
Waktu yang sangat tepat, semuanya telah berkumpul di ruangan Ara karena dia sudah dipindahkan di ruang rawat inap VVIP.
"Ada apa dik ?" Tanya Ara yang penasaran melihat temannya yang berjalan tergopoh itu
"Lo liat ini.. !!'' menyerah kan laptop
Mulai memutar rekaman cctv
"Apa itu !" Suara gagah lelaki yang tak lagi muda ikut penasaran
"Ini rekaman cctv hotel yang Angga tempati tadi malam om" mendengar itu ekspresi Kusuma berubah marah
"Untuk apa kamu perlihatkan itu pada kami ?" Suaranya keras, Dika merasa takut tapi dia harus menjelaskan, kalau itu bukan Angga itu seorang lelaki yang berbeda, dan dia mengatakannya jika pada saat itu Angga sedang berada di kamar mandi sedang tidak sadar kan diri karena mabok.
Semuanya menatap Dika tak percaya, bagaimana bisa lelaki ini tau sedangkan saat itu dia tidak ada di lokasi.
Kusuma dan ana saling menatap tak percaya pada Dika, begitupun Nanda
"Mah.. pah ini bukan Angga ini om Tomi !!" Ucap Ara datar
Baru saja Kusuma berjalan mendekat ingin melihat, Angga masuk dan mengagetkan semuanya "sayang !!" Dengan mata berkaca-kaca Ara merentangkan kedua tangannya menandakan ingin di peluk oleh Angga.
Angga segera berlari mendekat "maaf !" Ucap Ara menangis "aku yang salah !!''
Kedua orang tua itu masih menonton video Sampai selesai, Nanda pun mulai berjalan mendekat ingin melihat namun dika lebih dulu mencegahnya
"Kenapa ?'' Dika menggeleng menyuruh nya untuk tetap diam di tempat
"Pah mah udah jangan di liat lagi !" Ucap Angga
Kusuma menoleh tanpa rasa bersalah sedangkan ana masih menonton
"Mah.. !!" Angga kembali memperingati
Kusuma merebut laptop dan mematikan nya
"Sekarang dimana Tomi ?" Ucap Kusuma
"Dia pergi dan akan menetap di Amerika !"
"Lalu kapan ****** ini akan diresmikan nya ?"
Angga mengangkat kedua pundak menandakan pria itu tak tau apapun.
.
Satu tahun telah berlalu..
Sejak kejadian itu suasana hati Ara semakin berubah-ubah, dia semakin takut untuk kehilangan nanda dan Lina, bahkan dia berjanji untuk dirinya sendiri kalau Ratna tak akan diperbolehkan lagi untuk masuk ke dunia yang sudah di bangun nya dengan susah payah.
Kehidupan semakin berubah, kini Stella telah mengandung anak pertama nya dan sudah berjalan 5 bulan, semakin hari hormon ibu hamil di dirinya semakin meningkat.
Stella selalu manja dengan siapapun yang ada di dekatnya, tak jarang Ara juga datang untuk mengunjungi adik ipar nya itu.
Dia selalu memberikan apapun keindahan dari Stella, dia ingin menjaga stella agar tidak seperti dirinya.
Bagas sebagai seorang suami juga seorang calon ayah, selalu siap sedia kapanpun, jika Stella ngidam aneh seperti kemarin malam yang ingin memakan rujak tengah malam.
__ADS_1
Sungguh kejadian itu membuat semua keluarga menggeleng kepala.
Hari ini Ara tidak bekerja dia ingin menemani Stella untuk mengecek kandungan nya, butik telah dihandle oleh Nanda.
Nanda sangat semangat sekali mengurus Butik milik Ara, dia telah berjanji kepada dirinya sendiri kalau dia akan menganggap Ara sebagai ibu kandungnya, dia tak akan mengecewakan Ara.
Nanda pernah merasa malu dan sangat merasa bersalah karena akibat ulah sang ibu Ara harus kehilangan calon bayi nya.
Tapi Dika selalu ada, untuk menemani dan menghibur gadis yang tak pernah menganggapnya ini.
Ara telah sampai di rumah mewah besar milik Stella dan Bagas.
Melihat mobil Ara yang sudah berada di parkiran pribadi nya, Stella keluar untuk menemui kakak iparnya ini.
Ara tersenyum menyapa setelah Stella masuk mesin mobil dinyalakan dan setir pun mulai di putar.
"Hari ini aku akan tau jenis kelamin nya kak!!" Ucap Stella antusias
Ara mengangguk dan tersenyum simpul
Stella tau seperti nya suasana hati Ara sedang tidak baik-baik saja, dia pasti mengingat kejadian satu tahun lalu yang merenggut nyawa dari calon bayinya.
Hari ini jalanan sangat lenggang tak ada kemacetan seperti biasanya, jadi memudahkan mereka untuk sampai lebih cepat di rumah sakit.
