
" Sudahlah lah rat bilang saja kalau kau memang tak ingin mengurus dua putri mu ini kan " ucap Andre yang merasa jengkel dengan Ratna
" Kau tak perlu ikut campur urusan ku "
Sinis Ratna menatap Andre
" Kenapa mamah menolak kita !! Apa mamah tak merindukan kita ?" Ucap Nanda
'' bukan begitu sayang.. mamah sangat merindukan kalian hanya saja mamah masih ada urusan yang harus di selesaikan.!!
Ko
" Ara saya minta tolong.. saya titip kedua putriku saya janji selesai urusan saya lalu saya bawa mereka" ucap Ratna memelas memohon kepada Ara
Ara mengangguk dan tersenyum " iya mb " sedangkan Angga dia hanya menatap Ara berfikir bagaimana bisa Ara mau menerima permainan Ratna..
Lain dengan Angga Andre pun berpikiran sama
.
Dua anak gadis yang hampir dewasa kembali meratap atas nasibnya.
" Kak apa mamah tidak merindukan kita ? " Ucap Lina yang terus menangis
Ara diam tak tau harus kata apa yang di sampaikan untuk Lina
" Mamah memang tidak pernah menginginkan kita !!" Sambung Nanda yang kini beralih memeluk Lina
Mencoba mendekat dan memeluk dua gadis itu
" Sayang.. mamah kalian bukanya tidak sayang kalian !! Dia hanya sedang banyak pekerjaan jadi dia menitipkan kalian kepada kakak!!" Ara mencoba menghibur Nanda dan juga Lina
Tapi apa daya nya, Dua gadis itu seperti merasa jika ibunya memang tak pernah mengharapkan mereka.
'' jika mamah sayang kita.. kenapa kita di buang kak, terus saat sudah ketemu mamah juga tidak mau menerima kita " ucap Nanda yang di setujui Lina
" Tadi kalian denger kan.. kalau kalian di cari selama bertahun-tahun dan saat ini mamah sedang ada urusan !!'' mencoba kembali
Dua gadis itu terus menatap lekat mata Ara, melihat kejujuran dari mata Ara.
" Kakak yakin ..?" Ucap Lina
" Ya.. " mengangguk menyetujui
" Sekarang nggak usah sedih...!! Besok pagi kakak mau ajak kalian shopping gimana ?? " Bujuk Ara
" Beneran !!" Ucap Lina antusias
" Iya.. !!" Jawab Ara tak kalah antusias
" Setuju ..!!" Sambung dua gadis itu
Malam ini Ara pulang setelah lama membujuk dua gadis yang di rawatnya melebihi anak sendiri.
.
Sampai di rumah, karena tak sabar Angga terus mendudukkan istrinya di sofa besar ruang tamu.
Pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan untuk mengisi rasa penasaran nya.
" Sekarang kamu jawab Ara.. kenapa kamu asal mempercayai Ratna untuk kembali menitipkan kedua putrinya??"
" Bukannya kamu yang ingin sekali mempersatukan mereka..? lalu kenapa kamu membiarkan anak-anak bersama mu lagi..? apa kamu masih belum rela meninggalkan mereka ??" Pertanyaan Angga sungguh membuat pusing pikiran Ara
Ara hanya menatap dengan santainya
'' jawab yank !!" Angga mulai gemas dengan tingkah Ara yang terus diam dari tadi
" Aku merasa kalau Ratna itu memang tidak menginginkan anak-anak ga, dan aku takut kalau anak-anak bakal ditelantarkan lagi seperti dulu !!"
__ADS_1
Angga diam mendengar jawaban sang istri
" Tapi ar bagaimana jika masalah ini di manfaatkan oleh wanita ular itu."
" Kalau dia mengajak kita untuk bermain kenapa tidak !!" Menarik dasi yang di kenakan Angga
Karena mendapat gerakan refleks, Angga terjatuh menimpa tubuh Ara yang masih duduk santai di sofa besar.
Senyum licik terpancar dari raut kedua mahluk tuhan itu.
" Sudah berani menggoda rupanya !!"
Ucap Angga tersenyum simpul
" Kenapa tidak !!" Mulai mendekatkan wajahnya
Tanpa basa-basi lagi tanpa membuang waktu lama, Angga segera mengeksekusi kesempatan di hadapannya ini.
Menggendong tubuh Ara ala bridal style masuk kedalam kamar.
Malam ini pergulatan panas kembali terjadi, dengan tempo lambat dua insan saling menikmati.
Suara-suara aneh mulai mengalun merdu memenuhi ruangan, semakin lama semakin cepat tempo permainan.
Suara indah semakin menambah semangat permainan mereka, melupakan permasalahan dunia yang membuat pusing.
