Musuh Kesayangan

Musuh Kesayangan
Bab 44


__ADS_3

" kakak setuju kamu sama dia !" Menyuap makanan terakhir nya


" Menurut Kakak Nanda harus terima?"


" Kamu tanya ke hati kamu.. gimana ? Kamu yang tau isi hati kamu !!" Tersenyum dan berdiri


Selesai makan siang Nanda kembali ke butik, karena dia sudah dipercaya untuk mengurus Butik milik Ara.


jadi dia lebih sering menghabiskan waktunya di butik, ya semenjak lulus sekolah, Nanda tidak ingin merepotkan Ara lagi, dia ingin membiayai hidupnya dan juga adiknya sendiri.


di tengah perjalanan menuju butik tiba-tiba taksi yang dinaiki nya berhenti, karena penasaran Nanda pun keluar memastikan ada hal apa sehingga menyebabkan kemacetan di jalan raya seperti ini.


bertanya pada pengendara lainnya " maaf pak ada apa ya didepan ?'' ucap nya sopan


entah kenapa rasanya dia sangat amat penasaran. " ada yang lagi berantem mbak !!" ucap bapak pengendara lain.


Nanda mengangguk menanggapi ucapan bapak itu.


rasa penasaran nya semakin meningkat, dia berjalan mendekati kerumunan didepan sana.


betapa kagetnya dia saat tau dua lelaki yang sedang dekat dengannya bertarung disana, entah masalah apa yang terjadi kepada mereka, Nanda tak ingin ikut campur, tapi dia sungguh merasa khawatir dengan lelaki yang mulai banyak mengeluarkan darah di kening, bibir, dan anggota tubuh lainnya.


" stoppp ..!" teriakan keras tak sengaja keluar dari mulut Nanda.


semua orang menoleh, menatap aneh kearahnya berdiri saat ini.


" Nanda ..!!" suara lelaki yang penuh lebam di wajah


mereka saling menatap, berbicara dengan pikirannya masing-masing.


laki-laki itu berjalan mendekati Nanda


" kenapa kau disini ..?" ucapnya memegang kedua pundak gadis yang masih terdiam ditempatnya.


" seharusnya aku yang bertanya ..!! apa yang kamu lakukan disini ?" masih berdiri dalam pandangan kosong


" aku bisa jelaskan !!''


" ikut aku ..!!" menarik paksa tangan Dika meninggal kan beberapa orang yang masih berkerumun disana.


.


sampai dibutik, Nanda segera mengambil kotak P3k, untuk mengobati lelaki yang sedang terluka akibat ulahnya sendiri.


tanpa suara dengan telaten Nanda mengobati Dika, begitupun sebaliknya dika hanya menatap gadis didepannya ini tanpa arti.


" apa kau khawatir ?" satu kata mampu menghentikan aktivitas Nanda

__ADS_1


" ada masalah apa kalian ?" bukan nya menjawab, malah ikut melempar pertanyaan


Dika tersenyum sinis menatap wajah cantik wanita didepannya " apa kau khawatir padanya ?"


lagi-lagi Nanda tak menjawab, gadis itu mengalihkan pandangan nya dan tak lagi memandang Dika.


menarik nafas panjang " aku hanya tak ingin kau ikut campur dengan urusanku !!" ucapnya datar


" bagaimana aku bisa diam, jika gadis yang aku sukai selalu mendapatkan ancaman dari lelaki tak bermoral itu !!" saat ini Dika sangat tampak serius, tak ada tampang bercanda di wajah nya.


gadis itu menunduk, dia takut jika masalah ini akan sampai di telinga Ara.


dia dijebak saat itu, dia tak tau jika malam itu dia akan mengalami hal yang merugikan dirinya.


Dika memandang iba pada gadis yang sedang di kagumi ini " aku akan selalu ada disini ..! jangan menangis !" memeluk wanita rapuh yang tengah menangis dalam diam itu.


" tenang lah.. masalah itu telah berakhir, aku telah menghapus gambar di ponsel nya !"


mendengar kabar itu Nanda mendongak, menatap senang dengan lelaki di depan nya ini.


dengan gerakan refleks dia memeluk lelaki yang penuh lebam " terimakasih !!" ucapnya senang


" hanya berterimakasih !!" katanya menggoda


Nanda melepaskan pelukan nya, seperti salah tingkah berjalan keluar.