Stella segera menuju ruangan dokter yang biasa memeriksa dirinya sekaligus teman masa kecil nya dulu.
Rumi segera mengarahkan Doppler ke perut Stella untuk melihat kondisi aliran dan pembuluh darah pada bayi.
" Bayimu begitu sehat Stella !!"
Stella tersenyum puas mendengar nya
Stella semakin bersemangat saat mendengar jenis kelamin bayi yang di kandung nya.
Selesai melakukan pemeriksaan Ara dan Stella mampir ke cafe milik Steven, mereka ingin mengisi tenaga terlebih dulu.
Seperti biasa, selalu memilih tempat duduk paling belakang, agar bisa menikmati makanan dengan tenang tanpa melihat lalu-lalang orang.
" Selamat ya Stella, kamu memiliki bayi laki-laki sesuai seperti apa yang kamu inginkan !!" Ucap Ara tulus
Stella amat mengerti bagaimana perasaan Ara, dia memang tersenyum manis hari ini terlihat senang akan kabar dari Stella, namun hatinya menangis.
Senyum paksa yang di tutupi begitu terlihat jelas dari matanya.
" Kak ini juga putramu " menggenggam lembut tangan Ara
Mendengar perkataan tulus dari Stella, Ara merasa tersentuh tak sadar matanya mulai berkaca-kaca.
Belum selesai momen sedih mereka, pelayan datang membawa kan berbagai hidangan yang sudah mereka pesan.
" Bos kalian tidak ada disini ?" Ucap Stella tersenyum ramah
" Pak Steven baru saja keluar Buk !!" Kata pelayan itu sopan, dan di jawab anggukan kepala dari Stella
Makan siang kali ini mereka sangat menikmati waktu berdua, tanpa Bagas, Angga maupun teman-teman nya.
" Kemana lagi kita ?" Tutur Ara dengan masih fokus menyetir
__ADS_1
" Blanja .. ayo kita belanja kak !! Aku ingin membeli peralatan untuk si baby !"
" Okehh siap .. tuan putri !!" Ara melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang, menuju pusat perbelanjaan dipusat kota.
Setelah sampai Ara segera memarkirkan mobil pribadinya, dan siap untuk berbelanja.
Kantor Angga
Berkas-berkas penting sedang mengkrumuni lelaki tampan berwibawa itu.
Angga sedang sibuk mempelajari berkas-berkas kerjasama nya dari berbagai perusahaan.
Sampai lupa untuk makan siang, biasanya Ara selalu mengingat kan untuk makan siang, tapi hari ini sama sekali tak ada pesan masuk dari Ara.
Angga menyadari itu, sedari tadi dia tak fokus mengerjakan berkas pentingnya, otaknya terus memikirkan Ara, bayangan buruk mulai terlintas.
" Kenapa sedari tadi Ara tak menelpon ?!" Ucap Angga yang terus menatap layar ponsel, berharap kabar dari sang istri.
" Apa yang terjadi, apa dia melupakan suami tampannya ini ?" Ucapnya lagi
" Atau sesuatu sedang terjadi..? " Mencoba mengirimkan pesan
" Ahh kenapa tidak dibuka !!" Mengacak rambutnya kasar
Saat ini dia benar-benar khawatir dengan Ara, karena tak biasa nya dia tak ada kabar.
" Lebih baik ku telpon saja dia !!'' menekan tanda panggilan, sekian detik berlalu nomor Ara masih terus berdering, belum ada tanda-tanda jika Ara akan mengangkat.
Namun tak berhenti disitu saja, dia masih terus mencoba menghubungi Ara.
Pusat perbelanjaan
" Hp mu terus berdering kenapa tidak kau angkat ?'' tegur stella yang merasa terganggu
'' biarkan saja aku malas mengangkat nya !!" Memutar bola matanya dengan malas.
Stella mengangguk paham tapi hatinya mengucap " Pasti mas Angga "
Diapun berinisiatif untuk mengirimkan pesan pada kakak nya ini
📩
" Tenang saja dia bersama ku, !!" Isi pesan Stella dan langsung di baca oleh Angga
" Kenapa tidak menjawab panggilanku ?" Balas cepat setelah mengetahui keberadaan sang istri.
" Malas katanya 😅😅"
" Apa dia bilang .. hmm lihat saja nanti malam dia akan meminta lagi dan lagi, sampaikan pada nya !! " Isi pesan Angga sungguh mengandung ancaman
" Hmmm 🤦🤦" balas Stella lagi lalu mematikan ponsel dan kembali menyimpan nya.
Ara sedari tadi terus melihat gelagat aneh Stella " kenapa senyum-senyum gitu ??" Bingungnya
Stella menoleh menatap Ara membuatnya ingin kembali tertawa.
" Nggak kok mbak.. pesan dari Bagas !! " Bohongnya
__ADS_1
Ara percaya begitu saja, berjalan lebih dulu sedangkan Stella masih terus tertawa mengingat isi pesan Angga.