Musuh Kesayangan

Musuh Kesayangan
Bab 39


__ADS_3

"mamah kaya nggak tau Angga aja !!''


Ucap Kusuma yang tiba-tiba duduk disamping ana


"Papah pulang kok nggak mengucap salam sih !!"


"Maaf mah lupa ?''


Ana melengos kembali menatap Angga dan Ara bergantian


"Jadi maksud Angga apa ?"


" Coklat batang itu punya nya mah Ara habis makan itu sampai kenyang !!" Ucap Kusuma sambil mata mengarah ke perut Ara yang mulai terlihat


Mendengar itu, ana tertawa tanpa henti sambil mengikuti arah pandang Kusuma yang terhenti di perut buncit sang menantu "dasar anak sama bapak sama saja.. suka nya bikin kenyang hahaha !! Kusuma malu sedangkan Angga dan Ara saling tatap dan mereka pun tertawa


Dari rumah mertua, Ara langsung pulang tanpa mampir kemana-mana lagi.


Sampai di rumah mereka merebahkan tubuhnya "capek banget hari ini yank ?" ucap Ara mengelus perutnya


"Mau aku pijitin ?" Tawar Angga


"Boleh !!" Jawabnya senang


Ara segera mengambil posisi nyaman, dengan duduk bersandar disandaran kasur besar tempat menyalurkan rasa lelah.


Perlahan angga mulai memijat kaki yang mulai besar karena perubahan pada tubuh si ibu hamil.


Dari kaki beralih ke tangan, mata Angga mulai menangkap tubuh lelah sang istri, tertidur pulas menikmati pijatan sang suami.


"Kamu pasti sangat lelah sayang, tidurlah aku akan menjagamu" ikut merebahkan tubuhnya di samping Ara, terus membelai lembut rambut panjang yang mengaromakan bunga mawar.


.


Malam itu Nanda pulang dari perpustakaan yang berada di pusat kota, keadaan malam yang gerimis membuat Nanda sedikit takut apalagi sedari tadi di halte dia seperti di ikuti seseorang.


Sampai didepan kompleks perumahan yang dia tempati dia mulai berjalan cepat, suasana begitu sepi bapak-bapak yang biasanya meronda pun tidak nampak, mereka tidak ada mungkin karena hujan.


tiba-tiba dia menoleh ke belakang dan sosok lelaki tegap memakai pakaian yang serba hitam, wajah nya tertutup topi Hoodie yang di pakainya


Nanda berlari dia begitu ketakutan sampai bulu kuduk nya pun berdiri, dia terus berlari sambil sesekali menoleh kebelakang orang itu masih mengejar.


Semakin kencang berlari dan tiba-tiba suara klakson motor mengagetkan dirinya, untung nya motor itu tak menabrak dirinya, Nanda terjatuh kakinya keseleo dan orang itu semakin mendekat.

__ADS_1


"Berhenti saya mohon jangan ganggu saja !!" Orang itu tidak memperdulikan Nanda yang mulai berteriak ketakutan.


Dia malah semakin mendekat dan membopong tubuh gadis yang mulai ketakutan itu, membawa nya di tempat Bapak-bapak biasa meronda.


"Saya mohon jangan apa-apa kan saya" Nanda terus memukul berusaha lepas dari tubuh lelaki gagah yang menggendong nya ini.


Orang itu masih tak berbicara, menurunkan tubuh Nanda dia pun duduk dan mengobati kaki yang keseleo.


Nanda tampak tertegun memandang lelaki itu "siapa dia kenapa dia menolong ku apa motif nya ??'' pertanyaan demi pertanyaan mulai bermunculan di pikiran nya.


"Coba gerakan kakinya !!" Pinta lelaki itu Nanda pun menurut, dan ajaib sekali kaki yang tadinya sakit sudah tidak merasakan apapun.


"Gimana ?" Lelaki itu menatap menurunkan topi Hoodie yang membungkus kepalanya.


Betapa terkejutnya ketika Nanda melihat siapa lelaki yang membuat nya ketakutan dan hampir celaka ini.


Lelaki itu tersenyum tanpa dosa menatap Nanda "nggak lucu tau nggak kak !!" Ucapnya marah, memukul lengan pria itu


"Maaf aku hanya khawatir padamu, lalu ku ikuti aku panggil bukannya berhenti malah lari !!" Ucap Dika dengan santainya


"Ayo ku antar pulang !!" Tiba-tiba menggendong tubuh yang masih tertegun


Hujan mulai reda namun petir masih menyambar, Nanda mendekap kencang tubuh Dika dia mulai merasakan hawa dingin karena tubuhnya yang sudah basah sejak tadi, di tambah lagi suara petir yang menakutkan baginya.


