Musuh Tapi Sayang

Musuh Tapi Sayang
Pingsan


__ADS_3

Galih keluar dari dalam ruang kerjanya dan menutup pintu dengan kasar dan kencang lalu ia berjalan begitu saja melintasi Doni sambil bertanya, "Wanita yang tadi menemuiku di hotel sudah kamu tempatkan di apartemenku?"


"Sudah" Sahut Doni sambil mengekor langkah Galih menuju ke lift.


Galih berhenti di depan lift dan bertanya ke Doni dengan terus mengarahkan pandangannya ke depan, "Dia bersih, kan. Kalau tidak bersih buang saja dia"


"Dia sudah melakukan tes kesehatan dan bersih dari segala penyakit"


"Bagus" Galih melangkah masuk ke dalam lift dan menahan pintu lift untuk berkata, "Urus Alma dan antarkan dia pulang ke rumahku"


"Baik"


Galih lalu menarik tangannya dari sisi kanan pintu lift dan membiarkan kedua pintu lift menutup secara perlahan.


Doni kemudian memutar badan dan melangkah lebar ke ruang kerjanya Galih untuk melihat keadaannya Alma.


Hati Alma terasa panas, dada Alma terasa sesak, napasnya bergemuruh penuh amarah dan rasanya dia ingin berlari menyusul pria brengsek yang bernama Galih Baskoro itu lalu menikam pria itu sampai mati.

__ADS_1


Alma kemudian bangun dengan perlahan isak tangis lalu duduk di tepi sofa sambil mencoba merapikan blusnya. Berkali-kali Alma mencoba merapikan blusnya dan tidak berhasil. Blusnya kembali jatuh ke paha. Akhirnya perempuan cantik itu berteriak kesal, "Aaaaaaaa!!!!!!" Saat ia menunduk dan melihat ternyata blusnya telah koyak dan tidak bisa lagi ia kaitkan kancingnya. Beberapa kancing blusnya berserakan di lantai dan membuat Alma tertawa pedih. Dia menertawakan nasib sialnya yang tidak kunjung berhenti mendekap raga dan jiwanya.


Alma tiba-tiba diliputi rasa takut karena dia sudah menikah dengan pria yang sangat kejam, semakin marah dan bersalah pada dirinya sendiri karena dia tidak berhasil menyelamatkan JJ grup, cemas karena dia tidak punya baju ganti saat ini, dan sedih akan nasib buruknya. Semua rasa itu bercampur aduk.


Alma tersentak kaget saat ia merasakan ada kain menyelimuti pundak telanjangnya. Alma menunduk dan melihat ada kas lalu perempuan cantik itu menoleh ke belakang. Ia melihat punggung Doni, "Doni. Terima kasih"


"Pakailah jasku itu! Aku bersumpah ridak melihat apapun tadi. Aku langsung berbalik badan setelah menutupi pundak kamu dengan jasku" Sahut Doni.


"Sekali lagi terima kasih, Doni" Alma berucap dengan suara gemetar sembari memakai jas lalu mengaitkan semua kancing jas itu sampai ke kancing paling atas.


"Sudah" Sahut Alma sambil mengusap airmatanya.


Saat Doni berbalik badan, Alma bangkit berdiri dan merapikan kucir ekor kudanya.


"Yeeaahhh, lumayan juga kau pakai jasku. Kita bukan hanya satu SMA tapi juga satu ukuran ternyata, hehehehe" Doni mencoba menghibur Alma. Namun, ternyata percuma karena Alma sama sekali tidak tersenyum. Doni kemudian berkata, "Maafkan aku kalau aku bercanda tidak pada tempatnya. Kau baik-baik saja?"


Alih-alih menjawab pertanyaannya Doni, Alma langsung berlari ke kamar mandi dan muntah-muntah lalu jatuh pingsan di dalama kamar mandi karena serangan dadakan sakit kepala yang begitu hebat.

__ADS_1


Doni langsung membopong Alma dan membawa Alma berlari ke lift dan langsung turun ke parkiran mobil. Lalu dengan panik, Doni melajukan mobilnya menuju ke kediaman mewahnya Galih Baskoro sambil menelepon dokter keluarga.


Sementara itu Galih tengah membuka pintu apartemennya dan menutup pintu dengan tumit kakinya dan sambil menggerakkan jari telunjuk tangan kanan ia berkata, "Kemarilah!"


Gadis yang bernama Mawar dan sudah dikontrak oleh Galih Baskoro untuk menemani Galih Baskoro bermain-main selama tiga bulan Ke depan, melangkah pelan mendekati Galih Baskoro.


Mawar menghentikan langkahnya di depan Galih Baskoro dengan senyum manis.


"Buat aku melupakan semua masalahku hari ini! Puaskan aku malam ini sampai aku melupakan namaku sendiri!" Ujar Galih sambil menarik tengkuk gadis muda di depannya yang tidak Galih ingat siapa namanya.


Galih memang tidak pernah ingat nama perempuan yang ia kontrak selama tiga bulan untuk menjadi mainannya. Galih terbiasa memanggil, hei atau kamu semua perempuan yang pernah menjadi teman di ranjangnya.


Mawar menyeringai dengan senyum menggoda dan gadis muda itu langsung memagut bibir Galih Baskoro. Mengajak Galih berciuman dengan liar dengan tangan bergerak liar dan fasih membuka semua kancing kemejanya Galih.


Lalu, Mawar bergerak turun, mencium dada Galih, keenam tonjolan otot atletisnya Galih, dan terus turun sambil membuka ikat pinggang dan ritsleting celana kainnya Galih. Kemudian Mawar bergerak liar di bawah sana sampai Galih menjambak rambut Mawar dan pria tampan itu menengadah, memejamkan matanya rapat-rapat dan terus menyerang frustasi sambil terus membimbing gadis muda itu bergerak di bawah sana tanpa jeda


Beberapa menit kemudian, Galih melolong puas dan langsung menarik kepala Mawar untuk berkata sambil masih menjambak rambut Mawar, Galih berkata tanpa ekspresi, "Kita lanjutkan di ranjang permainan kamu. Aku menyukainya"

__ADS_1


__ADS_2