
" Kamu sering makan di sini ya kak ?"
" Iya.. gimana menurut kamu .. enak nggak ? "
" Enak sih " menyuap bubur ke mulutnya
" Habis ini aku antar kamu ke kampus ! " Ucap Bagas
" Oke "
Tak ada lagi percakapan, sampai mereka selesai memakan buburnya masing-masing.
Bagas membayar dan Stella menunggu di mobil, setelah berpamitan dengan bapak pembeli.
Mobil mulai melaju membelah jalanan ibu kota, tak beberapa lama mereka sudah sampai di kampus.
Baru saja membuka seatbelt, Bagas sudah memegang tangan Stella hingga membuat jantung nya kembali Berdetak cepat.
Stella hanya menoleh tanpa berbicara.
" Nanti pulangnya aku jemput " ucap Bagas lalu melepaskan tangan Stella
Stella hanya mengangguk sebagai jawaban. Lalu turun jantung nya mungkin akan lepas dari tempat nya jika terus-terusan bersama Bagas.
.
Motor GB melaju kencang menuju parkiran. Steven turun dari motor berjalan menuju kelas.
" Stella .. kok jalan gak bawa mobil ?" Sapanya
" Nggak tadi di antar temen "
" Ouh.. duluan ya ..!" Berjalan meninggalkan Stella
Stella dulu pernah menyimpan rasa kepada steve, tapi karena steve yang mencinta Ara jadi dia mundur dia berusaha menepis perasaan nya sendiri, dia tak ingin hatinya terluka saat Steve menolaknya nanti
Stella terus menatap Steve, lalu kembali berjalan menuju kelasnya sendiri
.
Angga kini sudah berada di Milan, dia menyewa apartemen dan mobil pribadi untuk dirinya selama di negara orang.
Besok pagi dia akan menemui Ara di apartemennya
sampai di apartemen Angga langsung merebahkan tubuhnya, karena perjalanan hari ini membuatnya sangat lelah tapi lelah tak akan menghalangi niatnya untuk bertemu Ara.
🌻🌻🌻
Pagi telah datang mentari pagi bersinar cerah di negeri orang.
Angga sudah rapi memakai kaos putih dengan jaket kulit hitam kaca mata hitam bertengger rapi menutup mata nya yang indah.
Dia keluar dari apartemen turun dari lantai empat menuju lantai satu.
Keluar mengendarai mobil sport mewah membelah jalanan kota Milan.
Menuju alamat yang sudah diberikan anak buahnya.
Sampai di lokasi tujuan, segera memarkirkan mobil dan turun menuju kamar Ara.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai dikamar Ara, sekarang dia sudah berada tepat di kamar wanita pujaan hatinya ini.
.
Ara sudah meminta tolong kepada Dante untuk mengijinkan jika dia tidak bisa masuk kuliah hari ini.
Dan dia juga sudah meminta hal yang sama pada Alessia teman kerjanya.
Hari ini Alessia akan mengunjungi nya sebelum berangkat kerja, jadi Ara sengaja tidak mengunci apartemen, karena takut jika Ale datang tak ada yang membuka pintu, Karena tubuhnya sangat terasa lemas.
Lama menunggu Ale yang tak kunjung datang, Ahirnya dia memilih untuk tidur sebentar.
.
Persiapan memang sudah di buat matang-matang, Angga Sudah menyiapkan kunci duplikat untuk kamar Ara.
Tak perlu menunggu untuk di bukakan pintu, Angga langsung masuk.
Sampai di dalam dia mencari letak kamar Ara, karena ada dua kamar di ruangan tersebut.
Dan tepat saja dia memilih kamar yang tepat.
Membuka pintu itu dan tak sengaja melihat orang yang tengah tertidur.
Lalu di hampiri " Ara .. badan kamu panas banget, kita ke rumah sakit sekarang ya !" Angga begitu panik saat menyentuh kening istrinya.
" Angga sejak kapan kamu disini ?" Jawab nya dia kaget melihat Angga bisa ada di kamar nya
Ara mencoba duduk namun di cegah oleh Angga " jangan banyak bergerak aku akan membawamu ke rumah sakit!"
