesuatu nggak ?''


Belum sempat Ara menjawab, Angga lebih dulu mengoceh


" Pengen seblak ceker ya ..!"


" Oke.. sayang !!"


" Dua ya, satu nggak pedes, yang satu pedes, ada Nanda disini !" Ucap Ara


" oke tunggu ya..!! " Ucapnya lalu mematikan panggilan


Ara kembali duduk di samping Nanda, " mau minum apa ? Kakak pesankan !!"


Menatap sendu wajah Ara.. Nanda bersyukur bertemu Ara


" Bengong aja.. mau minum apa ?" Ulangnya karena Nanda tak menjawab malah melihat dengan sendu


" Apa aja kak !!" Ara pun memanggil salah satu karyawan nya, agar membuatkan minuman untuk Nanda.


" Lulus sekolah nanti, Nanda mau bantu kak Ara di butik.. Nanda gapapa kok jadi pelayan !!" Ucap bocah itu tulus, dia ingin membalaskan budi baik nya terhadap Ara.


Mendengar itu, hati Ara merasa tersentuh. " Sayang .. selama Kakak masih hidup kamu harus kuliah.. kejar cita-cita kamu, kamu harus jadi anak yang sukses !" Ucap Ara tak kalah tulus.


" Tapi kak Nanda dan Lina sudah banyak merepotkan kakak, dan juga kakek.. Nanda ingin berbakti kepada kakak juga kakek !"


" Dengan cara kamu belajar, dan sekolah dengan sungguh.. itu sudah membuat Kakak bangga, dan tidak menyesal telah mengangkat kamu Nanda..!!


Kali ini Nanda yang memeluk lebih dulu, rasa terimakasih nya, tak akan pernah tergantikan oleh apapun untuk Ara.


Gadis itu sungguh menangis, hingga tersedu-sedu. Sampai Angga datang, dan kembali mengacaukan momen haru, untuk yang kedua kalinya.


" Ada apa ?'' menaruh makanan di meja tamu ruangan Ara


" Tadi dia ketemu sama mamahnya !"


" Terus ?''


" Nggak ke kejar !!"


'' kakak akan bantu kamu cari dimana mamah kamu !"


" Beneran kak Angga " Nanda begitu antusias mendengar ucapan Angga.

__ADS_1


" Ya.. kita makan dulu tapi !!"


Ara menatap penuh ragu ke Angga.


" Aku di sini dulu gapapa kan kak ?" Meminta pendapat Ara


" Gapapa lah nda.. sering² juga nggak apa-apa !! Kan lumayan dapat pelayanan gratis hahahaha. !! " Ucap Ara bercanda


Angga dan nanda pun ikut tertawa, namun tangan Angga sudah bertengger di telinga Ara.


" Sejak kapan becanda nya mengejek gitu..!! ''


" Emang gue gini kali.. Lo aja yang nggak pernah perhatiin gue !! "


Angga sungguh sangat tercengang mendengar penuturan Ara


" Lo.. nggak dapat jatah uang jajan dari gue ..!" Ucap Angga mengikuti gaya bicara Ara..


Nanda tertawa, sedang kan Ara merajuk


" Jangan gitu dong ga, kan aku bercanda sayang ..!" Angga masih tetap pada pendiriannya, mendiamkan Ara.


" Angga sayang .. !! Panggil nya lagi


" Yaudah nanti malam nggak jadi " mendengar itu, Angga terus menoleh, dan menatap serius Ara.


" Nanti malam ?? Beneran ??" Dengan mata berbinar Angga berharap


" Nggak jadi lah, orang nggak di maafin !'' ucap Ara ketar-ketir


Bagaimana mungkin, dirinya bisa salah ucap seperti ini.


" Oke sayang di maafkan.. aku kembali ke kantor dulu ya ! Aku tunggu kamu dirumah..!" Pamitnya setelah mengecup


Kedua pipi, hingga kening.


.


" Mau ke kantor sebentar baru pulang " ucapnya terus tersenyum.


" Hati-hati "


" Makasih ya..!!" Ucap Bagas, Sekarang mulai berani mengecup kening Stella


Mobil bagas telah melaju, tak lagi tampak di mata Stella.


Stella masuk dan betapa kagetnya dia saat sampai di dalam rumah.