Malam panjang mereka lewati berdua dengan penuh semangat dan bahagia.
.
" Selamat pagi sayang " mengecup kening Ara
" Hhmm " tersenyum dengan mata masih terpejam
Tiba-tiba suara dering ponsel mengagetkan pagi romantis yang akan di mulai
" Angkat yank " Angga segera mengambil ponsel
" Lama banget si ga jawab nya .. kemana aja ? " teriak membentak
Menjauhkan ponsel dari telinga
" Kenapa yank ?"
" Mamah " bersuara pelan
" Ada apa ..?" Tanya Ara lagi
Menaikan bahu tanda tak tau
" Aga denger mamah ngomong nggak ??" Kembali berteriak
" Iya mah.. "
" Mamah mau ajak Ara ke arisan tolong sampaikan ke istri kamu ya.. dari tadi mamah telpon nggak bisa soalnya " ucap ana panjang lebar tanpa jeda.
" Iya !!"
Mematikan panggilan dan kembali menarik selimut, memeluk tubuh Ara.
" Ada apa ga ..? " Angga tak menjawab malah semakin mengeratkan pelukannya
" Aga ada apa ..?" Ulangnya
Angga masih diam, merasa sebal dengan Angga di cubit lengan kekar suami
" sakit yank !!"
" Salah siapa nggak jawab " tuturnya merasa tak bersalah
__ADS_1
" Ya nggak harus nyubit juga dong yank !!" Ambek nya
" Jadi ada apa mamah telpon " ucapnya kembali bertanya
" Cium dulu !!"
" Cepet aga !!"
" Cium dulu " memanyunkan bibir
Ara beranjak dari tempat tidur, tanpa memperdulikan Angga.
Menuju kamar mandi dan akan bersiap untuk masalah panggilan dia tak memperdulikan nya lagi, dia akan menelpon mertuanya sendiri nanti.
Angga yang melihat Ara berdiri tanpa memperdulikan dirinya menjadi Betek dan sedikit marah.
.
Sarapan telah siap, mereka makan seperti biasa duduk berdua di meja makan yang sama, namun bedanya kali ini semuanya diam, tak ada kesan romantis dari salah satu mereka.
Selesai sarapan Ara langsung berangkat menuju butik nya yang sedang ramai pengunjung hari-hari ini.
Dia berencana menelpon mertuanya tapi nanti saja saat sudah sampai.
Sampai di butik betapa terkejutnya melihat sosok teman lelaki yang dulu sering membantunya.
" Dante... " Ucap Ara kaget
" Hi Ara, how are you? ( Hai Ara bagaimana kabarmu ? ) " ucapnya
" I'm good Dante !! let's just chat inside, it's more comfortable
(Aku baik Dante !! masuklah kita mengobrol di dalam saja, lebih nyaman ) balas Ara tak lupa dengan senyum menawan
Dante mengangguk dan masuk menuju ruang kerja Ara.
Belum lama mereka mengobrol, ana sudah datang mencari Ara.
" Permisi Bu .. ada nyonya ana diluar "
Kata salah satu karyawan butik
" Oke Linda terimakasih " karyawan itu pergi setelah memberi pesan
" Come on, let me introduce you to my mother-in-law !! ( Ayo, ku kenalkan kepada mamah mertua ku ) ucap Ara, lalu berdiri.
Dante mengangguk dan mengikuti langkah Ara.
Sampai diruang tamu butik, Ara menghampiri dan menyalami mamah mertuanya, dan tak lupa juga memperkenalkan Dante sebagai sahabat baiknya di Milan.
" I'm Dante Aunt, Ara's friend ( Saya Dante tante, teman nya Ara ) " ucap Dante sopan menyalami tangan ana
Ana tersenyum ramah dan mengangguk menanggapi uluran tangan Dante.
" Seperti nya mamah tak jadi mengajak mu '' Ucap ana
" Mau kemana mah ? "
" Rencana Mamah mau kenalin kamu ke teman-teman mamah, tapi kamu lagi ada tamu.. jadi mungkin lain kali saja lah"
" Maaf ya mah, Ara nggak bisa nemenin mamah " ucap Ara
" Tak apa sayang.. mungkin lain kali " Ara mengangguk dan memeluk ana
" Dante, Aunt, go first, okay? Next time, stop by Aunt's house !! " (dante Tante pergi dulu ya.. lain kali mampir kerumah Tante !! ")
"Yes Auntie" (iya Tante)
Setelah kepergian ana, mereka kembali mengobrol
__ADS_1
Sampai Ara lupa jika hari ini ada pertemuan dengan klien yang membutuhkan jasanya, untuk pembuatan gaun pengantin.