
Di sebuah salon yang ada di dalam mall yang besar, Mawar tersenyum senang karena dia akhirnya berhasil mengelabui Galih Baskoro. Mawar jatuh cinta pada pandangan pertama saat Galih Baskoro melakukan perawatan rambut di salon tempat ia bekerja. Rambut Galih Baskoro yang berwarna kecokelatan karena Galih Baskoro terlahir dari rahim seorang wanita keturunan Amerika dan wajah tampannya Galih Baskoro yang dingin penuh kharisma, seketika membuat Mawar jatuh cinta.
Saat Mawar melihat di internet ada rumor yang mengatakan kalau Galih Baskoro suka berganti wanita setiap tiga bulan sekali, Mawar langsung mencari berbagai cara agar ia bisa menemui Galih Baskoro dan menjadi wanitanya Galih Baskoro. Meskipun hanya tiga bulan Mawar tidak masalah. Dia bertekad akan membuat Galih Baskoro jatuh cinta padanya dan dia yakin, sangat yakin kalau dirinya mampu membuat seorang Galih Baskoro bertekuk lutut padanya.
"Baguslah dia tidak ingat kalau aku pernah merawat rambutnya di sini" Gumam Mawar lirih di depan cermin.
Gadis muda yang masih berumur dua puluh tahun itu menyeringai puas di depan cermin. Berkat kerja kerasnya selama ini dia akhirnya berhasil menjadi wanitanya Galih Baskoro.
Alma mengusap sepatu high heels warna krem polos dengan cara mengangkat kakinya secara bergantian dan ia usap sepatunya dengan telapak tangan begitu saja. Setelah mengibaskan kucir ekor kudanya dan menghela napas panjang, Alma melangkah masuk ke dalam gedung modern bergaya klasik dan di atas pintu gedung itu ada papan bertuliskan, "Lawless Lawyer"
Alma mengulum bibir menahan senyum saat ia membaca papan di atas pintu itu.
__ADS_1
Alma kemudian melangkah pelan dengan senyum ramah ke meja penerimaan tamu untuk bertanya, "Di mana ruang kerjanya pengacara Lawless Lawyer? Saya ada janji temu dengan beliau jam tujuh dan........"
"Apakah Anda Nona Alma Jacob?" Tanya wanita cantik yang ada di balik meja penerimaan tamu.
"Iya, benar. Saya Alma Jacob" Alma tersenyum ramah.
"Mari saya antarkan" Sahut wanita cantik berseragam setelan rok hitam yang elegan.
Alma mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru lantai satu gedung mewah yang ja masuki dan langsung berdecak kagum di dalam hatinya.
Ting! Pintu lift terbuka di lantai lima dan Alma keluar dari dalam lift dengan pelan.
Wanita dengan setelan rok hitam nan elegan itu menahan pintu lift dan langsung berkata, "Ruang kerja Tuan pengacara di di sisi kanan Anda, Nona. Saya permisi"
__ADS_1
"Terima kasih banyak" Alma tersenyum ke wanita ramah yang sudah mengantarkannya sampai di lantai lima.
Alma kemudian menghadap ke kanan dengan pelan lalu ia merapikan blus putih polos dan rok hitam yang dia pakai di hari itu. Wanita cantik lulusan D3 okupasi terapi itu mengelus kembali dadanya yang masih saja berdegup kencang sambil bergumam, "Tenang, Alma!" Setelah menghela napas panjang, Alma akhirnya melangkahkan kakinya dengan pelan menuju ke pintu yang ada di ujung lorong selasar berkarpet merah dan mewah yang ia lalui.
Alma mengambil jurusan D3 okupasi terapi sejak ia mengetahui adik tirinya menderita autis. Dia ingin mengobati adik tirinya. Meskipun dia sangat membenci ibunya Leon, ibu tirinya, namun Alma sangat menyayangi Leon.
Alma menghentikan langkahnya di depan pintu lalu mengetuk pintu itu sebanyak tiga kali dengan memberikan jeda yang wajar dan sopan.
Alma kemudian berdiri menunggu di depan pintu dengan jantung terus berdegup abnormal. Wajahnya tampak tidak sabar ingin segera bertemu dengan pengacara Lawless Lawyer.
Doni yang tengah duduk di sofa
langsung bangkit berdiri lalu berjalan ke pintu untuk membuka pintu sambil menyahut, "Sebentar!"
__ADS_1
Itu pasti Alma Jacob. Batin Doni dengan senyum tidak sabar.