Ternyata sedari tadi ana mengintip dari balik pintu. " Cieee.. !! Yang lagi jatuh cinta !!" Ucapnya mengejek


" Mamah..!! Ngagetin deh'' Stella sungguh malu melihat mamah nya, wajah nya memerah, seperti kepiting rebus yang baru saja matang.


" Anak mamah udah besar, udah bisa pacaran hahaha !" Ejek nya lagi


" Mamah ..!"


" Hahaha.. mamah seneng, kamu sudah bisa memilih. !!'' mereka pun berpelukan


" Cieee.. cieee !! papah Stella udah mau kawin ini.. hahaha !! " Teriak ana tak jelas karena sangking bangganya, ahirnya Stella menemukan pujaan hati.


" Jangan bilang papah mah.. Stella takut!!''


" Kenapa ? Orang kabar gembira gini !"


" Tapi mah ..!!"


" Udah percaya sama mamah !, Selamat ya sayang.."


Sungguh ana memang sosok yang jail, dan welcome terhadap anak-anak nya.

__ADS_1


Mereka masih duduk di sofa, dengan ana yang terus mengejek, namun sesekali menasehati anaknya.


Ana senang karena pasalnya Stella telah berubah, tidak lagi gadis cupu dan sekarang memiliki banyak sekali teman.


Tidak seperti dulu, yang suka menyendiri, karena tak mau bergaul dengan siapapun.


" Menurut mamah kalau aku ngomong sama Steven, dia bakal kecewa nggak ya mah.!"


" Kecewa itu pasti ada sayang, apalagi kemarin kamu sempat menggantung perasaan nya..! Tapi kalau kamu serius meminta maaf. Dia pasti ngerti kok !!"


" Mamah yakin Steven nggak akan membenci Stella kan ?"


" Kita coba dulu oke..!" Ana mulai mengelus punggung sang putri


" sekarang kamu tidur.. dan jangan lupa mimpikan Bagas hehe.!" Imbuh nya


'' ih mamah .. stella malu tau !! "


" Hahaha .." ana semakin semangat mengejek stella


Stella pun masuk kamar untuk istirahat. Dan ana melanjutkan aktivitas nya, menonton film dan bermain ponsel.


Sampai kamar, Stella tidak tidur, duduk di balkon menikmati siang yang sedikit mendung.


Tiba-tiba dering ponsel, mengagetkan dirinya.


Diangkat panggilan itu, dan ternyata dari sosok mahluk bawel..


" Wah-wah yang baru jadian nih ..!" Ucapan Dika, sungguh membuat Ara terkejut.


" Kenapa bisa dia tau ya.. ?" Batinnya


" Lo pasti mikir kan, gue tau dari mana!!"


" Emang kamu tau darimana?" Sungguh stella penasaran


" Orang tadi gue lihat kalian.. ! Nggak mau tau, pokonya besok Lo harus traktir kita hahaha.. !" Tawa jahat mulai keluar dari si teman laknat ini


" Iya-iya habis dari kampus tapi, besok gue ada bimbingan soalnya !!"


" Beres.. ajak Ara sekalian ya.. !!" Ucap Dika


" Tapi kamu jangan ajak Steven !!"


" Kenapa..?"


" Kalau gitu nggak jadi traktir" ancamnya


" Ok.. tapi nggak janji ya.!'' ponsel pun dimatikan sepihak oleh dika


" Ih dasar temen laknat " ucap nya sendiri


Stella sungguh takut menghadapi Steven besok pagi, bagaimana jika nanti Steven membenci dirinya.


" Kenapa harus si ember liat sih..!" Ucap nya lagi masih dengan dirinya sendiri.


.


Siang semakin sore dan masih menampakkan langit gelap disana.


Ara pulang dari butik, mengendari mobil nya sendiri, dengan ditemani Nanda, dia pulang membelah jalanan yang mulai padat.


Lagi-lagi Nanda melihat sang mamah, kali ini dia ingin turun untuk memastikan.


'' kak itu mamah !" Ucapnya yang melihat sosok Ratna masuk di pusat berbelanja an.


" Kamu yakin ?" Ara mencoba memastikan


Nanda menggangguk, langsung turun dari mobil, karena saat itu mereka sedang berhenti di lampu merah.

__ADS_1


__ADS_2