
"Ini kamarku. Kenapa kau bisa ada di sini, hah?!" Galih menghunus tatapan tajam ke Alma.
Alma refleks memutar kepala dan seketika itu juga kesadarannya pulih seutuhnya. Alma lalu melompat turun dari atas ranjang, berdiri di depan Galih dan berkata, "Sumpah! Aku tidak tahu kenapa aku bisa ada di sini"
"Lupakan soal kamar. Sekarang mandi dan temui aku di ruang kerjaku sepuluh menit lagi!" Galih lalu berbalik badan.
"Tunggu! Sepuluh menit mana cukup dan........" Alma ternganga saat punggung Galih sudah menghilang dari pandangannya. Alma langung berlari ke kamar mandi dan dia hanya menggosok gigi dan membersihkan area yang penting saja. Setelah itu Alma masuk ke ruang ganti baju dan langsung panik, "Bajuku? Kenapa tidak ada satu pun bajuku di sini? Sial! Ini kamar si brengsek itu tentu saja bajuku nggak ada di sini. Aku baru di bawa ke sini semalam" Lalu Alma mengambil satu sweater milik Galih yang dia pandang paling panjang. Namun, tetap saja saat ia memakai sweater itu, panjang Sweater itu hanya sampai di tengah-tengah pahanya dan dia tidak memakai baju dalam.
"Bodo amat! Sementara pakai ini dulu daripada pakai jubah mandi malah lebih terbuka dan dingin. Pria brengsek itu bisa fast vitamin A gratis, cih! Nggak rela aku" Gumam Alma sambil berlari keluar dari kamar pribadinya Galih Baskoro.
Gadis cantik itu kemudian celingukan dan bergumam, "Dia tidak bilang di mana ruang kerjanya?"
"Mari saya antarkan, Nyonya muda" Tiba-tiba muncul pria paruh baya tanpa senyum di depannya.
"Ah, baiklah. Terima kasih, Pak. Nama Bapak siapa?"
"Pak Gun"
"Dan Bapak siapanya Galih?"
"Saya chef di sini"
"Oh, tapi kenapa.........."
__ADS_1
"Sudah sampai, Nyonya muda" Pria paruh baya yang tidak ramah itu mengetuk daun pintu di depan Alma sebanyak tiga kali aku pergi meninggalkan Alma.
Pertanyaan Alma kenapa rumah sebesar ini sepi, tidak tersampaikan dan tidak terjawab karena pria paruh baya itu memotong kalimatnya dan pergi begitu saja meninggalkannya sendirian di depan pintu ruang kerjanya Galih Baskoro.
"Masuk!" Sahut Galih dari dalam.
Alma membuka pintu dengan pelan dan melangkah Masuk secara perlahan setelah ia menutup pintu tanpa mengeluarkan suara.
Galih sontak bangkit berdiri saat ia melihat Alma berdiri di depan mejanya, "Hei! Kenapa kau pakai sweater-ku?!"
Alma merapikan kaki dan mengelus sweater yang membalut tubuhnya sambil berkata, "Maafkan aku! Di kamar ganti baju tidak ada bajuku dan hanya sweater ini yang panjang dan muat di badanku"
Sial! Dia seksi dan cantik banget pakai sweater itu dan sial! Dia keramas?! Galih menggeram kesal di dalam hatinya saat ia merasakan ada yang mendesak di balik celana kainnya.
Untuk sesuatu yang mendesak di balik celana kainnya, Galih langsung berteriak menyalahkan Alma, "Kenapa kau keramas!"
Galih berdeham keras untuk meredakan sesuatu yang mendesak di balik celana kainnya. Lalu pria tampan itu menggeram, "Kau masih punya banyak hutang sama aku. Sekarang kau pakai shampoo milikku tanpa permisi"
"Catat saja semuanya. Aku akan bekerja dengan keras untuk membayar semua hutangku" Pekik Alma dengan wajah sangat kesal.
"Duduk di sana! Kita tunggu Doni datang" Galih lalu duduk di balik meja kerjanya dan langsung menunduk untuk melihat berkas bertumpuk di depannya untuk mengalihkan pandangannya dari wujud seksinya Alma.
Alma berbalik badan dan duduk di sofa.
__ADS_1
Alma menatap Galih dan bergumam, kenapa dia berubah total. Galih waktu SMA dulu pendiam tapi ramah juga suka mengalah. Kenapa sekarang dia berubah dingin dan kejam?
Galih kemudian bertanya tanpa mengangkat wajahnya dari tumpukan berkas yang ada di atas meja kerjanya, "Kau tidak takut padaku?"
"Kenapa aku harus takut padamu?"
"Kau lupa dengan yang aku lakukan padamu semalam?"
"Aku ingat tapi aku tidak takut padamu. Kamu adalah teman SMA-ku dan aku memilih melupakan semua yang telah kamu lakukan padaku semalam. Lagipula kamu adalah suamiku, kan, kamu berhak meminta hak kamu sebagai seorang suami"
Galih tersentak kaget mendengar jawabannya Alma dan pria tampan itu langsung mengangkat wajahnya untuk menatap Alma.
Sial! Dia tangguh dan pemberani ternyata. Batin Galih.
"Tapi kamu membenciku saat ini"
"Iya. Aku membenci kamu karena kamu menipuku, mensiasati aku, dan membuatku terjebak menjadi Istri kamu"
"Bagus! Aku juga membenci kamu. Aku seratus kali lebih membenci kamu, Nona manis, cih!" Galih kembali menghunus tatapan tajam ke Alma.
Alma sontak bangkit berdiri dan Galih langsung menunduk dan menatap berkasnya kembali karena dia tidak tahan melihat wujud seksi dan cantiknya Alma saat ini.
"Kenapa kau membenciku? Kenapa kau menipu aku, mensiasati aku, dan membuatku menikah dengan kamu? Apa karena waktu SMA dulu aku pernah mengejarmu mati-matian dan tidak tahu malu? Maafkan aku! Aku tidak tertarik lagi padamu. Lepaskan aku dan aku akan bayar utangku dengan cara mencicil. Jangan kahawatir aku tidak lari dan tolong jangan mencengkeram grup JJ lagi. Bebaskan grup JJ"
__ADS_1
Galih langsung mengangkat wajahnya dan sontak berteriak sambil menggebrak meja, "Berani benar kau meminta begitu banyak padaku setelah kau ambil hartaku yang paling berharga, hah?! Dasar pembunuh tidak tahu malu! Kau masih bisa memasang wajah polos dan lugu seperti itu di depanku, hah?! Kau itu pembunuh! Pembunuh!!!!!!!!"
Alma langung menautkan alisnya dan menatap Galih dengan penuh tanda tanya.