" Tak perlu ga, aku cuma kecapean aja " ucap Ara
Angga pun duduk di samping ara yang masih terbujur lemas.
" Apa pun bisa ku lakukan Ara, mengetahui alamat mu bukan lah hal sulit bagi ku ..!" Ucap Angga
Ara kembali mencoba untuk duduk.
Melihat Ara yang kesulitan dengan inisiatif Angga membantu.
"Maaf .. aku telah banyak bersalah Ra"
Ara diam mematung matanya mulai berkaca-kaca menatap dalam Angga.
" Aku benar-benar sudah tidak hubungan dengan Ratna Ar ..! "
Ara masih terdiam " aku memang salah .. sudah berselingkuh di belakang kamu, tapi aku memang sudah memutuskan hubungan dengan nya sejak 2 bulan sebelum kamu wisuda Ar, dia memanfaatkan aku. " Tutur nya tampak penuh kejujuran.
" Jadi kau menerimaku sebagai pelarian, karena rasa kecewamu pada Ratna ? " menyandarkan kepalanya menatap ke depan.
" Bukan begitu Ar, aku memang mencintai kamu sejak kedekatan kita, aku nyaman berada di samping mu aku bahagia bila di samping kamu Ar.!" Jujur nya.
Ara hanya tersenyum tipis dengan pandangan masih fokus ke depan.
" Percayalah Ar, aku memang tidak punya bukti tapi cintaku tulus Ar." Angga mencoba terus meyakinkan Ara jika dirinya benar-benar berubah.
Air mata yang sejak tadi tertahan kini sudah mulai pecah, jatuh dengan bebas.
Angga langsung memeluk tubuh yang sedang rapuh. Ara mulai menangis dan Angga dengan telaten mengusap air mata yang terus menetes sedari tadi.
__ADS_1
" Jangan menangis Ar, hatiku sakit melihat mu menangis seperti ini."
Ara masih betah dengan diam nya kali ini.
" Ar bicaralah Jangan seperti ini !"
" Apa yang harus aku katakan ga, aku bingung mu ngomong apa ..! Perutku laper juga ..!
Angga menatap aneh " jadi kamu nangis karena lapar ? " Tanya Angga
" Iya.. malah kamu peluk kaya gini jadi tambah lapar "
Angga mulai gemas sudah di prank bocah, " untuk aja gue sayang kalau nggak udah gue pites lu " ucapnya dalam hati
" Kenapa mukanya gitu " tanya Ara melihat perubahan ekspresi Angga
" Kamu mau makan apa ?" Tanya Angga yang sudah menyembunyikan marahnya
" Sub ayam "
" Bentar "
Tanpa bertanya lagi dia langsung menuju dapur untuk membuatkan sup ayam untuk Ara.
Karena sudah tak tahan, Ara memutuskan keluar untuk melihat proses memasak nya sampai mana
" Masih lama ga ?"
" Bentar lagi tunggu aja di situ !" Masih fokus memasak
Sedangkan Ara duduk mengamati " aku senang ga kamu kembali di samping ku !" Batin nya
" Makanan siap " ucapnya sambil menyiapkan makanan di atas meja makan
" Harum !! " Mencicipi
" Awas panas !"
" Heem "
" Gimana ?" Tanya nya menunggu jawaban Ara
" Enak " dengan mata berbinar
" Makanlah akan ku siap kan air hangat untuk kau mandi ! kau belum mandi kan ?" Ucapnya lalu berdiri
" Oke.. oke..!" Asyik memakan sup nya
Angga masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar Ara.
Di dalam Angga tidak langsung menyiapkan air, dia merenung senang namun juga bingung.
Dia senang karena Ara mau menerima kehadiran nya namun dia juga bingung akan perasaan Ara kepada nya.
" aga kenapa melamun ?"
Angga kaget dan refleks menoleh ternyata Ara sudah berdiri di belakang nya
" Sejak kapan disitu ?"
__ADS_1
" Baru aja ! airnya udah siap ?"