" apa yang kau lakukan !!" sapa Linda, melihat Dika yang berlari mengejar Nanda


Dika tak menjawab dia hanya tersenyum sebagai tanggapan.


...----------------...


malam ini hujan turun dengan deras, membasahi seluruh jalanan kota Jakarta, Angga pulang membawakan sebuah hadiah berlian cantik untuk sang istri.


baru saja masuk pemandangan awal kembali terlihat, Ara tertidur dengan dua kaki terangkat di sofa, dan satu tangan menggantung ke bawah.


sungguh tak menampakkan kesan anggun pada wanita itu, Angga menggeleng pelan, melihat penampilan sang istri yang menurut nya lucu saat tidur itu.


dia duduk tepat di samping Ara, lebih dekat untuk menikmati pemandangan langka seperti ini.


pikiran jail mulai terbesit di pikiran nya,


Angga mengambil ponsel yang di simpan nya di saku celana.


menyalakan kamera lalu memfoto nya, mengabadikan momen langka sangat penting untuk sejarah, siapa tau bisa di butuhkan di kemudian hari, itu yang ada di pikiran nya saat ini.


beberapa menit kemudian, Ara terbangun namun masih dengan posisi nya yang seperti itu, dia belum menyadari jika sang suami sedari tadi berada tepat di samping nya.

__ADS_1


" apa ini sudah malam ..? seperti nya turun hujan !!'' ucapnya sendiri yang masih belum menyadari jika ada Angga di sebelah nya


Angga tersenyum tanpa suara mendengarkan ucapan sang istri.


" hmmm apa Angga sudah pulang ..?" ucapnya lagi, kali ini dengan merubah posisi menurunkan kaki nya yang tadi di atas, mengubah arah yang tadinya menghadap langit-langit rumah, sekarang beralih ke samping.


betapa terkejutnya Ara saat tau Angga sudah duduk bersila di samping dirinya.


" Angga ..! " teriaknya dengan refleks menampar wajah tampan sang suami.


" auww sakit yank .. kok di tampar sih !!" protes nya dengan terus memegangi pipi yang memerah bekas tamparan Ara.


" salah siapa ngagetin !!" berpindah posisi menjadi duduk.


Ara sungguh tak merasa bersalah sama sekali, malah dia merasa sebagai korban disini, dia tak mau meminta maaf kepada Angga malah pergi begitu saja meninggalkan Angga.


melihat itu Angga mengejar masih dengan meraba pipi bekas tamparan Ara.


" maaf ya sayang .. aku telah mengagetkan mu !!" ucapnya berjalan di belakang Ara


" kenapa aku tidak kau bangunkan ?'' berhenti berjalan


Angga yang berhenti tanpa mengerem tak sengaja menabrak punggung sang istri, mengelus dada pelan karena kaget.


" aku mana tega membangunkan mu .. kau terlihat pulas sekali !!" berpindah posisi ada di depan Ara


" tapi kau tetap salah .. karena telah mengagetkan ku .. jadi kau akan tetap di hukum " sambil berjalan lurus


Angga yang berjalan mundur, merasa terpojok karena Ara terus mendorong nya meskipun dengan cara tidak langsung.


Ara terus berjalan maju menuntun Angga berjalan mundur.


" menurut mu hukuman apa yang pantas kau terima Angga ?'' bersedakep tangan


" emmm " mencoba berfikir


" cium !!'' ucap Angga lagi kali ini penuh dengan semangat.


" hemmm !!" Ara terlihat berfikir mempertimbangkan ucapan Angga.


Sekarang Angga telah berdiri tepat di depan bed besar, yang berada di kamar mereka.


Ara tersenyum licik, lalu mendorong Angga sampai terjatuh diatas bed besar tersebut.


" aku mau mandi.. tubuhku sangat gerah rasanya !!" ucap Ara santai berjalan menuju kamar mandi


" hmm ... dasar gadis aneh !!" ucapnya masih tidur menggunakan tangan sebagai bantalan

__ADS_1


__ADS_2