"Kau takut ?" Ucapnya


"Menurut kakak !!'' ucapnya masih dengan nada yang menyebalkan


"Jangan takut aku bersama mu !!"


"Andai nya tadi kakak tak menakuti ku, pasti saat ini aku sudah berada di rumah !!" Omel nya tapi Dika malah tertawa menanggapi omelan nanda


"Aku tak bermaksud menakuti mu, aku hanya ingin menjagamu !!" Ucapnya dan berhenti


"Kenapa berhenti ??" Ucap nanda terus memandang tak suka ke samping wajah dika


Lagi-lagi Dika tersenyum tanpa alasan "kita sudah sampai sayang .. kau tak mau turun !! Apa terlalu nyaman berada dipunggung ku !" Nanda menoleh dan ternyata benar dia sudah berada didepan pagar besar kediaman kakek Besari


"Yaudah turunin !!'' ucapnya dengan perasaan sangat malu


"Dengan senang hati tuan putri !!" Ucapnya menurut kan Nanda


Nanda mulai berjalan membuka pagar "Kau tak mempersilahkan aku masuk ?" Ucap Dika masih tersenyum simpul

__ADS_1


"Seperti tak baik bertamu dilarut malam seperti ini !!" Jawabnya sambil menutup pintu pagar.


Nanda pun masuk "Kakak kenapa larut sekali ?"


"Kau mengagetkan ku saja Lina !!"


"Maaf !!''


Nanda berjalan menanyakan keberadaan kakek, namun sepertinya di rumah ini hanya ada mereka berdua.


"Kakek ada urusan di luar kota kak !!" Nanda mengangguk dan berjalan menuju kamar nya


Segera kekamar mandi untuk membersihkan diri, tubuhnya terasa lengket seharian berkutat dengan para buku-buku sangat melelahkan.


Sepuluh menit selesai segera berganti pakaian dan mulai merebahkan tubuhnya, berusaha memejamkan mata tapi sangat sulit "kenapa dengan jantungku ?" Terus memegangi jantung yang mulai berdetak tak karuan


Bayangan Dika masih terlihat jelas dimatanya, memandang keatas membayangkan Dika yang tadi mengobati kakinya "dari mana cowok tua playboy itu bisa menyembuhkan kakiku" Ucap nya sendiri masih terus memandang langit-langit kamar


"Mungkin cuma kebetulan saja dia bisa, mana mungkin cowok seperti dia bisa melakukan urutan kaki keseleo, sangat mustahil ..!" Ucapnya lagi


Nanda mulai memejamkan matanya kembali mencoba tidur, namun sayangnya mata nya sangat tidak bisa diajak berkompromi.


Otaknya masih terus memikirkan Dika "kenapa aku tidak mengucapkan terimakasih karena dia telah membantu ku !!"


"Ah untuk apa dia kan yang menyebabkan kakiku keseleo !!" Tuturnya "tapi bagaimana juga dia sudah menolong ku !!"


Semalaman Nanda terus memikirkan Dika dia ingin mengucapkan terimakasih, tapi gengsi sungguh menguasai dirinya.


.


Sedangkan di tempat lain sedang ada pasangan yang saling merindukan, karena harus dipisahkan demi kebaikan mereka.


Stella dan Bagas masih melakukan panggilan video, karena suda lima hari mereka dilarang bertemu.


"Udah malam yank tidur gih !!" Ucap Bagas namun stella masih belum mengantuk


"Acara kita sebentar lagi loh yank, aku nggak mau kamu begadang Mulu ih !!''


Bukanya menutup panggilan stella malah berucap manja membuat Bagas gila "jangan mancing macan tutul yang lagi tidur sayang !!" Mencoba memperingati, namun Stella seperti nya sudah tertular virus Ara yang selalu menggoda.


Dia terus menggoda si calon suami, sampai-sampai Bagas malu dan menutup panggilan video nya terlebih dulu.


Setelah panggilan berakhir, stella tertawa cekikikan membayangkan ekspresi bagas setelah ini.

__ADS_1


"Awas Stella akan ku buat kapok karena berani membangunkan macan tutul !!" Ucap Bagas melanjutkan kegiatan nya sendiri


__ADS_2