Musuh Tapi Sayang

Musuh Tapi Sayang
Kenapa?


__ADS_3

"Kenapa kau menolongku?" Tanya Alma sambil melangkah kembali ke tengah pesta.


Galih menyahut tanpa menoleh ke Alma, "Kalau aku katakan aku peduli sama kamu apakah kamu akan percaya?"


"Tidak!" Sahut Alma dengan tegas.


"Maka nggak usah nanya" Sahut Galih dengan nada ketus.


Alma menghela napas panjang lalu membelokkan langkahnya ke kanan dan Galih dengan sigap menahan lengan Alma sambil bertanya, "Kau mau ke mana?"


Alma menarik lengannya dan menyahut tanpa menoleh ke Galih, "Ambil minum"


Galih ingin mengekor Alma, namun Galih terpaksa menghentikan langkahnya saat ada seorang pria berdiri di depannya dan orang itu langsung berkata, "Tuan Galih Baskoro. Apakan Anda bisa membantu saya memenangkan kasus"


Galih melihat Alma sedang melangkah ke meja minuman soda dan Galih melihat anak buahnya mengekor Alma.


Galih menghela napas panjang lalu meladeni pria yang berdiri di depannya.


Saat pria di depannya akhirnya pergi, Galih mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaannya Alma sambil melangkah maju


Galih berkeliling di semua meja dan dia tidak menemukan Alma. Akhirnya Galih melangkah menuju ke taman belakang. Di sana, Galih melihat Alma tengah berbincang asyik dengan seorang pria yang sangat tampan dengan outfit mewah.


Galih melangkah lebar dengan deru napas penuh kecemburuan.

__ADS_1


Galih kemudian berdiri di samping Alma dan menggelungkan lengannya di pinggang Alma.


Alma tesentak kaget dan refleks menoleh ke kiri dan pria berwajah tampan dengan outfit mewah yang berdiri di depan alma pun tersentak kaget.


Galih mendaratkan ciuman di pipi Alma dan Alma refleks mengangkat kedua pundaknya dengan mendelik kaget.


Galih kemudian bertanya dengan nada santai dan wajah dingin, "Siapa dia, Sayang? Kenapa kau menemui seorang pria sembunyi-sembunyi begini, sayang?" Galih menarik pinggang Alma untuk lebih menempel ke pinggulnya.


"Anda siapa? Kenapa Anda memeluk Alma dan memanggilnya Sayang?" Pria yang berdiri di depan Alma memandang Galih dengan wajah tidak suka.


Alma langsung menyahut, "Dia........."


"Aku Suaminya" Sahut Galih memotong ucapannya Alma.


"Kau siapa?" Galih kembali memotong ucapannya Alma.


"Aku Danendra. Aku Kakak kelasnya Alma sekaligus sahabatnya Alma"


Galih menggeram kesal lalu menarik Alma pergi meninggalkan pria itu tanpa pamit.


Alma menoleh ke belakang untuk tersenyum ke Danendra dan melambaikan tangan.


Danendra menatap punggung Alma dengan wajah sedih dan bergumam, "Alma sudah menikah ternyata"

__ADS_1


Galih membawa Alma masuk ke sebuah ruangan dan membenturkan punggung Kiana ke tembok sambil menggeram, "Berani sekali kau menemui pria lain di belakang aku"


Galih lalu mengangkat kedua tangan Alma ke atas kepalanya Alma.


Alma seketika itu juga bertanya dengan nada bergetar, "Kau mau apa?"


Galih mengabaikan ucapannya Alma dan pria tampan itu langsung memutar tubuh Alma dan mencium seluruh jengkal tubuh bagian belakangnya Alma, lalu ia memutari tubuh Alma tanpa menarik bibirnya dari kulit manisnya Alma sampai bibirnya menemukan bibirnya Alma.


Galih kemudian memutar Alma kembali dan menciumi semua sudut tubuh Alma di bagian depan sambil menggerakkan tangannya ke bawah. Galih menyusupkan tangannya di bawah dan bermain cukup lama di lembah kenikmatan. Alma tersentak kaget lalu berteriak, merintih indah di saat ia merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Galih Baskoro.


Napas Alma menderu menahan gairah, melenguh menikmati setiap sentuhan bibir dan telapak tangannya Galih dan kenyataan ia tidak bisa menggerakkan tangannya sama sekali karena kedua tangannya ditahan di atas kepalanya memberikan sensasi unik yang justru Alma sukai.


Galih bergerak pelan ke atas dengan bibirnya dan menghentikan ciumannya dengan menempelkan keningnya di atas keningnya Alma lalu berkata, "Buka mata kamu!"


Alma membuka pelan kedua kelopak matanya dengan napas terengah-engah.


Galih menatap Alma dengan sendu, "Kau ingin aku teruskan atau sampai di sini saja?"


Alma diam mematung dan membisu. Alma tidak tahu harus menjawab apa.


Galih menggeram kemudian melepaskan Alma lalu berbalik badan dan pergi keluar.


Alma kemudian berjongkok dan bergumam, "Kenapa dia pergi meninggalkan aku? Apa dia akan balik lagi? Kalau balik lagi ku harus bagaimana?"

__ADS_1


__ADS_2