Musuh Kesayangan

Musuh Kesayangan
Bab 48


__ADS_3

dokter keluar mengatakan jika anak dan ibu baik-baik saja dan menyuruh untuk menjenguk pasien.


ana lebih dulu berjalan masuk di temani Bagas dan Kusuma.


sedangkan Ara dan Angga masih berdiri ditempat, Angga masih berusaha menghibur istri yang sedang tidak baik-baik saja.


Ara merasakan senang karena anak dan ibu selamat dan baik-baik saja, namun dia juga sedih karena mengingat masa lalu yang harus merenggut nyawa dari calon bayinya.


sampai di dalam kebahagiaan terpancar dari masing-masing wajah yang ada di ruangan.


ucapan selamat tak henti-hentinya mereka ucapkan kepada Stella.


'' mah, Ara mana ?'' ucap Stella yang menyadari tidak ada Ara disana


mereka pun saling menatap, celingukan mencari keberadaan Ara dan Angga.


hingga ana sadar, pasti hati Ara sedang rapuh sekarang '' pah !!'' menatap Kusuma,


seperti ada ikatan batin antara mereka berdua


Kusuma menenangkan istri nya '' Ara pasti baik-baik saja.. ada Angga disisi nya ''


ana mengangguk percaya


baru saja selesai di omongkan dua pasutri itu datang '' assalamualaikum '' ucap mereka,


semua orang menatap arah pintu dan ana berjalan mendekati mereka.


'' sayang '' menatap melas, seolah paham apa maksud dari ibu mertua Ara tersenyum '' Ara baik kok mah !!'' menggandeng ibu mertua berjalan mendekati stella


'' selamat ya .. akhirnya aku punya keponakan baru .. cantik kaya ibu nya '' ucap Ara


dia menutup rasa sesak di dadanya dengan senyuman manis, meski sebenarnya dia sangat sakit.

__ADS_1


'' kak kau yang kasih nama ya !!'' tutur Stella tulus, dan terus menggenggam tangan Ara


Ara tak menjawab dia hanya tersenyum '' Dewi '' ucapnya pelan lalu mencium pipi gembul bayi yang baru lahir


Angga tau saat ini Ara tersenyum hanya untuk menutupi kesedihannya saja, bukannya tidak senang dengan kehadiran putri stella dan Bagas, dia hanya mengingat kejadian yang sudah lama di pendam dengan sekuat tenaga, kini harus kembali teringan lagi.


'' oiya aku punya Hadiah untuk si cantik ini !''


semua menatap memperhatikan raut wajah Ara yang sangat ketara kesedihan disana.


Ara mengeluarkan satu kotak kecil berwarna merah, membuka lalu memakainya pada leher bayi yang baru saja lahir ke dunia itu.


sebuah kalung emas berliontin kan gambar hati terpampang cantik di leher bayi itu.


'' sangat cantik '' ucap Stella


semua yang disana tersenyum senang memperhatikan kedekatan keluarga ini.


Stella memegang lembut tangan Ara dan tersenyum, Ara membalas dengan senyuman.


mencoba menenangkan pikirannya, memejamkan bola matanya menyandarkan tubuhnya di kursi mobil.


Angga yang membawa mobil hanya diam dan sesekali melirik ke arah istri nya tersebut.


'' mau mampir ke suatu tempat ?'' ucap Angga menggenggam lembut tangan Ara


Ara menggeleng dia ingin segera pulang untuk beristirahat.


sampai di rumah segera membersihkan diri dan beristirahat


waktu terus berjalan dua tahun sudah berlalu,


hari-hari terus berjalan seperti biasa.. Dika semakin gencar mendekati Nanda dan seperti nya Nanda pun mulai luluh dengan semua perhatian yang Dika berikan.

__ADS_1


hari ini Steven akan kembali ke Indonesia, dia akan membantu Bagas untuk membantu Perusahaan.


seperti nya dia juga sudah tidak sabar ingin bertemu Dewi si keponakan yang selalu dia rindukan.


Ara kembali diberikan kepercayaan dari tuhan untuk menjadi seorang ibu, sekarang perutnya sudah menginjak 9 bulan dan sebentar lagi akan melahirkan.


...----------------...


di rumah sakit ruang bersalin


'' ayo buk sebentar lagi '' ucap dokter yang membantu persalinan.


semua keluarga sedang panik diluar, menunggu kabar baik yang akan segera datang.


selang beberapa menit, tangisan bayi mulai terdengar, semua orang mengucap syukur.


'' akhirnya kau menjadi seorang ayah '' tutur Steven tulus, Angga menggangguk


dokter keluar menampakan senyum bahagia


'' Alhamdulillah semuanya lancar, bayi dan ibunya sehat ''


lagi-lagi ucapan syukur kembali terucap, dokter menyuruh Angga masuk untuk mengumandangkan adzan di telinga sang bayi, tanpa ba-bi-bu lagi Angga masuk menuruti perintah sang dokter.


setelah semuanya selesai, sekarang Ara sudah di pindah kan keruang rawat inap.


'' Nanda tolong kamu bereskan kamar kak Ara ya sayang'' ucap esih


Nanda bergegas dan di antar oleh Dika


sampai disana dia membereskan kamar Ara, juga kamar bayi yang akan segera di tempati dan di bantu dengan Dika.


'' kapan kita akan mengukir kebahagiaan seperti mereka '' ucap Dika tiba-tiba sungguh membuat Nanda kaget dan menghentikan aktivitas nya.

__ADS_1


dia hanya tersenyum tak menjawab hatinya masih mengingat sang mantan terindah.


selesai mereka beberes, mereka segera pergi dari kediaman Angga.


__ADS_2